<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>dedaunan di ranting cemara</title>
	<atom:link href="http://dirantingcemara.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dirantingcemara.wordpress.com</link>
	<description>ranah untuk kejayaan Islam dan peradabannya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 03:10:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dirantingcemara.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>dedaunan di ranting cemara</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dirantingcemara.wordpress.com/osd.xml" title="dedaunan di ranting cemara" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dirantingcemara.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Panggil Saya Pak Haji</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/24/panggil-saya-pak-haji/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/24/panggil-saya-pak-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 13:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1571</guid>
		<description><![CDATA[Panggil Saya Pak Haji http://www.islamedia.web.id/2012/01/panggil-saya-pak-haji.html Islamedia – &#8220;Pak Haji..!&#8221; Seseorang berteriak. Entah kepada siapa. Saya tetap berjalan. Ternyata teriakan itu semakin kencang. Terpaksa menoleh dan terlihat teman serombongan memanggil-manggil saya. Oh, dia memanggil saya rupanya. Ketika di Mekkah dan Madinah memang ada sesuatu yang baru dan aneh didengar telinga saya. Panggilan Haji itu. Ya panggilan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1571&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Verdana;"><strong>Panggil Saya Pak Haji<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.islamedia.web.id/2012/01/panggil-saya-pak-haji.html"><span style="font-family:Verdana;font-size:8pt;"><strong>http://www.islamedia.web.id/2012/01/panggil-saya-pak-haji.html</strong></span></a><span style="font-family:Verdana;font-size:8pt;"><strong><br />
			</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><img align="left" src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/012412_1322_panggilsaya1.png?w=720" alt="" /><span style="color:orange;font-family:Verdana;"><strong><br />
			</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><strong><span style="color:orange;">Islam</span><span style="color:#6fa8dc;">edia</span></strong><br />
		</span><span style="font-size:10pt;">–</span><span style="font-family:Verdana;"> &#8220;Pak Haji..!&#8221; Seseorang berteriak. Entah kepada siapa. Saya tetap berjalan. Ternyata teriakan itu semakin kencang. Terpaksa menoleh dan terlihat teman serombongan memanggil-manggil saya.  Oh, dia memanggil saya rupanya. Ketika di Mekkah dan Madinah memang ada sesuatu yang baru dan aneh didengar telinga saya. Panggilan Haji itu. Ya panggilan yang biasa disematkan kepada orang yang telah melaksanakan haji. Saya tidak terbiasa.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Walau sebelum berangkat pergi haji, ada yang selalu memanggil saya dengan sebutan itu di kantor, saya anggap sebagai sebuah doa. Begitu pula saat seorang bapak pengatur lalu lintas di pintu keluar komplek akan berkata: &#8220;Terima kasih Pak Haji,&#8221; ketika ada uang seribu rupiah berpindah ke tangannya, saya anggap sebagai sebuah doa. Alhamdulillah doa mereka terkabul, saya bisa pergi haji.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Bu..! Bu&#8230;! Bu Rahmi&#8230;!&#8221; seseorang memanggil kepada ibu-ibu itu. Ibu itu tidak menengok sama sekali. &#8220;Bu Haji! Bu Haji Rahmi!&#8221; perempuan yang bernama Rahmi itu berhenti dan menengok dengan senyum yang begitu sumringah dan berkata kepada yang memanggilnya, &#8220;Nah gitu dong, Haji itu mahal.&#8221; Aih&#8230; segitunya. Tetapi itu gurauan yang sering didengar saat berangkat haji. Kepada yang punya nama Rahmi mohon jangan tersinggung. Ini sekadar  contoh.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Kenyataannya? Ada juga memang yang tidak menengok kalau tidak dipanggil dengan sebutan haji di depan namanya. Wah&#8230;wah&#8230;wah&#8230;Insya Allah saya tidak seperti itu. Tetapi saya selalu berusaha memanggil seseorang, tetangga ataupun teman yang telah pergi haji dengan sebutan itu. Bukan untuk apa-apa tetapi sebagai bentuk penghormatan saya kepadanya. Tidak berniat untuk membuatnya ujub atau merasa riya&#8217;dan sum&#8217;ah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Jikalau ada seorang ustadz dan ia pun telah berhaji, saya lebih berat memanggilnya dengan sebutan ustadz saja, karena menurut saya panggilan ustadz itu lebih berbobot daripada sebutan haji. Menandakan ia orang yang alim dan berilmu. Tidak semua orang yang haji berilmu bahkan kita tahu di pemberitaan kalau 70% dari jama&#8217;ah haji Indonesia tidak atau kurang tahu tentang manasik haji.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Walaupun demikian mengapa sebutan haji itu saya sematkan pada mereka sebagai bentuk penghormatan? Karena bagi saya, secara zahir mereka telah benar-benar mengeluarkan pengorbanan yang begitu banyak untuk bisa ke tanah suci. Mulai dari harta, diri mereka, dan keluarga. Ibadah haji itu berat. Perlu tenaga fisik yang prima untuk menyelesaikannya dengan penuh kekhusu&#8217;an. Banyak cobaannya. Terutama ujian kesabaran sampai ambang batasnya. Saya merasakannya sendiri.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Maka tak perlu heran, kalau di zaman penjajahan dulu atau sebelum era transportasi modern seperti sekarang ini, orang yang pergi haji dihormati sekali karena untuk perjalanannya saja sampai butuh waktu berbulan-bulan lamanya bahkan sampai hitungan tahun. Entah dengan naik unta, kuda, atau kapal laut.  Penjajah Belanda pun sering mewaspadai orang yang telah pergi haji karena seringkali mereka adalah pionir kebangkitan perlawanan terhadap kepentingan kolonial.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Enyak, memanggil saya dengan Pak Haji atau enggak, enggak ada bedanya Nyak, enggak berubah Insya Allah,&#8221; kata saya pada Enyak yang telah lama bekerja di keluarga kami. &#8220;Ah, enggak Pak Haji. Pamali,&#8221; katanya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Orang zaman sekarang pada bangga dengan gelar keduniaan. Doktor, profesor, sarjana berderet di depan dan belakang namanya  tapi enggan dengan gelar atau panggilan haji,&#8221; kata salah seorang tetangga kampung sebelah yang bertamu di rumah kami. Ia belum pergi haji dan tetap memaksa saya dengan sebutan Pak Haji. Memang di kampung sebelah yang mayoritas Betawi itu panggilan haji terasa begitu sakral. &#8220;Enggak semua orang bisa pergi haji,&#8217; lanjutnya lagi.    Terserah Bapak sajalah. Yang penting saya tidak memaksa Bapak untuk memanggil saya dengan sebutan itu.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Sebutan dan panggilan itu bagi saya—dan entah buat orang lain—memang rawan untuk terjadinya &#8216;ujub, riya&#8217;, dan sum&#8217;ah. Tetapi saya tentunya tidak bisa memaksa mereka untuk menghentikan sebutan itu. Karena semua itu kembali kepada diri masing-masing. Sering-seringlah istighfar ketika memang ada terselip itu saat kita tidak dipanggil dengan sebutan Pak atau Bu Haji.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Makanya ada yang mengetatkan bahwa panggilan atau gelaran haji itu bid&#8217;ah. Bagi saya tak masalah. Artinya sampai mewajibkan orang lain untuk memanggil dirinya dengan sebutan itu, memang bisa terjerumus  ke arah itu. Tetapi enggak bisa dong ketika ada yang memanggil saya Pak Haji lalu mereka dikatakan sebagai ahlul bid&#8217;ah. Waduh ini keterlaluan banget deh. Berlebihan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Sebutan haji memang enggak ada di zaman nabi dan para sahabat. Tetapi sering kali kita menyebut-nyebut seseorang dengan sebutan syaikh, hujjatul Islam, ustadz, al hafidz, padahal di zaman nabi dan para sahabat sebutan itu pun juga tidak ada. Enggak ada <em>tuh</em> Ustadz Abu Bakar Assyidiq, Syaikh Umar bin Khatthab, Hujjatul Islam Utsman bin &#8216;Affan,  Ali Al Hafidz, padahal di zaman sekarang banyak disematkan juga sebutan itu kepada orang-orang seperti Syaikh Fauzan, Ustadz Firanda, Hujjatul Islam Ibnu Taimiyyah, dan Assudais Al Hafidz.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Kalau ada yang mengatakan bahwa panggilan haji berkaitan dengan agama maka panggilan syaikh, hujjatul Islam, ustadz, dan al hafidz juga berkaitan dengan agama pula. Dan jika memang panggilan haji itu adalah laqab-laqab yang tidak syar&#8217;i dan bertentangan dengan keikhlasan kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala, maka saya bisa saja mengatakan bahwa sebutan syaikh, hujjatul islam, ustadz, al hafidz juga adalah laqab-laqab yang tidak syar&#8217;i dan bertentangan dengan keikhlasan kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala. Padahal masalah keikhlasan adalah masalah batin. Saya tak tahu apa isi terdalam di hati mereka.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Bahkan panggilan yang berkaitan dunia dan tidak ada kaitannya dengan agama sama sekali, bisa jatuh pada hal yang haram jika hanya akan membuat diri kita kurang ikhlas dalam beramal, timbul rasa sombong dan &#8216;ujub.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Za, bukan mereka yang menghendaki sebutan syaikh, ustadz, hujjatul islam, al hafidz, tetapi para pengikut atau umatnya yang menghormati mereka,&#8221; mungkin ada orang yang akan berkata demikian. Jika demikian mengapa <em>khusnudzan</em> itu juga tidak kita berikan kepada orang-orang yang telah pergi haji? Bukan mereka, Pak Haji dan Bu Haji, yang menghendaki sebutan haji itu tetapi masyarakat dan tetangga yang menghormati mereka.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Bagi saya, masalahnya bukan pada bahwa gelaran haji itu berkaitan dengan masalah agama atau dunia, atau bukan pula bahwa hal itu ada di zaman nabi dan para sahabat atau tidak, tetapi akankah mengakibatkan terhapusnya amal-amal kita atau enggak?<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Makanya betapa banyak juga dari mereka, mengutip Muhammad Arifin, Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur&#8217;an, memilih untuk tidak menggunakan gelar-gelar kesarjanaan, keulamaan, maupun Haji/Hajjah, demi menghindari riya&#8217; dan kesombongan. Dan hanya menggunakannya pada saat yang diperlukan misalnya untuk kepentingan administrasi saja. Sehingga tidak serta merta kita latah mengatakan mereka yang menyematkan semua gelaran itu sebagai ahlul bid&#8217;ah. Hanya Allah dan diri mereka yang dipanggil atau menyematkan dengan sebutan itu, yang tahu apakah mereka riya&#8217; atau tidak.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Bagi saya, jika saya dipanggil Pak Haji, anggap saja sebagai sebuah peringatan apakah saya memang layak untuk disebut itu, jika tingkah laku saya jauh dari apa yang diharapkan oleh agama ini.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Bagi saya, jika saya dipanggil Pak Haji, anggap saja sebagai sebuah pembatas atau pengekang, untuk tidak melakukan apa-apa yang dilarang oleh agama ini. Kalau ingat satu hal ini maka saya jadi malu. Malu banget. Tak layak sekali.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Bagi saya, jika saya dipanggil Pak Haji, anggap saja sebagai sebuah muhasabah, sarana introspeksi diri, apakah haji saya diterima oleh Allah? Saya tentu berharap sekali demikian. Dan tentu pula panggilan itu tak sebanding dengan penerimaan Allah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Bagi saya, jika saya baru nengok jika dipanggil Pak Haji atau <em>berasa gimana gitu</em> kalau tidak dipanggil hanya dengan nama saja, maka cukup alarm itu sebagai tanda riya&#8217;. Semoga saya masih bisa diberikan kesempatan untuk mengucapkan istighfar pada saat itu juga.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Bagi saya, lebih memilih tidak dipanggil Pak Haji untuk menjaga semua itu. Tetapi eits&#8230;jangan-jangan kalimat pertama di paragraf ini pun layak untuk di-istighfar-i, hanya sekadar supaya bisa disebut orang yang tawadhu atau rendah hati. Aduhhh&#8230; kemana-mana salah. Kemana-mana setan mengintip. Lindungi saya ya Allah.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">*<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Kertas tanda terima peminjaman dokumen itu ada di depan saya. Siap untuk diteken. Teman saya sudah berdiri menunggu untuk menerima kertas itu. Saya tanda tangani, saya beri tanggal, saya beri nama: Riza Almanfaluthi di bawah tanda tangan. Saya berhenti sejenak, terus bertanya, &#8220;Min, perlu saya tulis H di depan nama saya atau tidak nih?&#8221; What the, hahaha&#8230;<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">***<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">Riza Almanfaluthi<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">dedaunan di ranting cemara<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;">11.59, 23 Januari 2011<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Pak Haji, Pak Haji&#8230;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Dimuat pertama kali untuk islamedia.web.id</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1571/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1571&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/24/panggil-saya-pak-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/012412_1322_panggilsaya1.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>paingan</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/06/paingan/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/06/paingan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 16:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1567</guid>
		<description><![CDATA[paingan **   cerita itu hanya ada di laci otakmu kau lupa? paingan&#8230; narayana semakin menghitam kau lupa? paingan&#8230; rupa langit membayang khusyu&#8217; kau lupa? paingan&#8230; di malam itu beringin datang pada kidung di mulutmu kau lupa? paingan&#8230; ha sampai nga tak tertukar menusuk-nusuk telinga kau lupa? paingan&#8230; kanvas cuma jadi kayu bakar penutup peti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1567&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>paingan<br />
</strong></p>
<p>**
</p>
<p><a href="http://static.hdw.eweb4.com/media/thumbs/1/41/401723.jpg"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/010612_1647_paingan1.png?w=720" alt="" border="0" /></a>
	</p>
<p>
 </p>
<p>cerita itu hanya ada di laci otakmu
</p>
<p>kau lupa? paingan&#8230;
</p>
<p>narayana semakin menghitam
</p>
<p>kau lupa? paingan&#8230;
</p>
<p>rupa langit membayang khusyu&#8217;
</p>
<p>kau lupa? paingan&#8230;
</p>
<p>di malam itu beringin datang pada kidung di mulutmu
</p>
<p>kau lupa? paingan&#8230;
</p>
<p>ha sampai nga tak tertukar menusuk-nusuk telinga
</p>
<p>kau lupa? paingan&#8230;
</p>
<p>kanvas cuma jadi kayu bakar penutup peti rahwana
</p>
<p>kau lupa? paingan&#8230;
</p>
<p>ada salju bertumpuk di kisi-kisi kelopak matamu
</p>
<p>aku lupa!!! paingan?
</p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p>***
</p>
<p>Riza Almanfaluthi
</p>
<p>dedaunan di ranting cemara
</p>
<p>lagi-lagi tertulis di atas krl
</p>
<p>18.06   6 Januari 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/poem/'>Poem</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1567&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/06/paingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/010612_1647_paingan1.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>menemuimu di suatu maghrib</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/04/menemuimu-di-suatu-maghrib/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/04/menemuimu-di-suatu-maghrib/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 15:49:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1562</guid>
		<description><![CDATA[menemuimu di suatu maghrib ** a r u p a d h a t u     Riza Almanfaluthi dedaunan di ranting cemara delusi itu bukan dilusi 22:47 04 Januari 2011 Sumber gambar. Filed under: Poem<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1562&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>menemuimu di suatu maghrib
</p>
<p>**
</p>
<p>a r u p a d h a t u
</p>
<p>
 </p>
<p><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/010412_1548_menemuimudi11.png?w=720" alt="" />
	</p>
<p>
 </p>
<p>Riza Almanfaluthi
</p>
<p>dedaunan di ranting cemara
</p>
<p>delusi itu bukan dilusi
</p>
<p>22:47 04 Januari 2011
</p>
<p><a href="http://24.media.tumblr.com/tumblr_ligcitrapQ1qd8nfwo1_500.jpg">Sumber gambar.</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/poem/'>Poem</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1562/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1562&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/04/menemuimu-di-suatu-maghrib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/010412_1548_menemuimudi11.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PORQUE TU ERES NEGRO</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/03/porque-tu-eres-negro/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/03/porque-tu-eres-negro/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 08:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[afrika]]></category>
		<category><![CDATA[Aljazair]]></category>
		<category><![CDATA[bangladesh]]></category>
		<category><![CDATA[Bauchi State]]></category>
		<category><![CDATA[Bronx]]></category>
		<category><![CDATA[Burkina Faso]]></category>
		<category><![CDATA[Chad]]></category>
		<category><![CDATA[Cote d’Ivoire]]></category>
		<category><![CDATA[Gambia]]></category>
		<category><![CDATA[Ghana]]></category>
		<category><![CDATA[Gombe State]]></category>
		<category><![CDATA[Guinea-Bissau]]></category>
		<category><![CDATA[haji 1432]]></category>
		<category><![CDATA[haji 2011]]></category>
		<category><![CDATA[hajj]]></category>
		<category><![CDATA[hajj 1432]]></category>
		<category><![CDATA[india]]></category>
		<category><![CDATA[Kaduna State]]></category>
		<category><![CDATA[Kano State]]></category>
		<category><![CDATA[Libya]]></category>
		<category><![CDATA[luis Suarez]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[Mali]]></category>
		<category><![CDATA[Maroko]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nabawi]]></category>
		<category><![CDATA[masjidil haram]]></category>
		<category><![CDATA[mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[New York]]></category>
		<category><![CDATA[nigeria]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[Patrice Evra]]></category>
		<category><![CDATA[spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Sudan]]></category>
		<category><![CDATA[Tunisia]]></category>
		<category><![CDATA[turki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1559</guid>
		<description><![CDATA[PORQUE TU ERES NEGRO Waktu hari minggu kemarin (1/1), saya lihat berita di televisi tentang kerusuhan yang terjadi di Nigeria. Perang antaretnis dan agama yang dipicu oleh perebutan lahan pertanian. Dalam tayangan tersebut Presiden Nigeria berkunjung ke salah satu lokasi kerusuhan. Banyak orang yang mengerumuninya. Melihat wajah orang-orang Nigeria itu saya jadi kebayang mereka. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1559&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>PORQUE TU ERES <em>NEGRO</em></strong></p>
<p>Waktu hari minggu kemarin (1/1), saya lihat berita di televisi tentang kerusuhan yang terjadi di Nigeria. Perang antaretnis dan agama yang dipicu oleh perebutan lahan pertanian. Dalam tayangan tersebut Presiden Nigeria berkunjung ke salah satu lokasi kerusuhan. Banyak orang yang mengerumuninya. Melihat wajah orang-orang Nigeria itu saya jadi kebayang mereka. Saya jadi tersenyum-senyum sendiri.</p>
<p>Tak jauh-jauh memang cerita ini tentang pengalaman saya dengan mereka waktu di Tanah Suci. Orang Indonesia sering menyebut mereka orang Negro. Tapi saya enggak tega menyebut mereka seperti itu. Karena berasa SARA banget. Berasa rasis. Berasa jadi Luis Suarez yang bilang pada Patrice Evra dalam bahasa Spanyol : <em><b>Porque tu eres negro</b> (Itu karena elo negro).</em> Untung bilangnya tidak di Bronx, New York, kalau enggak, habis itu Suarez. Jadi saya cukup menyebut mereka orang Afrika. Walau di Afrika banyak Negara yang warga mayoritasnya tak berkulit hitam seperti Mesir, Aljazair, Libya, Maroko, dan Tunisia.</p>
<p>Jumlah jamaah haji orang Afrika ini dominan setelah orang Asia Selatan seperti Pakistan, Bangladesh, dan India. Dan mukanya sama semua. Seperti saya terkadang tak bisa bedain mana orang India yang satu dengan yang lain. Mana si anak, mana si paman. Kok lagi-lagi ketemu sama orang itu. Dia lagi. Dia lagi. Padahal mereka juga kalau ngeliat kita juga sama. Elo lagi. Elo lagi. Muka lo sama bae. </p>
<p>Jama’ah haji dari orang kulit hitam ini juga yang saya tahu biasanya berasal dari Nigeria, Mali, Burkina Faso, Gambia, Ghana, Guinea-Bissau, Cote d’Ivoire, Sudan, Chad, dan lain-lain. Membedakan mereka dari pakaiannya yang warna-warni dan biasa ada tulisan nama negaranya. Sedangkan jangan salah kalau ada tulisan Kaduna State, Bauchi State, Gombe State, Kano State. Itu bukan nama salah satu negara di Afrika tetapi itu adalah nama negara bagian Nigeria. </p>
<p>Tapi terus terang saja, saya kagum kalau ngeliat orang Afrika. Apalagi kalau pas lagi make kain ihram. Bener-bener kontras. Putih dan hitamnya kelihatan mencolok. Indah dipandang mata. Lebih Surrealis daripada lukisannya Dali, lebih naturalis daripada punyanya William Blis Baker, dan lebih realis daripada gambar yang dihasilkan seorang Karl Briullov (opo meneh? kaya iya-iyao). Saya cuma bilang Subhanallah. </p>
<p>Yang saya lihat dari mereka adalah kesederhanaan. Mereka itu kalau pergi ke Masjidil Haram ya cuma bawa diri aja. Paling banter bawa sajadah. Sandal dan baju panjang selutut sudah pasti. Itu pun kadang enggak pake kaos dalam. </p>
<p>Beda banget sama orang Indonesia, termasuk saya, yang kalau mau pergi ke Haram bawaannya banyak dan ribet. Tas kecil di depan dada, tas ransel atau tas tenteng isi sajadah, minuman, jaket, biskuit, Alqur’an—padahal di Haram juga banyak. Dan juga bawa istri. Ini sudah pasti. Makanya kita sering kalah gesit sama mereka. Kita enggak mobil (baca mobail). Kita ketinggalan dari mereka, mereka ambil selangkah seperti kita ambil dua langkah. Ya iyalah secara mereka badannya gede-gede dan tinggi-tinggi.</p>
<p>Ngomongin anatomi mereka saya pikir ini adalah kemahaadilan Allah. Mereka dikarunia kulit item—yang kebanyakan orang pasti udah mandang enggak enak aja, jadi ngeliat-liat kulit item saya—tetapi juga diberikan kelebihan dalam bentuk yang lain. Bukannya jari mereka 14, atau kaki mereka empat. Bukan. Tetapi tubuh mereka yang, gede, tinggi, dan atletis. Kebanyakan dari mereka otot bisep dan trisepnya nongol membentuk. Kalau diliatin mungkin ada dua telor di lengannya. Perutnya mungkin juga kayak perut superhero komik Marvel, kotak-kotak—perkecualian Hulk. </p>
<p><a href="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/2011-11-19-06-20-16.jpg"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;" title="2011-11-19 06.20.16" border="0" alt="2011-11-19 06.20.16" src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/2011-11-19-06-20-16_thumb.jpg?w=184&#038;h=246" width="184" height="246" /></a></p>
<p>*<em>Sedang khusyu’</em></p>
<p>Pernah saya lihat waktu thawaf, ada orang Afrika gedenya minta ampun. Sudah tinggi dua meter, gede lagi. Jadi tontonan dah dia. So, dengan kelebihan bentuk fisik mereka itu, pantas mereka hebat kalau dalam urusan mencium hajar aswad, rebutan naik bis, dan menerobos keluar lingkaran thawaf. Sampai orang-orang di sekitar kepental semua padahal cumma kesenggol dikit. Wajar, mereka berani menerobos berlawanan arah soalnya mereka kayak kereta api Argo Bromo Anggrek di waktu malam. Cool, calm, confident. Mereka tak sendirian tetapi minimal berempat sambil teriak Thariq! Thariq! Thariq! So, daripada mental lebih baik kita yang nyingkir ngasih jalan. Mangga&#8230;</p>
<p>Syukurnya pihak Kerajaan Arab Saudi ngerti dah sama kesulitan orang Melayu ngadepin mereka. Makanya di Mina, kita enggak digabung waktu ngelempar jumroh. Tak bisa dibayangin waktu tahun 90-an yang tempat lempar jumrahnya tak seperti sekarang yang sudah bertingkat-tingkat. Tiangnya cuma kecil, satu lantai, dan dua arah. Makanya sering kejadian tubrukan. Merekalah yang jadi pemenangnya.</p>
<p>Mencium hajar aswad itu susah, tapi bagi mereka gampang. Kalau dipikir-pikir dan dialami, yang susah dalam proses mencium hajar aswad adalah pada saat mau keluar setelah menciumnya. Ke kiri ada dorongan yang ngantri dari multazam. Ke kanan ada dorongan dari yang ngantri sejak di rukun Yamani. Ke belakang susah juga. Eh, ini orang Afrika gampang aja keluarnya dengan memanfaatkan gedenya tubuh mereka, atau kalau enggak gede ya mereka naik ke pundak orang di belakangnya dan berenang di atas kepala orang-orang—seperti kayak di festival rock di amrik sana—lalu lompat jumpalitan. Bebas dah.</p>
<p>Kebersahajaan mereka juga bisa dilihat waktu di hotel atau di Masjidil Haram. Mereka itu sepertinya enggak suka kalau siang hari ngendon di kamar. Pengennya ngumpul di luar hotel, kongkow-kongkow bersama kawan-kawannya. Ada yang tiduran sambil telentang atau tiduran dengan kepalanya ditaruh di atas satu tangan, cukur rambut dan kumis, dan makan-makan. </p>
<p>Memang di depan hotel mereka—kebetulan pondokan kami bersebelahan—biasanya juga banyak wanita penjual makanan khas mereka. Ada nasi putih panjang yang lembek, dicampur kuah kari, daging rendang, ayam goreng yang gede-gede, dan masih banyak yang lainnya. Yang saya suka dan doyan adalah kentang goreng dan telor dadarnya dengan membayar 5 real saja. Tetapi kalau lainnya saya enggak tega makannya. Apalagi ada yang sejenis sagu atau tepung bulat-bulat hitam dipencet-pencet sampai lunak pakai sendok sop ditambah susu di atas mangkok alumunium besar. Kayaknya kalau mereka yang makan seperti sedapnya minta ampun.</p>
<p>Mereka itu kalau makan gampang saja. Duduk di atas trotoar lalu makan dengan tangan. Enggak jijik enggak apa walau tempatnya kotor dan di sebelahnya ada tempat sampah yang lalatnya cuma satu tapi temannya banyak itu.</p>
<p>Kalau di Masjidil Haram mereka bisa tidur di mana saja. Tempat panas, tempat dingin, di jalanan, atau di pinggir toko. Kayaknya mereka addict sama yang namanya tegel keramik. Di negaranya kali enggak ada keramik, alas rumahnya tanah atau pasir merah semua. Ini bukan merendahkan tetapi bisa dicek di Google kalau tak percaya. Mereka tuh bisa tahan lama-lama di tempat yang banyak kipas anginnya atau ada AC-nya yang biasa orang Melayu sudah pada masuk angin. Mereka sudah kebal kali. </p>
<p><a href="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/2011-11-18-15-01-58.jpg"><img style="display:inline;" title="2011-11-18 15.01.58" alt="2011-11-18 15.01.58" src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/2011-11-18-15-01-58_thumb.jpg?w=350&#038;h=268" width="350" height="268" /></a></p>
<p>*<em>Tidur di mana saja</em></p>
<p>Satu kelebihan mereka juga adalah kemana-mana selalu dengan rombongan sejenisnya. Maksudnya laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan. Jarang campur laki-laki dan perempuan. Enggak ada tuh, atau jarang sekali terlihat, mereka gandengan tangan dengan perempuan. Enggak seperti jama’ah haji Indonesia kemana-mana runtungan (gandengan) terus, termasuk saya. </p>
<p>Wanita Afrika biasanya berpakaian dengan jilbab warna-warni yang panjang-panjang. Kalau shalat kakinya enggak ditutup pakai kaos kaki. Wajar demikian karena kebanyakan mazhab yang dipakai di Afrika adalah Mazhab Imam Malik. Makanya di Mekkah dan Madinah peziarah haji yang paling rapat menutup aurat adalah wanita Indonesia, karena umumnya bermazhab Imam Syafi’i yang menganggap aurat semua anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. </p>
<p>Suatu ketika istri saya ngobrol dengan wanita Afrika di Masjid Nabawi. Enggak tahu pakai bahasa Tarzan atau pakai bahasa Inggris. Kayaknya Inggris deh. Sampai suatu titik si wanita Afrika itu nunjuk-nunjuk mukena putih yang dipakai istri. Dia bilang tertarik dan ngebet banget sama itu mukena yang dipakai sama orang Indonesia dan Malaysia. … Di negaranya enggak ada “jilbab” seperti itu. Padahal di Tanah Abang—tempat saudara-saudaranya mangkal di Indonesia—banyak dijual mukena dengan beraneka jenis. Besoknya janjian di tempat yang sama, Istri kasih itu mukena yang satu lagi untuk dia. Senangnya…Dia suka sekali dengan warna putih kayaknya. So, surealis, naturalis, dan realis.</p>
