Posts filed under 'Poem'
senandung fluet di malam hulucai
senandung fluet di malam hulucai
(dibacakan di Theather Epic Camp Hulucai Bogor 09 Oktober 2009)
saat ini kawan, kita memeluk dingin
dengan gemuruh di dada dan hangat di telapak kaki
membayangkan suka cita yang akan kita kunyah
bulat-bulat
sama-sama
lalu ada angin malam menyapa
mengemis
untuk membagi sepotong kue kebahagiaan ini padanya
dan di sana di atas sana
ada purnama mengintip dari tirai hitamnya
malu-malu
di waktu yang sama
di petak negeri ini
anak-anak manusia
anak-anak adam
saudara dari saudaranya saudara saudara saudara dan saudara kita
berlomba dengan kita
sama-sama
dipeluk dingin, disapa malam, diintip purnama
di bawah tenda-tenda pengungsian
merenda duka kerana alam yang cemberut pada mereka
menjadikan ayah ibu tak beranak
suami tak beristri, istri tak bersuami, anak tak beribu tak berayah
janda semakin janda, perawan semakin perawan, dan perjaka semakin perjaka
tapi para duda sembunyikan harap dan tawa dibalik gurat sedih
dan lapar mendera menjadi ritual keseharian kerana bantuan dilahap birokrasi
kuburan massal jadi alas tidur
lalu jumlah korban cukup menjadi angka-angka statistik belaka
kawan…saat ini
kita cukup menonton sambil sesekali turut empati
bahkan memilin doa dan mengetuk pintu-pintu langit
keras-keras
berbasa-basi agar mereka diberikan ketabahan
sambil online-online 24 jam memainkan blackberry,
update status dan celoteh di facebook,
menimang-nimang batangan emas yang terkumpul,
menghitung hari untuk karir yang kinclong,
mengilapkan body kuda besi, mengintai pergerakan saham,
mengumpulkan rupiah demi rupiah dari alfamart, indomart,
kos-kosan yang tersebar di mana-mana,
merenovasi istana
sembari menunggu transferan bank mandiri dari bendahara di awal bulan
ssst…..kemarin malam
ritmis gerimis dan harum tanah negeri ini sempat berbisik padaku:
jangan kau buat ibu pertiwi menangis kembali karena polah serakah kita
lalu tadi malam di citayam senandung hujan sempat berbisik padaku:
nikmat tuhan mana lagi yang engkau mau dustakan
riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
citayam, 07 Oktober 2009 20.00 WIB
Add comment Monday, 12 October 2009
SITU CINTA
Situ Cinta
Cinta,
malam ini akan aku peluk engkau
dengan rindu yang telah menguning di hati
tanpa ada dengkul yang mencoba menghujat langit
kerana tak ada pelangi di gulitanya
Cinta,
cukup sekian kata yang berpeluh
dari aku yang mengukir lima hurufmu
di atas air situ
tanpa ada titik,koma, dan tanda seru
*
riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
25 Juni 2009
1 comment Monday, 25 May 2009
Trilogi Nestapa: 2. Pacta Sunt Servanda
…
bagaikan matahari,
aku kering di belahan sahara
menagih cinta yang tercecer
saat aku terpana dulu
dan engkau masih termenung
melihat keluar dari jendela bus
yang terguncang tak tentu arah
oh…
kau masih memikirkan aku rupanya
***
xbata lantai 4
***
riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
16:21 27 Februari 2009
1 comment Friday, 27 February 2009
Trilogi Nestapa: 1. Preambule
rajang setetes dua tetes air mata di atas wajan kemarahanmu
biar aku dulang ia dengan merkuri cintaku
hingga terpisahlah
dan berkilaulah
emas kasihmu
lalu aku terpukau
dengan raut muka terkejut berkata:
ternyata engkau masih punya cinta
***
xbata lantai 4
***
riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
16:45 24 Februari 2009
Add comment Thursday, 26 February 2009
Menunggu Birunya
tebing tinggi datang menyoretnya menjadi kelabu
ada bayang-bayang setelahnya
jika itu terjadi
ingin aku beri engkau
segenggam hati penuh warna
yang sempat engkau campakkan dulu
hati itu hidup untukmu
***
xbata lantai 4
1 comment Wednesday, 25 February 2009
Hasrat Tertusuk Sembilu
dan aku temukan secarik kertas putih mewarna di deraian nafasmu yang terengah-engah
di sana tertulis:
cintai aku apa adanya
lalu kau gambar jantung retak tertusuk sembilu
merah berdarah-darah
***
xbata, lantai 4
perempuan itu menemukan gumpalan kertas tisu bertuliskan rangkaian kalimat di atas.
