dedaunan di ranting cemara

BIAYA PENINGKATAN STATUS HAK GUNA BANGUNAN MENJADI HAK MILIK

Posted in CATATAN SENIN KAMIS by dirantingcemara on Tuesday, 11 December 2012

BIAYA PENINGKATAN STATUS

HAK GUNA BANGUNAN MENJADI HAK MILIK

 

 

sertifikat tanah

 

 

Harga yang harus dibayar untuk ongkos jasa Notaris dalam pengurusan menaikkan status sertifikat dari Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milik sebesar Rp750 ribu terdengar biasa saja. Tapi yang mencengangkan adalah harga sebenarnya yang harus dibayar di Badan Pertanahan Nasional Cibinong.

Ceritanya begini, rumah kami ini jangka waktu cicilannya berakhir di tahun 2015. Ada rezeki datang di tahun 2012, maka kami putuskan untuk membayar lunas saja. Dari Bank Tabungan Negara saya mendapatkan sertifikat banyak dokumen antara lain Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Tentu keinginan dari seluruh pemilik rumah adalah agar Sertifikat HGB tersebut berubah menjadi sertifikat Hak Milik. Maka saya pun segera mengurusnya. Pertama kali saya datangi Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Cibinong untuk mendapatkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan membayar sejumlah rupiah PBB yang harus saya bayar.

Singkat cerita, setelah urusan PBB selesai saya datang ke kantor notaris untuk mendapatkan informasi persyaratan apa saja yang harus dilengkapi dalam pengurusan penaikan status tersebut. Pun untuk mengetahui berapa ongkos pengurusannya.

Mendengar harganya sebesar itu saya datang langsung ke kantor BPN. Dalam kunjungan pertama ini saya mendapat informasi dari petugas helpdesk kalau biaya pengurusannya cukup hanya membayar Rp 500 ribuan. Di sana saya diberitahu dokumen apa saja yang harus dilengkapi.

Pada kunjungan kedua dengan dokumen lengkap saya datang ke BPN pada pukul 13.55. Dan ditolak karena waktu pelayanan sudah habis. Jadi saya ingatkan bagi Anda yang berurusan dengan loket BPN Cibinong bahwa jam pelayanan di sana hanya sampai pukul 14.00. Saya mengira jam pelayanannya sama dengan di kantor pajak yang melayani Wajib Pajak sampai pukul 17.00. Ternyata tidak.

Nah pada kunjungan ketiga inilah saya datang tepat pukul 10.45. Dengan membawa dokumen lengkap berupa:

1. Map dan Lembar Permohonan. Ini dibeli di Koperasi BPN Cibinong seharga Rp10 ribu. Di dalam map ada dua lembar dokumen yang harus diisi, yaitu lembar permohonan itu sendiri dan surat pernyataan dari pemohon. Siapkan satu materai untuk ditempel di surat pernyataan;

2. Sertifikat HGB asli;

3. Fotokopi IMB;

4. Fotokopi KTP;

5. Fotokopi SPPT PBB tahun terakhir.

Langsung saja menuju Loket Dua tempat penerimaan surat. Kalau tidak tahu, tanya satpam saja. Biasanya satpam juga tanya-tanya apa yang mau diurus dan buka-buka dokumen kita. Bilang saja sudah lengkap. Supaya urusan bisa lebih resmi dan cepat.

Setelah diterima saya diminta untuk menunggu. Hampir satu jam kemudian saya dipanggil dan saya menerima Blanko Pembayaran. Blanko ini harus diserahkan ke loket pembayaran untuk dimintakan tanda tangan dari Bendahara Penerimaan. Dan tentu saya harus membayar biaya perubahan hak dari HGB menjadi HM untuk RS/RSS hanya sebesar Rp50 ribu saja. What? Iya betul cuma Rp50 ribu saja. Saya juga heran kenapa cuma sebesar itu. Jauh sekali dari apa yang disebutkan oleh petugas helpdesk dan diminta notaris dulu.

Setelah dari loket pembayaran, saya segera kembali ke loket dua, loket penerimaan surat itu. Saya menyerahkan blanko pembayaran yang telah ditera Bendahara Penerimaan. Lalu saya mendapatkan dua lembar dokumen dari petugas, yaitu:

1. Tanda Terima Dokumen;

2. Bukti Pembayaran.

Dua dokumen ini jangan sampai hilang dan harus dibawa pada saat pengambilan sertifikat. Salinan atau fotokopi dokumen ini tidak dilayani.

Satu jam lebih sedikit urusan penyerahan dokumen permohonan ini selesai. Saya akan datang kembali satu bulan kemudian untuk pengambilan sertifikatnya sebagaimana Petugas Penerimaan Surat itu katakan kepada saya. Dan yang membuat saya masih geleng-geleng kepala selama perjalanan pulang itu adalah biayanya yang murah banget. Tapi saya tak tahu apakah nanti pada saat pengambilan dokumennya ada harga yang harus dibayar lagi?

Kita tunggu saja. Kita lihat saja.

Semoga bermanfaat.

TAMBAHAN:

Pada hari Rabu, 23 Januari 2013 saya datang ke BPN untuk mengambil sertifikat Hak Milik itu. Saya datang langsung ke loket “Penerimaan Sertifikat” lalu menyerahkan Tanda Terima asli. Saya disuruh menunggu. Tidak lama, dalam jangka waktu kurang lebih 5 menit saya dipanggil. Saya disodorkan formulir untuk ditandatangani. Formulir bukti bahwa saya telah menerima sertifikat tersebut. Dan kemudian saya diberi sertifikat lama di atas yang sudah dicoret tulisan Hak Guna Bangunannya diganti dengan Hak Milik. Selesai sudah.

TIDAK ADA BIAYA SAMA SEKALI. PELAYANAN CEPAT.

Itu saja informasi tambahannya. Semoga bermanfaat. Kita tunggu dan kita lihatnya sudah terjawab. Terima kasih semoga bermanfaat.

 

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

08.48 08 Desember 2012

Sumber gambar dari sini