<p>Mereka, laki dan perempuannya, sudah terbiasa wudhu cukup dengan seukuran satu botol air mineral, mulai dari cuci tangan sampai kaki. Makanya mereka gampang saja saat wudhu memakai air zam-zam di Masjidil Haram. Beda dengan orang Indonesia, yang negerinya berlimpah dengan air, wudhu kalau enggak dengan air banyak kayaknya kurang afdhal. Makanya kalau wudhu bikin becek saja. </p>
<p>Pernah suatu ketika saya melihat wanita Afrika yang berdoa dekat Maqam Ibrahim berdoa dengan suara keras, sambil berdiri, dan tangan diangkat. Tangannya digerakkan naik turun. Enggak orang Afrika enggak orang Indonesia kalau punya hajat sama Allah ya kayak gitu. Sepertinya ingin memastikan kalau dengan tangan yang digerakkan naik turun itu mereka telah doa dengan sungguh-sungguh. </p>
<p>Di pelataran luar Masjidil Haram kayak gitu juga. Waktu dhuha saya ketemu mereka, wanita Afrika, yang sama-sama lagi berdoa. Dengan barisan yang tidak teratur. Ada yang menghadap ke barat, timur, atau ke arah manapun. Tua muda berdoa. Yang kedengaran di telinga saya mereka bilang: abreh…abreh..abreh….Amin. </p>
<p><a href="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/2011-11-22-08-44-30.jpg"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;" title="2011-11-22 08.44.30" border="0" alt="2011-11-22 08.44.30" src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/2011-11-22-08-44-30_thumb.jpg?w=244&#038;h=186" width="244" height="186" /></a></p>
<p>*<em>Mereka bukan sedang ngobrol, tapi lagi do’a. Dhuha tanggal 22 November 2011.</em></p>
<p>Suatu ketika kami sedang lihat-lihat parfum di sebuah toko. Datang lima pria Afrika. Saya sok kenal dan sok dekat langsung mengisyaratkan jempol padanya untuk satu botol parfum yang dia pegang. Terus dia tanya pada saya sambil menunjuk istri saya, “Is she your wife?” saya jawab, “Yes.” Serentak mereka tertawa ngakak. Kami juga ikut tertawa. Apalagi ada yang nyeletuk orang Indonesia yang kebetulan ada di sana kepada orang-orang Afrika itu, “Hai, Gods must be crazy. Gods must be crazy.” Kami tambah kencang ketawanya karena ingat wajah mereka seperti wajah pemeran film itu, Nixau. Mereka tertawa kami tertawa. Entah apa yang ditertawakan. Sama-sama tak tahu. Yang penting tertawa.</p>
<p><a href="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/2011-11-22-08-35-02.jpg"><img style="background-image:none;border-bottom:0;border-left:0;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;padding-top:0;" title="2011-11-22 08.35.02" border="0" alt="2011-11-22 08.35.02" src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/2011-11-22-08-35-02_thumb.jpg?w=184&#038;h=246" width="184" height="246" /></a></p>
<p>*<em>Khusyu’ berdo’a.</em></p>
<p>Sore itu, saat pulang dari melempar jumrah di hari kedua atau tanggal 12 Djulhijjah 1432 H. Rombongan kami foto-foto. Kebetulan pula kami bertiga sedang difoto oleh teman kami, eh belum juga klik, ada empat wanita Afrika, masih muda-muda, sudah ada di belakang dan di samping kami, pengen ikut difoto sambil angkat dua jari. Cheeeeees… “Where do you come from?” tanya saya. “Chad!” seru mereka. Sejak itu saya baru tahu kalau Chad itu mayoritas penduduknya adalah muslim. Satu hal lagi, enggak orang Afrika enggak orang Indonesia seneng juga narsis-narsisan difoto. </p>
<p>Sewaktu di Madinah, kami menemukan sedikit orang Afrika. Tak ada lagi “persaingan” orang Melayu dengan mereka. Kini orang Melayu harus “berhadapan” dengan orang-orang Asia Selatan seperti Pakistan dan India itu. Kalau dibandingkan dengan orang Pakistan dan India, orang Afrika itu tawadhu-tawadhu. Enggak banyak omong. Kalau enggak kebagian tempat di shaf, mereka cari tempat lain. Beda dengan orang Pakistan atau India yang sering maksa juga sering ngatur-ngatur. Apakah mereka ini, orang Afrika, kena sindrom inferioty complex karena bekas bangsa budak? Enggak ah. Atau enggak tahu. Beda dengan orang Turki yang malah superiority complex. Tapi nanti saja bahas orang turkinya.</p>
<p>‘Ala kulli hal, kami semua yang ada di sana, Melayu kek, Afrika kek, Asia kek, Eropa kek, Amerika kek sama-sama datang ke Tanah Suci untuk semata-mata mencari ridhanya Allah. Mereka semua adalah saudara saya. Haram untuk disakiti. Wajib untuk dibela. Doanya cuma satu untuk kita dan mereka: “Semoga dikumpulkan semuanya di jannahnya Allah.” Maafkan saya Bro dan Sist atas segala salah.</p>
<p>Amin.</p>
<p><em></em></p>
<p><em>***</em></p>
<p><i>Ini cuma satu potret kecil dari sebuah landscape yang luas. Jadi tidak mencerminkan keseluruhan sehingga langsung bisa disimpulkan dan digeneralisasikan memang sudah pasti adanya begitu. Orang lain mungkin menangkap dan memandang beda terhadap mereka. Baydewey, maafkan saya jika ada kekeliruan.</i></p>
<p><em></em></p>
<p>Riza Almanfaluthi</p>
<p>dedaunan di ranting cemara</p>
<p>14.35 3 Januari 2012</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/foto/'>Foto</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-3/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/afrika/'>afrika</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/aljazair/'>Aljazair</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bangladesh/'>bangladesh</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bauchi-state/'>Bauchi State</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bronx/'>Bronx</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/burkina-faso/'>Burkina Faso</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/chad/'>Chad</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/cote-divoire/'>Cote d’Ivoire</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/gambia/'>Gambia</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/ghana/'>Ghana</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/gombe-state/'>Gombe State</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/guinea-bissau/'>Guinea-Bissau</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji-1432/'>haji 1432</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji-2011/'>haji 2011</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/hajj/'>hajj</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/hajj-1432/'>hajj 1432</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/india/'>india</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kaduna-state/'>Kaduna State</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kano-state/'>Kano State</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/libya/'>Libya</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/luis-suarez/'>luis Suarez</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/madinah/'>madinah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/mali/'>Mali</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/maroko/'>Maroko</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjid-nabawi/'>masjid nabawi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjidil-haram/'>masjidil haram</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/mekkah/'>mekkah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/mesir/'>Mesir</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/new-york/'>New York</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/nigeria/'>nigeria</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pakistan/'>pakistan</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/patrice-evra/'>Patrice Evra</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/spanyol/'>spanyol</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/sudan/'>Sudan</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/tunisia/'>Tunisia</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/turki/'>turki</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1559/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1559&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/03/porque-tu-eres-negro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/2011-11-19-06-20-16_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2011-11-19 06.20.16</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/2011-11-18-15-01-58_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2011-11-18 15.01.58</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/2011-11-22-08-44-30_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2011-11-22 08.44.30</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/2011-11-22-08-35-02_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2011-11-22 08.35.02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>merah di bulanmu</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/02/merah-di-bulanmu/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/02/merah-di-bulanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 13:11:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1545</guid>
		<description><![CDATA[merah di bulanmu * aku tak bisa apa-apa           Riza Almanfaluthi dedaunan di ranting cemara masih banyak cerita 20.13 02 Januari 2012 Sumber gambar: dari sini Filed under: Poem<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1545&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>merah di bulanmu
</p>
<p>*
</p>
<p>aku tak bisa apa-apa
</p>
<p>   <br />
 </p>
<p><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/010212_1311_merahdibula11.png?w=720" alt="" />
	</p>
<p> <br />
 </p>
<p>Riza Almanfaluthi
</p>
<p>dedaunan di ranting cemara
</p>
<p>masih banyak cerita
</p>
<p>20.13 02 Januari 2012
</p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://fc01.deviantart.net/fs14/i/2007/003/1/5/Red_Moon_by_ZombieMewMew.jpg">dari sini</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/poem/'>Poem</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1545/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1545&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2012/01/02/merah-di-bulanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2012/01/010212_1311_merahdibula11.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BROTOSENO, PAK POLISI, DAN MEREKA</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/30/brotoseno-pak-polisi-dan-mereka/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/30/brotoseno-pak-polisi-dan-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 18:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1541</guid>
		<description><![CDATA[BROTOSENO, PAK POLISI, DAN MEREKA http://sosok.kompasiana.com/2011/12/30/brotoseno-pak-polisi-dan-mereka/   Sesaat menunggu iqamat ashar di Masjid Shalahuddin terdengar suara panggilan dari belakang, &#8220;Mas, sehat Mas?&#8221; Belum sempat menjawab, teman saya ini berkata lagi, &#8220;Mas, kata teman saya waktu ngeliat fotonya Broto, langsung bilang kalau wajah polisi itu mirip sama Mas Riza.&#8221; Saya langsung cengengesan sambil membayangkan foto Angie [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1541&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>BROTOSENO, PAK POLISI, DAN MEREKA<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sosok.kompasiana.com/2011/12/30/brotoseno-pak-polisi-dan-mereka/">http://sosok.kompasiana.com/2011/12/30/brotoseno-pak-polisi-dan-mereka/</a><strong><br />
		</strong></p>
<p style="text-align:center;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">Sesaat menunggu iqamat ashar di Masjid Shalahuddin terdengar suara panggilan dari belakang, &#8220;Mas, sehat Mas?&#8221; Belum sempat menjawab, teman saya ini berkata lagi, &#8220;Mas, kata teman saya waktu <em>ngeliat</em> fotonya Broto, langsung bilang kalau wajah polisi itu mirip sama Mas Riza.&#8221; Saya langsung cengengesan sambil membayangkan foto Angie lagi berdua sama Kompol Brotoseno  yang sedang hangat di portal berita (29/12).
</p>
<p style="text-align:justify;">    Mirip gimana? Mirip apanya dengan teman dekat politisi Partai Demokrat itu? Jauh be-eng.Terlalu narsis kalau bilang saya lebih ganteng daripada Polisi perwira itu. Terlalu rendah diri kalau saya berkata sebaliknya. Lihat saja foto di bawah ini, masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya.  Yang pasti saya bukan orang yang berada di samping Angie.
</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122911_1825_brotosenopa1.png?w=720" alt="" />
	</p>
<p style="text-align:justify;">    Ingat Brotoseno jadi ingat kejadian waktu di Madinah. Waktu itu sepulang dari shalat Isya di Masjid Nabawi. Saya sendirian bergegas menuju hotel yang jaraknya tak jauh dari masjid. Kurang 100 meter dari hotel tiba-tiba saya disapa oleh dua orang ibu-ibu yang ternyata sedang tersesat. Mereka tak tahu jalan pulang ke hotel mereka. Logat yang kental mengisyaratkan mereka berasal dari daerah Jawa Timur.
</p>
<p style="text-align:justify;">    Mereka minta tolong untuk diantarkan ke hotel. Tapi sayangnya ketika saya tanya nama hotelnya mereka tak tahu. Saya minta kepada salah satu dari ibu-ibu itu untuk kembali mengingat jalan pada waktu mereka berangkat. Mereka menyerah. Ya sudah saya jalan pelan-pelan dengan mereka untuk sama-sama mencari hotel itu. Saya tak jadi pulang segera.
</p>
<p style="text-align:justify;">    Di saat itu, di saat saya sedang bertanya arah kepada orang-orang,  tiba-tiba muncul sosok laki-laki separuh baya dan tampak muda, berbaju gamis warna putih dengan peci warna senada memotong pembicaraan kami.  &#8220;Tersesat ya Bu? Tenang saja Bu. Ada saya. Saya antar ke maktabnya. Maktab ibu nomor berapa?&#8221;
</p>
<p style="text-align:justify;">    Kewaspadaan saya langsung jalan, ini kok orang baik banget tiba-tiba langsung menawarkan diri dan main tembak mau antar segala. Apalagi dia bilang tentang maktab, padahal sepengetahuansaya  kalau istilah maktab itu adanya di Mekkah, bukan di Madinah. Kalau di Madinah jamaah haji Indonesia tidak dibagi berdasarkan maktab  tetapi sektor oleh muassasah. Saya terus terang curiga dan langsung bertanya padanya tanpa tedeng aling-aling, &#8220;Tunggu dulu Pak, Bapak ini siapa?&#8221;
</p>
<p style="text-align:justify;">    &#8221;Saya petugas. Di sini saya sudah biasa <em>nganterin</em> orang tersesat,&#8221; jawabnya. Dia panjang lebar menjelaskan siapa dirinya dan tentu tidak lupa menyebutkan namanya. Tapi saya lupa dialog tepatnya. Bukan penjelasan itu yang membuat saya tiba-tiba langsung percaya. Dia bilang kalau dia adalah polisi, maksudnya anggota Kepolisian Republik Indonesia yang sedang berhaji. <em>Beneran</em>, saya langsung percaya begitu. Makanya saya memutuskan untuk menitipkan mereka kepada Pak Polisi, &#8220;Bu, saya tinggal ya Bu, Ini bapak Polisi. Bapak ini yang akan <em>nganterin</em> ibu ke petugas haji Indonesia.&#8221;
</p>
<p style="text-align:justify;">    Ibu-ibu itu bukannya senang karena mau ditolong sama Pak Polisi, malah ketakutan  dan langsung memegang tangan saya, sambil berbisik pakai bahasa Jawa, terjemahannya begini, &#8220;Sudah Mas, saya pokoknya ikut sama kamu saja. Saya takut. Saya takut sama orang Arab.&#8221; Hehehehe, kebetulan memang Pak Polisi itu punya wajah Arab. Polisi itu pasrah saja dia <em>dicurigain</em> sama bangsa sendiri. Saya pikir dia jadi korban stigmatisasi yang selama ini diceritakan kepada para jamaah Haji Indonesia tentang orang Arab, yang entah dari mana sumber asal kisah itu.
</p>
<p style="text-align:justify;">    Akhirnya saya mengambil jalan tengah dengan mengikuti bapak Polisi itu ke Pos Sektor. Nanti dari sana ibu-ibu itu akan diantar ke hotel oleh petugas haji yang bertugas di sana.  Sepanjang perjalanan menuju Pos, Pak Polisi geleng-geleng kepala saja mengingat sampai detik itu mereka tak benar-benar percaya sama dia. Salah satu ibu itu memegang erat ikat pinggang saya. Benar-benar ketakutan dan was-was kalau-kalau saya meninggalkan mereka. Padahal saya tak henti-hentinya juga meminta supaya ibu-ibu itu percaya sama Pak Polisi.
</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kenapa Ibu kok percayanya sama saya, padahal ibu enggak kenal saya?&#8221; tanya saya. &#8220;Sampeyan kan pakai batik, wislah pokoke aku percaya,&#8221; jawabnya. Kebetulan memang pada saat itu saya memakai  batik seragam jamaah haji Indonesia. Ibu yang satunya lagi tercecer di belakang sambil mencari-cari wajah dari banyak orang yang sedang lalu lalang. Mungkin ada yang dikenal. Tapi ia gagal, sampai Pak Polisi itu sedikit jengkel dan setengah berteriak, &#8220;Sudah Ibu, percaya saja sama saya!&#8221;
</p>
<p style="text-align:justify;">    Menuju hotel tempat pos sektor itu berada, saya sempatkan berbincang-bincang dengan Pak Polisi. Ternyata ia seorang ajun komisaris polisi (waktu itu dia bilangnya kapten) yang sedang bertugas di daerah Kalimantan. Jabatannya saya lupa, antara kasatserse atau kasat intel. Dan memang betul, ini yang ia yang sadari, kalau ia punya garis keturunan Arab Tanah abang.
</p>
<p style="text-align:justify;">Obrolan kami terputus karena kami sudah sampai di depan hotel tempat pos sektor itu berada.  Lobi hotel penuh dengan orang Turki. Kami naik ke mezanin hotel dan benar di sana ada bendera Indonesia dan spanduk tanda pos sektor. Yang jauh melegakan adalah tampak pula seorang petugas haji yang sedang jaga di sana. Kata Pak Polisi yang mengantar kami, petugas haji itu juga seorang polisi.
</p>
<p style="text-align:justify;">Mengetahui mereka telah diantar ke pos sektor dan ketemu sama petugas haji yang memakai baju biru, ibu-ibu mengucapkan terima kasih dan minta maaf sama Pak Polisi karena telah curiga berat.
</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian sudah saatnya Pak Polisi itu pergi dan meninggalkan kami. Selanjutnya petugas haji itu yang akan mengantar ibu-ibu itu ke hotel mereka yang ternyata dekat dengan pos sektor. Anehnya lagi, ketika saya mau meninggalkan mereka, mereka tetap bersikeras supaya saya tetap menemani mereka hingga ke hotel. Aduhai, mereka juga masih tak percaya sama Pak Petugas Haji.
</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak sampai 100 meter dari pos sektor, kami telah tiba. Barulah terlihat wajah mereka dihiasi senyuman. Ada kelegaan yang tampak. Saya turut senang juga. Sebelum berpisah, saya minta izin memfoto mereka sambil berpesan, &#8220;ingat-ingat jalan, ta iye.&#8221;
</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122911_1825_brotosenopa2.jpg?w=720" alt="" />
	</p>
<p style="text-align:justify;">*Ibu Siah dan Ibu Ramiah di depan hotel (26/11).
</p>
<p style="text-align:justify;">***
</p>
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi
</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara
</p>
<p style="text-align:justify;">    00.19 30 Desember 2011
</p>
<h4>Tags: kalimantan, akp, brotoseno, angie, angelina sondakh, masjid shalahuddin, madinah, kompol, haji<br />
</h4>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/foto/'>Foto</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1541/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1541&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/30/brotoseno-pak-polisi-dan-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122911_1825_brotosenopa1.png" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122911_1825_brotosenopa2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>JURNALNYA SEPERTI APA?</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/28/jurnalnya-seperti-apa/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/28/jurnalnya-seperti-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 03:08:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masalah Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[pajak penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[pajak pertambahan nilai]]></category>
		<category><![CDATA[pph 21]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 21]]></category>
		<category><![CDATA[PPN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1530</guid>
		<description><![CDATA[JURNALNYA SEPERTI APA? Pak Donny Prasetyo tanya tentang masalah penggunaan nilai kurs transaksi dengan kurs Keputusan Menteri Keuangan (KMK) seperti ini. Perusahaan  kami  melakukan kegiatan ekspor  maupun  impor. Umpamanya nilai ekspor USD 100.000, kurs transaksi Rp9.500,00  sedangkan  kurs KMK Rp9.000,00.  Bagaimana cara  menjurnal transaksinya serta perhitungan  Pajak Pertambahan Nilai (PPN)  mengingat perbedaan kedua  kurs  tersebut. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1530&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>JURNALNYA SEPERTI APA?</strong></p>
<p>Pak Donny Prasetyo tanya tentang masalah penggunaan nilai kurs transaksi dengan kurs Keputusan Menteri Keuangan (KMK) seperti ini.</p>
<p>Perusahaan  kami  melakukan kegiatan ekspor  maupun  impor. Umpamanya nilai ekspor USD 100.000, kurs transaksi Rp9.500,00  sedangkan  kurs KMK Rp9.000,00.  Bagaimana cara  menjurnal transaksinya serta perhitungan  Pajak Pertambahan Nilai (PPN)  mengingat perbedaan kedua  kurs  tersebut.</p>
<p>Selain  itu  kami  membayar  gaji  expatriat  menggunakan uang  pinjaman/hutang dalam bentuk Dollar AS. Pertanyaan kami, dengan  kurs  apa  kami menghitung  Pajak Penghasilan (PPh) 21 dan bagaimana  jurnalnya?  Demikian. Terimakasih  banyak atas  jawabannya.</p>
<p><img class="aligncenter" title="akuntansi " src="http://ak120103100105.files.wordpress.com/2010/12/img_services_accounting.jpg?w=570&#038;h=315" alt="" width="570" height="315" /></p>
<ol>
<li>JURNAL EKSPOR DAN IMPOR</li>
</ol>
<p>Pada saat perusahaan mengekspor barang, maka dikenakan PPN sebesar 0%.  Atau sama saja PPN nya Rp0,00. Jurnal akuntansinya sebagai berikut:</p>
<p>Piutang Dagang                                 950.000.000</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;Penjualan                                                            950.000.000</p>
<p>Kurs yang dipakai adalah kurs transaksi.</p>
<p>Pada saat perusahaan mengimpor barang, maka dikenakan PPN sebesar 10%. Kita anggap tidak ada PPh Pasal 22nya. Maka untuk pencatatan PPN dalam jurnal menggunakan kurs KMK, sedangkan untuk akun yang lainnya menggunakan kurs transaksi. Berikut Jurnalnya:</p>
<p>Pembelian                                          950.000.000</p>
<p>PPN Masukan                                      90.000.000</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-Hutang                                                                 1.040.000.000</p>
<ol>
<li>JURNAL PPh PASAL 21</li>
</ol>
<p>Misal hari kerja ekspatriat itu mulai 26 Oktober 2011 sampai dengan 25 November 2011. Misal juga perusahaan meminjam uang dollar AS kepada pemegang saham sebesar USD5,000.00 tanggal 27 November 2011. Sedangkan pembayaran gajinya tanggal 1 Desember 2011. Misal kurs transaksi Rp9.500,00  sedangkan  kurs KMK Rp9.000,00 dan tarif PPh Pasal 21 misal 5%.</p>
<p>Kalau demikian maka mulai tanggal 26 November 2011 s.d. 30 November 2011 terdapat hutang gaji oleh perusahaan kepada ekspatriat tersebut, sehingga dicatat demikian.</p>
<p>-          Jurnal tanggal 26 November 2011</p>
<p>Biaya Gaji                                                    47.500.000</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;Hutang Gaji                                                        45.250.000</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;Hutang PPh Pasal 21                                         2.250.000</p>
<p>Jadi ceritanya begini. Gaji ekspatriat itu adalah sebesar USD5000. Kalau dirupiahkan maka kurs yang dipakai adalah kurs transaksi. Berapa? Kalikan USD5000 dengan Rp9.500,00. Total rupiah gaji yang terutang kepada ekspatriat adalah sebesar Rp47.500.000,00.</p>
<p>Perusahaan mencatat sebagai hutang gaji pada tanggal 26 November 2011. Dan ingat, perusahaan punya kewajiban memotong PPh Pasal 21 sebesar 5% (ini tarif permisalan/gampangnya saja) pada saat terutang atau pencatatan transaksi ini. Berapa PPh Pasal 21 yang harus dipotong? Maka gunakan kurs KMK untuk menghitungnya yakni sebagai berikut: USD5000xRp9000x5%. Ditemukanlah hasil Rp2.250.000,00. Ini menandakan perusahaan punya utang kepada Negara karena pemotongan PPh Pasal 21 yang belum disetor ke Kas Negara sebesar Rp2.250.000,00. Paham yah?</p>
<p>Lalu perusahaan mikir nih. Duit dari mana buat bayar gaji ekspatriat? Pemegang saham berbaik hati minjemin itu duit dengan Dollar AS pada tanggal 27 November 2011. Maka dicatatlah pencatatan tersebut dengan memakai kurs transaksi sebagai berikut:</p>
<p>-          Jurnal tanggal 27 November 2011.</p>
<p>Kas                                                                        47.500.000</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;Hutang pada Pemegang Saham                                                 47.500.000</p>
<p>Kemudian untuk pencatatan tanggal 1 Desember 2011 sebagai tanggal pembayaran gaji adalah sebagai berikut:</p>
<p>-          Jurnal tanggal 1 Desember 2011</p>
<p>Hutang Gaji                                                45.250.000</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;Kas                                                         45.250.000</p>
<p>Perusahaan punya kewajiban membayar PPh Pasal 21 yang telah dipotong tersebut ke Kas Negara itu paling lambat tanggal 10 Desember 2011, maka jurnalnya adalah sebagai berikut:</p>
<p>-          Jurnal tanggal 10 Desember 2011</p>
<p>Hutang Pajak                             2.250.000</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-Kas                                                         2.250.000</p>
<p>Demikian semoga bisa dipahami.</p>
<p>**</p>
<p>Riza Almanfaluthi &amp; Arifin Purnomo</p>
<p>dedaunan di ranting cemara</p>
<p>09.56 28 Desember 2011</p>
<p>Tags: pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pph pasal 21, pph 21, ppn, jurnal akuntansi, ekspor, impor,</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/masalah-perpajakan/'>Masalah Perpajakan</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/ekspor/'>ekspor</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/impor/'>impor</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/jurnal-akuntansi/'>jurnal akuntansi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pajak-penghasilan/'>pajak penghasilan</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pajak-pertambahan-nilai/'>pajak pertambahan nilai</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pph-21/'>pph 21</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pph-pasal-21/'>PPh Pasal 21</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/ppn/'>PPN</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1530/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1530&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/28/jurnalnya-seperti-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ak120103100105.files.wordpress.com/2010/12/img_services_accounting.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">akuntansi </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENJAWAB TRINITY TRAVELLER</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/26/menjawab-trinity-traveller/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/26/menjawab-trinity-traveller/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 06:29:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masalah Perpajakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1527</guid>
		<description><![CDATA[MENJAWAB TRINITY TRAVELLER     Di Twitternya (21/12), Trinity Traveller (Penulis Buku The Naked Traveller, nama lengkapnya tak perlu saya tulis di sini) ngetwit begini: Udahan dulu ah ngamuknya ttg #pajak. Yg jelas gue SEBEL, MARAH, KECEWA!!!. Tak lama dia ngetwit lagi: Teman2 kantor #pajak yg mau berbaik hati menolong gue, mohon email ke naked.traveler@gmail.com Terima kasih. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1527&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>MENJAWAB TRINITY TRAVELLER<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">    Di Twitternya (21/12), Trinity Traveller (Penulis Buku <em>The Naked Traveller</em>, nama lengkapnya tak perlu saya tulis di sini) <em>ngetwit </em>begini:  <em>Udahan dulu ah ngamuknya ttg <span style="color:blue;text-decoration:underline;"><span style="text-decoration:line-through;">#</span><strong>pajak</strong></span>. Yg jelas gue SEBEL, MARAH, KECEWA!!!. </em> Tak lama dia ngetwit lagi: Teman2 kantor <a href="http://twitter.com/" title="#pajak"><span style="text-decoration:line-through;">#</span><strong>pajak</strong></a> yg mau berbaik hati menolong gue, mohon email ke naked.traveler@gmail.com Terima kasih. *terharu*.