Add comment Wednesday, 25 February 2009
Soulmate
sobekan kecil tertempel di cermin, bertuliskan:
ada telaga bening di matamu
di sana, ingin kudayung sampan cintaku
berlabuh, merengkuh jatuh
purnama yang membayang rapuh
****
dari suaminya yang sedari shubuh pergi
berjibaku merenangi lautan knalpot di belantara jakarta
riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
23 Februari 2009
Add comment Wednesday, 25 February 2009
ORANG BAIK ORANG KUAT
ORANG BAIK ORANG KUAT
Orang baik adalah orang yang senantiasa meninggalkan kenangan yang tak mudah dilupakan buat orang yang ditinggalkannya. Orang baik adalah orang yang ketidakberadaannya adalah sebuah kehilangan buat orang yang berat melepas kepergiannya. Dan tentu orang baik adalah pahlawan bagi sebagian orang, hingga Benyamin Disraeli (Perdana Menteri Inggris) mengatakan, “The legacy of heroes is the memory of a great name and the inheritance of a great example.” Warisan dari para pahlawan adalah kenangan sebuah nama besar dan peninggalan dari keteladanan yang hebat.
Di suatu hari, seorang kepala kantor memimpin rapat bersama kepala seksi teknis dan para bawahannya membahas pencapaian-pencapaian, kinerja dan target yang akan diraih di waktu mendatang. Sedang asyik-asiiknya rapat datang kabar mendadak bahwa di ruang tamu telah tiba atasan kepala kantor yang lebih senior. Lalu sang atasan tersebut tanpa membuang waktu ikut pula dalam rapat tersebut dan ia yang bertubuh besar, berkumis, serta dikenal dengan temperamennya yang keras langsung memberondong kepada seluruh peserta rapat dengan pertanyaan ini dan itu. Kedatangannya sudah barang tentu membuat suasana rapat yang semula cair menjadi tegang.
Tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan seputar kinerja kantor dari para bawahan, sang atasan dari kantor pusat menegur kepala kantor dan menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukannya tidak beres, tidak becus, dan kepala kantor dianggap tidak bisa memimpin. Tentu, semua yang meluncur dari mulutnya membuat yang mendengarnya pun menjadi risih. Apatah lagi dengan yang ditegur mukanya menjadi merah dan terlihat kikuk.
Setelah memberikan beberapa pengarahan yang disertai ancaman mutasi sang atasan pergi untuk melakukan peninjauan ke kantor cabang lainnya. Dengan kepergiannya para peserta rapat menjadi lega bercampur khawatir bahwa kepala kantor akan marah-marah dan menekan mereka sebagai pelampiasan dari dirinya yang dipermalukannya di hadapan banyak orang.
Tapi kekhawatiran itu ternyata sia-sia dan tidak menjadi wujud. Kepala kantor dengan tenangnya mengatakan bahwa atasan marah itu biasa. “Dimarahi olehnya pun biasa dan saya memahami karakter beliau karena saya pernah bertugas bersama beliau. Jadi dimaklumi saja.”
“Cessss…!” Perkataannya seperti air yang mampu mendinginkan bara api. Biasa saja. Tanpa panik. Tanpa mengumbar dan membalas kepada yang lemah dengan kemarahan yang berlipat-lipat padahal ia mampu untuk melakukannya jika mau. Tanpa ada ancaman. Pantaslah suasana rapat pun kembali menjadi cair dengan segera.
Lebih dari sebuah pelajaran terbentang di hadapan mata. Pelajaran sebuah kesabaran. Pelajaran menahan diri dari kemarahan dan pembalasan. Pelajaran sebuah ketenangan. Pelajaran tidak merasa dihina dan dilecehkan.
ah,
sosok itu meneguhkanku akan sebuah kesabaran
waktu itu,
sang radang datang kepadanya
kepadaku
lalu sang radang menyemburkan
segala kekesalan pada sosok itu
di hadapanku
tapi sosok itu dengan teduh bersikap
menjadi tembok raksasa dari sebuah pembalasan
mengabaikan malu
mengabaikan harga diri yang terperosokkan
tapi tidak bagiku
harga dirinya menjulang ke langit
kokoh bercahaya
Suatu saat, ketika ia ditanya mengapa tidak mudah atau bahkan tidak pernah marah, ia menjawab: “Saya adalah manusia biasa, punya rasa marah juga. Tetapi ketika marah itu butuh pelampiasan, kesadaran saya muncul bahwa buat apa saya marah jikalau marah itu ternyata membuat diri kita sendiri menjadi rugi.”
Betullah apa yang dikatakannya, dalam sebuah artikel dikatakan bahwa marah buruk bagi kesehatan karena marah bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke. Hasil penelitian Harvard Medical School menunjukkan hal tersebut. Orang yang paling mudah marah berpeluang tiga kali lipat untuk memiliki penyakit jantung. Marah-marah pada usia muda merupakan prediktor yang baik terhadap terjadinya serangan jantung hari tua. Semakin tinggi marahnya maka semakin tinggi resikonya. 1)
Prosesnya adalah sebagai berikut, bahwa ketika marah datang maka ia dapat memengaruhi saraf dan mengeluarkan hormon adrenalin. Hormon ini merupakan sari dari gundukan lemak yang ada di pinggang bagian atas, dan berfungsi sebagai jaringan adaptasi tubuh, serta menyiapkannya untuk menerima pengaruh-pengaruh goncangan saraf, di antaranya ketika marah.
