dedaunan di ranting cemara

PAGAR GAIB ANTISIREP

Posted in Motivasi, Sejumput Rintih by dirantingcemara on Wednesday, 20 February 2008

PAGAR GAIB ANTISIREP

Pencuri itu cuma menyisakan uang seratus ribu di dompet teman saya, Taufik.  Sekitar satu juta lebih simpanannya digondol maling yang menyantroni rumahnya di tengah malam. Masuk dari pintu samping yang cuma digerendel dengan selot kayu lalu sempat-sempatnya maling itu di tengah aksinya makan tape yang tersedia di meja makan. Kemudian masuk kamar pribadinya dan mengacak-acak isi lemarinya.

Selain uang, dua telepon genggamnya raib disabet maling. Semua aksinya tanpa sedikitpun diketahui oleh penghuni rumah yang  terlelap begitu rupa. Keesokan pagi, Taufik  baru mengetahui rumahnya kecolongan dan ada sandal yang ditengarai milik si maling tertinggal di rumahnya.

Malamnya lagi, sekitar pukul setengah tiga pagi, si maling menyantroni rumah tetangga Taufik yang berada persis di depan rumahnya. Benar-benar berani si maling ini. Tapi aksinya sudah diketahui warga saat ia berusaha merusak jendela rumah itu. Diteriaki dan dikejar oleh warga, si maling tetap bisa lolos.

Gagal di malam itu, malam selanjutnya, ia kembali melakukan aksinya. Masih di sekitar dekat rumah Taufik. Kini ia berhasil dengan gemilang, tanpa diketahui oleh pemilik rumah bahkan warga sekitar.  Tiga malam berturut-turut maling beraksi di sekitar  kampung Taufik. Semuanya mengulang apa yang terjadi di komplek tetangga beberapa bulan sebelumnya. Yang diambil “cuma” uang dan barang-barang yang bisa langsung dijual, telepon genggam misalnya, dan tidak sampai kendaraan seperti motor atau mobil.

“Disirep!” kata Pak Ronggo (bukan nama sebenarnya) salah seorang jama’ah Masjid Al-Ikhwan dengan yakin. “Dan mengatasi sirep itu gampang, asal tahu triknya,” lanjutnya.

“Bagaimana Pak?” tanya jama’ah lain yang ikut dalam perbincangan santai selepas sholat isya itu.

“Kalau tidur kepalanya jangan sama-sama menghadap satu arah.  Harus ada yang berlawanan arah. Misalnya suami tidur kepalanya menghadap ke selatan, berarti si istri kepalanya harus menghadap ke utara. Dijamin sirepnya tidak mempan. Soalnya sebelum taubat saya dulu kejawen. Saya tahu banyak yang kayak begituan. Dulu saya bisa menerbangkan pisau beberapa meter. Kalau diseriuskan lagi  bahkan saya bisa memerintahkan pisau itu terbang untuk pergi ke mana.”

Salah seorang jama’ah lain melirik kepada saya dan bertanya, “Bagaimana Pak?”

“Kita ambil saja pelajaran dari apa yang diterangkan dalam Alqur’an dan assunnah menghadapi hal semacam itu,” kata saya. Dan kemudian saya menerangkan dengan detil bagaimana Islam mengajarkan pemeluknya dalam menghadapi sihir-sihir termasuk sirep didalamnya.

Pembaca yang dirahmati Allah, saya berusaha membaginya kepada Anda semua apa yang saya tahu tentang hal ini. Minimal sebagai bekal buat saya dan Anda semua. Kiranya Anda tak perlu untuk memanggil para dukun—atau mereka yang sering dipanggil dengan sebutan ustadz tapi pada praktiknya sama—yang sekarang gemar dan gencar beriklan di media massa dan elektronik untuk membuat pagar gaib dan perlindungan ampuh di rumah Anda agar Anda tidak terganggu dengan segala macam sihir. Karena semuanya itu adalah sebuah kesia-siaan. Semuanya itu perlindungan bikinan manusia dan teramat rapuh.  Tidak ada kekuatannya sama sekali. Kalaupun berhasil itu adalah tipuan setan semata untuk menjerumuskan kita semua dalam jurang kesyirikan besar.

Ya, sihir itu memang ada, dan sirep itu adalah sihir. Dan sekali-kali mereka tidak memberikan mudharat dengan sihirnya, kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah [2:102]. Sufyan Ats–Tsaury mengatakan, “kecuali dengan qadha Allah.” Hasan Al Bashri berkata, “Benar barangsiapa yang dikehendaki-Nya, maka ia dikuasai setan. Dan siapa yang tidak dikehendaki-nya, maka tidak dikuasai setan.”

Dan Anda tidak perlu mengeluarkan duit sama sekali untuk membuat perlindungan yang paling ampuh itu. Anda cuma butuh modal menghapalkannya saja. Dan saya yakin Anda sebenarnya sudah hapal karena apa yang dihapal itu sudah biasa dihapal sejak kecil. Percayalah perlindungan ini adalah perlindungan terkuat yang sirep dan sihir sehebat apapun tak akan sanggup menembusnya. Pagar gaib antisihir paling syar’i. Insya Allah.

