<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>dedaunan di ranting cemara</title>
	<atom:link href="http://dirantingcemara.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dirantingcemara.wordpress.com</link>
	<description>ranah untuk kejayaan Islam dan peradabannya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Nov 2009 01:37:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dirantingcemara.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/237a24c06ceaf1eca551bc64da3ebd26?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>dedaunan di ranting cemara</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/11/16/di-atas-langit-masih-ada-langit/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/11/16/di-atas-langit-masih-ada-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 01:37:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/11/16/di-atas-langit-masih-ada-langit/</guid>
		<description><![CDATA[DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT

(Dimuat di Situs Kitsda)


 
Apresiasi perlu disematkan kepada semua pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang naskahnya terpilih dalam buku Berkah, Berbagi Kisah &#38; Harapan, Perjalanan Modernisasi Direktorat Jenderal Pajak.  Karena tak semua mampu untuk mengungkapkan apa yang ada dalam kepala dan menuangkannya dalam bentuk tulisan tentang apa yang setidaknya menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=620&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>(Dimuat di Situs Kitsda)<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">Apresiasi perlu disematkan kepada semua pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang naskahnya terpilih dalam buku Berkah, Berbagi Kisah &amp; Harapan, Perjalanan Modernisasi Direktorat Jenderal Pajak.  Karena tak semua mampu untuk mengungkapkan apa yang ada dalam kepala dan menuangkannya dalam bentuk tulisan tentang apa yang setidaknya menjadi cita-cita bersama kita semua yakni menjadi pegawai DJP yang mempunyai integritas, profesionalitas, inovasi, dan mampu bekerja sama.
</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaannya adalah apakah cukup sampai di situ? Seharusnya para penulis buku itu akan mampu berteriak tidak dengan lantang. Ya, karena capaian itu adalah baru capaian yang seharusnya disikapi dengan biasa saja. Tak perlu euforia karena terbuai dengan ucapan selamat bertubi-tubi.
</p>
<p style="text-align:justify;">Sejatinya dua hal yang akan menumpulkan pena dan mematikan sebuah kreativitas dalam kepenulisan adalah mabuk pujian dan cepat berpuas diri. Selayaknya pujian adalah obat atau multivitamin yang apabila diminum secara overdosis bukannya menyembuhkan tapi sebaliknya, bahkan ia akan menjadi racun.
</p>
<p style="text-align:justify;">Terjebak dalam pujian hanya akan membuat punggung terbungkuk-bungkuk ke tanah karena beban yang berat agar bisa menulis sebuah tulisan yang minimal sama dengan yang sudah diberikan penghargaan tersebut. Padahal tak selamanya penulis mampu dalam keadaan prima serta menghasilkan sebuah karya  yang bagus. Pada akhirnya, karena terbebani ia tidak menulis dengan hati tapi menulis sesuai apa kata orang. Sejak saat itu matilah sebuah kreativitas.
</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana dengan berpuas diri? Sama saja. Kalau itu yang dilakukan cukuplah kita menjadi kutu anjing yang seharusnya dalam keadaan normal mampu untuk meloncat setinggi 2 meter tapi karena ia dimasukkan ke dalam kotak korek api selama dua pekan maka ia cuma akan bisa meloncat setinggi kotak korek api saja.  Sungguh akan ada potensi luar biasa yang tercerabut dan lenyap. Mengerikan.
</p>
<p style="text-align:justify;">Maka momen Berkah bukan momen narsis sambil mematut-matut diri di cermin. Tapi titik awal agar mampu menulis lebih baik lagi, kontinyu, dan mencerahkan. Bagaimana caranya? Tiada hari tanpa pengamatan, mencerna dan menuliskannya dengan menggunakan otak kanan—otak yang menyukai kebebasan dan tidak suka yang berbau urut dan tata tertib—dan biarkan ia mengalir apa adanya, lalu menyuntingnya dengan menggunakan otak kiri. Selanjutnya terserah kita.
</p>
<p style="text-align:justify;">Publikasi pun menjadi titik penting lainnya. Karena siapa yang akan tercerahkan kalau apa yang Anda tulis tidak diketahui dan bukan untuk siapa-siapa? Koran, majalah, blog, forum diskusi internet, facebook bisa jadi tempat yang tepat untuk itu.  Bahkan situs Kepegawaian DJP selayaknya pula menyediakan tautan terbuka untuk menyalurkan kreatifitas kepenulisan ini.
</p>
<p style="text-align:justify;">Berhenti? Lagi-lagi tidak! Selesai suatu urusan maka kerjalanlah urusan yang lain. Menulislah lagi. Jangan berhenti. Setelah itu tawadhu&#8217;lah, berrendahhatilah, karena di luar masih banyak penulis-penulis yang lebih hebat dan lebih jago. Pun, ada kredo nan elok dan tak akan pernah mati: <strong><em>di atas langit masih ada langit.<br />
</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ayuk</em>, tetap Semangat menulis.
</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">***
</p>
<p style="text-align:justify;">sekadar curahan hati malam mingguan
</p>
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi
</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara
</p>
<p style="text-align:justify;">13:12 11 November 2009
</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p>  </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/620/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/620/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/620/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=620&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/11/16/di-atas-langit-masih-ada-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR (2)</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/26/tata-cara-prosedur-pendaftaran-haji-di-kabupaten-bogor-2/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/26/tata-cara-prosedur-pendaftaran-haji-di-kabupaten-bogor-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 02:56:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejumput Rintih]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bank muamalat]]></category>
		<category><![CDATA[BPIH]]></category>
		<category><![CDATA[daftar haji]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[kandepag bogor]]></category>
		<category><![CDATA[KBIH]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[onh]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur]]></category>
		<category><![CDATA[SPPH]]></category>
		<category><![CDATA[tata cara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/26/tata-cara-prosedur-pendaftaran-haji-di-kabupaten-bogor-2/</guid>
		<description><![CDATA[TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR (2)

===TAHAP KEDUA===

Selesai? Ya, pendaftaran tahap awal sudah selesai. Kita akan melangkah ke pendaftaran tahap kedua. Sebelumnya kita harus ke bank terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor porsi. Tentunya saya pergi keesokan harinya. Apa yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan nomor porsi itu?

Bank Muamalat Indonesia Cabang Bogor mensyaratkan dokumen yang harus dibawa, yakni:

   1.
      Fotokopi Buku tabungan dengan asli yang akan kita perlihatkan;
   2.
      SPPH asli untuk Bank;
   3.
      Fotokopi KTP 1 lembar;
   4.
      Fotokopi KK.

Saya akui pelayanannya untuk tahun ini bagus. Dibandingkan dengan pelayanan yang didapat oleh teman saya setahun lalu dikarekan petugasnya masih gatek dengan aplikasi SISKOHAT-nya. Alhamdulillah, tak lama kemudian saya sudah mendapatkan nomor porsi yang tertera di formulir Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebanyak empat rangkap itu. Ini berarti uang pendaftaran awal sudah ditransfer ke rekening Menteri Agama. Tentunya petugasnya belum tahu kami berangkat untuk tahun kapan. Ternyata yang tahu dan menentukan keberangkatan itu dari Kandepag Kabupaten Bogor.

