Posts filed under 'Kisah Sederhana'

Cuma Kisah Sederhana 5: Saya yang akan Menanggung Semua

Musholla Al Barkah, persis di sebelah utara empang kampus STAN, menjadi tempat yang tidak bisa dilupakan oleh saya hingga saat ini. Musholla yang kini telah berubah menjadi masjid itu memang persis di samping tempat kost saya selama tiga tahun menuntut ilmu di STAN. Lima kali dalam sehari adzan yang diperdengarkan memenuhi ruang keseharian saya di sana.
Tempatnya yang strategis karena dekat pintu alternatif keluar masuk kampus dan ditengah-tengah kos-kosan para mahasiswa membuatnya tidak pernah sepi dari jama’ah dalam lima waktu sholat itu. Bahkan sampai harus meluber ke bangunan tambahan yang didirikan di pelataran depannya bila tiba waktunya sholat.
Pernah dalam suatu periode kepengurusan remaja musholla, saya ditunjuk dan diberi amanah untuk memimpin organisasi kecil ini. Mulai dari memikirkan dan mengatur strategi pengumpulan infak demi terselenggaranya kegiatan kajian keislaman yang diisi oleh ustadz-ustadz ma’had, membuat majalah dinding, melengkapi isi perpustakaan dan mengatur system peminjamannya, sampai kepada terselenggaranya pengajaran baca tulis al-Qur’an untuk anak-anak dan remaja.
Karena setelah sholat maghrib, aktivitas tidak berhenti sampai di situ. Beberapa mahasiswa yang tempat kosnya tidak jauh dari musholla meluangkan waktu dari kesibukan dan ketatnya system perkuliahan di sana untuk mengajar baca tulis al-Quran (Taman Pendidikan Al-Qur’an/TPA). Tentunya tidak hanya itu nilai-nilai Islam dan sirah diajarkan pula kepada mereka. Agar senantiasa ada akhlak indah, wawasan yang bertambah, dan kukuhnya benteng aqidah di era moderen sekarang ini. Itulah harap kami dari pengajar dan pengurus terhadap mereka.
Salah satu pengajar itu—sebut saja Abdullah—adalah tetangga kos, teman satu angkatan di kampus, dan teman akrab saya. Kesabaran dan kedekatannya pada anak-anak membuatnya cukup dikenal di kalangan mahasiswa lain. Dan dengan bermodalkan itu saya memercayainya untuk mengambil amanah sebagai ketua bidang pengajaran TPA . Akhirnya dengan dibantu oleh teman-teman yang lain, ia sanggup untuk memegang amanah itu.
Beberapa bulan kemudian ada usulan dari anak-anak TPA untuk mengadakan piknik bersama. Usulan itu pun disampaikan kepada saya oleh Abdullah. Saya cukup menghargai usulan tersebut. Dan saya pikir ini adalah suatu hal yang pantas bagi anak-anak untuk dapat menghilangkan kejenuhan belajar. Sekaligus untuk dapat merekatkan ukhuwah di antara mereka dan nanti pada akhirnya dapat membangkitkan semangat belajar lagi.
Bersama saya, akh Abdullah dan beberapa teman yang lain merumuskan rencana piknik persama itu. Mulai dari kepanitiaan, tempat yang dituju, waktu penyelenggaraannya, hingga dana yang dibutuhkan.
Semua telah selesai direncanakan, kecuali factor klise yakni ketidaktersediaan dana. Apalagi kami membutuhkan bus besar sebagai sarana transportasi menuju lokasi karena ada banyak peserta yang akan ikut serta. Tentunya ini membutuhkan biaya yang lebih besar lagi.
Untuk itu saya ditugaskan dalam rapat terebut untuk mengecek seberapa besar biaya yang diperlukan untuk menyewa bus. Esoknya saya pergi ke daerah Blok M—tempat di mana kantor bus pariwisata terkenal itu berada.
Saya terkejut mendengar harga sewanya. Jumlah sebesar 350 Ribu rupiah hanya untuk pemakaian sehari saja adalah jumlah yang besar sekali di tahun 1996. Saya pun kembali ke kampus dengan membawa beban berat. Akan didapat darimana lagi uang untuk menutupi ongkos transportasi ini.
Untuk meminta kepada peserta jelas tidak mungkin. Karena jelas kalau akan dipungut biaya mereka tidak akan berangkat. Untuk meminta patungan lagi kepada para panitia terasa segan, karena mereka telah banyak mengeluarkan uang untuk membiayai terselenggaranya acara ini. Meminta infak kepada para mahasiswa sekitar…? Wah, bisa diusahakan, tapi berat dan lama uey…Kepada pengurus Musholla? Jelas tidak mungkin, ada banyak kebutuhan yang harus ditunaikan seperti melanjutkan penambahan teras depan. So…
Akhirnya di rapat selanjutnya, saya meminta kepada teman-teman berusaha mencari dana untuk menutupi sisanya. Padahal waktu yang telah dijanjikan kepada para peserta telah mepet dan kami harus segera memesan bus tersebut sepekan sebelumnya. Setelah itu saya cuma bisa berharap kepada Allah agar Ia selalu memudahkan langkah-langkah kami.
Tidak berapa lama, Akh Abdullah mendatangi saya untuk menanyakan perkembangan masalah ini. Saya hanya menggeleng saja. Yang mengejutkan adalah reaksi dari akh Abdullah ini.
“Kalau memang demikian, biar saya saja yang akan menanggung semua ongkos sewa bus ini.” Katanya mantap.