</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122611_0629_menjawabtri1.png?w=720" alt="" /><strong><br />
		</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">    Ya sudah saya tawarkan bantuan untuk sedikit mengurangi kesebalannya, kemarahannya, dan kekecewaannya. Emang ada apa lagi dengan pajak? So, Saya kirim email dan inilah balasannya. Enggak ada yang <em>dikurangin</em> atau <em>dilebihin</em>.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>Hai,<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>Saya sangat berterima kasih Anda mau bantuin saya ttg pajak, bukan menghujat2 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>Saya memang bego soal pajak, pdhl niatnya beneran mau jadi wajib pajak yg baik.<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>Izinkan saya menerangkan masalah saya yaa..<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- Saya terdaftar di kantor pajak Pratama Cipulir Kby Lama, 6 digit akhir NPWP saya adalah xxx.xxx<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- Saya adalah seorg freelancer, tanpa penghasilan tetap, tdk bekerja di perusahaan tetap.<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- Utk pengisian SPT atas NPWP saya tdk masalah krn ada yg bantu mengisikan setiap tahun. Saya juga selalu minta surat potong bukti pajak dari klien yg meng-hire saya utk menulis.<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- SPT 2009 yg saya laporkan kelebihan bayar tp ketika saya diminta utk klarifikasi di kantor pajak saya tidak bisa datang (biasaa, lg traveling) shg akhirnya saya lah yg harus membayar pajak kurang bayar.<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- Dua kali saya mau bayar pajak itu di Bank DKI kantor pajak, dua2nya ditolak dg alasan harus pake formulir (entah apa) dan pas bank tdk terima lagi di atas jam 12 siang. Akhirnya saya lupa2 terus, sampai saya terima surat peringatan minggu yl.<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- SPT 2010 saya kelebihan bayar dan belajar dari pengalaman sebelumnya, saya datang utk klarifikasi. Hasilnya stelah dioprek2, kantor pajak dan saya sama2 menyetujui bhw saya kelebihan bayar dan negara utang ke saya.<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- Di situ lah saya baru tahu bahwa saya kena denda Rp 100 ribu/bln (jd total Rp 1,2 jt/th) krn saya tdk melaporkan SSP bulanan. Lalu saya diberi segepok formulir SSP yg katanya harus disetor ke kantor pajak sekaligus spy ga repot asal disetor sbln sebelumnya (misalnya setor di bln Jan utk Feb, dst). Saya disuruh isi nihil utk PPH pasal 25 dg kode akun pajak 411125 dan kode jenis setoran 100 &#8211;&gt; ini apaan saya ga ngerti.<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- Nah, hari ini saya ke kantor pajak utk membayar pajak 2009 dan setor SSP itu, yg hasilnya saya malah dimarahin balik sama petugas loket kantor pajak krn katanya blm ada di sistem. Saya jg disuruh menghub AR saya utk SSP, yg ketika saya tanya AR sayasiapa, mrk jg ga tau siapa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- Petugas lain menyuruh saya tetap tiap bulan datang ke kantor pajak utk setor SSP atau dikirim via pos tiap bulannya &#8211;&gt; info ini berbeda dg info dr petugas kantor pajak pas urus SPT.<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- Petugas bank DKI yg bilang tutup jam 12 itupun bilang bhw utk bayar pajak, saya harus minta formulir ke loket, dan petugas loket jg ga tau saya harus pake formulir apa sampe dia tanya org di sebelahnya dan saya diberi formulir SSP lagi.<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- Saya sudah keburu kesal krn mengantri lama (10 loket cuma dilayani 1 org) tapi petugas2nya tdk memberikan saya solusi shg saya ngamuk2 di twitter tadi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>Pertanyaan saya:<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- Bgmn cara saya bayar pajak 2009? Saya cuma diberi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan dan surat peringatan, dan ini tdk diterima oleh bank DKI.<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- Bgmn cara agar saya tdk kena denda Rp 100rb/bln? Bgmn sebenarnya proses SSP itu spy saya ga repot bolak-balik tiap bulan?<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>- Bulan Okt 2012 saya berencana traveling ke luar negeri selama setahun penuh, bgmn saya mengurus pajak tahunan saya?<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>Sebenarnya permasalahannya sepele bagi Anda, tapi sungguh saya nggak ngerti! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>Jadi mohon bantuan Anda utk membantu saya menerangkan.<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>Terima kasih banyak!<br />
</em></span></p>
<p>****
</p>
<p><span style="font-size:12pt;">    Itu email dari Trinity Traveller, dan saya berusaha menjawab sebisa dan semampu saya. Yang bisa jawab dengan tepat dan banyak tentunya adalah petugas di Kantor Pelayanan Pajak Pratama XXX.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">    Saya unggah email dari Trinity dan jawaban saya supaya bisa diambil pelajaran buat Wajib Pajak yang lain. Maksudnya sekalian belajar pajak. Mumpung di blog ini saya terbiasa mengelola berbagai pertanyaan pajak dari pembaca blog saya. Biasanya kalau ada pertanyaan yang menarik dari penanya saya tulis ulang dan saya tampilkan di halaman utama blog. Tidak sekadar menjawabnya di halaman Konsultasi Pajak.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">    Berikut balasan saya. Semoga bermanfaat.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:12pt;"><em>Trinity: Hai,</em><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: Hai Juga<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><br /><em>Trinity: Saya sangat berterima kasih Anda mau bantuin saya ttg pajak, bukan menghujat2 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: Sama-sama. Selagi ada yang bisa dibantu, saya bantu. Emangnya<br />ada <em>yah</em> yang menghujat-hujat Mbak Trinity.</strong><em><br />
			</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><br />Trinity: Saya memang bego soal pajak, pdhl niatnya beneran mau jadi wajib pajak yg baik.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: Good Mbak. Niat yang baik. Kalau saja semua warga negara seperti Mbak.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><br />Trinity: Izinkan saya menerangkan masalah saya yaa..<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">- Saya terdaftar di kantor pajak Pratama XXX, 6 digit akhir NPWP saya adalah xxx.xxx<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">- Saya adalah seorg freelancer, tanpa penghasilan tetap, tdk bekerja di perusahaan tetap.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: Keterangan ini sangat bermanfaat.</strong><br />
		</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">Trinity:<br />- Utk pengisian SPT atas NPWP saya tdk masalah krn ada yg bantu mengisikan setiap tahun. Saya juga selalu minta surat potong bukti pajak dari klien yg meng-hire saya utk menulis.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: Ini sudah betul. Setiap kali dipotong pajak oleh Klien maka bukti pemotongannya harus diminta, sebagai kredit pajak diakhir tahun nanti. Penting banget. Good juga kalau sudah tidak ada masalah dalam pengisian SPT Tahunan karena ada yang bantu. Itu saja dulu Mbak. Yang lain menyusul Insya Allah.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Trinity:<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">- SPT 2009 yg saya laporkan kelebihan bayar tp ketika saya diminta utk klarifikasi di kantor pajak saya tidak bisa datang (biasaa, lg traveling) shg akhirnya saya lah yg harus membayar pajak kurang bayar.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: <br />Betul Mbak, SPT Tahunan Orang Pribadi Mbak lebih bayar. Lebih bayarnya karena berdasarkan perhitungan total pajaknya lebih kecil daripada kredit pajak yang telah dipotong oleh klien sehingga sekali lagi jadi LEBIH BAYAR (LB).  Atas LB itu maka dapat dikembalikan tetapi melalui mekanisme pemeriksaan. Dalam mekanisme ini Wajib Pajak dipanggil untuk diminta pinjam buku atau rekening koran Wajib Pajak oleh Pemeriksa Pajaknya. Atau dimintai keterangan apabila ada hal yang kurang jelas. Jadi ketika Mbak tidak datang bisa jadi pemeriksa memeriksa berdasarkan data-data minim yang dimiliki pemeriksa saja. Sehingga timbul SKPKB (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar) itu. Ini kemungkinannya. Dan ketika timbul SKPKB  maka timbul utang pajak yang harus dibayar oleh Mbak Trinity.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Trinity:<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">- Dua kali saya mau bayar pajak itu di Bank DKI kantor pajak, dua2nya ditolak dg alasan harus pake formulir (entah apa) dan pas bank tdk terima lagi di atas jam 12 siang. Akhirnya saya lupa2 terus, sampai saya terima surat peringatan minggu yl.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: <br />Ya Betul, ketika Mbak Triniti mau bayar pajak maka ada formulir yang harus diisi yaitu Surat Setoran Pajak (SSP). SSP itu terdiri dari lima rangkap. Mbak Trinity bisa minta itu ke Seksi Pelayanan KPP yang baisanya satu lantai dengan Bank DKI Kantor Pajak.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Ohya, sekadar pengingat saja bahwa BANK DKI itu insitusi di luar kantor pajak dan di sana cuma numpang stan saja (bahasa sederhananya demikian) di KPP, jadi bukan institusi pajak.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Kembali lagi ke permasalahan. Maka setelah SSP itu diisi dengan benar (karena harus benar mengisinya jika salah dan sudah disetor ke bank nanti tambah ribet lagi mekanisme pembetulannya) dengan mengisi NAMA, NPWP, kode Jenis setoran, kode jenis pajak, nomor ketetapan pajaknya maka barulah Mbak Trinity mendatangi Bank DKI (atau bank mana saja yang sudah online dengan DJP).<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Ohya, jika cara pengisian masih belum dimengerti oleh Mbak Trinity maka mbak Trinitiy bisa tanya kepada petugas di Seksi Pelayanan KPP atau kepada Account Representative Mbak Trinity. Atau jika masih ribet tanya secara detil kepada saya juga bisa.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Tentang masalah Account Reprensentative (AR) maka selayaknya Mbak Trinity mengetahui namanya siapa dan nomor teleponnya berapa. Karena AR tersebut mempunyai kewajiban untuk melayani keluhan Mbak Trinity. Mbak Bisa tanya nama AR itu ke Pegawai Seksi Pelayanan. Dan mohon ditunggu dengan sabar jika memang jawabannya tidak segera diterima oleh Mbak. Yang terpenting pula Mbak dapatkan CP-nya maka Mbak tak perlu lagi susah-susah untuk bertanya kepada orang lagi ketika mengalami kesulitan permasalahan perpajakan. Sekali lagi KANTONGI  nama AR itu. Petugas Seksi Pelayanan di sana pasti tahu siapa yang bertanggung jawab tentang hal ini.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Sekadar pemberitahuan, bahwa untuk pembayaran pajak maka pembayarannya dilakukan di bank. Banklah yang mempunyai jadwal setoran pajaknya. Dan KPP tidak bisa mengatur bank mengenai masalah jadwal pembayaran ini. Karena hal itu adalah masalah internal pihak bank. Biasanya bank membatasi jam pembayaran pajaknya mulai pagi sampai jam 12.00. Masing-masing bank punya jadwal yang berbeda.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Tentang surat peringatan maka surat peringatan itu kalau saya simpulkan adalah surat teguran yang menegur Mbak Trinity untuk segera membayar pajaknya. Demikian.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Trinity:<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">- SPT 2010 saya kelebihan bayar dan belajar dari pengalaman sebelumnya, saya datang utk klarifikasi. Hasilnya stelah dioprek2, kantor pajak dan saya sama2 menyetujui bhw saya kelebihan bayar dan negara utang ke saya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza:<br />Nah, betul bukan kalau sesi klarifikasi adalah sesi penting dalam pemeriksaan tersebut. Jadi kalau data dan keterangan yang diberikan oleh Wajib Pajak mencukupi Insya Allah Pemeriksa Pajak akan menerima adanya kelebihan bayar pajak tersebut. Dan akan mengembalikannya kepada Mbak. Tentu dengan mekanisme atau prosedur yang telah ditentukan yaitu maksimal 1 bulan sejak SKPLB (Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar) itu terbit.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">Trinity:<br />- Di situ lah saya baru tahu bahwa saya kena denda Rp 100 ribu/bln (jd total Rp 1,2 jt/th) krn saya tdk melaporkan SSP bulanan. Lalu saya diberi segepok formulir SSP yg katanya harus disetor ke kantor pajak sekaligus spy ga repot asal disetor sbln sebelumnya (misalnya setor di bln Jan utk Feb, dst). Saya disuruh isi nihil utk PPH pasal 25 dg kode akun pajak 411125 dan kode jenis setoran 100 &#8211;&gt; ini apaan saya ga ngerti.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: Ya betul, Petugas Pajak menerbitkan Surat Tagihan Pajak (STP) karena Mbak tidak melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa setiap bulannya. Itu mungkin untuk tahun pajak 2010 kali ya Mbak. Mbak diberi segepok formulir SSP supaya memudahkan Mbak tidak <em>nyari-nyari</em> lagi SSP kosong.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Sebenarnya mudah mengisinya. Tinggal isi Nama, NPWP, alamat, kode jenis setoran dan kode jenis pajak (kode yang diberikan oleh petugas pajak disana sudah betul, Mbak tinggal mengisinya). Kode Jenis Pajak 411125 menerangkan bahwa SSP ini adalah Untuk Jenis Pajak PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi. Sedangkan kode jenis setoran 100 menerangkan bahwa SSP tersebut untuk jenis setoran masa (bulanan). Teknis banget yah&#8230; Tapi tak apa-apa Mbak. Supaya Mbak lebih mengerti.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Ohya Mbak, jadi begini, perlu diketahui oleh Mbak. Kantor Pajak itu bukan tempat untuk menyetorkan pajak. Kantor Pajak (KPP) adalah tempat pelaporan pajaknya. Tempat untuk setor pajaknya di mana? yaitu di bank atau kantor pos. Merekalah yang menerima duit pajaknya. Kantor Pajak sekali lagi hanya jadi tempat <em>ngelaporin</em>: &#8220;<em>nih gue sudah bayar pajak</em>&#8221; Begitu Mbak.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Kalau ada yang harus dibayar setiap bulannya maka Mbak isi dulu SSP lalu pergi dulu ke bank, setelah setor baru ke KPP. Bahkan kalau banknya online (sekarang online semua) maka setelah setor ke bank, Mbak tak perlu lagi ke KPP karena SSP tersebut dianggap telah disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak sesuai <br />dengan tanggal validasi yang tercantum pada SSP.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Tapi berhubung Mbak tidak ada pembayaran (NIHIL)  maka mau tidak mau harus datang melaporkannya sendiri, atau diwakilkan orang lain, atau kantor pos. Sampai saat ini sepengetahuan saya belum ada aturan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi seperti Mbak bisa sekaligus melapornya. Jadi datang ke KPP setiap bulan <em>kudu dilakuin</em>. Omong-omong, Mbak bisa minta pada orang yang <em>buatin</em> SPT Tahunan mbak untuk melaporkannya setiap bulan.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Kapan paling lambat setor pajak ke bank jika Mbak ada setoran? Paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Contoh:<br />Masa Pajak Januari berarti paling lambat Mbak harus setor ke bank tanggal 15 Februari. Untuk bulan Februari maka paling lambat tanggal 15 Maret, dan seterusnya.<br />Terus untuk melapor ke KPP kapan? Paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Contoh:<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Masa Pajak Januari 2012 paling lambat dilapor ke KPP tanggal 20  Februari.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Jika tanggal setor dan tanggal lapor jatuh pada hari sabtu atau libur, maka bisa ditunda paling lambat ke hari berikutnya. <em>Gitu</em> Mbak.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">Trinity:<strong><br />
			</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">- Nah, hari ini saya ke kantor pajak utk membayar pajak 2009 dan setor SSP itu, yg hasilnya saya malah dimarahin balik sama petugas loket kantor pajak krn katanya blm ada di sistem. Saya jg disuruh menghub AR saya utk SSP, yg ketika saya tanya AR sayasiapa, mrk jg ga tau siapa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  <br />
		</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: Mohon dimaafkanlah kalau memang betul &#8220;dimarahin&#8221;. Kalau belum ada di sistem, saya tak bisa menjelaskan lebih lanjut Mbak. Berkenaan dengan AR, memang layak dan wajib Mbak punya CP-nya. Karena AR bisa membantu kesulitan Mbak. Minimal jadi tempat bertanya kalau ada permasalahan dan tempat meminta solusi. Tentang ketika mereka ditanya siapa ARnya dan dijawab tidak tahu. Maka saya bisa menghubungkannya dengan sebab: NAMA MBAK TIDAK ADA DALAM SISTEM. Karena jika tidak ada dalam sistem maka tidak akan ada pula nama AR yang menangani Wajib Pajak tersebut. Ini kemungkinannya.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong><br />Kalau sudah masuk dalam sistem, sebenarnya gampang banget diketahui nama ARnya, karena setiap mencetak tanda terima surat selalu ada nama AR dari wajib pajak tersebut. Nah ini mungkin yang perlu ditanyakan kepada atasan petugas pajak tersebut, yaitu minimal Kepala Seksi Pelayanan, sudah masukkah nama dalam sistem? Dan siapa nama AR? Sekali lagi mohon dimaafkan jika pelayanannya dianggap kurang memuaskan Mbak.<br />Begitu mbak.  Semoga bisa teratasilah masalah ini.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Trinity:<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">Petugas lain menyuruh saya tetap tiap bulan datang ke kantor pajak utk setor SSP atau dikirim via pos tiap bulannya &#8211;&gt; info ini berbeda dg info dr petugas kantor pajak pas urus SPT.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: Maafkan kalau begitu tentang adanya info yang berbeda itu. Tetapi yang tepat adalah apa yang dikatakan oleh petugas yang bilang bahwa datang setiap bulan ke KPP untuk lapor (bukan setor) pajak. Teknisnya bisa mbak Trinity atur sendiri. Bisa lapor melalui orang lain, datang sendiri, atau kantor pos. Maafkan kami kalau sampai ini cuma bisa itu yang bisa menyamankan Wajib Pajak.<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><br />Trinity:<br />
</span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">Petugas bank DKI yg bilang tutup jam 12 itupun bilang bhw utk bayar pajak, saya harus minta formulir ke loket, dan petugas loket jg ga tau saya harus pake formulir apa sampe dia tanya org di sebelahnya dan saya diberi formulir SSP lagi.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">Saya sudah keburu kesal krn mengantri lama (10 loket cuma dilayani 1 org) tapi petugas2nya tdk memberikan saya solusi shg saya ngamuk2 di twitter tadi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (<br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: kalau saya perhatikan, Mbak datangnya pas waktu mepet makan siang. Diusahakan memang jangan jam segitu Mbak. Pagi atau <em>siangan</em> saja sekalian. Kami buka jam setengah 8 pagi sampai jam 5 sore. Bank saja Mbak, waktu <em>peak season</em> juga ada yang cuma <em>naroh</em> dua petugas di depan. <em>Btw</em>, tetap kami meminta maaf jika ada yang kurang berkenan insya Allah akan jadi perhatian buat orang pajak, minimal saya. Hehehheheh&#8230;.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Trinity:<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Pertanyaan saya:<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">- Bgmn cara saya bayar pajak 2009? Saya cuma diberi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan dan surat peringatan, dan ini tdk diterima oleh bank DKI.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: <br />Gampang <em>beud</em>,  kalau SSPnya sudah diisi dengan benar bisa langsung Mbak setor ke Bank DKI. Tolong datangnya lebih <em>pagian dikit</em>. Jam 9 kali yah. Lalu setelah setor ada lembaran yang dikembalikan kepada Mbak Trinity, lembar ketiga itu yang dilapor ke KPP. Yang penting sekali lagi mengisi SSPnya benar. Mbak bisa konsultasi ke petugas pelayanan cara pengisiannya atau ke AR kalau sudah tahu. Atau ke saya juga bisa. Asal saya dikasih tahu informasi tentang NPWP, NAMA, Alamat, nomor ketetapannya, atau discan sajalah ketetapan pajaknya untuk diemail ke saya. lalu insya Allah akan saya bantu pengisian pengerjaannya. GRATIS.  Sekali lagi kalau Mbak mau ngisi sendiri JANGAN SAMPAI SALAH: nomor ketetapan, tahun pajak atau masa pajaknya dan kode jenis pajak dan setorannya.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Trinity:<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">- Bgmn cara agar saya tdk kena denda Rp 100rb/bln?<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: melaporkannya tepat waktu.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><br />Trinity:<br />Bgmn sebenarnya proses SSP itu spy saya ga repot bolak-balik tiap bulan?<strong><br />
			</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: sudah dijawab di atas Mbak. Sepengetahuan saya tidak ada solusi lain.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Trinity:<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Bulan Okt 2012 saya berencana traveling ke luar negeri selama setahun penuh, bgmn saya mengurus pajak tahunan saya?<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: Sisihkan waktu dua minggu atau satu bulan untuk bisa in charge itu SPT. Paling lambat SPT Tahunan PPh Orang Pribadi tahun pajak 2012 dilapor pada tanggal 31 Maret 2013. Yang penting pula kumpulkan dokumen-dokumen penunjang seperti bukti pemotongan dan dokumen akta keluarga.  Mau tidak mau ada yang harus diminta untuk <em>buatin</em> itu SPT. Orang yang biasa dimintakan bantuannya bisa Mbak minta lagi bantuannya.  Yang penting lagi adalah jika terjadi lebih bayar, maka konsentrasi untuk klarifikasi jika tidak akan terjadi lagi kurang bayar pajaknya. Ada solusi lain tetapi tak layak jika solusi itu saya kemukakan, karena saya adalah PETUGAS PAJAK. <br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Trinity:<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Sebenarnya permasalahannya sepele bagi Anda, tapi sungguh saya nggak ngerti! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Jadi mohon bantuan Anda utk membantu saya menerangkan.<br />
</span></p>
<p> <br />
 </p>
<p><span style="font-size:12pt;">Terima kasih banyak!<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"><strong>Riza: <br />Semua juga bermula dari ketidakmengertian. Mark dan Engels pun berpikir dari sebuah ketidakmengertian. Sampai akhirnya pun mereka juga tidak mengerti. ^_^</p>
<p>Sama-sama Mbak. semoga penjelasannya memuaskan.<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">***<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:12pt;">Riza Almanfaluthi<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">mantan Account Representative KPP PMA Empat<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">sekarang Penelaah Keberatan Direktorat Keberatan dan Banding<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">dedaunan di ranting cemara<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">tak semua harus ditanggapi<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">13.14 26 Desember 2011<br />
</span></p>
<p>Gambar saya ambil dari <a href="http://www.rizqifahma.com/wp-content/uploads/2011/06/Siapa-Sebenarnya-Trinity-The-Naked-Traveller.jpg">sini</a>.</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/masalah-perpajakan/'>Masalah Perpajakan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1527&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/26/menjawab-trinity-traveller/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122611_0629_menjawabtri1.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SUMPAH BEIB, JANGAN SAMPAI HILANG</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/24/sumpah-beib-jangan-sampai-hilang/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/24/sumpah-beib-jangan-sampai-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 16:47:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[al misfalah]]></category>
		<category><![CDATA[bakhutmah]]></category>
		<category><![CDATA[biaya perjalanan ibadah haji]]></category>
		<category><![CDATA[BPIH]]></category>
		<category><![CDATA[burju badri al muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Citayam]]></category>
		<category><![CDATA[dapih]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen administrasi perjalanan ibadah haji]]></category>
		<category><![CDATA[jeddah]]></category>
		<category><![CDATA[king abdul aziz]]></category>
		<category><![CDATA[kloter]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>
		<category><![CDATA[maktab]]></category>
		<category><![CDATA[malik abdul aziz]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nabawi]]></category>
		<category><![CDATA[masjidil haram]]></category>
		<category><![CDATA[muassasah]]></category>
		<category><![CDATA[ongkos naik haji]]></category>
		<category><![CDATA[onh]]></category>
		<category><![CDATA[rumah jama'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1519</guid>
		<description><![CDATA[SUMPAH BEIB, JANGAN SAMPAI HILANG &#8220;Wallet! Wallet..!!&#8221; teriak orang Malaysia itu sambil memandang sekeliling orang-orang thawaf yang ada di sekitarnya. Saya yang berada persis di belakangnya menyangka bahwa ia telah kehilangan dompetnya. Benar, ia kecopetan. Hah, di Masjidil Haram ada copet? Tak semua orang yang ada di sana berniat ibadah. Itu saja jawabnya kalau ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1519&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>SUMPAH BEIB, JANGAN SAMPAI HILANG<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Wallet! Wallet..!!&#8221; teriak orang Malaysia itu sambil memandang sekeliling orang-orang thawaf yang ada di sekitarnya. Saya yang berada persis di belakangnya menyangka bahwa ia telah kehilangan dompetnya. Benar, ia kecopetan. Hah, di Masjidil Haram ada copet? Tak semua orang yang ada di sana berniat ibadah. Itu saja jawabnya kalau ada pertanyaan mengapa.</p>
<p style="text-align:justify;">    Yang jadi pertanyaan juga mengapa ke Masjidil Haram bawa dompet? Dompet penting untuk bawa duit? Tidak penting sebenarnya karena kita tak perlu bawa uang banyak-banyak. Paling banter cuma 50 Real. Dan itu bisa diselipkan di mana saja. Di kantong kaos kangguru, saku celana, saku kemeja, atau tempat tersembunyi lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dompet penting juga untuk menyimpan tanda pengenal dan kartu-kartu penting lainnya? Enggak juga. Sebelum berangkat ke tanah suci saya sudah menyortir apa saja yang wajib ada di dalam dompet. Dan ternyata cuma KTP dan satu ATM saja. SIM tidak perlu di bawa ke sana. Setelah itu dompet saya tipisnya minta ampun.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena tidak perlu bawa uang banyak-banyak, juga dikarenakan KTP kita tidak berlaku di sana, pun karena rawan hilang, maka selama ini saya tidak pernah bawa dompet ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Cukup saya simpan dalam kopor besar dan baru saya tengok kembali setelah tiba di tanah air.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu tanda pengenal apa yang berlaku atau penting buat kita di sana? Kalau dihitung-hitung bisa ada sampai tujuh tanda pengenal yang menunjukkan identitas dan alamat kita selama di Makkah ataupun di Madinah.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang pertama dan terpenting sudah barang tentu adalah Paspor. Karena ini dokumen paling penting buat Jama&#8217;ah Haji Indonesia maka paspor ini akan disimpan oleh pengurus maktab di Makkah atau muassasah di Madinah. Kita sudah tidak pegang paspor lagi sewaktu kita naik ke bus yang akan mengantarkan kita ke pondokan atau hotel dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah atau Bandar Udara Madinah. So, selama kita di Makkah ataupun di Madinah kita tidak pegang paspor sama sekali. Menurut saya metode yang dilakukan oleh maktab ataupun muassasah ini sudah tepat untuk mengantisipasi hilangnya paspor oleh jamaah haji. Karena peluang hilang dokumen ini sangatlah besar.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122411_1642_sumpahbeibj1.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">*Paspor</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122411_1642_sumpahbeibj2.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">*Beberapa identitas yang harus dibawa pada saat di Makkah</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah paspor ada kartu tanda pengenal lain yang warnanya coklat dan ada foto kita. Ini kita dapatkan dengan menyobek lembar A Dokumen Administrasi Perjalanan Ibadah Haji yang ada di selipan buku paspor. Setelah disobek nanti oleh petugas embarkasi, kita diminta untuk menuliskan nama daerah tempat pondokan berada dan nomor maktab. Lihat sudut kiri atas lembar coklat pada foto di atas. Ada tulisan tangan saya. Setelah disobek, segera simpan kartu itu di kantong depan tas haji kecil kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122411_1642_sumpahbeibj3.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">*Buku Dokumen Administrasi Perjalanan Ibadah Haji (DAPIH)</p>