Segera setelah dari bank saya pergi ke Kandepag Kabupaten Bogor. Sampai di sana pukul setengah satu siang. Saya sudah mempersiapkan semua dokumen yang harus saya bawa untuk pendaftaran tahap kedua ini. Apa saja? Ini dia: <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=610&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR (2)<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>===TAHAP KEDUA===<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selesai? Ya, pendaftaran tahap awal sudah selesai. Kita akan melangkah ke pendaftaran tahap kedua. Sebelumnya kita harus ke bank terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor porsi. Tentunya saya pergi keesokan harinya. Apa yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan nomor porsi itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Bank Muamalat Indonesia Cabang Bogor mensyaratkan dokumen yang harus dibawa, yakni:</p>
<ol style="margin-left:54pt;">
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi Buku tabungan dengan asli yang akan kita perlihatkan;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">SPPH asli untuk Bank;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi KTP 1 lembar;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi KK.</div>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Saya akui pelayanannya untuk tahun ini bagus. Dibandingkan dengan pelayanan yang didapat oleh teman saya setahun lalu dikarekan petugasnya masih <em>gatek</em> dengan aplikasi SISKOHAT-nya. Alhamdulillah, tak lama kemudian saya sudah mendapatkan nomor porsi yang tertera di formulir Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebanyak empat rangkap itu. Ini berarti uang pendaftaran awal sudah ditransfer ke rekening Menteri Agama.  Tentunya petugasnya belum tahu kami berangkat untuk tahun kapan. Ternyata yang tahu dan menentukan keberangkatan itu dari Kandepag Kabupaten Bogor.</p>
<p style="text-align:justify;">Segera setelah dari bank saya pergi ke Kandepag Kabupaten Bogor. Sampai di sana pukul setengah satu siang. Saya sudah mempersiapkan semua dokumen yang harus saya bawa untuk pendaftaran tahap kedua ini. Apa saja? Ini dia:</p>
<p style="text-align:justify;">Dokumen tahap kedua sebagai berikut:</p>
<ol style="margin-left:54pt;">
<li>
<div style="text-align:justify;">BPIH asli tiga lembar, satunya milik kita sebagai arsip yang tak boleh hilang;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi SPPH;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi KTP;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi KK;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi Surat/Akta Nikah;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir/Ijazah;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi Surat Pernyataan Bermeterai dari Kepala Desa/Lurah yang diketahui oleh Kecamatan (asli diserahkan juga ke petugas);</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi Surat Keterangan Sehat (asli diserahkan juga ke petugas).</div>
<p style="text-align:justify;">Fotokopi tersebut masing-masing <strong>sebanyak empat lembar.<br />
</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tetapi malang tak tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Saya disuruh pulang saja oleh petugasnya untuk kembali hari jum&#8217;at, senin, atau selasa. Karena hari rabu dan kamis diperuntukkan khusus untuk mengurus dokumen jama&#8217;ah haji yang akan berangkat tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa baru diberitahu sekarang? Seharusnya kemarin pada saat penyelesaian foto diberitahu agar kami tak bolak-balik ke kantor ini. Yah…sedikit kecewa dengan birokrasi saya terpaksa pulang padahal cuma untuk mengecek lengkap atau tidak berkas kami ini. Saya yakin tidak makan waktu lima belas menit. Oke saya akan datang hari jum&#8217;atnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada hari jum&#8217;atnya, ruangan di seksi tersebut sedikit lengang tetapi di pintunya sudah dipasang pemberitahuan bahwa pelayanan pendaftaran tidak bisa dilayani karena Siskohatnya lagi bermasalah. Tetapi nyatanya saya lihat ada beberapa tamu yang sedang dilayani.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa banyak bicara saya menyerahkan dokumen itu yang saya yakini lengkap sekali. Dan betul petugasnya tanpa banyak bicara menelitinya dan menyatakan berkas saya sudah lengkap. Sama petugasnya diberitahu kita akan berangkat tahun kapan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dokumen tiga rangkap diserahkan kepada petugasnya. Satur angkap lagi untuk saya sebagai arsip. Yang terpenting ada dua dokumen asli ada pada kita yaitu SPPH dan BPIH lembar calon jema&#8217;ah haji. Jangan sampai hilang. Simpan yang baik. Kalau bisa Anda pindai dengan mesin <em>scanner sebagai </em>dokumen<em> softcopy</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apa lagi yang harus kita perbuat? Tidak ada, terkecuali berdoa dan menunggu. Dan tentunya yang ini:</p>
<ol style="margin-left:54pt;">
<li>
<div style="text-align:justify;">Menabung lagi supaya bisa melunasi ongkos naik haji (ONH) yang telah ditetapkan;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Pada bulan Mei tahun pemberangkatan misalnya tahun 2011 kita harus pergi ke Kandepag Kabupaten Bogor karena biasanya pengumuman calon jama&#8217;ah haji yang berangkat sudah keluar.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Bulan Juni tahun 2011 biasanya kita ditelepon untuk melunasi BPIH;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Setelah lunas biasanya pula kita akan dipanggil untuk melakukan sesi pengurusan <em>passport</em> hijau khusus haji ke kantor imigrasi. Tak ada biaya dalam pengurusan ini karena sudah ada dalam komponen biaya yang telah kita bayarkan. Bagi yang sudah punya <em>passport</em> tak perlu ikut sesi ini cukup lampirkan dan menyerahkan fotokopi <em>passport</em>-nya kepada Kandepag kabupaten Bogor.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Belajar fikih haji dan ikut manasiknya. Itu saja.</div>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Wuih…capek deh. Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat buat Anda semua.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;">09:52 26 Oktober 2009</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/610/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=610&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/26/tata-cara-prosedur-pendaftaran-haji-di-kabupaten-bogor-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR (1)</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/26/tata-cara-prosedur-pendaftaran-haji-di-kabupaten-bogor-1/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/26/tata-cara-prosedur-pendaftaran-haji-di-kabupaten-bogor-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 02:55:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejumput Rintih]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[bank muamat]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[kandepag bogor]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran haji]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur]]></category>
		<category><![CDATA[tata cara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/26/tata-cara-prosedur-pendaftaran-haji-di-kabupaten-bogor-1/</guid>
		<description><![CDATA[TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR

===TAHAP AWAL===

    Pembaca, saya coba cari di Google dengan kata kunci sebagaimana judul tulisan ini, hasilnya nihil. Saya coba juga membuka laman Departemen Agama Republik Indonesia hasilnya sama. Singgah di laman Kabupaten Bogor sama juga. Apatah lagi Kantor Departemen Agama Kabupaten Bogor juga tak punya laman sama sekali di internet.

    Akhirnya saya tahu secara langsung prosedur pendaftaran haji itu dengan melakukannya sendiri berbekal sedikit informasi dari bank tempat saya menabung haji. Saya ingin membagi pengalaman ini kepada pembaca agar ketika ingin mendaftar haji sudah tahu apa yang harus dipersiapkan. Entah persiapan dokumen yang harus dibawa, jumlah biaya yang harus dikeluarkan, dan mental tentunya karena kita akan berhadapan dengan gunung rintangan yang bernama birokrasi.