Inilah pagar atau perlindungan terkuat ala Rasulullah saw:

1.       Baca ta’awudz:  A’uudzubillaahi minassysyaithoonirrojiim”Aku berlindung dengan Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari gangguan Syaithan yang terkutuk.” [1] 

2.       Baca: A’uudzu bikalimaatillaahittaammaati  min syarri maa kholaq

Aku berlindung pada kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan apa-apa yang diciptakan.”[2] 

3.       Membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan Annaas tiga kali di waktu pagi dan sore. [3]

 

4.       Baca Al-Baqarah ayat 1-5 [4]

 

(Petunjuk pemakaian lebih lanjut bisa dilihat di bagian bawah tulisan ini.)

 

Anda bisa memilih satu atau dua dari apa yang saya ungkap di atas yang menurut Anda paling mudah untuk dilakukan. Lebih banyak lebih bagus karena tidak ada ruginya kita senantiasa berdzikir. Bahkan banyak berdzikir membuat hati kita tenang bukan? Sebenarnya masih banyak lagi macam-macam perlindungan syar’i yang diajarkan rasulullah kepada kita semua namun tidak saya ungkap semuanya di sini mengingat keterbatasan saya. Baca saja dzikir al-ma’tsurat wadzifah shugra atau qubra yang di dalamnya terdapat kumpulan dzikir-dzikir ma’tsur dari Rasulullah SAW..

Selamat mengamalkan. Semoga nanti malam Anda semua bisa tidur nyenyak karena dilindungi suatu pagar perlindungan yang teramat kuat dari-Nya. Semoga.

***

  

  

[1] Anas RA. dari Nabi SAW bersabda: Sesiapa yang membaca “A’udzubillahi…….” waktu pagi maka ia dilindungi dari syaithan hingga petang. (HR Ibn Sunni) [2] Dari Abu Hurairah RA bahawa Nabi SAW bersabda: Sesiapa yang baca di waktu petang tiga kali “A’udzu bikalimaati……” nescaya tidak akan memudharatkannya oleh sesuatu yang berbisa. (HR Muslim)[3] Dari Abdullah bin Khubaib RA berkata: Pada suatu malam yang sangat gelap dan hujan, kami keluar mencari Rasullulah SAW agar berdoa untuk kami. Maka kamipun bertemu dengannya. Lalu baginda bersabda: “Katakanlah !”, tapi aku tidak berkata apa-apa. Kemudian baginda bersabda, “Katakanlahl”, tapi aku tidak berkata. Kemudian baginda bersabda, “Katakanlahl”, maka aku bertanya, “Kata apa wahai Rasulullah ?” Baginda menjawab, “Qul Huwallahu Ahad  dan dua mu’awizatain waktu pagi dan petang 3 kali, nescaya mendindingmu dari segala sesuatu.”(HR Abu Daud, Tirmizi dan Nasai)[4] Hadits riwayat Darani dan Baihaqi dari Ibn Mas’ud RA dari Nabi SAW bersabda: Sesiapa yang membaca sepuluh ayat dari Surah Al-Baqarah di pagi hari nescaya ia tidak didekati Syaithan hingga petang. Jika dibacanya di waktu petang, nescaya ia tidak didekati Syaitan hingga pagi.Dari Ibn Mas’ud dari Rasulullah SAW bersabda: Sesiapa membaca sepuluh ayat; empat ayat dari awal surah Al Baqarah  dan Ayatul Kursi dan dua ayat selepasnya dan penutup surah Al Baqarah nescaya Syaithan tidak akan masuk dalam rumahnya hingga pagi.Allohua’lam bishshowab.Salam takzim buat 223 User Aktif online, 108 Guest(s) and 115 Member(s) pukul 14:20
Member(s) online: 
Orang_Kampung, afifah, d.day, smiling_sheva, ruud, nailal_husna, buih, Azmi, happy2, suff, A-HA, Dzakirah, kang Ase, dee_lova, abu 3an, koorma, alwafi, ALIFkecil, @yoe, nur fajar, alwaysIZUL, Skywalker, OK!!!, mr X al-klateny, must_yayam, Abu Rofiq, candle, sepi, nabilla, arelu, nasywa, mahiya, wong_ndeso, Ummi!, DisTio, efen, van mboden, Yukiji, Ahmadinejad, AdMarJun, watakushi, AbuFath, fit2, zidan, banjar_oey, the interpreter, shalehah, Hifa, yayak, za&ki, fidza, pegasus, Ibnu_Affanie, ibnu ‘umar, Lampu, seti, mas_pria, Ayah Yasmin, sajadah biru, durra, Najma, ben1maru_2000, izzydiharo, Duwet, julianti, kugelfang, kaito kid, UCUK2, lilah_abie, hamdi, inas, sarah, salman_alfarisi, Abu Hafizh, halman, must_NSP, bumblebee, Al ayyubi, pelangi senja, as-tsauri, ano she, white_rose, Tulip, delphy boreLan, NISRINA, chubby, aneuk_nanggroe, ditya, Aliya, Yurist, Corsa, ekaoke, irfan, farin, Salsabila_d7, ”B”, Ibnu Chaeruddin, DiDan, at taufik, dpk-bgr, street_learner, Look-M, BAWOR, camat, prabu, siantar, abu miqdad, MaieV, A-tebe,   Riza Almanfaluthidedaunan di ranting cemara14:18 14 Pebruari 2008