<p style="text-align:justify;">Identitas lainnya adalah gelang besi yang diberikan kepada jamaah haji pada saat di embarkasi sebelum keberangkatan menuju bandar udara. Gelang ini adalah gelang termahal di dunia. Harganya senilai biaya ONH (ongkos naik haji) kita. Di gelang itu sudah tercetak nama , tahun, nomor tempat duduk pesawat, nomor kloter, nomor paspor, tulisan haji Indonesia dalam bahasa Arab , bendera negara, dan lambang negara kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Gelang ini jangan sampai hilang karena sangat penting untuk menunjukkan berapa nomor kloter kita. Bagi kita yang usia muda mungkin gampang untuk mengingat nomor kloter tetapi betapa banyak jama&#8217;ah haji Indonesia usia lanjut yang tidak mengerti baca tulis, tak bisa berbahasa Indonesia, dan mungkin penglihatannya kurang tajam. Bagaimana kalau mereka tersasar? Maka itulah gunanya gelang, oleh karenanya gelang itu harus dipakai ke mana-mana. Saya benar-benar mencopotnya ketika sampai di rumah di Citayam.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ketiga adalah gelang karet yang diberikan oleh pengurus Maktab. Gelang ini diberikan pada saat pertama kali sampai di kota Mekkah. Jadi sebelum kita turun ke pondokan atau hotel, bus dari Madinah atau dari Jeddah kudu mampir dulu ke kantor Maktab.</p>
<p style="text-align:justify;">Warna gelang kami satu kloter adalah biru muda bertuliskan huruf Arab dan ada angka latinnya juga. Apakah semua gelang orang Indonesia berwarna yang sama? Saya tak tahu. Tak soal warnanya yang terpenting gelang ini penting banget untuk menunjukkan nomor maktab kita. Jadi jangan dilepas juga ini gelang. Sayangnya tulisan yang ada di gelang karet itu mudah luntur.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain gelang karet, oleh pengurus Maktab diberikan juga kartu tanda pengenal yang dilaminasi dan dikasih peniti. Peniti ini gunanya agar kartu tanda pengenal itu bisa disematkan di baju atau di mana <em>gitu</em>. Tapi saya sarankan, benar-benar saya sarankan, kalau pakai peniti kartu tanda pengenal itu juga rawan hilang, oleh karenanya simpan saja di kantong bagian luar dari tas haji kecil yang selalu dibawa ke mana-mana itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122411_1642_sumpahbeibj4.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">*Bagian belakang kartu tanda pengenal.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sumpah Beib, Demi Allah, jangan sampai hilang ini kartu. Jangan sampai ketinggalan di pondokan atau hotel kalau mau pergi ke Masjidil Haram. Karena kartu ini menunjukkan daerah tempat maktab atau pondokan atau hotel kita berada. Di kartu saya ada tulisan Arab yang bertuliskan Almisfalah Bakhutmah, serta nomor maktab, dan nomor rumah jama&#8217;ah. Setiap pondokan atau hotel buat jamaah haji Indonesia selalu disebut sebagai Rumah Jama&#8217;ah. Dan setiap rumah jama&#8217;ah ada nomor-nomornya. Nomor rumah jama&#8217;ah itu selalu terpampang jelas di <em>neon box</em> yang ada di depan pondokan atau hotel.</p>
<p style="text-align:justify;">Bakhutmah adalah nama daerah tempat rumah jama&#8217;ah saya berada. Sekitar dua kiloan dari Masjidil Haram. Rumah Jama&#8217;ah saya bernomor 1128. Empat digit nomor ini punya arti. Dua digit pertama adalan nomor sektor dan dua digit terakhir adalah nomor urut rumah jama&#8217;ah yang berada di sektor tersebut. Kalau ada nomor rumah jama&#8217;ah 917, berarti sektor 9 nomor 17. Tapi tak penting tahu detil seperti ini yang penting adalah ingat betul nomor rumah jama&#8217;ahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seringkali saya mengantar orang yang tersasar dan yang paling sulit ditemukan pondokan mereka adalah mereka yang enggak bawa kartu identitas itu dan sama sekali tak ingat atau tak tahu nomor rumah jama&#8217;ahnya. So, kartu itu memudahkan banget buat orang yang mau <em>bantuin</em> kita atau pada saat kita mau <em>bantuin</em> orang lain yang sedang tersasar. Ingat jangan sampai hilang. Atau jika memang tak butuh kartu itu tajamkan ingatan Anda, ingatan adik, ingatan kakak, ingatan orang tua, ingatan kakek-nenek, dan ingatan seluruh kerabat Anda yang sedang pergi haji dan berada di Mekkah setajam memori prosesor tercanggih saat ini agar tak lupa.</p>
<p style="text-align:justify;">Ohya jangan juga untuk dilupakan adalah di lantai berapa kamar kita berada dan nomor kamar kita. Sayangnya ini tak dapat kita ketahui di kartu tanda pengenal yang diberikan maktab. Ingatlah-ingatlah atau kalau kita punya ingatan pendek, segera tulis di selembar kertas dan taruh di kantung depan tas kecil. Karena betapa banyak dari jama&#8217;ah haji, terutama yang berusia lanjut yang lupa lantai dan di nomor kamar berapa dia tinggal. Perlu diketahui <em>yah</em>, kalau dalam satu hotel itu tidak semua penghuninya mereka yang berada dalam satu kloter yang sama. Ada beberapa juga kloter lain di sana. Makanya kalau tidak ingat-ingat betul, bisa tersesat di hotel sendiri. Betul begitu <a href="http://lewatmanasqu.blogspot.com">omsqu</a>?</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-25-10-02-43.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1524" title="2011-11-25 10.02.43" src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-25-10-02-43.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">*<em>Ini adalah pondokan kami. Saat-saat keberangkatan menuju Madinah tanggal 25 November 2011. Di sebelah pintu gerbang pondokan ada yang jual eskrim, sayang saya dari awal sampai akhir tak pernah bisa mencicipi es krim itu. Tak berani. Batuk&#8230;uhuk&#8230;uhuk&#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Nah itu baru di Mekkah, ketika kita baru sampai di Madinah, kita akan diberi dua tanda pengenal lagi. Satu diberikan oleh pihak Muassasah dan satunya lagi diberikan oleh pihak hotel.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-12-12-20-53-28.jpg"><img class="size-medium wp-image-1522 aligncenter" title="2011-12-12 20.53.28" src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-12-12-20-53-28-e1324748838122.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<ul style="margin-left:90pt;">
<li>
<div style="text-align:justify;">Kartu Identitas</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Terus terang saja kartu yang diberikan pihak muassasah ini pada saya kurang fungsinya. Saya tak tahu kegunaannya apa. Di balik kartu itu juga yang ada cuma informasi tentang muassasah saja. Pakai bahasa Arab lagi.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122411_1642_sumpahbeibj7.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">*Kartu yang diberikan pihak muassasah di Madinah.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut saya yang mesti kita harus punya dan penting dimiliki adalah kartu identitas yang diberikan pihak hotel berupa kartu nama hotel. Pada waktu kami datang pertama kali ke hotel kami, Burju Badri Al Muhammadiyah, pihak hotel menyediakan kartu nama ini dan membagikannya kepada jamaah haji. Nah masalahnya tidak semua hotel begini. So, berinisiatiflah untuk meminta kartu nama hotel kepada pihak hotel.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika tidak ada, maka catatlah nama hotel itu dan ingat-ingat betul. Karena lagi-lagi banyak dari jamaah haji Indonesia yang tersasar di Madinah itu adalah mereka yang tidak bawa kartu nama hotel bahkan sama sekali tidak tahu nama hotelnya. Saking semangat ibadah mengejar arba&#8217;in, maka pertama kali masuk Masjid Nabawi dengan penuh rasa percaya diri jadi tidak lihat-lihat jalan. Baru sadar kalau sudah keluar pintu. Tadi arahnya kemana <em>yah</em>? Nah loh.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya apakah menjamin dengan membawa enam atau tujuh tanda pengenal ini kita tidak tersasar? Hanya Allah yang tahu dan berkehendak. Yang penting kita sudah berikhtiar. Jangan lupa untuk tidak bawa dompet.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;">23.33 24 Desember 2011-12-24</p>
<p style="text-align:justify;">Tags: burju badri al muhammadiyah, makkah, madinah, masjidil haram, masjid nabawi, al misfalah, bakhutmah, rumah jama&#8217;ah, kloter, dapih, dokumen administrasi perjalanan ibadah haji, maktab, muassasah, king abdul aziz, king &#8216;abdul &#8216;aziz, malik abdul aziz, malik &#8216;abdul &#8216;aziz, onh, ongkos naik haji, biaya perjalanan ibadah haji, bpih, citayam, jeddah</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/foto/'>Foto</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/al-misfalah/'>al misfalah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bakhutmah/'>bakhutmah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/biaya-perjalanan-ibadah-haji/'>biaya perjalanan ibadah haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bpih/'>BPIH</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/burju-badri-al-muhammadiyah/'>burju badri al muhammadiyah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/citayam/'>Citayam</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/dapih/'>dapih</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/dokumen-administrasi-perjalanan-ibadah-haji/'>dokumen administrasi perjalanan ibadah haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/jeddah/'>jeddah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/king-abdul-aziz/'>king abdul aziz</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kloter/'>kloter</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/madinah/'>madinah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/makkah/'>makkah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/maktab/'>maktab</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/malik-abdul-aziz/'>malik abdul aziz</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjid-nabawi/'>masjid nabawi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjidil-haram/'>masjidil haram</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/muassasah/'>muassasah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/ongkos-naik-haji/'>ongkos naik haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/onh/'>onh</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/rumah-jamaah/'>rumah jama'ah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1519/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1519/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1519/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1519&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/24/sumpah-beib-jangan-sampai-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122411_1642_sumpahbeibj1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122411_1642_sumpahbeibj2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122411_1642_sumpahbeibj3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122411_1642_sumpahbeibj4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-25-10-02-43.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">2011-11-25 10.02.43</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-12-12-20-53-28-e1324748838122.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">2011-12-12 20.53.28</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122411_1642_sumpahbeibj7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>bias</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/23/bias/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/23/bias/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 14:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1512</guid>
		<description><![CDATA[Bias * hujan mengetuk jendela aku terjaga &#8220;buka cepat! aku kedinginan&#8230;&#8221; rintihmu derit reot mencoba membuat garis lurus di tengah &#8220;namamu siapa?&#8221; &#8220;derai!&#8221;   hujan meramaikan sudut menjadi onggokan hidup aku terjun pada kebekuan apa yang kau inginkan derai? jawabmu bagiku adalah :sepucuk tanya untuk kau kirimkan pada drupadi &#8220;jika api menjadi debu, kapan kau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1512&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bias<br />
</strong></p>
<p><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122311_1430_bias1.png?w=720" alt="" /><strong><br />
		</strong></p>
<p>*
</p>
<p>hujan mengetuk jendela
</p>
<p>aku terjaga
</p>
<p>&#8220;buka cepat! aku kedinginan&#8230;&#8221; rintihmu
</p>
<p>derit reot mencoba membuat garis lurus di tengah
</p>
<p>&#8220;namamu siapa?&#8221;
</p>
<p>&#8220;derai!&#8221;
</p>
<p>
 </p>
<p>hujan meramaikan sudut menjadi onggokan hidup
</p>
<p>aku terjun pada kebekuan
</p>
<p>apa yang kau inginkan derai?
</p>
<p>jawabmu bagiku adalah
</p>
<p>:sepucuk tanya untuk kau kirimkan pada drupadi
</p>
<p>&#8220;jika api menjadi debu, kapan kau akan injakkan kaki di bara hati?&#8221;
</p>
<p>ah, pasopati di balik punggung membara.
</p>
<p>derai menjadi partikel
</p>
<p>fana tapi ada
</p>
<p>
 </p>
<p>tapi di sebelah kamar
</p>
<p>hujan mengetuk jendela
</p>
<p>&#8220;buka cepat! aku kedinginan&#8230;&#8221; rintihmu
</p>
<p>terlelap dalam hutan mimpi jadi kunci untuk lari
</p>
<p>aku bias
</p>
<p>menjadi bunga di atas meja
</p>
<p>tanpa nama
</p>
<p>
 </p>
<p>***
</p>
<p>riza almanfaluthi
</p>
<p>dedaunan di ranting cemara
</p>
<p>di atas krl tanah abang bogor, aku teringat drupadi
</p>
<p>17:54 23 desember 2011
</p>
<p>
 </p>
<p>Gambar di ambil dari <a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQubCN7EshDLdqCuK9TAZfaK10z7kt_Iv2ussVtpkXBBktyvttiYFs-h3o0">sini</a>
	</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/poem/'>Poem</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1512/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1512&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/23/bias/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122311_1430_bias1.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>JANGAN CERITA YANG SERAM-SERAM</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/20/jangan-cerita-yang-seram-seram/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/20/jangan-cerita-yang-seram-seram/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 16:36:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1507</guid>
		<description><![CDATA[JANGAN CERITA YANG SERAM-SERAM          &#8221;Ayo, mumpung masih muda segera saja ke sana. Nikmat banget. Beneran!&#8221; seru saya pada teman baik saya agar tidak menunda-nunda lagi pergi haji. Minimal sudah mulai mendaftar atau menabung. Jawabannya setengah mengagetkan. &#8220;Enggak ah, takut. Masih banyak dosanya,&#8221; timpalnya berulang kali.     Kalau memikirkan dosa kapan bisa perginya sedangkan manusia tempatnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1507&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>JANGAN CERITA YANG SERAM-SERAM<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>    <em><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">    &#8221;Ayo, mumpung masih muda segera saja ke sana. Nikmat banget. Beneran!&#8221; seru saya pada teman baik saya agar tidak menunda-nunda lagi pergi haji. Minimal sudah mulai mendaftar atau menabung. Jawabannya setengah mengagetkan. &#8220;Enggak ah, takut. Masih banyak dosanya,&#8221; timpalnya berulang kali.</p>
<p style="text-align:justify;">    Kalau memikirkan dosa kapan bisa perginya sedangkan manusia tempatnya lupa dan lalai. Tetapi kekhawatiran itu wajar juga. Seminggu sebelum berangkat saja saya masih berpikir saya ini layak enggak sebenarnya untuk pergi ke sana. Banyak dosanya begini. Saya sampai berdiskusi via Gtalk dengan teman yang saat itu sudah berada di Makkah tentang kekhawatiran ini. Khawatir tentang apa sih? Takut dibalas sama Allah di sana atas segala kelakuan buruk selama di tanah air. Jawabnya gampang saja: &#8220;daripada dibalas di akhirat.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">    Ketakutan teman itu juga dan kebanyakan calon jamaah haji yang lain karena seringkali mendengar cerita-cerita menyeramkan tentang keadaan di sana, seperti kisah tak bisa melihat Kakbah, tersesat berhari-hari, diperkosa sama orang Arab, sakit dari awal sampai akhir, hilang uang dan barang, dan semua kesulitan yang terjadi di sana. Semuanya selalu dianggap sebagai pembalasan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Yang tampak adalah Allah sebagai Tuhan yang Maha Pembalas. Mana kasih sayangnya Allah?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya ada perspektif yang perlu dipahami. Pertama, Allah adalah pemilik rumah itu. Sebagai Tuan Rumah yang baik sudah barang tentu Allah tidak akan pernah menyengsarakan dan menelantarkan tamunya. Maka yakinlah dengan ini terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, berusahalah untuk selalu menjadi tamu yang baik pula. Adab-adab bertamu hendaklah diindahkan. Merendahkan diri, bersikap sopan, dan tidak sombong. Bukankah yang berhak sombong itu hanya Allah? Bukankah kesombongan adalah selendangnya Allah? Maka wajar saja ketika setitik kesombongan itu ada di hati yang tidak berhak, maka yang berhak sombong akan menuntutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka seringkali kita mendengar cerita-cerita kurang enak itu. Misalnya ada orang yang bilang, &#8220;ah segini sih mudah?&#8221; Sedikit keangkuhan yang terucap di Tanah Haram baik di lisan atau di dalam hati itu pada akhirnya berbuah kesulitan. Lalu kenapa langsung dibalas? Sebagaimana layaknya do&#8217;a yang langsung dikabulkan, begitupula dengan kesalahan yang tercipta maka akan langsung ditegur. Semata-mata karena di sana itu Allah sangat dekat.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ketiga bukankah mereka yang mau bertekad bulat untuk pergi haji senantiasa dianjurkan untuk bertaubat terlebih dahulu, menyesali dosa yang lampau, dan berusaha kuat untuk tidak mengulanginya. Walaupun sejatinya bertaubat pun tidak perlu menunggu sampai mau pergi haji saja. Kalau sudah demikian mengapa khawatir kalau Allah akan menghukum kita di sana? Jika memang kita mendapatkan kesulitan di sana maka muhasabah saja dulu jangan-jangan taubat kita memang taubat yang hanya di mulut saja. Taubat yang perlu ditaubati.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya adalah jika memang kesulitan itu benar-benar terjadi menimpa pada diri kita, semoga jangan, anggap saja ini adalah teguran dan semata-mata kasih sayang Allah yang ingin menaikkan derajat keimanan kita. Betul kata teman saya, lebih baik dibalas di dunia atas kesalahan yang kita lakukan daripada dibalas akhirat, karena pembalasan di sana lebih keras adanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikutnya adalah bercerita yang nikmat-nikmat dan enak-enak saja sepulang dari haji. Ini yang kelima. Ada hal yang menarik di sini. Ada teman saya, salah seorang jamaah Masjid Al-Ikhwan, yang pergi haji di tahun 2007. Sampai sekarang ia sama sekali tidak pernah menceritakan kisah perjalanan hajinya yang enggak enak-enggak enak. Semuanya adalah cerita yang menyenangkan. Sehingga membangkitkan semangat yang mendengar ceritanya untuk bisa segera pergi ke Tanah Suci.</p>
<p style="text-align:justify;">Selayaknya memang demikian, kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan yang pernah kita alami pada saat haji hendaknya tak perlu diceritakan serta merta. Cukup menjadi pembelajaran bagi kita saja, menjadi pengingat kala bermuhasabah, dan jadi nasehat bagi yang benar-benar membutuhkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dikhawatirkan kalau diceritakan, kita seperti menjadi hamba yang tidak bersyukur, yang bisanya mengeluh tentang kelelahan-kelelahan di sana, yang punya dada sempit dan tidak lapang terhadap segala kenikmatan yang sebenarnya telah ditunjukkan Allah di sana. Ini sudah jelas akan membuat orang enggan untuk pergi haji.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka berceritalah tentang keberkahan yang kita dapatkan di sana. Perasaan dekatnya kita dengan Allah, keagungan bangunan hitam itu, kekhusyu&#8217;an thawaf kita, kemegahan Masjidil Haram, keanggunan Masjid Nabawi, syahdunya Arafah, kesejukan pagi Muzdalifah, semangat membara melempar di jamarat untuk menanggalkan segala bentuk jejak-jejak iblis pada diri kita serta kedamaian kita saat berziarah mengunjungi Nabi Saw. Pokoknya jadilah jama&#8217;ah haji yang gembira atas nikmat yang diberikan Allah karena telah dimudahkan untuk datang mengunjungi rumahNya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122011_1636_jangancerit1.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>*Tampak jamaah haji asal Pakistan tertidur di atas kursi yang biasa dipakai oleh syaikh untuk mengajar di majelis taklim Masjidil Haram. Nikmaaat&#8230;(Dhuha, 24 November 2011)<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau sudah tahu perspektif ini, maka sudah seharusnya pula kita tak bertanya kepada yang baru datang dari berhaji dengan pertayaan seperti ini: &#8220;ada yang aneh-aneh enggak di sana?&#8221; Pun, jika kita di tanya seperti itu tak perlu terpancing dengan bercerita yang serba menyusahkan. <em>Take it easy</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana jika ketakutan pergi haji waktu muda itu karena nanti setelahnya tak bisa <em>ngapa-ngapain </em>lagi? Itu bahasan lain. Semoga kita tidak demikian. Insya Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">***<em><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;"><em>ada gak ada saya, kudu nulis<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">23.12 20 Desember 2011</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/foto/'>Foto</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1507/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1507&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/20/jangan-cerita-yang-seram-seram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/122011_1636_jangancerit1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ELEGI 3: MALAM INI MALAM TERAKHIR BAGI KITA</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/19/elegi-3-malam-ini-malam-terakhir-bagi-kita/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/19/elegi-3-malam-ini-malam-terakhir-bagi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 13:06:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Bakar Ashshidiq]]></category>
		<category><![CDATA[arafah]]></category>
		<category><![CDATA[askar]]></category>
		<category><![CDATA[bin dawood super soter]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nabawi]]></category>
		<category><![CDATA[masjidil haram]]></category>
		<category><![CDATA[menara abraj al bait]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[raudhah]]></category>
		<category><![CDATA[umar bin khaththab]]></category>
		<category><![CDATA[wukuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1485</guid>
		<description><![CDATA[ELEGI 3: MALAM INI MALAM TERAKHIR BAGI KITA   Sosok paling terhormat, paling mulia, paling dicinta oleh seluruh umat islam sejak dahulu kala sampai saat ini terbujur kaku dan abadi di bawah bangunan berpagar hijau ini. Dialah Kanjeng Nabi Muhammad saw. Tak jauh darinya terdapat makam beserta dua sahabat terdekatnya, Abu Bakar Ashshidiq, dan Umar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1485&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>ELEGI 3: MALAM INI MALAM TERAKHIR BAGI KITA<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">Sosok paling terhormat, paling mulia, paling dicinta oleh seluruh umat islam sejak dahulu kala sampai saat ini terbujur kaku dan abadi di bawah bangunan berpagar hijau ini. Dialah Kanjeng Nabi Muhammad saw. Tak jauh darinya terdapat makam beserta dua sahabat terdekatnya, Abu Bakar Ashshidiq, dan Umar bin Khaththab. Di sebelahnya lagi konon terdapat lubang kosong yang sudah disiapkan untuk makam Nabi &#8216;Isa. Ke sanalah saya pergi mengunjungi mereka untuk terakhir kalinya.
</p>
<p style="text-align:justify;">    Ahad dini hari (4/12), pukul 01.00 waktu Madinah, saya keluar dari hotel  menuju Masjid Nabawi yang dinginnya benar-benar menusuk tulang. Kebetulan pada saat itu Madinah sudah mulai memasuki musim dingin. Jam 7 pagi kami harus sudah ada di dalam bus yang akan membawa kami menuju Bandar Udara Madinah, jadi malam ini adalah malam terakhir kami di Madinah. Oleh karena itu saya berusaha untuk berpamitan dan berziarah sebagai bentuk perpisahan.
</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121911_1305_elegi3malam1.jpg?w=720" alt="" />
	</p>
<p style="text-align:justify;">*Suasana lengang dini hari di pelataran Masjid Nabawi.
</p>
<p style="text-align:justify;">    Pintu masjid Nabawi sebagian besar masih tertutup. Hanya Babussalam Gate dan pintu-pintu disampingnya yang terbuka. Saya melangkahkan kaki memasuki masjid. Walau sudah jam segitu, masih saja raudhah ramai dengan orang. Pelan-pelan melewati orang mencari tempat kosong di sana yang beralaskan karpet hijau itu. Shalat untuk beberapa raka&#8217;at dan  berdo&#8217;a. Lagi-lagi saya memastikan diri untuk tak ada satu pun harap yang terlewatkan.
</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">    Saya membayangkan wajah-wajah dari teman-teman di tanah air. Wajah Bapak A, Ibu B, Mbak C, Mang D, Teteh E, Mas F, Bibi G, Lik H, Aa I,  dan saya bayangkan wajah-wajah orang-orang yang telah mendoakan kami kala kami hendak berangkat ke tanah suci. Saya meminta pada Allah, <em>&#8220;Ya Allah begitu banyak do&#8217;a-do&#8217;a yang dititipkan kepada kami oleh sanak saudara dan teman-teman kami, kabulkanlah semuanya yang mereka titipkan itu ya Allah. Dan begitu banyak yang telah mendoakan kami untuk menjadi haji yang mabrur, maka pada malam terakhir di raudhah ini, kami meminta padamu ya Allah, jadikan pula mereka haji yang mabrur dan berilah kesempatan untuk datang mengunjungi makam kekasihMu.&#8221;<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">    Sudah jam setengah tiga pagi. Saya memutuskan untuk meninggalkan raudhah dan tentunya berjalan ke depan untuk bisa melewati makam Nabi saw. Sebelumnya saya salami salah satu askar yang berdiri di pintu Raudhah. Saya ucapkan salam dan terima kasih kepadanya. Karena merasa bahwa askar-askar ini lebih ramah daripada teman mereka yang berada di Masjidil Haram. Mereka lebih mengutamakan pelayanan kepada jama&#8217;ah, dan tak sekadar pengawasan serta penghukuman.
</p>
<p style="text-align:justify;">    Ketika melewati makam Nabi itu, tak terasa lagi kalau air mata ini jatuh. Emosional lagi. Saya pun mengucapkan banyak shalawat dan salam kepadanya. &#8220;Assalaamu&#8217;alaika ya Rasulullah, warahmatullah, wabarakaatuh.&#8221; Begitu pula  kepada dua orang sahabatnya, salam pun teruluk untuk mereka.  Untuk Abu Bakar, sahabat mulia yang begitu perasa, yang ketika mengimami shalat seringkali tidak terdengar suara karena tangisannya. Untuk Umar bin Khaththab, seorang yang keras kepala sebelum Islam datang menghampirinya lalu menjadi seorang lembut, tegas, dan zuhud ketika hidayah itu datang.
</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121911_1305_elegi3malam2.jpg?w=720" alt="" />
	</p>
<ul>
<li>
<div style="text-align:justify;">Salah satu sudut makam Nabi saw.
</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Sebelum benar-benar keluar dari Baqee Gate (tempat keluar dari makam Nabi saw), saya berdoa lagi untuk ketiga orang mulia itu. <em>Ya Allah kumpulkanlah kami bersama Kanjeng Nabi Muhammad saw dan para sahabat di Firdaus A&#8217;laa. Dan berilah kesempatan kepada kami untuk bisa datang kembali.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121911_1305_elegi3malam3.jpg?w=720" alt="" />
	</p>
<p style="text-align:justify;">*Baqee Gate yang terekam pada tanggal 26 November 2011.
</p>
<p style="text-align:justify;">Shubuh masih lama dan saya memutuskan untuk pulang ke hotel kembali. Kembali saya dipeluk dingin. Tapi ini untuk yang terakhir kalinya. Dan saya tak menengok lagi ke belakang.
</p>
<p style="text-align:justify;"> Dari ketiga cerita itu, saya pun akhirnya berkesimpulan bahwa pada dasarnya saya tak sudi untuk sebuah kata yang disebut perpisahan. Apalagi dengan orang dan sesuatu yang kita cintai. Tapi perpisahan memang sebuah kemestian jika ada pertemuan di awalnya. Maka apa mesti bahwa pertemuan itu yang harusnya disesali daripada perpisahan itu sendiri. Tidaklah. Itu cuma ada di negeri dangdut. Di sini pertemuan pun adalah sebuah kemestian. Apalagi perpisahannya. Yang terpenting adalah jangan sampai kita dipisahkan dari rahmat Allah sampai hari nanti itu. Semoga.
</p>
<p style="text-align:justify;">***
</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai
</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi
</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara
</p>
<p style="text-align:justify;">tak ada lagi elegi setelah ini?