    Semoga ini bermanfaat bagi para pembaca khususnya dari Kabupaten Bogor yang ingin menunaikan haji ke tanah suci. Bisa jadi prosedur pendaftaran haji di setiap daerah berbeda-beda. Saya mendengarnya demikian dari berbagai orang yang sudah pernah mengalaminya. Kata mereka prsoedurnya tidaklah serumit di Kabupaten Bogor. Wallahua'lam bishshowab. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=609&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>===TAHAP AWAL===<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Pembaca, saya coba cari di Google dengan kata kunci sebagaimana judul tulisan ini, hasilnya nihil. Saya coba juga membuka laman Departemen Agama Republik Indonesia hasilnya sama. Singgah di laman Kabupaten Bogor sama juga. Apatah lagi Kantor Departemen Agama Kabupaten Bogor juga tak punya laman sama sekali di internet.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya saya tahu secara langsung prosedur pendaftaran haji itu dengan melakukannya sendiri berbekal sedikit informasi dari bank tempat saya menabung haji. Saya ingin membagi pengalaman ini kepada pembaca agar ketika ingin mendaftar haji sudah tahu apa yang harus dipersiapkan. Entah persiapan dokumen yang harus dibawa, jumlah biaya yang harus dikeluarkan, dan mental tentunya karena kita akan berhadapan dengan gunung rintangan yang bernama birokrasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga ini bermanfaat bagi para pembaca khususnya dari Kabupaten Bogor yang ingin menunaikan haji ke tanah suci. Bisa jadi prosedur pendaftaran haji di setiap  daerah berbeda-beda. Saya mendengarnya demikian dari berbagai orang yang sudah pernah mengalaminya. Kata mereka prsoedurnya tidaklah serumit di Kabupaten Bogor.  <em>Wallahua&#8217;lam bishshowab</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang harus dipersiapkan oleh Pembaca ketika ingin mendaftar haji dan pergi haji tentunya adalah <strong>niat yang lurus</strong> bahwa saya ini pergi haji adalah semata-mata hanya karena Allah. Bukan untuk piknik, berdagang, mencari gelar haji, penaikan status, dipandang masyarakat, dan lain-lainnya. Niat yang lurus ini akan membuat kita pasrah pada-Nya. Ketika ada niat-niat yang sudah mulai melenceng segera luruskan saja dan minta ampun pada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kedua adalah <strong>perbanyak do&#8217;a dan shalawat</strong>. Loh kok prosedur <em>kayak ginian aja</em> butuh ini sih? Tentu sangat dibutuhkan, karena seperti yang sudah saya bilang di awal kita akan menghadapi gunungan birokrasi yang akan menguji kesabaran kita. Dengan perbanyak do&#8217;a dan sholawat kita berharap pada Allah agar IA memudahkan semuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ketiga <strong>persiapkan waktu</strong> dengan secermat mungkin. Karena tidak bisa sehari atau dua hari untuk menuntaskan semua ini. Karena banyak dokumen yang harus dipersiapkan. Bagi yang berkantor kalau bisa  coba minta cuti atau izin kerja setengah hari untuk mengurus pendaftaran ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang keempat <strong>selalu berangkat lebih pagi</strong> untuk mendapatkan pelayanan yang lebih awal di kantor apapun. Entah di Kantor Kepala Desa, Puskesmas, ataupun di Kantor Departemen Agama (selanjutnya disingkat Kandepag) Kabupatan Bogor. Karena kalau Anda datangnya sudah terlalu siang—yang sebenarnya menurut kita masih waktunya jam kerja—siap-siap saja Anda akan disuruh pulang dan datang kembali keesokan harinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembaca, setahu saya kalau kita ingin mendaftar haji harus sudah ada tabungan Rp20 juta dulu di bank lalu datang ke Kandepag dengan cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Ternyata masih banyak yang harus kita bawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Baik dokumen apa saja yang harus dipersiapkan dan ktia bawa untuk pendaftaran Haji di Kandepag Kabupaten Bogor?</p>
<p style="text-align:justify;">Ada dua tahap. Tahap awal dan tahap kedua. Tahap awal adalah tahap pendaftaran setelah kita sudah punya tabungan sebesar Rp20 juta di bank. Tahap kedua adalah tahap pendaftaran setelah kita mendapatkan nomor porsi dari bank.</p>
<p style="text-align:justify;">Dokumen tahap awal sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi buku tabungan;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi KTP;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi KK;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi Surat/Akta Nikah;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir/Ijazah;</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi Surat Pernyataan Bermeterai dari Kepala Desa/Lurah yang diketahui oleh Kecamatan (asli dibawa);</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi Surat Keterangan Sehat (asli dibawa).</div>
<p style="text-align:justify;"><strong>Masing-masing rangkap satu.<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya akan jelaskan yang memang perlu untuk diberikan penjelasan.</p>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Untuk memudahkan kita dalam masalah tabungan haji ini, saya sarankan untuk membuka di bank yang cabangnya berdomisili satu propinsi  dengan Kandepag Kabupaten Bogor artinya masih di Jawa Barat. Tetapi saya lebih sarankan lagi Anda buka tabungan hajinya di bank yang satu kabupaten/kota saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan mengulangi apa yang pernah saya alami. Saya membuka tabungan haji di Bank Muamalat Kantor Kas Cawang Jakarta ternyata untuk mendaftar haji saya harus menutup dulu tabungan itu dan membuka tabungan baru di Bank Mualamat Kantor Kas Cibinong.</p>
<p style="text-align:justify;">Ribet, dipotong biaya penutupan, dan menyita waktu banyak.  Akibatnya saya tidak bisa mengejar kesempatan untuk mendaftar di Kandepag Kabupaten Bogor, mengurus surat kesehatan di Puskesmas dan Kantor Kepala Desa.</p>
<p style="text-align:justify;">Pastikan bahwa yang difotokopi adalah halaman sampul buku tabungan, halaman pertama yang memuat nama dan keterangan kita, serta halaman yang menerangkan saldo terakhir kita. Walaupun di prosedurnya tidak diterangkan halaman berapa yang harus kita fotokopi tapi kita fotokopi saja yang saya terangkan di atas tadi. Untuk apa? Supaya lengkap dan tidak memberikan kesempatan petugas peneliti di Kandepag Kabupaten Bogor untuk menyuruh kita pulang.</p>
<p style="text-align:justify;">Oh ya, dokumen yang harus saya bawa untuk membuka tabungan haji adalah cukup fotokopi KTP saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir/Ijazah masing-masing saya fotokopi. Walaupun di prosedurnya tandanya adalah garis miring yang berarti cukup salah satu saja namun saya fotokopi juga semuanya. Agar, lagi-lagi, supaya berkas kita tidak dianggap tidak lengkap.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk Surat Pernyataan Bermeterai dari Kepala Desa/Lurah yang diketahui oleh Kecamatan maka terlebih dahulu Anda datang ke Kantor Kepala Desa sambil membawa meterai Rp6000, fotokopi KTP, fotokopi KK, serta surat keterangan atau pengantar dari RT dan RW. Untuk yang terakhir ini Anda bisa urus sendiri malam sebelumnya. Jalan pintas langsung datang ke Kantor Kepala Desa tanpa surat pengantar memang bisa tetapi itu tidak mendidik.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk ke Kecamatannya Anda bisa uruskan ke petugas desa. Tetapi karena saya ingin cepat selesai saya sendiri yang akan datang ke Kantor Kecamatan. Biaya administrasi di Kantor Desa Rp20.000,00.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya datang ke Kantor Kecamatan dengan membawa fotokopi KTP, KK dan surat pernyataan tersebut. Langsung ditandatangani oleh salah satu Kepala Seksi yang ada di sana. Cepat dan tidak berbelit-belit. Biaya administrasinya sebesar Rp20.000,00 juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan lupa setelah itu fotokopi surat pernyataan bermeterai tersebut sebelum kita serahkan ke Kandepag Kabupaten Bogor.</p>