Hormon tersebut bergerak menuju ke saluran pankreas untuk menghentikan insulin, dan akan menambah kadar gula dalam darah, sehingga akan menaikkan produktivitas gula dalam organ produksi minyak dalam tubuh juga protein. Kemudian akan berpengaruh terhadap jantung, bahkan bisa mengakibatkan berhentinya detak jantung, hingga terjadilah kematian. Ia juga dapat menjadikan detak jantung bertambah cepat dan kuat, memompa lebih banyak darah, mengeluarkan banyak cairan keringat, dan mempercepat denyut nadi serta meninggikan tensi darah.2)
Itu baru dampak secara fisik belum secara nonfisik yang memang bekasnya seringkali akan membuat orang jatuh ke dalam jurang kesombongan, kekotoran hati, bahkan sampai pada kekufuran.
Sang kepala kantor menegaskan kepada kita semua, walaupun secara fisik tubuhnya kecil dan terma ini lekat konotasinya dengan golongan orang-orang yang lemah, tapi sejatinya ia adalah orang yang kuat yang kekuatannya bahkan melebihi dari orang yang secara fisik kuat tapi tak mampu menahan kemarahannya. Bukankah Rasulullah SAW pernah bilang: “orang yang kuat itu bukanlah orang yang pandai bergulat, hanya saja orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan kemarahannya.” 3)
Pantas saja dengan sifat yang seperti ini banyak orang yang mengiringi kepergian sang kepala kantor saat ia meninggalkan kantor lama untuk pindah ke kantor cabang yang lain. Dan masih banyak yang mengajaknya bersalaman walaupun itu sudah dilakukan pada saat acara perpisahan.
Terakhir, orang baik adalah orang yang mampu mengendalikan kemarahannya. Orang baik adalah orang yang saat dihina, dilecehkan tidaklah menyebabkan ia merasa jatuh harga dirinya di mata manusia 4) karena sesungguhnya kemuliaan dan keridhaan di mata Allah-lah yang menjadi tujuan.
Saya masih perlu banyak belajar darinya.
Catatan kaki:
1.
http://smartpsikologi.blogspot.com/2007/11/seputar-emosi-marah.html;
2) Syaikh Fauzi Said dan Dr. Nayif Al-Hamd, Jangan Mudah Marah!, Penerbit Aqwam, Cet.I, Agustus 2006, Solo;
3) Hadits riwayat Bukhari dan Muslim
4)AA Gym, Menikmati Kritik dan Celaan.
riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
14:22 11 November 2008
Add comment Wednesday, 12 November 2008
yang menunggu adzan
yang menunggu adzan
indah sekali adzan ashar itu terdengar
hingga meluluhlantakkan
hasrat dirinya yang jumawa
terjun ke langit
lalu ia rindu pada shalatnya
indah sekali rakaat ashar itu didirikan
hingga membasahi sajadah
menghitung titik-titik gelap di hati
satu persatu
lalu ia rindu pada sang Penciptanya
berharap ia segera menemui-Nya
tapi ia sadar bahwasanya
ada asa banyak jiwa
yang disandarkan padanya
tapi ia rindu pada adzan itu
rindu pada asharnya
rindu pada getarannya
lalu bagaimana?
karena ia tahu
semakin banyak waktu yang menjauhinya
semakin jauhlah ia mengulang keindahan itu
semakin jauh
semakin
ia cuma menunggu sahaja pada akhirnya
menunggu adzan
menunggu ashar
menunggu
aku?
hanya bisa iri padanya
***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
15:52
1 comment Thursday, 23 October 2008
puisi fitri
PUISI FITRI
adalah hati yang sering berkarat kerana dendam,
terasa gulita adanya
adalah hati yang sering membiru karena merindu,
terasa indah adanya
walau terkadang ada bias luka yang merenda di dalamnya
di sini ada ribuan kata terucap, tertulis setiap hurufnya
di sini ada senyum melekat, tampak begitu rupanya
di sini ada kesedihan menyembilu, membuat kita berurai air matanya
di sini ada sebuah jalinan persahabatan
antara kau dan aku
walau terkadang sekali dua kita mengundang sepi untuk tak saling menyapa
hari ini, jelang sepenggalah ramadhan tenggelam
aku katakan padamu:
aku mencintaimu karena Allah
hari ini, pada sya wal yang tersenyum teramat cantik
aku pinta kepadamu:
maafkan aku atas segala salah
maafkanlah semuanya…
semoga abadi kita di surga-Nya.
***
dari aku:
untuk kamu:
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
2 comments Tuesday, 23 September 2008