</p>
<p style="text-align:justify;">10:02 19 Desember 2011
</p>
<p style="text-align:justify;">        
</p>
<p style="text-align:justify;">Tags: menara abraj al bait, bin dawood super soter, makkah, arafah, wukuf, masjid nabawi, masjidil haram, madinah, muhammad, Abu Bakar Ashshidiq, Umar bin Khaththab, raudhah, askar,
</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p>
 </p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/foto/'>Foto</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/abu-bakar-ashshidiq/'>Abu Bakar Ashshidiq</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/arafah/'>arafah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/askar/'>askar</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bin-dawood-super-soter/'>bin dawood super soter</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/madinah/'>madinah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/makkah/'>makkah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjid-nabawi/'>masjid nabawi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjidil-haram/'>masjidil haram</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/menara-abraj-al-bait/'>menara abraj al bait</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/muhammad/'>muhammad</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/raudhah/'>raudhah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/umar-bin-khaththab/'>umar bin khaththab</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/wukuf/'>wukuf</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1485/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1485&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/19/elegi-3-malam-ini-malam-terakhir-bagi-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121911_1305_elegi3malam1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121911_1305_elegi3malam2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121911_1305_elegi3malam3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>ELEGI 2: I’LL BE RIGHT BACK</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/19/elegi-2-ill-be-right-back/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/19/elegi-2-ill-be-right-back/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 08:16:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Bakar Ashshidiq]]></category>
		<category><![CDATA[arafah]]></category>
		<category><![CDATA[askar]]></category>
		<category><![CDATA[bin dawood super soter]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nabawi]]></category>
		<category><![CDATA[masjidil haram]]></category>
		<category><![CDATA[menara abraj al bait]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[raudhah]]></category>
		<category><![CDATA[umar bin khaththab]]></category>
		<category><![CDATA[wukuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1474</guid>
		<description><![CDATA[ELEGI 2: I’LL BE RIGHT BACK   Tiga hari menjelang keberangkatan ke Madinah, sekitar 11 hari setelah ritual haji, suasana kota Makkah sudah mulai sepi. Banyak jama’ah haji Indonesia atau dari negara lain yang sudah pulang ke tanah air atau mulai meninggalkan kota Makkah menuju Madinah. Hotel atau pondokan sudah mulai ada yang di gembok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1474&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>ELEGI 2: I’LL BE RIGHT BACK</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Tiga hari menjelang keberangkatan ke Madinah, sekitar 11 hari setelah ritual haji, suasana kota Makkah sudah mulai sepi. Banyak jama’ah haji Indonesia atau dari negara lain yang sudah pulang ke tanah air atau mulai meninggalkan kota Makkah menuju Madinah.</p>
<p>Hotel atau pondokan sudah mulai ada yang di gembok dengan rantai karena sudah kosong. Toko-toko sepi dan siap-siap tutup untuk buka kembali di tahun depan, karena konsumen utama mereka—jama’ah haji Indonesia—telah menyusut. Setiap hari ada saja rombongan bis  yang sudah nongkrong di depan hotel untuk mengangkut jama’ah haji yang mau pulang.</p>
<p>Masjidil haram pun demikian, sudah sedikit mulai kosong dan tidak seperti sebelum ritual wajib haji yang begitu padat dan berjubel. Kami masih mendapatkan dengan mudah posisi strategis dengan melihat Kakbah langsung pada saat shalat. Pun posisi shaf perempuan di lantai 1 sudah mulai maju tanpa khawatir diusir oleh para askar. Lantai paling atas, lantai 4 yaitu lantai untuk tempat sa’i telah ditutup. Tak ada lagi jama’ah yang berdiri di pagarnya untuk melihat kerumunan orang thawaf.</p>
<p>Suasana itu membuat saya nelangsa. Dan berpuncak pada saat pelaksanaan thawaf wada ba’da Shubuh di pagi jum’at (25/11). Karena setelah thawaf ini kami harus langsung pulang dan tak boleh kembali lagi shalat di masjidil haram. Saya putari Kakbah itu  tujuh kali. Berdo’a lagi banyak-banyak. Menatap lekat-lekat bangunan yang dirindu oleh jutaan manusia di dunia. Tak henti-hentinya air mata jatuh.</p>
<p>Setelah tujuh itu terlampaui, kami pun menuju barisan yang searah multazam untuk berdo’a lagi. Lalu shalat sunnah dua raka’at. Berdo’a kembali. Banyak. Lama. Kembali meyakinkan diri tidak ada yang terlewat. Dan berulang-ulang saya berharap untuk bisa diberikan kesempatan untuk kembali ke sini.</p>
<p>Emosional sekali  kala itu ketika saya mengulang-ulang sebuah harap ini. <em>“Ya Allah jadikan hati kami adalah hati yang senantiasa merindukan-Mu dan rumah-Mu.  Ya Allah jikalau Engkau rela padaku maka tambahkanlah keridhaan itu padaku. Jika tidak ya Allah, maka berilah aku anugerah sekarang ini, saat ini juga, sebelum aku jauh dari rumah-Mu. Ya Allah janganlah Engkau  jadikan waktuku ini masa terakhir bagiku dengan rumah-Mu. Sekiranya engkau jadikan masa ini adalah masa terakhir, maka gantilah masa itu dengan surga untukku dengan rahmatMu.”</em></p>
<p>Setelah minum air zam-zam, kami  langsung pulang dengan hati yang masih berdebar-debar. Tidak ada jalan mundur. Saya menguatkan hati betul untuk tidak ada lagi air mata yang jatuh lagi setelah sesi do’a itu. Lamat-lamat bangunan hitam itu hilang dari pandangan mata tertutup tiang-tiang megah Masjidil Haram.</p>
<p>Di pelataran Masjidil Haram pun, kami segera memakai sandal dan bergegas. Tidak dengan jalan mundur pula dan bertekad untuk tidak menengok-nengok ke belakang lagi.  Tak ada foto-fotoan juga. Tapi saya luruh kembali. Di antara tinggi bangunan Menara Abraj Al Bait dan Bin Dawood Super Store, saya berhenti sejenak dan menengok ke belakang untuk menatap dinding marmer putih Masjidil Haram yang tertimpa matahari dhuha. Selamat tinggal Masjid Mulia dan I’ll be right back, insya Allah.</p>
<p><a href="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-24-17-00-33.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1476" title="2011-11-24 17.00.33" src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-24-17-00-33.jpg?w=720&#038;h=960" alt="" width="720" height="960" /></a></p>
<p>*Abraj Al Bait Tower.</p>
<p>***</p>
<p>Bersambung ke Elegi 3.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Riza Almanfaluthi</p>
<p>dedaunan di ranting cemara</p>
<p>tak ada yang dicari</p>
<p>10:02 19 Desember 2011</p>
<p>Tags: menara abraj al bait, bin dawood super soter, makkah, arafah, wukuf, masjid nabawi, masjidil haram, madinah, muhammad, Abu Bakar Ashshidiq, Umar bin Khaththab, raudhah, askar</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/foto/'>Foto</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/abu-bakar-ashshidiq/'>Abu Bakar Ashshidiq</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/arafah/'>arafah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/askar/'>askar</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bin-dawood-super-soter/'>bin dawood super soter</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/madinah/'>madinah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/makkah/'>makkah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjid-nabawi/'>masjid nabawi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjidil-haram/'>masjidil haram</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/menara-abraj-al-bait/'>menara abraj al bait</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/muhammad/'>muhammad</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/raudhah/'>raudhah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/umar-bin-khaththab/'>umar bin khaththab</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/wukuf/'>wukuf</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1474/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1474&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/19/elegi-2-ill-be-right-back/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-24-17-00-33.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2011-11-24 17.00.33</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ELEGI  1: PADA PANDANGAN PERTAMA</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/19/1461/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/19/1461/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 07:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[abraj al bait tower]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Bakar Ashshidiq]]></category>
		<category><![CDATA[arafah]]></category>
		<category><![CDATA[askar]]></category>
		<category><![CDATA[bin dawood super soter]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nabawi]]></category>
		<category><![CDATA[masjidil haram]]></category>
		<category><![CDATA[menara abraj al bait]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[raudhah]]></category>
		<category><![CDATA[umar bin khaththab]]></category>
		<category><![CDATA[wukuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1461</guid>
		<description><![CDATA[ELEGI  1: PADA PANDANGAN PERTAMA Pertanyaan dari seorang sahabat ketika bertamu itu membuat saya berpikir keras, “apa yang paling berkesan selama di tanah suci yang bisa dijadikan pelajaran buat kami?” Pertanyaan ini terus terang menyentak dan membuat saya terdiam. Menjawabnya pun jadi lama, karena saya harus berpikir dulu. Ada beberapa kemungkinan, ini dikarenakan memang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1461&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>ELEGI  1: PADA PANDANGAN PERTAMA</strong></p>
<p>Pertanyaan dari seorang sahabat ketika bertamu itu membuat saya berpikir keras, “apa yang paling berkesan selama di tanah suci yang bisa dijadikan pelajaran buat kami?” Pertanyaan ini terus terang menyentak dan membuat saya terdiam. Menjawabnya pun jadi lama, karena saya harus berpikir dulu. Ada beberapa kemungkinan, ini dikarenakan memang tidak ada yang luar biasa di sana atau semuanya luar biasa sehingga sulit menemukan yang paling luar biasa.</p>
<p>Pertanyaan ini pun sejenis dengan pertanyaan seperti ini, “apa yang paling membuat kamu emosional di sana?” Seringkali saya mendengar banyak cerita dari orang, keluarga, dan teman saat pertama kali melihat Kakbah. Tidak ada yang tidak menangis. Tidak ada yang tidak emosional. Tidak ada yang tidak terharu.</p>
<p>Tapi sungguh saya tidak emosional melihat bangunan hitam itu pertama kali dengan nyata di depan mata. Tak ada air mata yang jatuh. Dan saya tidak bisa berpura-pura untuk menangis sesenggukan karena jama’ah yang lain dalam satu rombongan sudah pada menangis.  Saya sampai berkata dalam hati, “hatiku telah mati ya Allah?”</p>
<p>Memasuki Masjidil Haram pertama kali dengan do’a (25/10) melalui pintu Raja Malik ‘Abdul ‘Aziz, masih dengan dua lembar pakaian ihram, rambut masih gondrong, melihat Kakbah pertama kali, lalu menuju sudut Hajar Aswad untuk memulai thawaf umrah sebagai rangkaian pertama dari haji Tamattu’. Di belakang saya ada istri dan sepasang kakek nenek yang mengikuti kami karena terpisah dari rombongan.</p>
<p>“Bismillahi Allahu Akbar&#8230;!” seru saya serasa mengangkat tangan kanan memulai thawaf. Saya membaca semua doa dan dzikir yang saya hafal. Dan tentu do’a Robbana Atina ketika melewati Rukun Yamani sampai Rukun Hajar aswad. Bukankah begitu sunnahnya? Bagaimana dengan sunnah Raml? Berlari-lari kecil tiga  putaran pertama thawaf? Tidak bisa dilakukan karena terlalu padatnya pelataran utama Masjidil Haram.</p>
<p>“Banyak dosa membuat hati saya mati,” lagi-lagi saya berpikir demikian. Memikirkan banyaknya dosa, aib, maksiat, tidak diampuninya semua itu, dan tidak diterimanya amal-amal saya malah membuat saya luruh. Dan pada putaran kedua itulah tak ada yang bisa ditahan oleh mata. Semuanya keluar. Deras. Dan pada saat itulah saya tahu antara titik harap dan takut pada-Nya.</p>
<p><a href="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-10-26-11-14-11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1462" title="2011-10-26 11.14.11" src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-10-26-11-14-11.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>*Suasana Thawaf pada tanggal 26 Oktober 2011, saat pertama kali kami datang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Itu yang paling emosional? Tidak. Kalau saya bisa urutkan adalah pada saat wukuf di Arafah, pada saat thawaf wada, dan pada saat ziarah yang terakhir kali di makam nabi saw.</p>
<p>Seperti diketahui bersama kalau Islam telah memerintahkan kepada yang mampu untuk berhaji dan haji adalah wukuf di Arafah. Kami berwukuf di dalam tenda yang telah dipersiapkan. Sudah suci dari hadas kecil dan besar sejak jam 11 karena sebentar lagi pelaksanaan khutbah wukuf dan shalat jama  takdim dhuhur dan asar.</p>
<p><a href="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-05-07-14-38.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1464" title="2011-11-05 07.14.38" src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-05-07-14-38.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>*Suasana pagi tanggal 9 Dzulhijjah 1432 di Arafah.</p>
<p>Mental sudah saya siapkan untuk waktu wajib wukuf itu yaitu sejak tergelincirnya matahari sampai matahari tenggelam. Pun karena waktu wukuf adalah salah satu hari yang terbaik di dunia. Yaitu hari di mana Allah paling banyak membebaskan hamba dari neraka. Saat di mana Allah mendekat. Pun tertawa.. Saat Ia membanggakan kepada para malaikat orang-orang yang bermunajat pada-Nya di hari itu serta berfirman, “apa yang mereka kehendaki.” Piye jal?</p>
<p><a href="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-05-17-07-52.jpg"><img title="2011-11-05 17.07.52" src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-05-17-07-52.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><em>*Jama’ah haji dari negara lain yang berdo’a di luar pagar tenda pada waktu ashar.</em></p>
<p>Apalagi terasa sekali bagi saya kalau waktu itu seakan-akan waktu yang paling mahal yang pernah dirasa. Waktu yang mungkin hanya dijumpai sekali dalam seumur hidup saja adanya. Waktu yang terasa pendek untuk do’a, talbiyah, Istighfar, tahlil, dan shalawat.</p>
<p>Seperti yang sudah pernah saya katakan sebelumnya kalau waktu wukuf itu pun bagi saya seakan-akan waktu terakhir di mana besok akan dihukum mati. Ibaratnya seperti kedatangan malaikat maut yang bilang: “Za, besok pagi kamu mati!” Maka detik itu langsung tobat, langsung minta ampun, berdo’a yang macam-macam untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat.</p>
<p>Teks khutbah wukuf yang dibacakan oleh Ketua Kloter 65 bagi saya terasa indah, seperti pukulan untuk menyadarkan sanubari bahwa masih adanya banyak kesalahan pada diri, serta menghanyutkan dengan do’a-do’a muhasabah panjangnya.</p>
<p><a href="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-05-17-08-01.jpg"><img title="2011-11-05 17.08.01" src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-05-17-08-01.jpg?w=720&#038;h=540" alt="" width="720" height="540" /></a></p>
<p>*Suasana sore di Arafah.</p>
<p>Apalagi menjelang maghrib, saya benar-benar harus meyakinkan diri bahwa tidak ada yang tertinggal dari do’a-do’a itu. Do’a untuk diri, istri, anak-anak, keluarga, teman-teman, tanah air, dan kejayaan umat Islam. Semoga tetesan air mata itu menjadi saksi buat kami.</p>
<p>***</p>
<p>Bersambung ke Elegi 2</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Riza Almanfaluthi</p>
<p>dedaunan di ranting cemara</p>
<p>masih mencari</p>
<p>10:02 19 Desember 2011</p>
<p>Tags: menara abraj al bait, abraj al bait tower, bin dawood super soter, makkah, arafah, wukuf, masjid nabawi, masjidil haram, madinah, muhammad, Abu Bakar Ashshidiq, Umar bin Khaththab, raudhah, askar</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/foto/'>Foto</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/abraj-al-bait-tower/'>abraj al bait tower</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/abu-bakar-ashshidiq/'>Abu Bakar Ashshidiq</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/arafah/'>arafah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/askar/'>askar</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bin-dawood-super-soter/'>bin dawood super soter</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/madinah/'>madinah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/makkah/'>makkah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjid-nabawi/'>masjid nabawi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjidil-haram/'>masjidil haram</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/menara-abraj-al-bait/'>menara abraj al bait</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/muhammad/'>muhammad</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/raudhah/'>raudhah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/umar-bin-khaththab/'>umar bin khaththab</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/wukuf/'>wukuf</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1461/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1461&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/19/1461/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-10-26-11-14-11.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">2011-10-26 11.14.11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-05-07-14-38.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">2011-11-05 07.14.38</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-05-17-07-52.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2011-11-05 17.07.52</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/2011-11-05-17-08-01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2011-11-05 17.08.01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Kutinggalkan Foto Kita Berdua di Jabal Rahmah</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/15/tak-kutinggalkan-foto-kita-berdua-di-jabal-rahmah/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/15/tak-kutinggalkan-foto-kita-berdua-di-jabal-rahmah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 16:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Bakar Ashshidiq]]></category>
		<category><![CDATA[arafah]]></category>
		<category><![CDATA[askar]]></category>
		<category><![CDATA[bin dawood super soter]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nabawi]]></category>
		<category><![CDATA[masjidil haram]]></category>
		<category><![CDATA[menara abraj al bait]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[raudhah]]></category>
		<category><![CDATA[umar bin khaththab]]></category>
		<category><![CDATA[wukuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1455</guid>
		<description><![CDATA[Tak Kutinggalkan Foto Kita Berdua di Jabal Rahmah Di tanah suci macam-macam saja kebiasaan jama&#8217;ah haji Indonesia ini. Salah satunya kebiasaan bersandar di tembok atau tiang masjid di tanah air yang ternyata terbawa sampai ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.     Di Masjid Nabawi tampak mencolok wajah melayu, bertubuh kecil, memakai baju batik yang berleha-leha di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1455&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Tak Kutinggalkan Foto Kita Berdua di Jabal Rahmah<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di tanah suci macam-macam saja kebiasaan jama&#8217;ah haji Indonesia ini. Salah satunya kebiasaan bersandar di tembok atau tiang masjid di tanah air yang ternyata terbawa sampai ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.</p>
<p style="text-align:justify;">    Di Masjid Nabawi tampak mencolok wajah melayu, bertubuh kecil, memakai baju batik yang berleha-leha di tiang-tiang masjid sambil menunggu waktu shalat. Ini masih mending karena jama&#8217;ah Masjid Nabawi tidaklah sebanyak Masjidil Haram. Kalau di Masjidil Haram kebiasaan itu akan merugikan jama&#8217;ah haji sendiri. Mengapa?</p>
<p style="text-align:justify;">Harga shaf di Masjidil Haram sangatlah mahal. Paha yang dilipat bersila menandakan masih adanya tempat yang leluasa untuk bisa diselipi oleh orang lain. Dan itu dimanfaatkan betul oeh jamaah dari negara lain yang tanpa basa-basi meminta kita untuk bergeser walaupun sudah tahu bahwa shaf sudah penuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, jamaah haji kita kalau dekat tiang seharusnya duduk merapat tiang agar tidak bisa digeser oleh orang, tetapi karena kebiasaan bersandar itu jadi menyebabkan terlihat mencolok <em>space</em> yang kosong. Mau tidak mau seharusnya dia yang dapat tempat yang nyaman untuk duduk malah disingkirkan oleh jama&#8217;ah haji yang melihat adanya ruang yang kosong itu. Karena orang Indonesia orangnya santun, tak enakan, dan <em>ngalahan</em> maka ia pun terpaksa duduk dengan melipat kaki ke dada.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada lagi yang lain. Saya pernah menjumpai ibu-ibu jamaah haji Indonesia yang mendekati petugas kebersihan Masjidil Haram dan memohon-mohon dengan sangat sambil mengangkat jari telunjuk menandakan angka satu dan menunjuk-nunjuk kain pel. Artinya ibu-ibu itu meminta kepada Petugas Kebersihan satu helai kain pel. Untuk apa sih? Saya juga tidak tahu. Mungkin buat bahan cerita di tanah air, &#8220;nih kain pel asli dari Makkah buat membersihkan Masjidil haram. Asli.&#8221; Klenik? Tidak tahu juga. Hanya Allah yang tahu.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang Indonesia saja yang demikian? Tidaklah. Jama&#8217;ah haji Pakistan seringkali menggerak-gerakkan jari-jari mereka seperti menulis ketika habis shalat di lantai Masjidil Haram. Entah apa yang ditulis. Mungkin nama mereka agar bisa datang lagi ke Mekkah. Apalagi waktu di Jabal Rahmah, Padang Arafah. Suatu tempat pertemuan Nabi Adam dengan Siti Hawa. Kalau jamaah haji yang lain pakai spidol, mereka tidak. Cukup dengan menggunakan jari tangan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121511_1615_takkutingga1.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">*Jurus Tulisan Tanpa Bayangan?</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu di Jabal Rahmah ini banyak sekali foto-foto yang bertebaran. Foto sendiri atau foto berdua. Katanya kalau meninggalkan foto di sini atau menulis di batu-batunya bisa dipanggil lagi untuk berkunjung ke tempat itu atau jodohnya awet.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121511_1615_takkutingga2.jpg?w=720" alt="" /></p>
<ul style="margin-left:54pt;">
<li>
<div style="text-align:justify;">Salah satu foto yang saya temukan. Ada nama di balik foto itu.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121511_1615_takkutingga3.jpg?w=720" alt="" /></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align:justify;">Lembaran foto lainnya. Ada nama mereka berdua di balik foto itu.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Karena melihat kebiasaan itu, maka seringkali para askar atau penjaga yang bertugas di Jabal Rahmah menegur dan melarang mereka untuk melakukan hal tersebut. Karena tidak pernah ada syari&#8217;atnya untuk itu. Syukurnya kami pun tidak melakukan itu. Berdoa di sana pun tidak.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">Di sekitar tugu yang berada di puncak Jabal Rahmah tampak terlihat dijaga ketat sekali oleh para askar. Para askar yang berbaju gamis, berjenggot panjang, dan bersurban itu senantiasa berteriak serta menasehati para peziarah untuk tidak menyentuh tugu dan berdoa menghadap tugu persis, tetapi diminta oleh mereka untuk menghadap kiblat. Kalau tidak dijaga, maka tugu Jabal rahmah rawan jadi tempat shalat, thawaf, dan dicoret-coret.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">Kalau yang berziarahnya itu terlihat bermuka melayu maka yang dihadapkan adalah askar dari Malaysia. Kalau orang Afrika maka askar yang ditugaskan adalah askar yang berkulit hitam dan mampu berbahasa orang Afrika. Jadi para askar yang bertugas di sana dari berbagai macam bangsa pula.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121511_1615_takkutingga4.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">*Tampak para askar sedang menjaga tugu di puncak Jabal Rahmah</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">Ada lagi yang menarik. Seringkali kita melihat kalau di sekeliling tembok Kakbah itu banyak sekali orang yang menyapu kopiah, peci, surban, sajadah, baju mereka ke tembok Kakbah. Awalnya saya menduga, semua barang itu nanti akan jadi barang kenang-kenangan dan tidak akan pernah dicuci karena bekas kena batu dinding Kakbah. Mungkin bagi sebagian orang iya. Kemudian saya berbaik sangka kalau mereka itu sebenarnya memang hanya ingin mengetahui wangi Kakbah itu seperti apa.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">Karena ternyata, sebelum shalat jama&#8217;ah dimulai, dinding Kakbah yang steril dari manusia karena dijaga ketat para polisi itu, selalu diberi minyak wangi oleh petugas khusus. Begitu pula dengan hajar aswadnya. Nah itu yang diperebutkan oleh seluruh jama&#8217;ah di dekat Kakbah ketika imam selesai salam bahkan sebelum imam selesai mengucapkan salam pertamanya. Saat pertama itulah kopiah, peci, surban, sajadah, baju menyapu bersih wangi parfum Kakbah.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">Jadi siapa bilang kalau hajar aswad itu selalu wangi. Wanginya itu wangi sebelum dicium oleh puluhan ribu orang. Baru tercium wangi kalau Anda jadi yang pertama mencium hajar aswad. Tentu itu butuh pengorbanan yang luar biasa. Mau?</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">***</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">selalu berdoa untuk pertemuan itu</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">22.41 15 Desember 2011</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:3pt;">
<p>Tags: hajar aswad, jabal rahmah, jurus tulisan tanpa bayangan, jurus, Kakbah, masjidil haram, masjid nabawi, mekkah, makkah, mecca, macca, medinah, madinah, kota nabi</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/foto/'>Foto</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/abu-bakar-ashshidiq/'>Abu Bakar Ashshidiq</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/arafah/'>arafah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/askar/'>askar</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bin-dawood-super-soter/'>bin dawood super soter</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/madinah/'>madinah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/makkah/'>makkah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjid-nabawi/'>masjid nabawi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjidil-haram/'>masjidil haram</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/menara-abraj-al-bait/'>menara abraj al bait</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/muhammad/'>muhammad</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/raudhah/'>raudhah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/umar-bin-khaththab/'>umar bin khaththab</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/wukuf/'>wukuf</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1455&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/15/tak-kutinggalkan-foto-kita-berdua-di-jabal-rahmah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121511_1615_takkutingga1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121511_1615_takkutingga2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121511_1615_takkutingga3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121511_1615_takkutingga4.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KENA SANKSI ADMINISTRASI</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/13/kena-sanksi-administrasi/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/13/kena-sanksi-administrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 04:43:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masalah Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Pajak Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[pajak pertambahan nilai]]></category>
		<category><![CDATA[PPN]]></category>
		<category><![CDATA[stp]]></category>
		<category><![CDATA[surat tagihan pajak]]></category>
		<category><![CDATA[telat bayar]]></category>
		<category><![CDATA[telat bayar pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1449</guid>
		<description><![CDATA[Ibu Puspa mengirim email kepada saya dan menanyakan tentang hal ini: Saya membaca di internet tentang konsultasi pajak. Kami didatangi petugas kantor pajak yang menyatakan telat bayar PPN tahun masa pajak – 12122009. Tanggal jatuh tempo 15 Januari 2010, tanggal bayar 10 Desember 2010, telat 10 bulan. Perusahaan kami baru berdiri jadi pada tahun 2009 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1449&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu Puspa mengirim email kepada saya dan menanyakan tentang hal ini:<br />
Saya membaca di internet tentang konsultasi pajak. Kami didatangi petugas kantor pajak yang menyatakan telat bayar PPN tahun masa pajak – 12122009. Tanggal jatuh tempo 15 Januari 2010, tanggal bayar 10 Desember 2010, telat 10 bulan.</p>
<p>Perusahaan kami baru berdiri jadi pada tahun 2009 belum ada yang menangani pajak. Kami baru masuk bulan November 2010, dan pembayaran pajak baru dilakukan bulan Desember 2010. Pada saat itu tidak ada yang menangani. Mohon tips untuk mengatasi masalah ini. Terima kasih banyak sebelum dan sesudahnya. Sangat kami tunggu.<br />
*<br />
Ibu Puspa yang saya hormati, kalau sudah didatangi oleh petugas pajak itu berarti sudah dalam proses penagihan aktif karena ada Surat Tagihan Pajak (STP) yang sampai dalam jangka waktu tertentu belum juga dilunasi oleh perusahaan Ibu.</p>
<p>Kalau dari apa yang diterangkan oleh Ibu, memang betul telah terjadi kelalaian berupa keterlambatan dalam pembayaran PPN Masa Pajak Desember 2009 tersebut yang seharusnya ibu bayar paling lambat tanggal 15 Januari 2010 tetapi baru dilakukan pembayaran pada tanggal 10 Desember 2010.</p>
<p>Kantor Pelayanan Pajak atas keterlambatan pembayaran tersebut menerbitkan STP untuk menagih sanksi administrasi berupa bunga itu kepada perusahaan Ibu. STP tidak segera dilunasi maka diterbitkan surat teguran. Setelah ditegur juga tidak dilunasi segera dalam jangka waktu yang telah ditentukan, maka diterbitkan surat paksa yang kemudian disampaikan oleh petugas pajak ke domisili perusahaan Ibu.</p>
<p>Tidak ada tips lain dari saya terkecuali perusahaan ibu segera melakukan pembayaran atas STP tersebut. Karena secara formal dan material penerbitan STP tersebut sudah benar. Sedangkan alasan bahwa di tahun 2009 tidak ada orang yang menangani pajak di perusahaan tidak bisa diterima.</p>
<p>Saya dapat sedikit menyimpulkan bahwa Ibu datang di perusahaan tersebut di bulan November 2010 untuk menangani masalah pajak dan mengetahui adanya pembayaran PPN yang belum dilakukan lalu Ibu berinisiatif untuk melakukan pembayaran tetapi tidak disadari bahwa ternyata akan timbul sanksi administrasi. Apa yang dilakukan Ibu adalah suatu hal yang sudah benar, karena jika pembayaran PPN itu tidak dilakukan atau ditunda-tunda karena khawatir akan dikenakan STP maka malah akan menambah besarnya sanksi administrasi tersebut. Tentu ini akan memberatkan perusahaan juga.<br />
Saran saya konsultasikan lebih lanjut dengan Account Representative perusahaan ibu di KPP.</p>
<p>Demikian jawaban saya semoga dapat dipahami.<br />
***</p>
<p>Riza Almanfaluthi<br />
dedaunan di ranting cemara<br />
11.35 13 Desember 2011</p>
<p>Tags: surat tagihan pajak, stp, bunga, telat bayar pajak, pajak pertambahan nilai, ppn, telat bayar, konsultasi pajak, konsultasi pajak gratis</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/masalah-perpajakan/'>Masalah Perpajakan</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bunga/'>bunga</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/konsultasi-pajak/'>konsultasi pajak</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/konsultasi-pajak-gratis/'>Konsultasi Pajak Gratis</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pajak-pertambahan-nilai/'>pajak pertambahan nilai</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/ppn/'>PPN</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/stp/'>stp</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/surat-tagihan-pajak/'>surat tagihan pajak</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/telat-bayar/'>telat bayar</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/telat-bayar-pajak/'>telat bayar pajak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1449/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1449&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/13/kena-sanksi-administrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA DAPAT ALQUR’AN GRATIS</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/12/cara-dapat-alquran-gratis/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/12/cara-dapat-alquran-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 07:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nabawi]]></category>
		<category><![CDATA[pintu 18]]></category>
		<category><![CDATA[gate 18]]></category>
		<category><![CDATA[proposal alqur'an gratis]]></category>
		<category><![CDATA[gate King Fahd]]></category>
		<category><![CDATA[gate umar bin Khaththab]]></category>
		<category><![CDATA[cara dapat alqur'an gratis]]></category>
		<category><![CDATA[proposal alqur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1443</guid>