<p style="text-align:justify;">Oh ya, karena Puskesmas itu jam tutupnya adalah jam setengah 12 siang, maka sebelum ke kantor Kecamatan saya terlebih dahulu ke Puskesmas untuk meminta surat kesehatan. Cukup bayar Rp5000, antri sebentar, dan diperiksa ala kadarnya, tal…tul…, tal…tul… stetoskop, surat keterangan sehat sudah didapat. Ada pengecualian tentang datang lebih pagi ke Puskesmas. Mungkin karena datangnya siang malah antrian sudah pendek dan tidak banyak orang. Kalau pagi wuih…jangan dikira panjang antriannya. Setelahnya segera fotokopi saja surat kesehatan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini tiba saatnya datang ke Kandepag Bogor. Siapkan mental karena di sana akan dilayani oleh sedikit petugas di sebuah ruangan yang sempit di Kandepag Kabupaten Bogor, tepatnya di ruangan Seksi  Pelayanan Haji dan Umroh (kalau tidak salah karena saya sudah tidak ingat lagi).</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan membayangkan ruangan pendaftaran haji ini senyaman ruangan pelayanan di bank-bank  atau Tempat Pelayanan Terpadu Kantor Pelayanan Pajak yang pernah Anda kunjungi. Ruangannya cuma 12 meter persegi yang penuh berkas tanpa petunjuk harus menghadap ke mana dan siapa terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya harapkan Anda datang ke sana pada pukul 09.00 sampai pukul 10.00 pagi. Lebih dari itu siap-siap saja berkas Anda akan ditolak dan disuruh datang lagi keesokan harinya. Karena petugas disana membatasi jumlah orang yang mendaftarkan haji cukup 35 pendaftar saja.  Masalahnya ini berkaitan dengan proses pengambilan foto dan sidik jari yang memakan waktu bisa sampai lima jam lamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah berkas saya diterima walaupun saya datangnya pukul 12.30 WIB. Ini dikarenakan sedikit kengototan saya karena sudah disuruh pulang di hari kemarinnya. Ditambah sedikit kebaikan yang diberikan petugas di sana kepada saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mengisi formulir pendaftaran yang diberikan petugas—itupun sambil berdiri karena bangkunya sedikit dan ruangan sudah penuh orang—serta memeriksa kelengkapan berkas saya dan istri, saya disuruh petugas pergi  ke koperasi untuk membayar biaya foto sebesar Rp60.000,00 dan setelahnya pergi ke ruangan pemotretan.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah di sini  kesabaran diuji lagi karena petugas yang melayani kami pada sesi ini cuma satu orang. Kami menyerahkan kuitansi pembayaran dan berkas pendaftaran pada pukul 12.30 WIB, pemotretannya baru dilakukan pada pukul 15.15 WIB. Pengambilan sidik jari tiga perempat jam kemudian.  Lalu kami menerima banyak lembaran foto berbagai ukuran dan CD-nya serta berkas pendaftaran ditambah dengan Surat Pendaftaran Pergi haji (SPPH) tiga rangkap pada pukul 16.15 WIB dari petugas pemotretan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kemudian balik lagi ke petugas yang memeriksa berkas kita di awal tadi. Berkas kita akan dicek kembali oleh petugas dan kita disuruh menyerahkan foto ukuran 1&#215;1 yang tadi kita terima. Lalu mengembalikan dua rangkap SPPH kepada kita untuk diserahkan kepada bank dan satunya untuk kita arsipkan sendiri. Saya baru pergi dari Kandepag Kabupaten Bogor jam setengah lima sore.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Bersambung…<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;">09:52 26 Oktober 2009</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;margin-left:54pt;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/609/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=609&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/26/tata-cara-prosedur-pendaftaran-haji-di-kabupaten-bogor-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IBROHIM DAN MARIA OZAWA</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/16/607/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/16/607/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 07:20:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sejumput Rintih]]></category>
		<category><![CDATA[fpi]]></category>
		<category><![CDATA[ibrohim]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[maria ozawa]]></category>
		<category><![CDATA[miyabi]]></category>
		<category><![CDATA[mui]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/16/607/</guid>
		<description><![CDATA[IBROHIM DAN MARIA OZAWA
Belum hilang dari ingatan kita jenazah Ibrohim—salah satu pelaku pengeboman hotel JW Marriot dan Ritz Carlton—ditolak untuk dikuburkan di kampung halamannya oleh berbagai pihak. Begitu pula dengan Urwah, pelaku terorisme yang ditembak mati oleh Densus 88, jenazahnya sempat ditolak untuk dikuburkan di tempat keluarga besarnya berada.
Penolakan itu diiringi pula dengan adanya demo-demo baik yang pro maupun kontra dari berbagai elemen kemasyarakatan yang ada di Solo dan Kudus. Yang menolak menyandarkannya pada argumentasi daerahnya tidak mau disebut-sebut sebagai sarang teroris.
Pada hari-hari ini juga masyarakat kita disibukkan dengan adanya penolakan kedatangan Miyabi atau Maria Ozawa yang dikenal sebagai bintang film porno di Jepang sana. Walaupun kedatangan Miyabi ini bukan untuk main film esek-esek tetapi untuk berperan di film komedi, rencana kedatangannya sudah disambut dengan demo dari berbagai kalangan yang perhatian betul dengan dunia moral dan pendidikan. Terutama dari Majelis Ulama Indonesia dan Front Pembela Islam.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=607&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>IBROHIM DAN MARIA OZAWA<br />
	Belum hilang dari ingatan kita jenazah Ibrohim—salah satu pelaku pengeboman hotel JW Marriot dan Ritz Carlton—ditolak untuk dikuburkan di kampung halamannya oleh berbagai pihak. Begitu pula dengan Urwah, pelaku terorisme yang ditembak mati oleh Densus 88, jenazahnya sempat ditolak untuk dikuburkan di tempat keluarga besarnya berada.<br />
Penolakan itu diiringi pula dengan adanya demo-demo baik yang pro maupun kontra dari berbagai elemen kemasyarakatan yang ada di Solo dan Kudus. Yang menolak menyandarkannya pada argumentasi daerahnya tidak mau disebut-sebut sebagai sarang teroris.<br />
Pada hari-hari ini juga masyarakat kita disibukkan dengan adanya penolakan kedatangan Miyabi atau Maria Ozawa yang dikenal sebagai bintang film porno di Jepang sana. Walaupun kedatangan Miyabi ini bukan untuk main film esek-esek tetapi untuk berperan di film komedi, rencana kedatangannya sudah disambut dengan demo dari berbagai kalangan yang perhatian betul dengan dunia moral dan pendidikan. Terutama dari Majelis Ulama Indonesia dan Front Pembela Islam.<br />
Tak luput  banyak pula komentar mendukung kedatangan Miyabi bersileweran di media massa dan mengecam pelarangan-pelarangan tersebut. Ada yang dari artis, praktisi perfilman, pegiat hukum, bahkan menteri sekalipun. Yang terakhir ini sempat berkomentar bahwa secara legal dan kepantasan, pemerintah tidak berhak melarang orang yang tidak melakukan kesalahan hukum datang ke Indonesia selaku wisatawan. Bagus betul…?!<br />
	Nah berkaitan dengan kasus Ibrohim dan Miyabi ini ada sesuatu yang perlu dicermati bersama. Ibrohim sudah terlanjur dikenal oleh masyarakat sebagai ikon terorisme. Sedangkan Miyabi sudah dikenal sebagai ikon sekitar perdadaan dan perselangkangan.<br />
Praktis tak ada artis, pegiat hukum, bahkan menteri sekalipun berkomentar terhadap penolakan penguburan jenazah Ibrohim yang dilakukan oleh masyarakat di sana. Walaupun secara legal dan kepantasan tidak ada satu aturan pun di negeri yang bernama Republik Indonesia ini yang melarang pemakaman jenazah para penjahat sekelas apapun di kampung halamannya.<br />
Semuanya diam tak bersuara. Hening. Kata orang Betawi: “kagak urusan gue.” Tapi kalau masalah Miyabi, karena ini menyangkut masalah kenikmatan purba manusia, semuanya bersuara. Kata orang Betawi lagi: “nyang eni baru urusan gue.” Meskipun suara dari hati nurani yang paling dalam itu berusaha diperhalus dengan bahasa hukum, intelek, dan seberadab-adab mungkin.<br />
Terorisme adalah sebuah kejahatan. Begitu pula dengan pornografi sebagai anak kandung dari kapitalisasi, komersialisasi, dan industrialisasi aurat. Dua-duanya sama-sama menjadi zat adiktif yang berbahaya bagi otak dan tubuh. Setahun tidak ngebom seluruh tubuh menjadi sakau, gelisah, dan pusing-pusing. Pemuasannya dengan melakukan pengeboman yang pada akhirnya memberikan ketenangan dan kebahagiaan melihat simbahan darah dan tangisan para korban dan keluarganya.<br />
Pornografi tidak sekasar itu. Tetapi daya rusaknya sama saja. Kecanduannya membuat otak tak mampu berpikir siapa dan apa yang perlu untuk disetubuhi (maaf beribu-ribu maaf). Banyak penelitian yang membuktikan ini.<br />
Kesamaan lainnya, keduanya sama-sama membidik anak-anak muda sebagai penerus ide dan gerak (baca aksi) dari isme-isme itu. Bedanya, terorisme “mudah” untuk diberantas. Sedangkan pornografi sebaliknya. Karena masalahnya adalah pada kontradiksi asasi keduanya. Terorisme menyakitkan tubuh dan rasa aman. Sedangkan pornografi menikmatkan rasa purba manusia. Apatah lagi kenikmatan itu disokong 100% dengan kerja iblis dan para prajuritnya.<br />
Kalau sudah demikian wajib ‘ain kalau dua-duanya ditolak sebagai upaya penyelamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)—argumentasi yang juga biasa dipakai oleh pendukung kedatangan Miyabi—sekaligus Miyabi sebagai ikonnya. Karena melindungi moral generasi mendatang adalah modal utama NKRI.<br />
Kalau tidak? Coba pakai uji etika ini. Setujukah Anda jika ibu Anda, saudara perempuan Anda, atau anak perawan Anda menjadi generasi penerus Miyabi sebagai bintang pornografi Indonesia?</p>
<p>http://dirantingcemara.wordpress.com<br />
Riza Almanfaluthi<br />
dedaunan di ranting cemara<br />
09:19 14 Oktober 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/607/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=607&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/16/607/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DAPAT DUIT 23 JUTA RUPIAH</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/12/dapat-duit-23-juta-rupiah/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/12/dapat-duit-23-juta-rupiah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 03:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[Sejumput Rintih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/12/dapat-duit-23-juta-rupiah/</guid>
		<description><![CDATA[DAPAT DUIT 23 JUTA RUPIAH, ALHAMDULILLAH…


 
Ahad itu, saya sedang membersihkan mobil untuk persiapan berangkat ke acara Silaturahim Du&#8217;at se- Kabupaten Bogor yang diselenggarakan oleh IKADI (Ikatan Da&#8217;I Indonesia). Tiba-tiba datang sepasang suami istri—tetangga saya namun beda RT—meminta bertamu dan berbincang-bincang sejenak karena ada suatu keperluan.

Saya mempersilakan mereka berdua untuk masuk dan duduk di ruang tamu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=606&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>DAPAT DUIT 23 JUTA RUPIAH, ALHAMDULILLAH…<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">Ahad itu, saya sedang membersihkan mobil untuk persiapan berangkat ke acara Silaturahim Du&#8217;at se- Kabupaten Bogor yang diselenggarakan oleh IKADI (Ikatan Da&#8217;I Indonesia). Tiba-tiba datang sepasang suami istri—tetangga saya namun beda RT—meminta bertamu dan berbincang-bincang sejenak karena ada suatu keperluan.
</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mempersilakan mereka berdua untuk masuk dan duduk di ruang tamu yang cuma dialasi dengan karpet plastik itu.  Sang suami itu mulai bicara pada saya, &#8220;Pak saya mau menyerahkan uang INI sebagai nadzar kami atas kesembuhan anak kami.&#8221; Ia menyodorkan bungkusan plastik putih. Tebal.
</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Memang Bapak bernadzar apa?&#8221; tanya saya lebih lanjut.
</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Anak kami sakit ginjal. Di dalam ginjalnya itu terdapat cairan. Menurut medis anak kami ini harus dioperasi. Kami tidak mau. Lalu kami mencari pengaobatan alternatif yang Insya Allah sesuai syar&#8217;I dan Alhamdulillah sembuh. Kami sudah cek kembali ke dokter. Alhamdulillah, kata dokter sudah tidak ada cairannya  dan tak perlu dioperasi lagi,&#8221; kata sang suami.
</p>
<p style="text-align:justify;">Istrinya menyela, &#8220;sebelumnya kami bernadzar, kalau anak kami sembuh kami akan berinfak.&#8221;
</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Nah ini sebagai pemenuhan kewajiban kami. Uang ini untuk masjid Pak. Dua puluh tiga juta,&#8221; kata sang suami lagi.
</p>
<p style="text-align:justify;">Subhanallah walhamdulillah, mata saya langsung berkaca-kaca. Saya tahan saja airmata yang sepertinya ingin berlarian keluar dari pelupuk mata. Allah telah mengabulkan do&#8217;a para jama&#8217;ah masjid Al-Ikhwan.
</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, jama&#8217;ah Masjid Al-Ikhwan berencana ingin membuat tangga ke bawah agar tempat wudhu yang berada di lantai atas (ruang utama masjid) bisa dipindahkan ke bawah dekat ruang TPA. Awalnya kami cuma punya uang kurang lebih enam juta rupiah saja. Sedangkan biaya pembangunan yang disodorkan oleh pemborong berkisar 38 juta rupiah, naik dari proposal awalnya yang hanya sebesar 27 juta rupiah.
</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan berkah bulan ramadhan akhirnya kami bisa mengumpulkan infak sebesar 20 juta rupiah.  Dengan modal awal itu kami bisa memulai pembangunan tangga. Pemborongnya yang merupakan langganan kami itu termasuk orang baik.
</p>
<p style="text-align:justify;">Ia rela memberikan nafas dan kesempatan kepada jama&#8217;ah Masjid Al-Ikhwan untuk mencicil sisanya sebesar dua juta rupiah per bulan selama sembilan bulan. Ia pun tahu kami tidak menunda-nunda dalam pembayarannya. Karena dari pengalaman lalu ketika kami menerapkan metode cicilan ini, kami selalu membayar cicilan lebih dari yang seharusnya kami setor. Dengan hal ini kami bisa lebih cepat dalam melunasi hutang masjid.  Prinsip kami kalau ada uang segera bayar hutangnya.
</p>
<p style="text-align:justify;">Dan selama bulan ramadhan yang merupakan bulan penuh keberkahan, rahmat, dan terkabulnya banyak doa  itu kami senantiasa memanjatkan do&#8217;a agar Allah memberikan kepada kami kepercayaan, kekuatan, dan kemampuan untuk membangun tangga tersebut. Karena selama ini kami hanya mengandalkan pada donator bulanan untuk membiayai operasional masjid. Tidak  ada proposal yang dikirim kepada para warga. Kami hanya mengandalkan proposal yang dikirim ke Departemen Agama yang sampai dibuatnya tulisan ini sumbangannya belum juga didapat.
</p>
<p style="text-align:justify;">Kami yakin Allah mahakaya. Allah pemilik sejatinya masjid Al-Ikhwan itu. Allah yang akan membangun dan menjaga masjid kami itu. Dan Allah maha mendengar. Maka kami perbanyak do&#8217;a di bulan ramadhan apatah lagi di sepuluh hari terakhirnya agar Allah memenuhi segala kebutuhan Masjid Al-Ikhwan itu.
</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh Allah mendengar do&#8217;a kami. Belum habis  bulan syawal 1430 H ini Allah memenuhi kebutuhan kami dengan jumlah yang pas dan mencukupi sehingga kami tidak perlu berhutang. Kami akan membayar dengan kontan. Allah mahabesar.
</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dengan kedatangan  suami istri itu, saya dipertontonkan sebuah bentuk keikhlasan. Sebuah bentuk proteksi dari terciderainya amal kebajikan. Mereka tidak mau dibuatkan kuitansi penerimaan uang, tidak mau ditulis namanya di laporan bulanan, dan tidak mau nama mereka disebut-sebut di pengumuman hari jum&#8217;at.
</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Cukup hamba Allah saja,&#8221; kata mereka.
</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk semua yang Allah pertunjukkan kepada saya, saya hanya berdoa semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik kepada mereka dari apa yang mereka berikan kepada kami. Infak mereka adalah penjauh malapetaka dan penyembuh segala luka. Dan semoga Allah menyehatkan anak-anak mereka dan menjadikan anak-anak mereka anak-anak yang sholih.
</p>
<p style="text-align:justify;">Dan menjadikan kami termasuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa mensyukuri nikmat yang diberikan. Terima kasih ya Allah.
</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi
</p>
<p style="text-align:justify;">Episode Ahad
</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara
</p>
<p style="text-align:justify;">09.22 WIB 12 Oktober 2009.
</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/606/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=606&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/12/dapat-duit-23-juta-rupiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>senandung fluet di malam hulucai</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/12/senandung-fluet-di-malam-hulucai/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/12/senandung-fluet-di-malam-hulucai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 01:25:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/12/senandung-fluet-di-malam-hulucai/</guid>
		<description><![CDATA[senandung fluet di malam hulucai

(dibacakan di Theather Epic Camp Hulucai Bogor 09 Oktober 2009)


 
saat ini kawan, kita memeluk dingin

dengan gemuruh di dada dan hangat di telapak kaki

membayangkan suka cita yang akan kita kunyah

bulat-bulat

sama-sama

lalu ada angin malam menyapa

mengemis

untuk membagi sepotong kue kebahagiaan ini padanya

dan di sana di atas sana

ada purnama mengintip dari tirai hitamnya

malu-malu

di waktu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=605&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><strong>senandung fluet di malam hulucai<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">(dibacakan di Theather Epic Camp Hulucai Bogor 09 Oktober 2009)<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">saat ini kawan, kita memeluk dingin<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">dengan gemuruh di dada dan hangat di telapak kaki<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">membayangkan suka cita yang akan kita kunyah<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">bulat-bulat<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">sama-sama<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">lalu ada angin malam menyapa<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">mengemis<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">untuk membagi sepotong kue kebahagiaan ini padanya<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">dan di sana di atas sana<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">ada purnama mengintip dari tirai hitamnya<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">malu-malu<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">di waktu yang sama<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">di petak negeri ini<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">anak-anak manusia<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">anak-anak adam<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">saudara dari saudaranya saudara saudara saudara dan saudara kita<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">berlomba dengan kita<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">sama-sama<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">dipeluk dingin, disapa malam, diintip purnama<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">di bawah tenda-tenda pengungsian<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">merenda duka kerana alam yang cemberut pada mereka<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">menjadikan ayah ibu tak beranak<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">suami tak beristri,  istri tak bersuami, anak tak beribu tak berayah<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">janda semakin janda, perawan semakin perawan, dan perjaka semakin perjaka<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">tapi para duda sembunyikan harap dan tawa dibalik gurat sedih<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">dan lapar mendera menjadi ritual keseharian kerana bantuan dilahap birokrasi<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">kuburan massal jadi alas tidur<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">lalu jumlah korban cukup menjadi angka-angka statistik belaka<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">kawan…saat ini<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">kita cukup menonton sambil sesekali turut empati<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">bahkan memilin doa dan mengetuk pintu-pintu langit<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">keras-keras<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">berbasa-basi agar mereka diberikan ketabahan<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">sambil online-online  24 jam memainkan blackberry,<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">update status dan celoteh di facebook,<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">menimang-nimang batangan emas yang terkumpul,<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">menghitung hari untuk karir yang kinclong,<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">mengilapkan body kuda besi,  mengintai pergerakan saham,<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">mengumpulkan rupiah demi rupiah dari alfamart, indomart,<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">kos-kosan  yang tersebar di mana-mana,<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">merenovasi istana<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">sembari  menunggu  transferan bank mandiri dari bendahara di awal bulan<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">ssst…..kemarin malam<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">ritmis gerimis dan harum tanah negeri ini sempat berbisik padaku:<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">jangan kau buat ibu pertiwi menangis kembali karena polah serakah kita<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">lalu tadi malam di citayam senandung hujan sempat berbisik padaku:<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">nikmat tuhan mana lagi yang engkau mau dustakan<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">riza almanfaluthi<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">dedaunan di ranting cemara<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">citayam, 07 Oktober 2009 20.00 WIB<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><br />
		</span> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/605/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=605&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/12/senandung-fluet-di-malam-hulucai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SURAT PEMBACA UNTUK PTKA</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/09/surat-pembaca-untuk-ptka/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/09/surat-pembaca-untuk-ptka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 07:50:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejumput Rintih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/09/surat-pembaca-untuk-ptka/</guid>
		<description><![CDATA[SURAT PEMBACA UNTUK PTKA

Siang ini saya ingin bercerita. Cerita yang sebetulnya sudah pernah saya ceritakan kepada beberapa kawan sebelumnya. Namun tak apalah untuk saya ceritakan kembali khususnya kepada yang belum tahu saja. Mengapa demikian? Karena ini ada kaitannya dengan dimuatnya surat pembaca saya di halaman situs ini.