		<description><![CDATA[CARA DAPAT ALQUR&#8217;AN GRATIS Ini ilmu yang perlu diketahui  seluruh calon jama&#8217;ah haji Indonesia. Kata Ketua Rombongan saya ilmu yang baik ini harus dibagi. Okelah kalau begitu. Soalnya beliau saja yang sudah pergi bolak-balik ke tanah suci saja belum tahu kalau ada ilmu seperti ini. Saya kira sudah tahu. Ini berguna buat halaqah, majelis taklim, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1443&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>CARA DAPAT ALQUR&#8217;AN GRATIS<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ini ilmu yang perlu diketahui  seluruh calon jama&#8217;ah haji Indonesia. Kata Ketua Rombongan saya ilmu yang baik ini harus dibagi. Okelah kalau begitu. Soalnya beliau saja yang sudah pergi bolak-balik ke tanah suci saja belum tahu kalau ada ilmu seperti ini. Saya kira sudah tahu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini berguna buat halaqah, majelis taklim, yayasan, masjid, musholla, madrasah, ma&#8217;had, lembaga pendidikan, pengajian RT, pengajian RW, pengajian PKK, pengajian desa yang ingin mengganti atau menambah Alqur&#8217;an buat jama&#8217;ahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah tiga periode sejak tahun 2007 Masjid Al-Ikhwan menitipkan proposal permintaan Alqur&#8217;an kepada pengurusnya yang pergi haji untuk disampaikan kepada Pengurus Masjid Nabawi, Madinah. Sebut saja pengurus karena kita tidak tahu nama sebenarnya dari lembaga pewakaf Alqur&#8217;an tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, tentu syarat utama dari keberhasilan proposal ini adalah kerelaan dari yang dititipkan untuk dibebani banyak Alquran dengan berat total sebesar 10 kg itu. Karena mau tidak mau amanah ini akan mengurangi jatah berat maksimal dalam kopor untuk dirinya. Atau minimal bikin ribet selama perjalanan pulang kalau ditenteng.</p>
<p style="text-align:justify;">Proposalnya seperti apa sih? Sebenarnya cukup surat satu lembar saja. Rinciannya begini:</p>
<ol>
<li>
<div style="text-align:justify;">Kop Surat. Saya lihat ada juga yang tidak pakai. Tetapi lebih baik surat tersebut memakainya sebagai tanda bahwa permintaan ini resmi.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Pakai bahasa apa? Bahasa Arab boleh. Bahasa Indonesia juga boleh. Bahasa Betawi Bojong juga tidak apa. Tidak dibaca soalnya.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Ditujukan kepada siapa surat tersebut? Tulis saja Pengurus Masjid Nabawi.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Struktur suratnya bagaimana? Salam, kalimat pembukaan seperti biasa yang terdiri dari rasa syukur dan shalawat, inti surat yang isinya bahwa lembaga kita butuh alqur&#8217;an, dan penutup.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Tanda tangan pengurus. Dalam surat saya ditambah pula tanda tangan Ketua RW.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Cap. Ini penting banget. Mereka, para penjaga, akan meminta cap kalau dalam surat itu—di atas tanda tangannya—tidak ada cap. Walaupun pada akhirnya tetap akan diberi. Saya sarankan untuk memakai cap buat surat itu. Selesai.</div>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Proposalnya disampaikan kemana? Kalau sudah sampai di Masjid Nabawi pergilah ke pintu 18. Gate 18 ini seingat saya bernama Gate Umar Bin Khaththab. Masuklah dari Gate King Fahd lalu cari di sebelah kanan. Di sana akan ditemukan ruangan kecil yang d idepannya ada tempat antrian untuk masuk ke ruangan itu dan mengambil Alqur&#8217;an.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya lupa di hari ke berapa saya bawa proposal itu ke sana. Tetapi saya masih ingat saya mengambilnya pada waktu dhuha. Sekitar jam 10-an pagi. Kalau memang belum buka coba tanya-tanya sama penjaga pintu Masjid Nabawi, pakai bahasa tarzan sambil menunjukkan surat itu Insya Allah mereka paham.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak hanya orang Indonesia yang bawa proposal, orang Tajikistan, orang Turki, orang dari negeri seberang banyak juga <em>tuh</em> yang bawa. Pokoknya yang enggak bawa proposal sudah pasti tidak boleh masuk. Nanti akan ada penjaganya yang menyortir setiap pengantri bawa proposal atau tidak. Kebetulan saya lihat yang jaga sambil nyortir juga dzikir pakai biji tasbih. Pikir saya di pusat gerakan salafy ini ada juga orang dzikirnya memakai biji tasbih yang katanya bid&#8217;ah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena saya bawa surat saya diperkenankan untuk masuk. Di sana surat hanya dilihat sebentar (tidak dibaca) oleh para penjaga yang lain lalu diberi lembaran kertas yang divalidasi olehnya dan diberikan kepada saya. Lalu saya disuruh masuk ke ruangan yang lain dengan menunjukkan lembaran kertas kecil tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tanya oleh penjaga yang berada di ruangan itu: &#8220;ustadz fi madrasah?&#8221; Saya jawab: &#8220;Na&#8217;am&#8221;. Saya enggak bohong kok jawabnya. Saya memang seorang guru dalam sekolah informal pekanan. Lalu saya diberi satu kardus berisi Alqur&#8217;an.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:18pt;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121211_0758_caradapatal1.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">Karena saya dari Indonesia, Sang Penjaganya memberi tambahan lagi satu Alquran Terjemah dan satu buku tafsir. Tapi saya diharuskan minta validasi lagi ke penjaga sebelumnya. Satu hal yang perlu diingat kertas validasi itu jangan sampai hilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Mau bawa berapa proposal? Mau bawa tujuh proposal dan antri setiap harinya enggak apa-apa, yang penting bisa tidak bawa pulangnya ke tanah air. Saya cuma bawa satu saja cukup. Ada juga jama&#8217;ah haji Indonesia yang bawa dua proposal. Dua proposal berarti dua kardus.</p>
<p style="text-align:justify;">Kardus itu berat sekali. Pada saat penimbangan tas kopor dilakukan saya iseng untuk menimbang kardus alqur&#8217;an wakaf itu ternyata beratnya berkisar 10 kg. Lalu bagaimana cara bawa kardus itu ke tanah air? Soalnya para jama&#8217;ah haji sudah ditakut-takuti oleh para petugas haji sejak di tanah air sampai pemulangan itu bahwa kita tidak boleh bawa tas tenteng selain tas tenteng berlogo maskapai penerbangan. Ah, masa iya sih?</p>
<p style="text-align:justify;">Alternatif cara pertama adalah mengirimkannya dengan kargo. Hitung saja kalau ongkosnya sekitar 8 real per kilonya. Berarti total 80 real. Kalau dikurskan ke rupiah berkisar 200 ribu rupiah. Ini sama saja dapat Al Qur&#8217;an enggak gratis. Tapi tidak masalah kalau yang dititipkan memang ikhlas dan berniat infak serta tak mau direpotkan dengan membawa banyak barang tentengan.</p>
<p style="text-align:justify;">Alternatif kedua adalah dengan memasukkannya ke dalam kopor. Tentu saja ini akan makan tempat apalagi tas kopor para jama&#8217;ah haji dibatasi beratnya hanya maksimal 32 kg. Tapi sebenarnya tak apa beratnya melebihi itu yang penting berat total satu kloter tidak melebihi batas maksimal 32 kg dikalikan jamaah dalam satu kloter.</p>
<p style="text-align:justify;">Paling tidak jika beratnya melebihi batas yang telah ditentukan biasanya akan jadi perahan para pekerja perusahaan kargo. Untungnya Ketua Rombongan kami tahu trik ini jadi ketika diperas Ketua Rombongan kami dengan tegas menolak permintaan uang tambahan itu karena yang jadi patokan adalah berat total dalam satu kloter itu. Kebetulan banyak juga dari jamaah haji rombongan kami yang beratnya tidak melebihi 32 kg.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau memang tasnya masih kempes dan hanya diisi dengan sedikit oleh-oleh tidaklah mengapa kalau kopor itu diisi dengan Alqur&#8217;an itu. Masalahnya adalah bisa tidak kita mengemas Alqur&#8217;an sebanyak 19 buku itu dalam kopor? Kalau masih muat silakan saja.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121211_0758_caradapatal2.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;"><em>*Jumlah 19 Kitab Alqur&#8217;an wakaf ini baru diketahui setelah tiba di tanah air.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">Alternatif ketiga adalah dengan menentengnya. Petugas haji Indonesia yang garang-garang di bandara itu tidak akan mungkin untuk meminta kita untuk membuang kardus wakaf alqur&#8217;an ini. Jika ditanya isinya apa, jawab saja Alqur&#8217;an wakaf dan siapkan kertas validasi jika mereka enggak percaya. Mereka cuma pegang-pegang kardusnya pada saat pemeriksaan untuk mengecek kalau-kalau ada air zam-zam di dalam kardus itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Cara alternatif ini tentu merepotkan tapi tidaklah mengapa jika yang bawanya ikhlas. Semoga amalnya dihitung oleh Allah sebagai amal kebaikan. Repotnya gimana sih? Ya karena rawan lupa atau tertinggal barang bawaannya. Apalagi kalau sudah tiba di bandara tanah air dan embarkasi. Sedikitnya ada 4 bawaan di setiap jamaah antara lain Tas tenteng di tangan kanan, tas paspor yang digantung di leher dan diikat di pinggang, tas gemblok di punggung, dan air zam-zam 5 literan di tangan kiri, ditambah satu kardus Alqur&#8217;an entah di tangan yang mana lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu saran saya terakhir jika memang kardus itu mau ditenteng, siapkan saja sapu tangan tebal untuk ditaruh di talinya. Tanpa sapu tangan itu siap-siap saja tangan lecet kena tajamnya tali kardus. Itu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;">semoga kita dipertemukan kembali&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">14.55 12 Desember 2011</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:18pt;">Tags: masjid nabawi, pintu 18, gate 18, proposal alqur&#8217;an gratis, gate King Fahd, gate umar bin Khaththab, cara dapat alqur&#8217;an gratis, proposal alqur&#8217;an.</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/foto/'>Foto</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/tutorial/'>Tutorial</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/cara-dapat-alquran-gratis/'>cara dapat alqur'an gratis</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/gate-18/'>gate 18</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/gate-king-fahd/'>gate King Fahd</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/gate-umar-bin-khaththab/'>gate umar bin Khaththab</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjid-nabawi/'>masjid nabawi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pintu-18/'>pintu 18</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/proposal-alquran/'>proposal alqur'an</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/proposal-alquran-gratis/'>proposal alqur'an gratis</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1443&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/12/cara-dapat-alquran-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121211_0758_caradapatal1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121211_0758_caradapatal2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SELALU ADA SENJA DI LAUT MERAH</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/12/selalu-ada-senja-di-laut-merah/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/12/selalu-ada-senja-di-laut-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 22:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[corniche commercial centre]]></category>
		<category><![CDATA[hajj 2011]]></category>
		<category><![CDATA[jeddah]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid terapung]]></category>
		<category><![CDATA[mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[siti hawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1439</guid>
		<description><![CDATA[SELALU ADA SENJA DI LAUT MERAH     Ada waktu senggang yang kami manfaatkan setelah ritual wajib haji telah tertunaikan yaitu rihlah ke berbagai tempat di Makkah dan sekitarnya. Yang akan sedikit saya ceritakan kali ini adalah Masjid Terapung di Jeddah. Sebenarnya bukan terapung begitu saja, tetapi masjid ini didirikan dengan tiang pancang pondasinya yang tertancap persis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1439&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>SELALU ADA SENJA DI LAUT MERAH<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">    Ada waktu senggang yang kami manfaatkan setelah ritual wajib haji telah tertunaikan yaitu rihlah ke berbagai tempat di Makkah dan sekitarnya. Yang akan sedikit saya ceritakan kali ini adalah Masjid Terapung di Jeddah. Sebenarnya bukan terapung begitu saja, tetapi masjid ini didirikan dengan tiang pancang pondasinya yang tertancap persis di pinggir Laut Merah. Sehingga ketika Laut Merah sedang pasang airnya maka masjid ini dikelilingi air dan seakan-akan mengapung di atas air laut.</p>
<p style="text-align:justify;">    Kami berangkat dari pondokan di Makkah jam dua siang melalui jalan lama Mekkah Jeddah. Karena katanya kalau melalui jalan baru nanti akan melewati pos pemeriksaan dan urusan akan ribet. Jarak Mekkah Jeddah melalui jalan lama sekitar 85-an kilometer.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalanan kami mampir dulu ke peternakan unta. Foto-foto bersama unta dan seumur hidup baru kali itu bisa mencium unta yang baunya &#8220;prengus&#8221; karena sejak lahirnya ia tak pernah mandi. Lalu beli satu botol susu unta murni yang nantinya akan saya sesali. Hu&#8230;hu&#8230;hu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ketua Rombongan sudah bilang untuk tidak langsung meminum susu itu. Dan itu sudah saya turuti. Karena bagi yang tidak cocok dengan susu murni seperti itu walaupun terasa gurih dan enak, isi perut bisa keluar semua.</p>
<p style="text-align:justify;">    Sampai di Masjid Terapung, kalau tidak salah sudah hampir jam 4. Shalat ashar di sana lalu menikmati pemandangan yang ada sambil menunggu maghrib tiba. Benar-benar tepat singgah di sana sewaktu sore. Tersajikan sebuah pesona alam yang sungguh indah dipandang mata.</p>
<p style="text-align:justify;">    Lengkungan kubah dan tiangnya, menara tinggi menjulang, angin yang menderu kencang, Laut Merah dengan ombak kecilnya, langit hitam, dan matahari senja yang hendak turun ke peraduan membuat hati saya tergetar. Subhanallah indahnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase1.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">*Suasana senja di Masjid Terapung</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase2.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">*Pemandangan lain di sekitar Masjid Terapung</p>
<p style="text-align:justify;">    Saya tak dapat menggambarkan lagi apa yang saya rasakan di sana. Ada kebahagiaan dan ketenangan yang didapat saat menikmati semuanya itu. Hasrat untuk memainkan kata-kata mulai timbul. Tapi sungguh hanya cuma terlintas dalam hati. Dan tak dapat tertuliskan sampai kemarin. Jika boleh, inilah huruf-huruf yang bisa terangkai hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase3.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">    <em>selalu saja ada senja di setiap sudut<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>    pun di laut merah </em></p>
<p style="text-align:justify;">    <em>jika angin yang menerpa dan cahayanya melukis di wajahmu<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>    akankah ada ufuk hanya untukku<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>    langit hitam takkan menjadikanku hitam<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>    tapi serinai siluetmu<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>menerobos kelalimanku<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>aku menjadi putih di merah hatimu.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>**<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">Aduh biyunggg&#8230;tobaat&#8230;Cuma kata-kata itu yang bisa tertangkap. Banyak foto indah yang bisa dibuat. Tapi tak bisa saya unduh di sini. Paling di facebook. Insya Allah. Lihat saja di sana. Hanya sedikit ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase4.jpg?w=720" alt="" /></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align:justify;">Selalu ada senja di setiap sudut</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">    <img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase5.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">    *Salah satu sudut Masjid Terapung</p>
<p style="text-align:justify;">    <img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase6.jpg?w=720" alt="" /></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align:justify;">Di mana-mana ada senja. Bolehkah aku gunting dan kulipat engkau di sakuku?</div>
<p style="text-align:justify;">
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Setelah foto-foto, kami menikmati jagung bakar yang dijaja di sana. Penjualnya bisa memikat hati para pengunjung yang mayoritas orang Indonesia dengan sedikit kepintarannya berbahasa Indonesia. &#8220;Lima real&#8230;! Lima Real&#8230;!&#8221; Satu biji setara Rp12.500,00.</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase7.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah makan jagung bakar yang dibeli dan nasi kotak yang disediakan oleh Ketua Rombongan, adzan maghrib berkumandang. Saya mengambil air wudhu di toilet Masjid. Jangan bayangkan seperti di Masjidil Haram yang berlimpah air dan banyak WC serta krannya, di Masjid Terapung sarananya minim, kami harus antri panjang untuk sekadar mengambil air wudhu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang membuat hati saya bergetar kembali. Bacaan imamnya itu indah sekali. Walaupun di saat maghrib itu penuh dengan jamaah namun saya membayangkan jika tidak di musim haji. Imam yang sudah sepuh itu memimpin segelintir jamaah di suatu maghrib, di tepi laut merah. Syahdu. Berasa seperti shalat maghrib atau shubuh di sebuah desa di pegunungan atau di puncak Bogor. Tiba-tiba saya membayangkan saya punya pesawat jet, maka sabtu atau minggu pergi dari tanah air untuk sekadar shalat maghrib di sana. Mustahil? Insya Allah tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah shalat maghrib, perjalanan rihlah dilanjutkan ke Masjid Qishosh, melewati air mancur setinggi 100 meter lebih, melewati pula makam Siti Hawa, dan berakhir di pusat perbelanjaan Corniche Commercial Centre, Balad. Beli apa di sana? Beli unta-untaan <em>made in China</em> buat Kinan dan keponakan. Unta-untaan itu kalau ditepuk langsung nyanyi: &#8220;Ya Thoybah&#8230;ya Thoybah&#8230;&#8221;. Di Jeddah, di Makkah, dan di Madinah harganya sama, 15 Real.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak lama setelah itu kami pulang. Sampai di pondokan jam 11 malam. Dan berakhir sudah rihlah di hari itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;">mana senjamu?</p>
<p style="text-align:justify;">17.51 11 Desember 2011</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tags: hajj 2011, mekkah, madinah, jeddah, corniche commercial centre, siti hawa, masjid terapung,</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/foto/'>Foto</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/poem/'>Poem</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/corniche-commercial-centre/'>corniche commercial centre</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/hajj-2011/'>hajj 2011</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/jeddah/'>jeddah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/madinah/'>madinah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/masjid-terapung/'>masjid terapung</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/mekkah/'>mekkah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/siti-hawa/'>siti hawa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1439/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1439&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/12/selalu-ada-senja-di-laut-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121111_2244_selaluadase7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MUSTAJAB BANGEEET&#8230;</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/11/mustajab-bangeeet/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/11/mustajab-bangeeet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 20:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[amdinah]]></category>
		<category><![CDATA[arafah]]></category>
		<category><![CDATA[armina]]></category>
		<category><![CDATA[buku do'a dan dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[haji 1432]]></category>
		<category><![CDATA[haji 2011]]></category>
		<category><![CDATA[hajj]]></category>
		<category><![CDATA[hajj 2011]]></category>
		<category><![CDATA[ka'bah]]></category>
		<category><![CDATA[kakbah]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>
		<category><![CDATA[mina]]></category>
		<category><![CDATA[multazam]]></category>
		<category><![CDATA[muzdalifah]]></category>
		<category><![CDATA[wukuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1430</guid>
		<description><![CDATA[MUSTAJAB BANGEEET&#8230;     Bagaimana cara bertemu dengan teman yang kita tidak tahu nomor kloternya berapa, tinggal di sektor mana, rumah pondokannya berapa? Suatu hal yang mustahil saya mencari satu orang di antara ratusan ribu jama&#8217;ah Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru mata angin kota Makkah.     Tapi di sana tidak ada yang mustahil. Tinggal berdoa saja di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1430&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>MUSTAJAB BANGEEET&#8230;<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">    Bagaimana cara bertemu dengan teman yang kita tidak tahu nomor kloternya berapa, tinggal di sektor mana, rumah pondokannya berapa? Suatu hal yang mustahil saya mencari satu orang di antara ratusan ribu jama&#8217;ah Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru mata angin kota Makkah.</p>
<p style="text-align:justify;">    Tapi di sana tidak ada yang mustahil. Tinggal berdoa saja di depan Kakbah, di sebuah tempat yang paling mustajab, di waktu yang mustajab, dengan 100% keyakinan pada Allah, maka tunggu dan biarkan mekanisme doa itu berjalan sendirinya untuk kita. Dan saya hanya terlongong-longong ketika teman saya itu muncul di hadapan saya begitu saja. Terpana. Tak dinyana. Tak terduga. Allah Akbar.</p>
<p style="text-align:justify;">Mustajab banget doa di sana. Banyak sekali doa yang dikabulkan. Oleh karenanya tak pandang sepele semua keinginan saya panjatkan. Dengan bahasa Arab ataupun pakai bahasa orang Bojong. Doa kecil ataupun doa besar. Maksudnya? Doa kecil itu semisal minta supaya saya tak ada masalah pada saat mengantri toilet di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMINA). Doa besar semisal agar saya bisa dikumpulkan dengan orang-orang yang saya cintai di Firdaus A&#8217;laa bersama Kanjeng Nabi Muhammad SAW.</p>
<p style="text-align:justify;">Saran saya buat yang mau berangkat haji di tahun-tahun mendatang adalah siapkan stok doa sebanyak mungkin. Doa berbahasa Arab yang sudah kita hapal, kita pahami betul maknanya sehingga tak sekadar diucapkan di lisan. Bahkan jika kita hanya punya satu doa andalan—doa sapu jagat, Robbana aatina—tak mengapa itu diulang ribuan kali atau menjadi doa pada saat thawaf dan sa&#8217;i. Jika sudah selesai dengan doa yang berbahasa Arab berdoalah dengan doa berbahasa Indonesia ataupun bahasa daerah yang kita kuasai. Allah Maha Mendengar.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan malu untuk buka-buka buku pada saat doa di sana. Buku paket doa dan dzikir yang dibagikan pemerintah di tanah air itu juga bisa mencukupi. Atau dengan buku yang dibagikan pada saat kita mendarat di bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Di buku itu ada tulisan Arabnya dan terjemahannya. Saya pakai buku yang terakhir dan membaca terjemahannya di saat berdoa karena saya anggap isinya bagus banget.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan sepelekan buku dzikir dan doa yang dibagikan oleh pemerintah yang isinya juga bagus-bagus. Mentang-mentang tak ada keterangan doa ini dari hadits (Nabi) atau dibuat oleh siapa jadi enggak dipakai. Padahal buku doa dan dzikir dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi (KAS) pun sama bae. Enggak ada keterangan doa itu riwayat dari siapa atau ditakhrij oleh siapanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Keuntungan yang dimiliki oleh orang-orang Makkah dan Madinah adalah mereka punya tempat yang mustajab untuk berdoa—di Makkah yakni di Multazam sedangkan di Madinah yakni di Raudhah—yang bisa mereka kunjungi kapan saja. Tak ada kendala jarak dan waktu.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121011_2047_mustajabban1.jpg?w=720" alt="" /><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><em>Tampak seorang Pakistan berdoa dengan khusyu&#8217; memandang Kakbah<br />
</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>di lantai paling atas tempat sa&#8217;i Masjidil Haram (18/11)<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tapi Allah Mahaadil, Allah memberikan kepada kita—kaum Muslimin secara keseluruhan—saat yang mustajab untuk kita berdoa. Oleh karena betapa susahnya kita doa di tempat yang mustajab itu maka manfaatkan dengan sebaik-baiknya saat-saat yang tepat itu dan jangan sekali-kali meremehkannya. Saat-saat itu adalah antara lain waktu sahur, sepertiga malam terakhir, turun hujan, antara adzan dan iqamat, berbuka puasa, dan pada saat khatib jumat duduk.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdoalah apa saja sesuai hajat kita dengan sepenuh hati. Pun dengan adab-adab doa yang telah kita ketahui bersama antara lain seperti memulai dan mengakhirinya dengan mengucapkan rasa syukur dan shalawat, mengangkat tangan, khusyuk, serta penuh keyakinan bahwa doa itu akan dikabulkan Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal lagi adalah ada saat berdoa yang mustajab yang tidak bisa dimiliki oleh kaum muslimin <em>hatta</em> penduduk Makkah dan Madinah sekalipun kecuali mereka yang berhaji yaitu pada saat wukuf di Arafah. Jangan sia-siakan waktu yang enam jam itu untuk kita tuntaskan semua hajat kita dengan doa. Waktu itu dimulai saat tergelincirnya sampai terbenamnya matahari.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebanyakan dari jama&#8217;ah haji Indonesia hanya memanfaatkannya sebentar yaitu pada saat dimulainya khutbah wukuf sampai selesainya. Atau paling lama sampai waktu ashar tiba. Saran saya adalah berdoalah sampai benar-benar maghrib tiba. Saya merasakan sekali betapa waktu itu terasa pendek dan teramat berharga. Seperti merasa waktu itu hanya akan mampir cuma sekali dalam seumur hidup. Seperti merasa hanya punya waktu sehari saja untuk hidup di dunia atau mau dihukum mati besok harinya. Oleh karenanya di penghujung waktu itu saya ulangi semua hajat dan keinginan terbesar saya dan minta agar saya bisa kembali untuk menjumpainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kita bisa menjumpai saat itu dan memanfaatkan waktu yang terbaik untuk berdoa dengan sebaik-baiknya.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;">lagi, bukan di depan bangunan hitam itu kita dipertemukan</p>
<p>03.15 11 Desember 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/foto/'>Foto</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/amdinah/'>amdinah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/arafah/'>arafah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/armina/'>armina</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/buku-doa-dan-dzikir/'>buku do'a dan dzikir</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji-1432/'>haji 1432</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji-2011/'>haji 2011</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/hajj/'>hajj</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/hajj-2011/'>hajj 2011</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kabah/'>ka'bah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kakbah/'>kakbah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kementerian-agama/'>Kementerian Agama</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/makkah/'>makkah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/mina/'>mina</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/multazam/'>multazam</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/muzdalifah/'>muzdalifah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/wukuf/'>wukuf</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1430&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/11/mustajab-bangeeet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/121011_2047_mustajabban1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>LANGIT BIRU DI SIANG MAKKAH</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/10/langit-biru-di-siang-makkah/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/10/langit-biru-di-siang-makkah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 19:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[babul malik 'abdul 'aziz]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[haji 2011]]></category>
		<category><![CDATA[hajj]]></category>
		<category><![CDATA[hajj 2011]]></category>
		<category><![CDATA[king 'abdul 'aziz gate]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1427</guid>
		<description><![CDATA[LANGIT BIRU DI SIANG MAKKAH Senin (5/12) dini hari, bus rombongan dari Bandara Soekarno Hatta menuju asrama haji Bekasi itu melewati jalan tol yang sudah sepi. Lampu papan iklan yang besar-besar di pinggir jalan itu dengan beraneka produk yang ditawarkan telah memastikan saya bahwa saya sudah benar-benar kembali ke negeri tercinta. Saya seperti kembali dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1427&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>LANGIT BIRU DI SIANG MAKKAH<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Senin (5/12) dini hari, bus rombongan dari Bandara Soekarno Hatta menuju asrama haji Bekasi itu melewati jalan tol yang sudah sepi. Lampu papan iklan yang besar-besar di pinggir jalan itu dengan beraneka produk yang ditawarkan telah memastikan saya bahwa saya sudah benar-benar kembali ke negeri tercinta. Saya seperti kembali dari sebuah keterasingan menuju peradaban.</p>
<p style="text-align:justify;">    Bagaimana tidak, 40 hari lamanya saya tak pernah tahu sama sekali tentang kondisi tanah air. Tak pernah buka internet, buka email, baca koran, atau nonton televisi. Kalau yang terakhir bisa saya lakukan selama 9 hari terakhir di Madinah tetapi pada kanal televisi kabel berbahasa arab dan Inggris yang memberitakan seputar tanah Arab dan Eropa.</p>
<p style="text-align:justify;">    Dalam hari-hari itu saya merasa benar-benar hanya terkoneksi dengan langit. Berusaha menghapus sisi-sisi kelam apa yang ada pada diri dan untuk semata-mata mencari ridha Sang Penguasa Langit dan Bumi. Bahasa sederhananya adalah di sana itu untuk ibadah, ibadah, dan ibadah. Lalu sampai pada suatu titik semua yang saya lakukan itu—dengan segala kekurangan yang ada—bisa diterima oleh-Nya tanpa riya dan sum&#8217;ah.</p>
<p style="text-align:justify;">    Lebih dari 40 hari pula saya tidak menulis. Menulis tentang apapun. Tak ada buku diari yang penuh dengan coretan seperti catatan harian para pengelana Barat itu. Tak ada. Semuanya hanya saya rekam dengan mata lalu disimpan di otak. Dan yang saya rasakan sekarang adalah betapa kapasitas otak ini sudah tak bisa lagi untuk menahan beban mati ini. Harus segera dikeluarkan. Maka malam ini kembalilah saya menulis.</p>
<p style="text-align:justify;">    Menulis begitu banyak pengalaman yang ada. Saking banyaknya yang menarik, baru, dan ingin saya ceritakan itu membuat saya bingung untuk memulai dari mana. Tetapi yang pasti akan ada yang tertulis—insya Allah—walau tidak sistematis seperti cerita haji di blog-blog yang lain. Saya hanya menulis yang saya sedang suka, hampir lupa, dan harus segera dituliskan. Ada sebuah harap cerita yang tertulis ini bisa bermanfaat buat yang lain. Jika tidak? Anda tahu apa yang harus Anda lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">    Sebuah permohonan maaf dari saya jika ada email yang belum sempat saya balas, pertanyaan konsultasi yang belum terjawab, blog yang tak ada tanda-tanda kehidupan selama hari-hari itu, notifikasi facebook yang terabaikan, permintaan pertemanan yang tiada respon, dan segalanya. Semoga maaf ini bisa diterima. Seperti langit biru di atas Makkah yang menerima semua yang tertuju padanya. Banyak doa, harap, dan menara.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/120911_1903_langitbirud1.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">*Babul Malik Abdul Aziz—16 November 2011</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">    Lalu kapan mulai berceritanya? Nantilah. Ini sudah jam 2 pagi. Waktunya untuk tidur. Tidurlah&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;">bukan di bangunan hitam itu kita dipertemukan</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p>02.00 10 Desember 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/babul-malik-abdul-aziz/'>babul malik 'abdul 'aziz</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji/'>haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji-2011/'>haji 2011</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/hajj/'>hajj</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/hajj-2011/'>hajj 2011</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/king-abdul-aziz-gate/'>king 'abdul 'aziz gate</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/madinah/'>madinah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/makkah/'>makkah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1427&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/12/10/langit-biru-di-siang-makkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/12/120911_1903_langitbirud1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>TAS HAJI</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/17/tas-haji/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/17/tas-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 16:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[CATATAN SENIN KAMIS]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[bandara king abdul aziz]]></category>
		<category><![CDATA[bandara king abdul aziz jeddah]]></category>
		<category><![CDATA[bank muamalat indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[haji 2011]]></category>
		<category><![CDATA[jeddah]]></category>