Senin tanggal 28 September 2009 itu saya berbincang-bincang dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=604&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>SURAT PEMBACA UNTUK PTKA<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Siang ini saya ingin bercerita. Cerita yang sebetulnya sudah pernah saya ceritakan kepada beberapa kawan sebelumnya. Namun tak apalah untuk saya ceritakan kembali khususnya kepada yang belum tahu saja. Mengapa demikian? Karena ini ada kaitannya dengan dimuatnya surat pembaca saya di <a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2009/10/09/115833/1218508/283/terima-kasih-dan-salut-atas-layanan-pt-kereta-api">halaman situs ini</a>.
</p>
<p style="text-align:justify;">Senin tanggal 28 September 2009 itu saya berbincang-bincang dengan kawan saya di atas Kereta Rel LIstrik (KRL) Ekspress Depok-Tanah Abang. Hari itu hari pertama saya masuk kantor setelah liburan lebaran sehingga tentu apa yang kami bicarakan tidak jauh cerita tentang perjalanan mudik kami. Sebelum ngobrol itu, teman saya menaruh tas ranselnya di rak atas KRL di samping tas kecil saya sambil berkata, &#8220;Mas, tolong ingatkan saya untuk mengambil tas ini ya kalau mau turun. Soalnya saya sering lupa.&#8221;
</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Insya Allah,&#8221; jawab saya. Tapi permintaannya tidak saya penuhi sampai kami keluar dari KRL itu karena dia tetap ingat dengan tas yang ia taruh.
</p>
<p style="text-align:justify;">Besoknya, ternyata bukannya dia yang lupa dengan tasnya tetapi saya sendiri yang lupa. Dan sungguh, baru kali ini saya lupa dengan apa yang saya bawa. Ini sebenarnya juga teguran buat saya untuk tidak mentang-mentang atau sok dengan pengalaman tidak pernah lupa dengan barang bawaan.
</p>
<p style="text-align:justify;"> Pagi itu, seperti biasa saya berdiri di pintu KRL dengan menaruh tas saya di raknya. Kali ini saya mengobrol dengan teman yang saya kenal. Beliau adalah Kepala Seksi di sebuah kantor pemerintahan di komplek yang sama dengan kantor saya. Asyik betul kami mengobrol hingga sampai juga kami di Stasiun Cawang.
</p>
<p style="text-align:justify;">Di stasiun Cawang, saya berpindah peron ke peron yang menuju Bogor untuk menunggu KRL yang mengantarkan kami kembali ke Stasiun Kalibata. Tapi…saya sepertinya mengalami suatu hal yang ganjil. Sepertinya ada yang hilang dari tangan saya yang terbiasa memegang sesuatu. Deg…tas saya mana?!!
</p>
<p style="text-align:justify;">Hilang!
</p>
<p style="text-align:justify;">Ketinggalan!
</p>
<p style="text-align:justify;">Cepat-cepat saya menghubungi petugas porter di Stasiun Cawang—seperti anjuran teman-teman yang lain. Petugas tersebut kemudian mengantarkan saya menuju ruang operator perjalanan kereta api. Dan petugas operator tersebut segera menghubungi petugas di Stasiun Sudirman dan Stasiun Tanah Abang untuk mengambil tas saya yang berada di gerbong kedua dari belakang.
</p>
<p style="text-align:justify;">Ciri-ciri tas itu saya beritahukan kepada petugas termasuk mereknya apa dan benda-benda apa saja.  Ada telepon genggam, foto-foto <em>jadul</em> waktu pernikahan, ipod nano, dan yang terpenting sekali adalah <em>harddisk eksternal</em> yang berisi dokumen pekerjaan  kantor dan ribuan foto berharga.
</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sudah pasrah. Tapi rada-rada optimis juga karena tas itu ketinggalan di kereta ekspress AC. Artinya seperti kebanyakan petugas PTKA bilang prosentase ketemunya adalah 80:20. Kalau ketinggalannya di kereta kelas ekonomi, &#8220;ikhlaskan saja deh,&#8221; kata petugas tersebut.
</p>
<p style="text-align:justify;">Karena tidak sabaran untuk menunggu akhirnya, saya putuskan untuk ke kantor terlebih dahulu. Sampai di kantor saya absen dan berniat sholat dhuha. Karena biasanya setelah sholat dhuha selalu ada jalan keluar yang terbaik buat saya. <em>Eh</em> ternyata lain, baru sebatas niat saja Allah sudah mengabarkan kabar gembira kepada saya. Pada saat saya duduk di teras masjid untuk membuka sepatu ada telepon masuk yang ternyata dari petugas stasiun Cawang. Mereka memberitahukan bahwa tas saya sudah diketemukan dan sekarang berada di Stasiun Tanah Abang.
</p>
<p style="text-align:justify;">Saya lihat  jam yang ada di HP. Kurang lebih 30 menit tas itu sudah ketemu. Saya cabut ke stasiun Cawang untuk bertemu dengan dua petugas yang akan mengantar saya ke stasiun tanah Abang. Sampai di sana saya dengan mudahnya saya dapat mengambil tas saya itu.
</p>
<p style="text-align:justify;">Dari pengalaman itu dan terutama kesan pada kecepatan pelayanan yang diberikan petugas PTKA, sebagai balas jasa terhadap apa yang diberikan mereka, saya berkata dalam hati, saya akan mengirimkan surat pembaca  agar bisa diketahui oleh banyak orang. Tentunya ini sebuah sikap keberimbangan karena selama ini yang diungkap di surat pembaca mengenai PTKA kebanyakan adalah keluhan dan gugatan atas  pelayanan PTKA yang kurang memuaskan pelanggan.
</p>
<p style="text-align:justify;">Dan pada hari ini situs detikcom menayangkan surat pembaca tersebut.
</p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">Jumat, 09/10/2009 11:58 WIB<br />Terima Kasih dan Salut Atas Layanan PT Kereta Api <br /><strong>Riza Almanfaluthi</strong> &#8211; suaraPembaca<br />
		</span></p>
<p>
 </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><strong>Jakarta</strong> &#8211; Pada tanggal 29 September 2009 saya naik Kereta Rel Listrik (KRL) Depok Ekspress Jurusan Tanah Abang dari Stasiun Depok Lama. Karena asyik ngobrol dengan teman ketika turun di Stasiun Cawang saya tidak menyadari tas saya tertinggal di KRL.  Baru sadar ketika kereta tersebut sudah berangkat kembali.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">Lalu saya melapor ke petugas PT Kereta Api (PT KA) di stasiun tersebut. Dibantu petugas operator yang menghubungi petugas PT KA di stasiun berikutnya akhirnya dalam waktu setengah jam tas saya bisa diketemukan kembali.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">Dengan diantar dua petugas dari Stasiun Cawang yaitu Bapak Triyono dan Sugiarto saya pergi ke Stasiun Tanah Abang untuk mengambil tas yang berisi harddisk eksternal dan di dalamnya terdapat dokumen-dokumen penting kantor dan keluarga.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;">Untuk ini saya ucapkan terima kasih dan salut atas kecepatan pelayanan yang diberikan PT KA kepada para pelanggannya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"><strong>Riza Almanfaluthi</strong></span>
	</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2009/10/09/115833/1218508/283/terima-kasih-dan-salut-atas-layanan-pt-kereta-api">http://suarapembaca.detik.com/read/2009/10/09/115833/1218508/283/terima-kasih-dan-salut-atas-layanan-pt-kereta-api</a>
	</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi
</p>
<p style="text-align:justify;">Dedaunan di Ranting Cemara
</p>
<p style="text-align:justify;">14:49 10 Oktober 2009
</p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p>http://suarapembaca.detik.com/read/2009/10/09/115833/1218508/283/terima-kasih-dan-salut-atas-layanan-pt-kereta-api</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/604/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=604&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/09/surat-pembaca-untuk-ptka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALUMNI ATAU ALUMNUS?</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/08/alumni-atau-alumnus/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/08/alumni-atau-alumnus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 07:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejumput Rintih]]></category>
		<category><![CDATA[alumni]]></category>
		<category><![CDATA[alumnus]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[eyd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/08/alumni-atau-alumnus/</guid>
		<description><![CDATA[ALUMNI ATAU ALUMNUS?

Bulan syawal adalah saat yang tepat untuk mengadakan acara silaturahim. Contohnya acara temu kangen dengan teman-teman satu almamater. Acara itu dikemas dengan sangat informal dan biasanya diberi label temu alumni. Masalahnya kita seringkali gagap dalam memakai kata yang benar antara dua kata ini alumni atau alumnus.

Sebenarnya dua kata itu baku untuk dipakai kalau pemakaiannya pun tepat sesuai dengan maknanya. Oleh karena itu sebelum kita melangkah lebih jauh tentang pemakaian kata yang benar dari dua kata tersebut kita perlu mengetahui terlebih dahulu maknanya.

Alumni menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring adalah orang-orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi. Sedangkan alumnus menurut kamus yang sama mempunyai pengertian orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi.

Coba, kalau kita cermati maka kita bisa temukan bedanya. Bahwa alumni adalah bentuk jamak dari alumnus. Alumni menunjukkan banyak orang sedangkan alumnus adalah bentuk tunggal yang menunjukkan satu orang saja. Dengan kata lain alumni adalah para alumnus atau kumpulan alumnus. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=601&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>ALUMNI ATAU ALUMNUS?<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bulan syawal adalah saat yang tepat untuk mengadakan acara silaturahim. Contohnya acara temu kangen dengan teman-teman satu almamater. Acara itu dikemas dengan sangat informal dan biasanya diberi label temu alumni.  Masalahnya kita seringkali gagap dalam memakai kata yang benar antara  dua kata ini alumni atau alumnus.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya dua kata itu baku untuk dipakai kalau pemakaiannya pun tepat sesuai dengan maknanya. Oleh karena itu sebelum kita melangkah lebih jauh tentang pemakaian kata yang benar dari dua kata tersebut kita perlu mengetahui terlebih dahulu maknanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Alumni menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring adalah orang-orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi. Sedangkan alumnus menurut kamus yang sama mempunyai pengertian orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Coba, kalau  kita cermati maka kita bisa temukan bedanya. Bahwa alumni adalah bentuk jamak dari alumnus. Alumni menunjukkan banyak orang sedangkan alumnus adalah bentuk tunggal yang menunjukkan satu orang saja. Dengan kata lain alumni adalah para alumnus atau kumpulan alumnus.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dengan demikian kita sudah tahu bagaimana pemakaian yang benar dari dua kata tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari setelah saya memikirkan tentang makna alumni dan alumnus, kebetulan pula pada hari yang sama habis shalat isya saya bersalaman dengan remaja yang baru duduk di kelas 1 SMP. Ia memakai kaos hitam yang di punggung kaosnya terdapat tulisan besar ALUMNUS 2009 dan di bawahnya terdapat kotak yang berisi nama teman-teman lulusan sekolahnya dalam satu angkatannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu dilihat dari maknanya pemakaian kata alumnus dalam kaos itu tidak tepat. Seharusnya memakai kata alumni yang menunjukkan banyak orang yang tamat dari sekolahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Langsung saja saya berikan contoh-contoh lainnya sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Yang salah     : Saya <strong>alumni</strong> Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Angkatan 1997</p>
<p style="text-align:justify;">Yang benar    : Saya <strong>alumnus</strong> Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Angkatan 1997</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Yang salah    : Dipersilakan kepada <strong>para alumni</strong> untuk menempati kursi yang telah disediakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang benar    : Dipersilakan kepada <strong>para alumnus </strong>untuk menempati  kursi yang telah disediakan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;margin-left:72pt;">Yang salah    : <strong>Kita</strong> adalah <strong>alumnus</strong> ramadhan yang senantiasa harus dapat mempertahankan nilai-   nilai ramadhan itu di sebelas bulan berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:72pt;">Yang benar     : <strong>Kita</strong> adalah <strong>alumni</strong> ramadhan yang senantiasa harus dapat mempertahankan nilai-   nilai ramadhan itu di sebelas bulan berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:72pt;">
<p style="text-align:justify;margin-left:72pt;">Yang salah    : Ikatan <strong>Alumnus</strong> SMUN Bojong Kenyot</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:72pt;">Yang benar    : Ikatan <strong>Alumni</strong> SMUN Bojong Kenyot</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:72pt;">
<p style="text-align:justify;">Contoh terakhir ini sedikit saya komentari. Mengapa? Karena alumnus adalah hanya satu orang saja sehingga tidak perlu diikat dalam sebuah ikatan. Yang pas adalah dengan memakai kata alumni karena menunjukkan banyaknya lulusan satu  sekolah yang perlu diikat dalam satu ikatan. Mentang-mentang bahwa kata alumnus itu berasal dari kata asing (Latin) dan segala sesuatu dari bahasa asing&#8211;terutama Bahasa Inggris—sesuatu yang banyak atau menunjukkan jamak itu memakai akhiran s atau –es maka seringkali kita terkecoh dengan memakai kata alumnus untuk menunjukkan banyaknya lulusan suatu sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian uraian saya, semoga bermanfaat. Kalau ada komentar atau informasi yang menunjukkan adanya kesalahan pada artikel ini mohon untuk dibetulkan. Terimakasih.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;">14:38 09 Oktober 2009</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;margin-left:72pt;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/601/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/601/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/601/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=601&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/10/08/alumni-atau-alumnus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ORANG PAJAK DIKASIH THR CUMA RP8.000,00</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/09/28/orang-pajak-dikasih-thr-cuma-rp8-00000/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/09/28/orang-pajak-dikasih-thr-cuma-rp8-00000/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 02:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejumput Rintih]]></category>
		<category><![CDATA[Direktorat Jenderal Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[DJP]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[orang pajak]]></category>
		<category><![CDATA[PNS]]></category>
		<category><![CDATA[PPh]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 21]]></category>
		<category><![CDATA[PPN]]></category>
		<category><![CDATA[THR]]></category>
		<category><![CDATA[tunjangan hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[Undang-undang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/09/28/orang-pajak-dikasih-thr-cuma-rp8-00000/</guid>
		<description><![CDATA[ORANG PAJAK DIKASIH THR CUMA Rp8000,00


Sabtu, 19 September 2009


Waktu itu jelang maghrib, saya masih di depan televisi untuk melihat saluran mana yang memberitakan mengenai sidang isbat 1 Syawal 1430 H. Dus, cari saluran mana yang cepat dalam mengumandangkan adzan maghribnya. He...he...he...Kalau pembaca membaca tulisan saya terdahulu pada saat-saat itu juga saya sedang lemas-lemasnya karena habis menempuh perjalanan mudik yang panjang—berkisar 526 Km dalam 30 jam tempuh.

Tiba-tiba, saya didatangi Ayyasy—anak kedua saya—sambil menyodorkan kepada saya empat lembaran uang kertas bergambar Pangeran Antasari.