		<category><![CDATA[kantor kementerian agama]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[kopor haji]]></category>
		<category><![CDATA[saudi arabian airlines]]></category>
		<category><![CDATA[tas haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/17/tas-haji/</guid>
		<description><![CDATA[TAS HAJI     Sekarang saatnya untuk sedikit membahas tas haji, di mana mengambilnya, tips menandai tas, dan saat mengembalikan tas kopor besar. Untuk mengambil tas yang menjadi hak dari para calon jamaah haji (calhaj) maka syarat yang dibawa adalah kuitansi infak dan pembelian batik yang sudah pernah saya bahas di sini. Sebagai cadangan—takut ditanya-tanya oleh petugas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1423&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>TAS HAJI<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">    Sekarang saatnya untuk sedikit membahas tas haji, di mana mengambilnya, tips menandai tas, dan saat mengembalikan tas kopor besar. Untuk mengambil tas yang menjadi hak dari para calon jamaah haji (calhaj) maka syarat yang dibawa adalah kuitansi infak dan pembelian batik yang sudah pernah saya bahas di <a href="http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/09/06/pengurusan-visa-haji/">sini</a>.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">Sebagai cadangan—takut ditanya-tanya oleh petugas di sana—bawa saja SPPH (surat Pendaftaran Pergi haji) dan BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji). Senyatanya dua dokumen ini tidak ditanya, cukup kuitansi itu saja.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">Ingat mengambil tasnya adalah pada hari dan jam kerja yang telah ditentukan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Tepatnya setelah manasik haji yang terakhir.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">    Setiap calhaj diberi tiga tas. Satu tas kopor besar, satu tas tenteng, dan satu tas kecil yang biasa dikalungkan di leher—biasanya buat dokumen paspor dan buku kesehatan. Tas yang didapat kami berasal dari Saudi Arabian Airlines dan juga berlogo Bank Mandiri. Saya tak tahu kaitannya apa Bank Mandiri dengan maskapai penerbangan itu dan perjalanan ibadah haji ini. Pun, karena kami tak pernah merasa menabung di bank ribawi itu. Kami hanya menabung di bank syariah, Bank Muamalat Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">    Tas kopor besar diisi segala kebutuhan kita di tanah suci dengan berat maksimal antara 32 kg sampai dengan 35 kg. Saya tak tahu tepatnya, karena dari selebaran kertas yang ada di dalam tas itu ditulis untuk tas kopor berat maksimalnya adalah 35 kg, tetapi di plastik penanda yang berada di pegangan kopor berat maksimal yang diperbolehkan adalah 32 kg. Sepertinya berat pastinya adalah 32 kg karena dalam surat pernyataan yang diberi oleh petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor di sana tertulis berat maksimal adalah 32 kg.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">    Setelah diisi, tas kopor itu diberi tanda apa saja yang mencolok. Terserah. Ada yang diberi pita, rangkaian tali, sapu tangan, dan lain-lain. Kalau saya di cat Pylox Scotch Light warna oranye atau jingga. Apanya yang dicat? Tetangga saya dulu mengecat 1/3 bagian atasnya, tapi saya tidak. Cukup dengan memberi sedikit tanda bulat dan cat strip di pinggirannya. Lihat saja gambar ini.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/10/101711_1616_tashaji11.jpg?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">    Lalu setelah itu bagaimana? Jangan lupa mengambil dan mengisi Surat Pernyataan Barang Bawaan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Formulirnya sudah tersedia dan bisa diambil pada saat pengambilan tas itu atau beberapa hari sebelum pemberangkatan atau pengembalian kopor.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">    Formulir itu rangkap tiga berkarbon. Lembar pertama warna putih untuk Kanwil Kementerian Agama, lembar kedua warna merah untuk PPIH Embarkasi, dan lembar ketiga warna hijau untuk jamaah haji. Siapkan meterai satu lembar untuk ditempel di lembar kedua warna merah. Serahkan lembar pertama dan lembar kedua pada petugas PPIH pada saat penyerahan kopor yang biasanya satu hari—ingat satu hari—sebelum pemberangkatan. Pengumpulan tas dilakukan di Masjid Baitul Faizin, Pemda Cibinong.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">    Ya betul, jadi pastikan bahwa isi di dalam tas kopor besar adalah semua kebutuhan haji yang tidak kita butuhkan pada saat perjalanan berangkat. Yang dibutuhkan selama perjalanan ke embarkasi dan di dalam pesawat harusnya ada di tas tentengan yang dibatasi beratnya, kalau tidak salah 7 kg. Kita sudah berpisah dengan tas kopor kita satu hari sebelum pemberangkatan dan ketemu lagi di Bandara King Abdul Aziz Jeddah bahkan benar-benar bisa di buka dengan bebas adalah pada saat kita di maktab.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">    Semoga informasi ini bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">***</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;">    23.15 – 17 Oktober 2011</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;margin-left:36pt;">
<p style="text-align:justify;">    Tags: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, bank muamalat indonesia, saudi arabian airlines, tas haji, kopor haji, haji, haji 2011, bandara king abdul aziz jeddah, bandara king abdul aziz, kantor kementerian agama, jeddah.</p>
<p><strong>    </strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/catatan-senin-kamis/'>CATATAN SENIN KAMIS</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bandara-king-abdul-aziz/'>bandara king abdul aziz</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bandara-king-abdul-aziz-jeddah/'>bandara king abdul aziz jeddah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bank-muamalat-indonesia/'>bank muamalat indonesia</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji/'>haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji-2011/'>haji 2011</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/jeddah/'>jeddah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kantor-kementerian-agama/'>kantor kementerian agama</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kantor-kementerian-agama-kabupaten-bogor/'>Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kopor-haji/'>kopor haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/saudi-arabian-airlines/'>saudi arabian airlines</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/tas-haji/'>tas haji</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1423/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1423&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/17/tas-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/10/101711_1616_tashaji11.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>mana minamu?</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/16/mana-minamu/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/16/mana-minamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 16:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sajak cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Syair]]></category>
		<category><![CDATA[syair cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/16/mana-minamu/</guid>
		<description><![CDATA[mana minamu? Sajakku di malam ini adalah diam yang mengelana ratusan kilometer, memasuki celah bawah pintu, merayap dinding-dinding rumahmu, menusuk lubang kunci kamar, dan membeku di depan cermin. Sebaskom air hujan dengan dua tiga riak kecil adalah berisik dari cermin yang mendadak retak. Sebuah gema: mana minamu? *** Riza Almanfaluthi dedaunan di ranting cemara 23.45 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1417&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/10/101611_1648_manaminamu11.jpg?w=720" alt="" align="left" /><strong>mana minamu?<br />
</strong></p>
<p>Sajakku di malam ini adalah diam yang mengelana ratusan kilometer, memasuki celah bawah pintu, merayap dinding-dinding rumahmu, menusuk lubang kunci kamar, dan membeku di depan cermin. Sebaskom air hujan dengan dua tiga riak kecil adalah berisik dari cermin yang mendadak retak. Sebuah gema: mana minamu?</p>
<p>***</p>
<p>Riza Almanfaluthi</p>
<p>dedaunan di ranting cemara</p>
<p>23.45 &#8211; 16 Oktober 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/poem/'>Poem</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/poem/'>Poem</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/poetry/'>Poetry</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/puisi/'>Puisi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/puisi-cinta/'>puisi cinta</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/sajak/'>sajak</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/sajak-cinta/'>sajak cinta</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/syair/'>Syair</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/syair-cinta/'>syair cinta</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1417/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1417&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/16/mana-minamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/10/101611_1648_manaminamu11.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>3 HARI</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/16/3-hari/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/16/3-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 22:19:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[CATATAN SENIN KAMIS]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[3]]></category>
		<category><![CDATA[asma nadia]]></category>
		<category><![CDATA[buku berkah 2]]></category>
		<category><![CDATA[DJP]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[nanik susanti]]></category>
		<category><![CDATA[oh mama oh papa]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/16/3-hari/</guid>
		<description><![CDATA[3 HARI     Tiga hari diberi tugas untuk menjadi anggota tim penyunting Buku Berbagi Kisah (Berkah) 2 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di sebuah hotel di bilangan Tanah Abang membuat saya semakin tahu kalau di DJP itu banyak penulis yang berbakat. Buktinya ada salah satu dari mereka yang tiga tulisannya lolos dari empat lebih kriteria penilaian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1415&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>3 HARI<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/10/101511_2219_3hari1.png?w=720" alt="" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">    Tiga hari diberi tugas untuk menjadi anggota tim penyunting Buku Berbagi Kisah (Berkah) 2 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di sebuah hotel di bilangan Tanah Abang membuat saya semakin tahu kalau di DJP itu banyak penulis yang berbakat. Buktinya ada salah satu dari mereka yang tiga tulisannya lolos dari empat lebih kriteria penilaian yang telah disepakati oleh tim penilai dan editor. Termasuk kredibilitas kesehariannya di kantor. Luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">    Penilaian ketat itu membuat banyak juga tulisan yang memperoleh nilai tinggi di seleksi pertama namun gagal di seleksi berikutnya. Seperti karena temanya yang tidak unik atau hampir sama dengan tulisan lain yang berada dalam satu kelompok besar tema. Atau gagal dalam seleksi terakhir seperti penilaian keseharian di kantornya. Tulisannya memang bagus tetapi di kantor kerjanya enggak beres atau sering bolos, mohon dimaafkan kalau tulisannya memang tidak akan pernah bisa lolos.</p>
<p style="text-align:justify;">    &#8221;Tidak adakah ruang untuk konfirmasi, klarifikasi, dan pertobatan di sini?&#8221; tanya saya pada forum. Jelas ada untuk dua yang pertama tetapi yang ketiga sepertinya tak memungkinkan dikarenakan buku ini diharapkan sebagai cerminan nyata dari para penulis. Jadi tak sekadar bisa menulis tapi sejalankah antara omongan atau tulisan dengan perbuatan atau integritasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">    Di tiga hari itu saya jadi tahu juga kalau tak banyak dari para penulis itu yang menulis bersih tanpa turun tangan dari para editor. Hatta masalah penggunaan kutipan buat kalimat langsung banyak yang tidak tahu. Di sinilah pentingnya tim penyunting untuk membereskan masalah itu. Tak sekadar itu jika memang diperlukan tim penyunting bisa memangkas tulisan hingga separuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">    Pun, di tiga hari itu saya menemukan sebuah tulisan bagus. Tim juri juga memberikan nilai yang tinggi. Dan semua sepakat bahwa tulisan itu memang layak masuk. Karena keindahan bahasanya, alurnya, dan gaya penceritaannya. Tetapi ketahuan juga kalau itu cuma fiksi. Duh, sayangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">    Di tiga hari itu bahkan saya menemukan sebuah tulisan yang lebih bagus lagi. Dan ini bisa menutupi kekecewaan sebagian dari kami karena cerita yang cuma fiksi itu. Tulisan bagus yang biasa saya temukan di kolom <strong><em>oh mama oh papa</em></strong> dari majalah Kartini. Saya sampai merinding saat membaca dan mengeditnya—kebetulan saya yang ditugaskan untuk menyuntingnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan saya semakin tahu bahwa sebuah tulisan yang dibuat oleh seseorang yang mengalami langsung dari peristiwa pokok yang diungkap dalam tulisannya itu jelas lebih indah dan lebih bagus daripada tulisan yang dibuat dari orang yang hanya sekadar membayangkan saja. Padahal ia bukanlah seseorang yang menjadikan menulis sebagai kesenangannya. Salut buatnya. Tabik.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tiga hari itu yang terpenting lagi saya mendapatkan banyak hal lain. Seperti semangat menulis yang ditularkan dari Asma Nadia, bagaimana cara mengedit dari Mbak Nanik Susanti, dan cerita tentang integritas luar biasa dari pegawai pajak yang sudah 30 tahun mengabdi dan tidak mau disebut namanya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Terakhir, dari sekian banyak kalimat kuat yang disampaikan Asma Nadia ada yang menggugah saya: &#8220;Jangan sampai ketidaksempurnaan tulisan itu menjadikan Anda berhenti untuk menulis.&#8221; Maka, ini sebuah nasehat buat saya dan mereka yang ingin menulis yaitu jangan pernah sekali pun untuk berhenti menulis sampai akhir nafas kita.</p>
<p style="text-align:justify;">**</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara</p>
<p style="text-align:justify;">ada saya atau tidak ada saya, jangan pernah berhenti untuk menulis</p>
<p style="text-align:justify;">00.14 – 16 Oktober 2011</p>
<p>    Gambar diambil dari <a href="http://watermarked.cutcaster.com/cutcaster-vector-100821419-Number-3.jpg">sini</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/catatan-senin-kamis/'>CATATAN SENIN KAMIS</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/tips-menulis/'>Tips Menulis</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/3/'>3</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/asma-nadia/'>asma nadia</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/buku-berkah-2/'>buku berkah 2</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/djp/'>DJP</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kartini/'>kartini</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/menulis/'>Menulis</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/nanik-susanti/'>nanik susanti</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/oh-mama-oh-papa/'>oh mama oh papa</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pajak/'>pajak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1415/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1415&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/16/3-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/10/101511_2219_3hari1.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>JANGAN SEBATAS NIAT</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/14/jangan-sebatas-niat/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/14/jangan-sebatas-niat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 06:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[CATATAN SENIN KAMIS]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[DJP]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[mecca]]></category>
		<category><![CDATA[medina]]></category>
		<category><![CDATA[mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[menabung haji]]></category>
		<category><![CDATA[modernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[modernisasi djp]]></category>
		<category><![CDATA[modernisasi pajak]]></category>
		<category><![CDATA[remunerasi]]></category>
		<category><![CDATA[remunerasi djp]]></category>
		<category><![CDATA[STAN]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1407</guid>
		<description><![CDATA[JANGAN SEBATAS NIAT Hari-hari ini saya sering ditanya oleh teman-teman dengan pertanyaan seperti ini: “Kapan berangkat? Daftarnya kapan? Sejak kapan nabung? Saya jawab semuanya. Namun kali ini saya ingin menjawab sedikit tentang dua pertanyaan terakhir itu. Tentunya dengan sebuah cerita. Semua itu berawal sejak masuk kampus STAN tahun 1994. Sejak mengenal apa itu Islam yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1407&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JANGAN SEBATAS NIAT</strong></p>
<p><img alt="" src="http://us.123rf.com/400wm/400/400/bigevil600/bigevil6000911/bigevil600091100005/5853313-kaaba-mecca-saudi-arabia.jpg" class="aligncenter" width="400" height="379" /></p>
<p>Hari-hari ini saya sering ditanya oleh teman-teman dengan pertanyaan seperti ini: “Kapan berangkat? Daftarnya kapan? Sejak kapan nabung? Saya jawab semuanya. Namun kali ini saya ingin menjawab sedikit tentang dua pertanyaan terakhir itu. Tentunya dengan sebuah cerita. </p>
<p>	Semua itu berawal sejak masuk kampus STAN tahun 1994. Sejak mengenal apa itu Islam yang tak sekadar sholat dan puasa saja. Semangat berislam tumbuh dengan penuh gelora. Yang pada suatu titik timbul adanya sebuah keinginan untuk bisa pergi haji. Tak cuma sebatas keinginan tapi sebuah kerinduan. Ya benar-benar rindu.  Hingga kalau ada berita-berita tentang perjalanan haji di tv selalu saya  tonton dengan semangat. </p>
<p>	Bahkan hari Jumat selalu saya tunggu karena pada hari itu—di bulan-bulan menjelang dzulhijjah atau setelahnya—koran Republika, koran langganan  di kosan, selalu ada lembaran khusus liputan haji. Foto-foto bangunan hitam dan masjidil haram selalu saya pandang lekat-lekat. Membuat saya tak sanggup untuk menahan air mata. Terburu-buru  masuk kamar dan menguncinya, bersandar di pintu, jatuh terduduk sambil nangis habis-habisan. Saat itu saya benar-benar mohon pada Allah agar saya termasuk dari bagian orang-orang yang dipanggil untuk menjadi tamu-Nya. Tapi kapan? Duit dari mana? Pertanyaan yang saya sendiri tak tahu jawabannya. </p>
<p>	Setelah itu, bertahun-tahun saya tetap terharu kalau ada liputan haji atau cerita dari saudara dan teman yang sudah pernah ke sana. Tetap dengan sebuah harap dan pertanyaan sama yang menggelayut setelahnya walau saya  sudah kerja di kantor pajak. Ya, saya bahkan tak berani bermimpi  untuk bisa punya mobil atau pergi haji.</p>
<p>	Tapi Allah punya rencana lain. Modernisasi berefek adanya remunerasi. Tahun 2004 kantor saya mulai berubah mengikuti reformasi birokrasi yang sudah dicanangkan. Saya mulai berani bermimpi apa saja. Punya ini punya itu. Dan terpenting adalah bisa naik haji.</p>
<p>	Akhirnya tibalah Oktober 2006. Saat  itu bulan-bulan menjelang lebaran. Bukannya uang tabungan yang ada di bank diambil untuk bekal pulang kampung tapi kami tekadkan diri uang itu untuk membuka tabungan haji. Karena saya yakin betul menabung adalah realisasi yang paling riil dari sebuah niat. Jadi tak sekadar berhenti di niat saja. Dan saya yakin betul kalau sudah menabung Allah akan memudahkan realisasi cita-cita pergi haji ini. Seringkali saya bertanya kepada orang yang berniat haji dengan pertanyaan ini, “sudah buka tabungan haji?” Ini lagi-lagi untuk memastikan bahwa jangan sekadar niat.</p>
<p>Ada cerita pula kalau ada orang yang memulai menabung haji dengan satu uang logaman seratus rupiah dan berhasil naik haji. Dengan demikian jangan pernah meremehkan sedikitnya uang yang ditabungan karena pergi haji itu bukan sekadar ada uang atau tidak ada uang. Namun semata-mata karena Allah telah berkehendak pada orang yang dikehendaki-Nya. Begitu banyak orang kaya namun tidak tergerak hatinya untuk pergi haji. Dan betapa banyak orang yang tidak mampu secara finansial tetapi tiba-tiba berangkat karena mendapatkan rizki yang tidak disangka-sangka.</p>
<p>	Karenanya setiap bulan kami paksakan untuk menabung. Walau terkadang juga ada bulan yang bolong tidak menabung karena uangnya digunakan untuk keperluan yang lain. Sampai suatu ketika di bulan November 2009 kami mantapkan untuk melunasi dana setoran awal pergi haji yang waktu itu masih sebesar Rp20 juta per jamaah. Setelah menyetor dan mendaftarkan diri baru ketahuan kalau kami akan diberangkatkan di tahun 2011. Alhamdulillah tak perlu lama. Waktu dua tahun yang ada digunakan menabung lagi untuk melunasi dana biaya haji. </p>
<p>	Tak sekadar niat dan menabung, saya dawamkan doa ini setiap habis sholat: “Allaahummaj’alna hajjan mabrura.” Ya Allah jadikan kami haji yang mabrur. Karena saya mendengar dari seorang ustadz ada yang membiasakan diri berdoa dengan doa itu dan dalam setahun doanya terkabul. Sedang saya Insya Allah dalam dua tahun. Amin. </p>
<p>	Dengan rentang waktu hidup yang saya jalani selama ini maka kalau dikronologiskan seperti ini:<br />
Lahir- 1994	: Hanya tahu haji sebatas bagian dari Rukun Islam.<br />
Tahun 1994	: Mulai ada keinginan yang luar biasa. Cinta dan rindu mulai timbul.<br />
Tahun 2006	: Mulai menabung (tepatnya Oktober 2006).<br />
Tahun 2009	: Melunasi biaya awal dan mendaftarkan diri untuk dapat nomor porsi (tepatnya November 2009).<br />
Tahun 2011	: Dijadwalkan berangkat Oktober 2011. Insya Allah.</p>
<p>	 Saya berdoa semoga para pembaca juga dapat dipanggil Allah menuju tanah suci Makkah Almukarromah dan Madinah Almunawarah. Nikmati pengalaman spiritual terhebat di sana. Dan semoga menjadi haji yang mabrur.</p>
<p>	**</p>
<p>Riza Almanfaluthi<br />
dedaunan di ranting cemara<br />
11.45 – 14 Oktober 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/catatan-senin-kamis/'>CATATAN SENIN KAMIS</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-3/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/djp/'>DJP</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji/'>haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/madinah/'>madinah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/mecca/'>mecca</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/medina/'>medina</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/mekkah/'>mekkah</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/menabung-haji/'>menabung haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/modernisasi/'>modernisasi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/modernisasi-djp/'>modernisasi djp</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/modernisasi-pajak/'>modernisasi pajak</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/remunerasi/'>remunerasi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/remunerasi-djp/'>remunerasi djp</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/stan/'>STAN</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/tabungan-haji/'>tabungan haji</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1407&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/14/jangan-sebatas-niat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://us.123rf.com/400wm/400/400/bigevil600/bigevil6000911/bigevil600091100005/5853313-kaaba-mecca-saudi-arabia.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BLOG HAJI TEREKOMENDASI</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/09/blog-haji-terekomendasi/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/09/blog-haji-terekomendasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 00:11:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[CATATAN SENIN KAMIS]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[abu syafwan]]></category>
		<category><![CDATA[bintari sriwijayanti]]></category>
		<category><![CDATA[blog abu syafwan]]></category>
		<category><![CDATA[blog bintari sriwijayanti]]></category>
		<category><![CDATA[blog haji]]></category>
		<category><![CDATA[bunda thousand words]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[kupenuhi panggilanmu]]></category>
		<category><![CDATA[menjemput hidayah di baitullaH]]></category>
		<category><![CDATA[tanazul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/09/blog-haji-terekomendasi/</guid>
		<description><![CDATA[BLOG HAJI TEREKOMENDASI Sudah lebih dari dua orang yang saya kenal telah pergi ke tanah suci pada pekan pertama Oktober tahun ini. Sedangkan saya masih lama, Insya Allah tanggal 25 Oktober nanti. Saya cuma berharap Allah tidak memberi saya sakit lagi seperti di bulan syawal yang baru lewat, dua penyakit bertubi-tubi. Enggak ding, tepatnya maag [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1398&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>BLOG HAJI TEREKOMENDASI<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p>Sudah lebih dari dua orang yang saya kenal telah pergi ke tanah suci pada pekan pertama Oktober tahun ini. Sedangkan saya masih lama, Insya Allah tanggal 25 Oktober nanti. Saya cuma berharap Allah tidak memberi saya sakit lagi seperti di bulan syawal yang baru lewat, dua penyakit bertubi-tubi. Enggak ding, tepatnya maag di awal syawal dan cacar air di akhir Syawal. Amin.</p>
<p>Sembari menunggu hari H itu saya berusaha untuk memperdalam ilmu haji. Dengan membaca banyak literatur fikih haji dari berbagai buku atau membacanya melalui internet—swer sebelum ini saya tidak tahu apa-apa tentang ilmu haji, minim banget, dan menyedihkan. Yang menarik dari cara belajar online di internet itu adalah banyaknya pengetahuan yang tidak didapat dari buku-buku. Seperti belajar pengalaman dari orang yang sudah pergi haji. Oleh karenanya banyak blog yang sudah saya sambangi.</p>
<p>Dari sekian situs dan blog itu yang teramat menarik bagi saya, Insya Allah cuma dua blog ini. <a href="http://abusyafwan.blogspot.com/"><br />
</a></p>
<ol style="margin-left:108pt;">
<li>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://abusyafwan.blogspot.com/">Blog Abu Syafwan</a></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://bunda-thousand-word.blogspot.com/">Blog Bintari Sriwijayanti</a></div>
</li>
</ol>
<p>Blog yang pertama amat menarik karena bicara hal-hal teknis dari mulai persiapan haji hingga pelaksanaan hajinya di sana. Hal-hal yang menurut kita sepele dan seringkali diabaikan ditulis di sana. Ditambah dengan ilustrasi foto membuat <em>content</em> blog ini amat bermanfaat dan layak untuk dijadikan referensi.</p>
<p>Blog yang menggunakan tagline: <strong><em>kupenuhi panggilanMu</em></strong> ini masih update. Postingan terakhir sampai tulisan ini dibuat adalah pada tanggal 19 Agustus 2011. Komentar saya adalah, &#8220;<em>Teknis dan detil banget Bro</em>.&#8221; Jarang saya temukan di blog lain. Saya cuma berucap dalam hati semoga apa yang ditulis menjadi ladang amal kebaikan buat penulisnya. Tidak pernah putus dan berhenti sebagai shadaqah jariah.</p>
<p>Nah, blog yang kedua, yang mengambil nama <em>Bunda Thousand Words</em> sebagai nama blognya ini buat saya <em>exciting</em> banget. Saya menemukannya di urutan pertama Mbah Google ketika saya mengetikkan kata &#8220;tanazul&#8221;. Awalnya iseng untuk berkunjung. Apalagi blog ini sudah lama enggak diupdate. Tanggal postingan terakhir adalah 6 November 2009.</p>
<p>Eh, ternyata saya tidak cukup membaca satu postingannya saja. Berlanjut terus dan terus ke postingan lainnya. Saya mulai baca blog ini dari waktu ashar sampai maghrib tiba. Enggak terasa. Yang membedakannya dari blog yang pertama atau yang lainnya adalah cerita pengalaman hajinya. Kalau blog pertama bicara tentang teknis haji tetapi blognya Bunda Bintari Sriwijayanti ini bercerita tentang pengalaman spiritual berhaji dengan suaminya di tanah suci. Tulisannya renyah. Natural. Manusia banget. Enggak jaim. Mencerahkan. Mengharukan. Dan mampu membuat mata saya berkaca-kaca.</p>
<p>Sedikit sekali blog yang konsisten bercerita dari awal sampai akhir tentang pengalaman hajinya. Terkadang ada blog lain yang semangat di awal untuk bercerita tetapi cuma berhenti di tulisan kedua atau ketiga. Nah blog ini Insya Allah bercerita lengkap. <em>Recommended</em> dah…</p>
<p>Layak kalau semua pengalamannya itu dibukukan. Dan memang bukunya sudah terbit. Judulnya: <strong><em>Menjemput Hidayah Di baitullah</em></strong>. Ini dia kaver bukunya.</p>
<p><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/10/100911_0011_bloghajiter1.png?w=720" alt="" /></p>
<p>Kalau mau jadi teman FB mereka gampang. Cari saja di google ketemu Insya Allah.</p>
<p>Itu saja kali saya mau cerita tentang blog terekomendasi ini. Semoga ini bermanfaat buat Anda yang mau pergi haji dan menambah wawasan.</p>
<p>***</p>
<p>Riza Almanfaluthi</p>
<p>dedaunan di ranting cemara</p>
<p>06.51- 9 oktober 2011</p>
<p style="text-align:center;">TAGS: blog abu syafwan, abu syafwan, blog bintari sriwijayanti, bintari sriwijayanti, <em>kupenuhi panggilanmu</em>,<em>bunda thousand words</em>,tanazul<em>, menjemput hidayah di baitullaH, blog haji, haji, </em></p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/catatan-senin-kamis/'>CATATAN SENIN KAMIS</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/abu-syafwan/'>abu syafwan</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bintari-sriwijayanti/'>bintari sriwijayanti</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/blog-abu-syafwan/'>blog abu syafwan</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/blog-bintari-sriwijayanti/'>blog bintari sriwijayanti</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/blog-haji/'>blog haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bunda-thousand-words/'>bunda thousand words</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji/'>haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kupenuhi-panggilanmu/'>kupenuhi panggilanmu</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/menjemput-hidayah-di-baitullah/'>menjemput hidayah di baitullaH</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/tanazul/'>tanazul</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1398/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1398&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/09/blog-haji-terekomendasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/10/100911_0011_bloghajiter1.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Merak</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/07/1382/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/07/1382/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 07:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/?p=1382</guid>
		<description><![CDATA[Tiga Merak ** Menunggangi debu menusuk nafas yang terengah-engah diteriaki bising jelaga knalpot ribuan langkah terukir di aspal-aspal hitam di ingatan yang serba tanggung satu merak pergi tanpa tengok satu merak lagi diam tak ingat apa-apa satu merak terpasung dalam sumpah karena hidup harus terus berjalan aku telan matahari pagi sebentuknya membuat air terjun di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1382&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiga Merak **</p>
<p><img class="aligncenter" title="Merak" src="http://amoora.netne.net/images/merak.jpg" alt="" width="300" height="368" /></p>
<p>Menunggangi debu</p>
<p>menusuk nafas yang terengah-engah</p>
<p>diteriaki bising jelaga knalpot</p>
<p>ribuan langkah terukir di aspal-aspal hitam</p>
<p>di ingatan yang serba tanggung</p>
<p>satu merak pergi tanpa tengok</p>
<p>satu merak lagi diam tak ingat apa-apa</p>
<p>satu merak terpasung dalam sumpah</p>
<p>karena hidup harus terus berjalan</p>
<p>aku telan matahari pagi</p>
<p>sebentuknya membuat air terjun di hati</p>
<p>sepuasnya aku tertawa-tawa</p>
<p>***</p>
<p>Riza Almanfaluthi</p>
<p>dedaunan di ranting cemara</p>
<p>14.24 – 8 Oktober 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/poem/'>Poem</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1382&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/07/1382/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amoora.netne.net/images/merak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Merak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NAPOLEON SETELAH WATERLOO</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/04/napoleon-setelah-waterloo/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/04/napoleon-setelah-waterloo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 14:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[CATATAN SENIN KAMIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/04/napoleon-setelah-waterloo/</guid>
		<description><![CDATA[NAPOLEON SETELAH WATERLOO   Liburan panjang lebaran telah usai. Besok senin sudah mulai bekerja lagi. Perasaan malas kembali muncul, &#8220;coba saja kalau liburannya lebih lama, duh enaknya&#8221;. Apalagi setelah perjalanan mudik dan balik yang tentunya melelahkan sehingga butuh penyegaran dan pemulihan fisik supaya memulai bekerjanya lebih enak. Lagi-lagi hanya alasan pembenaran untuk sebuah kemalasan. Sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1381&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>NAPOLEON SETELAH WATERLOO<br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;">
 </p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/10/100411_1410_napoleonset1.png?w=720" alt="" /><strong><br />
		</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Liburan panjang lebaran telah usai. Besok senin sudah mulai bekerja lagi. Perasaan malas kembali muncul,  &#8220;coba saja kalau liburannya lebih lama, duh enaknya&#8221;. Apalagi setelah perjalanan mudik dan balik yang tentunya  melelahkan sehingga butuh penyegaran dan pemulihan fisik supaya memulai bekerjanya lebih enak. Lagi-lagi hanya alasan pembenaran untuk sebuah kemalasan.