"Apaan nih Nak?" tanya saya. Dia diam saja sambil tersenyum-senyum. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=594&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>ORANG PAJAK DIKASIH THR CUMA Rp8000,00<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p>Sabtu, 19 September 2009</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Waktu itu jelang maghrib, saya masih di depan televisi untuk melihat saluran mana yang memberitakan mengenai sidang isbat 1 Syawal 1430 H. Dus, cari saluran mana yang cepat dalam mengumandangkan adzan maghribnya. He&#8230;he&#8230;he&#8230;Kalau pembaca membaca tulisan saya terdahulu pada saat-saat itu juga saya sedang lemas-lemasnya karena habis menempuh perjalanan mudik yang panjang—berkisar 526 Km dalam 30 jam tempuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba, saya didatangi Ayyasy—anak kedua saya—sambil menyodorkan kepada saya empat lembaran uang kertas bergambar Pangeran Antasari.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apaan nih Nak?&#8221; tanya saya. Dia diam saja sambil tersenyum-senyum.</p>
<p style="text-align:justify;">Umminya yang sedang di dalam kamar menyahut, &#8220;Itu loh Bi, Ayyasy ulang tahun hari ini, jadi dia kasih uang traktiran. Ummi dikasih, Haqi dikasih, Kinan juga dikasih.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">&#8220;Subhanallah, Terima kasih ya Nak,&#8221; kata saya, &#8220;Ini THR-nya Abi nih&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Uangnya Ayyas itu dari kita-kita juga yang dikumpulkannya sedikit demi sedikit. Pun, dari imbalan ataupun pemacu kalau puasanya bisa sehari penuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang menarik bagi saya dari peristiwa kecil itu bukan besar kecilnya uang itu yang cuma delapan ribu perak, tapi timbulnya rasa kepedulian pada anak tujuh tahunan —sekali lagi bagi saya—itu adalah hal yang teramat luar biasa. Juga timbulnya keinginan membahagiakan orang lain. Saya berharap sampai gede pun demikian.</p>
<p style="text-align:justify;">Umminya pernah bilang dalam suatu kesempatan, &#8220;Ayyasy bilang nanti kalau setiap ulang tahun mau kasih duit. Itu juga kalau Ayyasy punya duit.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ayyasy kalau sudah gede dapat gajian sepuluh juta, buat umminya berapa?&#8221; tanya Ummu Ayyasy iseng-iseng berhadiah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Buat Ummi semuanya,&#8221; kata Ayyasy.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kalau Haqi berapa?&#8221; tanya Ummi lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sejuta saja, he&#8230;he&#8230;he&#8230;&#8221; kata Haqi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Alhamdulillah&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">(Ini dialog kayak di VCD Islami saja yah&#8230;tapi betulan loh&#8230;)</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Segala puji bagi Allah, ramadhan telah mendidik mereka untuk bisa saling berbagi. Haqi dan Ayyasy selama dalam perjalanan mudik pun tidak bisa meninggalkan kota infak masjid yang kami singgahi tanpa mereka mengisi terlebih dahulu kotak itu dengan uang yang mereka miliki sendiri. Begitu pula dengan para peminta-minta. Insya Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya meminta pada Allah agar kami dijauhi dari sikap <em>bakhil</em>, pelit, <em>koret</em>, <em>medit. Allahumma inni a&#8217;udzubika minal jubni wal bukhl</em>&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu pula dengan anak-anak kami. Amin.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;">orang pajak</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;">07:27 24 September 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/594/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=594&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/09/28/orang-pajak-dikasih-thr-cuma-rp8-00000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INDRAMAYU-SEMARANG LANCAR</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/09/28/indramayu-semarang-lancar/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/09/28/indramayu-semarang-lancar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 02:03:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejumput Rintih]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Indramayu]]></category>
		<category><![CDATA[indramayu semarang lancar]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/09/28/indramayu-semarang-lancar/</guid>
		<description><![CDATA[INDRAMAYU-SEMARANG LANCAR


    Malam-malam, bibi saya kaget. Ia menyangka mobil yang masuk ke pekarangan rumahnya adalah mobilnya yang sedang pergi ke Jakarta. Ketika membuka garasi, baru ia "ngeh" kalau yang datang adalah keponakannya. Perjalanan yang begitu panjang sebelumnya seperti enggak terasa karena ada kebahagiaan dalam pertemuan ini. Apatah lagi makan malam berat ditemani dengan sayur dan tahu buatan bibi setelah sekian lama. Nikmat banget.

Karena kepala saya pusing, nyut-nyutan, akhirnya diputuskan untuk berangkat ke Semarangnya besok pagi dini hari. Saya minum obat pasaran kegemaran saya, yang kalau diminum sakit kepalanya langsung hilang. Cukup satu biji saja. Setelah itu tidur. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=593&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>INDRAMAYU-SEMARANG LANCAR<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Malam-malam, bibi saya kaget. Ia menyangka mobil yang masuk ke pekarangan rumahnya adalah mobilnya yang sedang pergi ke Jakarta. Ketika membuka garasi, baru ia &#8220;ngeh&#8221; kalau yang datang adalah keponakannya. Perjalanan yang begitu panjang sebelumnya seperti <em>enggak</em> terasa karena ada kebahagiaan dalam pertemuan ini. Apatah lagi makan malam berat ditemani dengan sayur dan tahu buatan bibi setelah sekian lama. Nikmat <em>banget.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Karena kepala saya pusing, nyut-nyutan, akhirnya diputuskan untuk berangkat ke Semarangnya besok pagi dini hari. Saya minum obat pasaran kegemaran saya, yang kalau diminum sakit kepalanya langsung hilang. Cukup satu biji saja. Setelah itu tidur.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Sabtu, 19 September 2009<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jam dua malam kami bangun untuk bersiap-siap berangkat kembali. Di Dapur Bibi, sibuk sekali menyiapkan makanan untuk sahur kami. Sayur bening dan telur dadar. Subhanallah, walaupun sederhana tapi lezat nian. Sepertinya  ini sahur terlahap yang pernah saya ingat di ramadhan ini. Pula, bisa jadi ini adalah sahur yang terakhir di ujung ramadhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiga kurang delapan menit, angka yang ditunjukkan oleh jam di mobil kami. Kami berangkat dari rumah bibi. Sebelum pergi, saya bilang kepada Bibi saya Insya Allah Sabtu mendatang, sewaktu akan balik ke Jakarta, kami datang kembali ke rumah Bibi .</p>
<p style="text-align:justify;">Bibi saya berpesan, kalau mau balik lagi ke sini bilang dulu, supaya dirinya bisa mempersiapkan oleh-oleh yang harus kami bawa untuk ke Jakarta. Ia, katanya mau membuatkan kami koci, makanan khas Indramayu yang bentuknya segitiga dan di dalamnya ada isi kacang hijau. Oke Bi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Mata sudah melek betul ketika kami menyusuri jalanan jalur Karang Ampel Cirebon yang bermeridian, lebar, mulus, dan sepi. Kecepatan bisa dipacu sampai 100 km/jam.  Benar-benar kami seakan-akan pemilik sejatinya jalan itu. Dan kami baru menemukan rombongan pemudik lain, kala kami sampai di pertigaan Kanci.</p>
<p style="text-align:justify;">Sholat Shubuh kami lakukan di daerah sekitar Tanjung, Brebes. Kami singgah di Masjid di sana. Namun sungguh tak representatif sekali. Kamar kecil dan airnya sedikit sekali. Jadi diputuskan masjid ini bukan untuk tempat istirahat kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara umum perjalanan kami lancar-lancar saja. Kemacetan walaupun ada jarang kami temui. Dan tentunya tidaklah separah hari kemarinnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kantuk mulai terasa, kami memutuskan untuk berisitrahat di Posko Toyota  di Alas Roban. Awalnya kami sudah membayangkan apa yang pernah diiklankan di situsnya tentang posko lebaran Toyota seperti fasilitas kursi pijat atau istirahat yang nyaman. Tapi nyatanya jauh api dari panggang. Kami mampir dan tidak ada fasilitas itu. Sekadar mencari kursi tersisa untuk tempat duduk pun enggak ada. Mungkin karena banyak pemudik yang lagi menunggu kendaraannya diperbaiki.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi kami tidak istirahat di sana. Hasilnya sambil terkantuk-kantuk saya hampir menabrak pengendara motor. Sedetik saya kehilangan kesadaran. Alhamdulillah yang masih melindungi kami. Segera kami cari SPBU untuk mengistirahatkan mata ini barang lima atau sepuluh menit.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah istirahat kami cabut lagi. Tentunya dengan kondisi badan yang sudah lebih baik dari seperempat jam yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan tepat pada pukul 12.05 WIB kami sampai di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalahnya kawan, maghrib masih lama. Sedangkan badan terasa lemas <em>banget</em>. Sampai di rumah saya langsung tidur.  Bangun tidur masih jam dua. Tidur lagi, bangun lagi belum maghrib juga. Baru kali ini saya puasa sambil melihat<em><br />
</em>jam terus. Jam tiga&#8230;Jam empat&#8230;Benar-benar berat&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi tenang saja, maghrib di Semarang lebih cepat daripada maghrib di Jakarta. Dan pada waktunya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Allahuakbar&#8230;Allahuakbar&#8230;Syawal pun tiba.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;">17.30 23 September 2009</p>
<p style="text-align:justify;">kencangkan ikat pinggang</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/593/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&blog=1612705&post=593&subd=dirantingcemara&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2009/09/28/indramayu-semarang-lancar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>