</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah pesan pendek masuk meningkahi keluhan itu. &#8220;Ayolah. Tetap semangat. Jangan begitu. Coba lihat sekitar kita yang bekerja dengan mengeluarkan peluh tapi hasilnya tak seberapa. Lihat tukang jual kerang rebus, tukang sol sepatu, penjual sarung remote tv yang lewat depan rumah. Kita? Cukup duduk di ruangan ber-ac, tunggu jam 5, dapat gaji gede di awal bulan. Syukuri dan jalani saja.&#8221;
</p>
<p style="text-align:justify;">Pesan yang menyadarkan nurani tentang pentingnya rasa syukur dan optimisme dalam hidup. Hidup itu apapun yang terjadi memang harus dijalani. Baik dan buruknya, nyaman dan menderitanya. Tinggal men-<em>setting tool</em> yang ada dalam otak kita pada <em>mode</em> sabar. Tapi tunggu dulu, gaji gede?
</p>
<p style="text-align:justify;">Wah, langsung alarm satuan ukur materialistis kita berbunyi. Dengan mulai membayangkan penghasilan yang didapat oleh karyawan BI, anggota DPR, pegawai pemerintahan daerah kaya (padahal mereka sendiri juga iri kepada para pegawai Kementerian Keuangan) dan lainnya. Naluri manusia yang sangat alamiah saat dihadapkan pada harta. Senantiasa mendongak ke atas dan jarang melihat ke bawah. Yang terakhir biasanya dilakukan kalau habis mendengar taushiyah dari ustadz di televisi. Jama`aaaaaaaaah oh jamaaaaaah.
</p>
<p style="text-align:justify;">Seringkali kita merasa kurang daripada yang lain kalau soal beginian. Atau merasa hidupnya paling miskin dan menderita. Makan sepiring berdua. Tidur beralaskan koran di pinggir jalan dan beratapkan langit.
</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan banyak sekali orang yang merasa kita adalah orang yang lebih daripada diri mereka sendiri. &#8220;Mas, enak yah sekarang. Sudah punya istri, anak-anak, rumah, motor, mobil, sudah sekolah tinggi, status punya, kerja di pajak, gaji pastinya gede,&#8221;  seorang teman jomblo mengomentari saya. Mendengar itu saya cuma bilang padanya, &#8220;makanya cepetan nikah.&#8221; Karena bagi saya jalan untuk membuka semuanya adalah dengan menikah. Sebab itu saya menikah di usia muda.
</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, ternyata kita memiliki banyak sekali anugerah. Soal motor, mobil, dan rumah yang masih kredit serta letaknya tidak di pusat kota bahkan jauh, puluhan hingga ratusan kilometer dari tempat bekerja kita itu soal lain. Begitupula dengan SK PNS yang masih menginap di bank, asuransi kesehatan yang belum menggaransi seluruh anggota keluarga, atau tidak punya agenda liburan bulanan bahkan ke luar negeri, itupun soal lain.
</p>
<p style="text-align:justify;">Dan itu baru sebatas yang terlihat secara zahir oleh orang lain. Ada anugerah yang tak terlihat,  yang hanya dirasa oleh kita, pasangan kita atau anggota keluarga kita lainnya berupa ketenteraman dan keberkahan atas harta dan rumah tangga kita. Keluarga sehat. Anak-anak tumbuh kuat dan cerdas. Punya tetangga samping kiri, kanan, depan, dan belakang yang peduli terhadap kita dan baik-baik. Pembantu rumah tangga yang loyal, amanah, dan sangat membantu serta membuat kita tenang untuk beraktivitas di luar rumah.
</p>
<p style="text-align:justify;">Atau teman-teman kantor yang selalu mendukung kita dan apalagi kalau setiap urusan kantor  senantiasa dimudahkan untuk diselesaikan dan dicari solusi atas setiap permasalahannya. Atau punya atasan yang baik dan memahami kita, itu juga sebuah anugerah yang luar biasa. Atau seringkali kita diberikan kemudahan untuk menaruh jari di <em>finger print</em> tanpa sedetik pun terlambat di setiap paginya—walau untuk itu ada banyak pengorbanan yang harus dilakukan. Komputer yang enggak pernah <em>hang </em>atau kena bahkan tidak merasa diserang virus.  Pensil, serutan, penghapus, pulpen, dan alat tulis yang selalu tersedia. Kertas <em>continuous form</em>, kertas ukuran kuarto dan folio, printer dan tinta <em>refill-nya</em> yang selalu ada setiap saat.
</p>
<p style="text-align:justify;">Telepon dan mesin faksmili yang siap untuk digunakan. Jaringan internet yang bisa diakses dengan mudah. Satpam dan office boy yang tak pernah pasang muka cemberut untuk kita. Kursi kerja yang bisa digoyang dan digeser dengan mudah  dan tak pernah membuat kita jatuh saat mendudukinya.  Coba, nikmat manalagi yang hendak diingkari?
</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau sudah memikirkan ini, saya tidak bisa untuk meminta dan menuntut  orang lain bersikap sama dengan saya, bahkan  seringkali ini mengharuskan saya untuk berkaca pada diri sendiri.  Saya jadi malu, ternyata banyak sekali yang tak sesuai dengan apa yang saya ucap dan tulis. Betapa banyak keluhan dan rasa ketidaksyukuran yang ada. Walau tidak sempat atau sedikit terucapkan dengan lisan, namun banyak terlintas dalam benak dan tercetus dalam hati.
</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang angan-angan liar  berapa banyak harta dan kekuasaan (baca: penempatan) yang bisa diraih lagi. Tentang keluhan terhadap kondisi rumah dan kantor. Tentang aktivitas dan kerja yang seringkali dengan embel-embel ataupun pamrih, ucapan yang dihias dengan ambisi, dan merasa mulia dengan jabatan dan kekayaan yang serba tanggung ini. Padahal dua terakhir ini pun sudah pasti tak bisa menyelamatkan diri saya saat di ujung nafas nanti. Saya jadi teringat Al Walid Ibn Abdul Malik,  penguasa Damaskus, penguasa sebagian belahan dunia, pemuncak kejayaan Dinasti Bani Umayyah, di saat sekaratnya yang berucap, &#8220;hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku dariku. Mana hartaku? Mana kekuasaanku?&#8221;
</p>
<p style="text-align:justify;">Itu baru sebatas keluhan, yang paling parah adalah jika tidak berhenti sampai di situ, tetapi hingga direalisasikan dengan ibadah yang sedikit. Duh, Gusti. Padahal Pemilik seluruh harta kekayaan di langit dan bumi telah menjamin rezeki buat saya jika saya mampu untuk melakukan tiga hal ini: meminta padaNya, ibadah yang benar dan banyak, dan bersyukur. Memikirkan semua itu saya seperti menjadi Napoleon setelah Waterloo.
</p>
<p style="text-align:justify;">Syawal ini saya mau berubah ke arah yang lebih baik lagi. Semoga.
</p>
<p style="text-align:justify;">***
</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi
</p>
<p style="text-align:justify;">Penelaah Keberatan
</p>
<p style="text-align:justify;">Direktorat Keberatan dan Banding
</p>
<p style="text-align:justify;">Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak
</p>
<p style="text-align:justify;">&#8211;dimuat di Majalah Berita Pajak Edisi September-Oktober 2011
</p>
<p style="text-align:justify;">Gambar berasal dari <a href="http://www.gregduncanpowell.com.au/index.php?limitstart=10">sini.</a>
	</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/catatan-senin-kamis/'>CATATAN SENIN KAMIS</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1381&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/04/napoleon-setelah-waterloo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/10/100411_1410_napoleonset1.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PENGUMUMAN KLOTER</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/01/pengumuman-kloter/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/01/pengumuman-kloter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 12:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[CATATAN SENIN KAMIS]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[depag kabupaten bogor]]></category>
		<category><![CDATA[departemen agama kabupaten bogor]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[haji kabupaten bogor]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian agama kabupaten bogor]]></category>
		<category><![CDATA[pengumuman haji kabupaten bogor]]></category>
		<category><![CDATA[pengumuman kloter 2011]]></category>
		<category><![CDATA[pengumuman kloter kabupaten bogor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/01/pengumuman-kloter/</guid>
		<description><![CDATA[PENGUMUMAN KLOTER   Jauh-jauh hari kalau daerah lain, pengumuman kloter dan pemberangkatan ini sudah diketahui. Tapi untuk Kabupaten Bogor baru tanggal 1 Oktober ini diumumkan. Itupun setelah beberapa kali dimundurkan dari jadwal semula 17 September dan 24 September 2011. Tidak tahu kenapa bisa terjadi seperti ini. Yang selalu dikatakan oleh petugas haji Kantor Kementerian Agama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1379&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>PENGUMUMAN KLOTER<br />
</strong></p>
<p>
 </p>
<p style="text-align:justify;">Jauh-jauh hari kalau daerah lain, pengumuman kloter dan pemberangkatan ini sudah diketahui. Tapi untuk Kabupaten Bogor baru tanggal 1 Oktober ini diumumkan. Itupun setelah beberapa kali dimundurkan dari jadwal  semula 17 September dan 24 September 2011.
</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak tahu kenapa bisa terjadi seperti ini. Yang selalu dikatakan oleh petugas haji Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor  kepada kita-kita adalah: &#8220;Sabar, sabar, sabar.&#8221; Ya, ya, ya, kami sabar Pak. Masalahnya keputusan segera diketahuinya kapan pemberangkatan ini berpengaruh pada  kapan calon jamaah haji (calhaj) akan mengambil cuti dan  persiapan perbekalan, padahal tanggal 6 Oktober ada yang sudah berangkat.
</p>
<p style="text-align:justify;">Walau sudah diumumkan ada juga calhaj yang tercecer belum dimasukkan dalam daftar itu. Kebetulan calhaj itu adalah teman saya. Kok bisa? Saya juga tidak tahu kenapanya. Sampai-sampai  ada calhaj yang tidak bisa menepis rasa curiga jangan-jangan ada rempeyek di balik gado-gado. Eits…tak perlu diperpanjang.
</p>
<p style="text-align:justify;">Lama kami—calhaj mandiri—mencari bocoran pengumuman itu, kali saja ada informasi yang bisa dibagi tetapi ternyata petugas haji <em>keukeuh</em> untuk tak mau memberitahu sebelum tanggal 1 Oktober 2011. Masalahnya kepada kami-kami yang mandiri bersikap itu tetapi lain hal kalau yang dari KBIH. Informasi pemberangkatan sudah sampai kepada calhaj binaan mereka. Seperti yang mau berangkat tanggal 7 Oktober nanti, mereka sudah dapat informasinya jauh sebelum tanggal 1 Oktober 2011. Apakah ini bukan diskriminasi namanya?
</p>
<p style="text-align:justify;">Walau demikian saya akhirnya lega juga pada hari Sabtu (1/10/2011) ini sudah ada kepastiannya setelah akun facebook saya ditempel gambar pengumuman hasil jepretan ketua regu Pak Rakhmat Tomi Wibowo ( <a href="http://www.facebook.com/tomi.wibowo">http://www.facebook.com/tomi.wibowo</a> ). Terima kasih banyak Pak Tomi.
</p>
<p style="text-align:justify;">Dari situ diketahui kalau Saya dan istri masuk
</p>
<p style="text-align:justify;">Kelompok Terbang (Kloter)     : 65
</p>
<p style="text-align:justify;">Rombongan            : 9
</p>
<p style="text-align:justify;">Regu                : 35
</p>
<p style="text-align:justify;">Tanggal pemberangkatan    : Selasa, 25 Oktober 2011
</p>
<p style="text-align:justify;">Embarkasi            : Jakarta
</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk yang tanggal itu kumpul di Cibinong jam 4 pagi. Lalu berangkat ke asrama haji jam 5 pagi. Kemudian pergi ke bandara jam 11.25.
</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/10/100111_1207_pengumumank1.jpg?w=720" alt="" />
	</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah pengumuman ini apa lagi yang harus dikerjakan? Enggak tahu. Saya benar-benar enggak tahu. Tapi pada intinya kita yang mandiri ini memang harus banyak tanya dan cari informasi. Pada siapa saja. Petugas Haji, Pembimbing Manasik Haji, teman yang sudah pernah haji, teman satu regu, teman satu rombongan dan kepada siapa saja yang ditengarai memiliki informasi penting tentang haji. <span style="text-decoration:line-through;"><br />
		</span></p>
<p style="text-align:justify;">Semoga informasi ini bermanfaat.
</p>
<p style="text-align:justify;">***
</p>
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi
</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara
</p>
<p style="text-align:justify;">01 Oktober 2011
</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">Tags: haji, pengumuman kloter 2011, pengumuman kloter kabupaten bogor, kementerian agama kabupaten bogor, depag kabupaten bogor, departemen agama kabupaten bogor, haji, haji kabupaten bogor, pengumuman haji kabupaten bogor,</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/catatan-senin-kamis/'>CATATAN SENIN KAMIS</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/depag-kabupaten-bogor/'>depag kabupaten bogor</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/departemen-agama-kabupaten-bogor/'>departemen agama kabupaten bogor</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji/'>haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji-kabupaten-bogor/'>haji kabupaten bogor</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kementerian-agama-kabupaten-bogor/'>kementerian agama kabupaten bogor</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pengumuman-haji-kabupaten-bogor/'>pengumuman haji kabupaten bogor</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pengumuman-kloter-2011/'>pengumuman kloter 2011</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pengumuman-kloter-kabupaten-bogor/'>pengumuman kloter kabupaten bogor</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1379&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/10/01/pengumuman-kloter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/10/100111_1207_pengumumank1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PELUNASAN BIAYA HAJI</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/09/26/pelunasan-biaya-haji/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/09/26/pelunasan-biaya-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 17:50:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[CATATAN SENIN KAMIS]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[bank muamalat indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[biaya haji]]></category>
		<category><![CDATA[biaya haji 2011]]></category>
		<category><![CDATA[bmi]]></category>
		<category><![CDATA[BPIH]]></category>
		<category><![CDATA[haji bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[kapan pelunasan ibadah haji]]></category>
		<category><![CDATA[pelunasan biaya haji]]></category>
		<category><![CDATA[pelunasan biaya ibadah haji]]></category>
		<category><![CDATA[pelunasan haji]]></category>
		<category><![CDATA[tanggal pelunasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/09/26/pelunasan-biaya-haji/</guid>
		<description><![CDATA[PELUNASAN BIAYA HAJI       Kini saatnya untuk menerangkan tahap pelunasan biaya haji di tahun 2011 atau 1432 H ini. Seperti telah diketahui bersama Pemerintah dan Komisi VIII DPR telah menyepakati besarnya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2011 M sebesar Rp30.771.900,00 yang akan berlaku berbeda tergantung embarkasinya. Kalau dalam mata uang dollar untuk embarkasi Jakarta senilai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1368&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>PELUNASAN BIAYA HAJI<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">    Kini saatnya untuk menerangkan tahap pelunasan biaya haji di tahun 2011 atau 1432 H ini. Seperti telah diketahui bersama Pemerintah dan Komisi VIII DPR telah menyepakati besarnya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2011 M sebesar Rp30.771.900,00 yang akan berlaku berbeda tergantung embarkasinya. Kalau dalam mata uang dollar untuk embarkasi Jakarta senilai  US$3,589.00 ( 1 US$ = Rp8.700,00).
</p>
<p style="text-align:justify;">    Waktu pembayaran telah diplot selama dua minggu mulai 15 Agustus sampai dengan 26 Agustus 2011. Jika pada masa ini ada calon jamaah haji yang belum mampu melunasi diberikan tenggang waktu mulai tanggal 6 sampai dengan 9 September. Jika tidak maka akan digantikan dengan jamaah daftar tunggu 2012.
</p>
<p style="text-align:justify;">    Nah, bagaimana cara melunasinya? Tentu datang ke bank tempat kita buka rekening haji dan membayar setoran awal. Apa dokumen yang harus dibawa? Masing-masing bank punya aturan yang berbeda. Oleh karenanya untuk mengetahui pastinya lebih baik telepon Customer Service (CS) bank itu. Informasi dari petugas haji di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor kurang valid.
</p>
<p style="text-align:justify;">    Kalau di Bank Mumalat Indonesia Cabang Bogor—tempat kami berdua membayar setoran awal haji—yang di Jalan Pajajaran dekat Warung Jambu itu, menyaratkan kami untuk membawa ini:
</p>
<ol>
<li>
<div style="text-align:justify;"> Pas Foto ukuran 3 x 4 sebanyak 5 lembar;
</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi Setoran awal BPIH sebanyak 1 lembar;
</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Mengisi formulir yang disediakan petugas bank di sana.
</div>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan meterai? Bawa silakan tak bawa juga tak apa-apa. Karena bank telah menyediakannya dengan harga yang normal sebesar Rp6000,00 untuk 1 lembarnya.
</p>
<p style="text-align:justify;">Kami sampai di sana sekitar pukul 11.30 sesuai informasi yang didapat dari CS via telepon sebelum kami berangkat karena baru pukul 11.00 SISKOHAT bisa online. Dan menurut informasi SISKOHAT hanya online sampai pukul 14.00.  &#8220;Jadi mengapa harus datang pagi-pagi?&#8221; begitu pikir kami. Di halaman depan bank sudah ada tenda berukuran 12 m2 dengan kursi-kursi yang masih kosong.
</p>
<p style="text-align:justify;">Pelayanan yang kurang memuaskan di tahun 2009 saat kami melakukan penyetoran awal dan informasi dari teman tentang kualitas pelayanan yang tak memadai di tahun-tahun sebelumnya pupus sudah saat kami datang ke sana. Kami sudah disambut ramah oleh petugas keamanan di pintu masuk yang juga memberi kami banyak informasi tentang cara pelunasan itu.
</p>
<p style="text-align:justify;">    Ternyata kami datang di waktu yang tepat, karena kalau saja kami datang di hari pertama atau di pekan pertama waktu pelunasan maka antriannya panjang dan memakan waktu lama. Pada hari Selasa (23/8) ini sampai siang itu  cuma tiga orang termasuk kami yang melakukan pembayaran. Jadi tidak butuh lama untuk antri.
</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">Kami diminta untuk mengisi formulir aplikasi transfer/pengiriman uang ke Menteri Agama dengan nomor rekening: 301 00394 15. Di tahun 2009 kami hanya diminta membayar Rp20 juta untuk mendapatkan porsi. Sehingga pada saat pelunasan BPIH di tahun 2011 ini  kami hanya membayar sisanya. Perhitungannya sebagai berikut:
</p>
<p style="text-align:justify;">Jumlah BPIH     US$3,589.00 x 8.595,00 (kurs US$ pada hari itu) = Rp30.847.000,00
</p>
<p style="text-align:justify;">Dikurangi  setoran awal = Rp20.000.000,00
</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jumlah kekurangan        = Rp10.847.000,00<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Teller lalu kami menuju CS untuk dibuatkan dokumen Setoran BPIH yang akan diserahkan kepada petugas di Kantor Kementerian Agama. Setelah dilayani oleh teller untuk pembayaran dan Customer Service untuk pembuatan dan penandatanganan seluruh dokumen, maka selesai sudah proses pelunasan BPIH ini.
</p>
<p style="text-align:justify;">    Sebelum pergi kami diberikan cinderamata. Satu tas untuk saya yang isinya satu set kain ihram, baju koko, dan kantung batu. Dan satu tas lain yang lebih kecil untuk istri saya berisi satu gamis, jilbab, mukena, dan kantung batu.
</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/09/092511_1749_pelunasanbi1.jpg?w=720" alt="" />
	</p>
<p style="text-align:justify;"><img src="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/09/092511_1749_pelunasanbi2.jpg?w=720" alt="" />
	</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu kami langsung menuju Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor yang berada di Cibinong untuk menyerahkan dokumen-dokumen sebagai berikut:
</p>
<ol style="margin-left:54pt;">
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi KTP 3 lembar;
</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Fotokopi Kartu Keluarga 1 lembar;
</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Formulir Setoran BPIH.
</div>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sudah selesai. Kami diminta untuk menghubungi petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor lagi nantinya di nomor telepon 021-87909015 untuk mengetahui kapan jadwal manasik terakhir. Semuanya dimudahkan Allah dalam tahap pelunasan ini. Insya Allah ini adalah berkah ramadhan 1432 H.
</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pembaca, semoga informasi ini bermanfaat buat Anda.
</p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;">***
</p>
<p style="text-align:justify;">Riza Almanfaluthi
</p>
<p style="text-align:justify;">dedaunan di ranting cemara
</p>
<p style="text-align:justify;">00.46 – 26 September 2011
</p>
<p>Tags: haji bogor, pelunasan biaya ibadah haji, bpih, biaya haji 2011, biaya haji, bank muamalat indonesia, bmi, tanggal pelunasan, kapan pelunasan ibadah haji, kantor kementerian agama kabupaten bogor, pelunasan haji, pelunasan biaya haji </p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/catatan-senin-kamis/'>CATATAN SENIN KAMIS</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/haji-2/'>Haji</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bank-muamalat-indonesia/'>bank muamalat indonesia</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/biaya-haji/'>biaya haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/biaya-haji-2011/'>biaya haji 2011</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bmi/'>bmi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/bpih/'>BPIH</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/haji-bogor/'>haji bogor</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kantor-kementerian-agama-kabupaten-bogor/'>Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/kapan-pelunasan-ibadah-haji/'>kapan pelunasan ibadah haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pelunasan-biaya-haji/'>pelunasan biaya haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pelunasan-biaya-ibadah-haji/'>pelunasan biaya ibadah haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/pelunasan-haji/'>pelunasan haji</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/tanggal-pelunasan/'>tanggal pelunasan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1368/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1368&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/09/26/pelunasan-biaya-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/09/092511_1749_pelunasanbi1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://dirantingcemara.files.wordpress.com/2011/09/092511_1749_pelunasanbi2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>bakar pakuan</title>
		<link>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/09/20/bakar-pakuan/</link>
		<comments>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/09/20/bakar-pakuan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 14:44:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirantingcemara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sajak cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/09/20/bakar-pakuan/</guid>
		<description><![CDATA[bakar pakuan ** duduk di atas batu hitam curug cilember, aku menaruh harap pada prabu surawisesa, &#8220;bakar pakuan, agar tak ada derita.&#8221; deru debam air yang jatuh hanya jadi setetes kerikil bunga tidur. duduk di atas batu hitam curug cilember, aku patahkan lidah, sebatang dingin menuliskan di atas lontar: aku diraja. berbilang ratusan tarikh prasasti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1365&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>bakar pakuan<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">**
</p>
<p style="text-align:justify;">duduk di atas batu hitam curug cilember, aku menaruh harap pada prabu surawisesa, &#8220;bakar pakuan, agar tak ada derita.&#8221; deru debam air yang jatuh  hanya jadi setetes kerikil bunga tidur.
</p>
<p>duduk di atas batu hitam curug cilember, aku patahkan lidah, sebatang dingin menuliskan di atas lontar: aku diraja. berbilang ratusan tarikh prasasti menjadi kuncup.
</p>
<p>bisiknya,  mekarnya tak ada padamu<br />***
</p>
<p>Riza Almanfaluthi
</p>
<p>Dedaunan di ranting cemara
</p>
<p>21.32 – 20 September 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/category/poem/'>Poem</a> Tagged: <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/poem/'>Poem</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/poetry/'>Poetry</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/puisi/'>Puisi</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/puisi-cinta/'>puisi cinta</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/sajak/'>sajak</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/sajak-cinta/'>sajak cinta</a>, <a href='http://dirantingcemara.wordpress.com/tag/syair/'>Syair</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirantingcemara.wordpress.com/1365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirantingcemara.wordpress.com/1365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirantingcemara.wordpress.com/1365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirantingcemara.wordpress.com/1365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirantingcemara.wordpress.com/1365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirantingcemara.wordpress.com/1365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirantingcemara.wordpress.com/1365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirantingcemara.wordpress.com/1365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirantingcemara.wordpress.com/1365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirantingcemara.wordpress.com/1365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirantingcemara.wordpress.com/1365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirantingcemara.wordpress.com/1365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirantingcemara.wordpress.com/1365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirantingcemara.wordpress.com/1365/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirantingcemara.wordpress.com&amp;blog=1612705&amp;post=1365&amp;subd=dirantingcemara&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirantingcemara.wordpress.com/2011/09/20/bakar-pakuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ddf1c3ba1bfa227c6b07072605b8a11?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dedaunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