Continue Reading 2 comments Thursday, 13 December 2007

Cuma Kisah Sederhana (3)

Dalam sebuah halaqoh (pertemuan) di sebuah masjid di bilangan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, seorang Syekh berasal dari Timur Tengah yang juga veteran perang Afghanistan sedang memberikan taushiyah kepada sekelompok anak muda yang dengan tekun menyimak semua perkataannya dengan bantuan seorang penerjemah.
Pada saat mereka asyik mendengarkan, tiba-tiba Sang Syekh terdiam saat melihat kedatangan seorang tua yang memasuki masjid tersebut. Ini membuat yang lainnya terheran-heran. Ditambah pula Sang Syekh tidak lagi melanjutkan taushiyahnya. Bahkan beliau meminta semua hadirin yang ada dalam halaqoh tersebut untuk diam sejenak.
Sang Syekh tampaknya tertegun dan terus memandangi orang tua yang saat itu sedang melakukan shalat. Beberapa saat, orang tua itu sudah menyelesaikan shalatnya. Setelah berdzikir dan berdoa, ia pun melangkahkan kakinya keluar masjid sambil tak lupa mengucapkan salam kepada peserta halaqoh.

Continue Reading Add comment Tuesday, 11 December 2007

Kisah Sederhana (2)

Lagi, dengan Indra, setelah di kisah sebelumnya ia menceritakan tentang ban motornya yang ditambal oleh orang yang tak dikenal dan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka pada ramadhan yang lalu, kita akan mendengarkan kisah tentang kemudahan-kemudahan yang ia dapatkan, tentang pertolongan yang Allah berikan kepadanya.
Kali ini, saat istrinya mengalami kehamilan yang ketiga kalinya, Indra mempersiapkan dirinya sebaik mungkin dalam masalah finansial. Sedari awal ditemukannya tanda-tanda kehamilan istrinya itu, ia sudah mulai menabung sedikit demi sedikit. Mulai dari biaya persalinan sampai biaya untuk melestarikan sunnah rasul dengan menyelenggarakan walimatul’aqiqah.
Tiga minggu menjelang hari kelahiran anak ketiganya ini ia didatangi saudara pembantunya, sebut saja Pak Hasan. Karena sedang ditimpa kesulitan, Pak Hasan meminta dengan sangat kepada Indra untuk dapat meminjamkan uangnya. Indra tidak bisa berbohong. Ia mengakui bahwa ia memang mempunyai uang. Tapi sesungguhnya uang itu untuk dipergunakan sebagai persiapan biaya persalinan dan aqiqah.
Pak Hasan mendesak dan memohon kepada Indra untuk dapat membantunya. Ia berkali-kali menegaskan bahwa ia sanggup untuk melunasi utangnya segera. Hati Indra pun luluh. Ia bersedia meminjamkan uang tersebut asal pada saat ia akan melaksanakan aqiqah uang itu sudah ada pada dirinya. Pak Hasan pun menyanggupi.

Continue Reading Add comment Tuesday, 11 December 2007

Kisah Sederhana

Ini sebuah kisah nyata, bukan kisah misteri dengan para genderuwo sebagai pemeran utama. Sebuah kisah yang setidaknya memberikan perenungan tentang hikmah apa yang berada dibalik semua itu.
Namanya sebut saja Indra, dalam perjalanan pergi ke tempat kerjanya mengalami kejadian yang aneh di pagi itu. Motor yang selalu menemaninya dalam menempuh 72 km kilometer pulang pergi setiap harinya tiba-tiba oleng dengan memperdengarkan bunyi letusan yang cukup keras. Namun ia masih bisa mengendalikannya.
”Duh…, ada apa pula ini” pikirnya. Ternyata ban belakang motornya pecah. Ia pun segera meminggirkan motornya. Pikirnya lagi, ia akan menuntun lama motor itu untuk mencari tukang tambal ban dan ini berarti bisa terlambat untuk masuk kantor. Ternyata tidak, tidak jauh dari tempatnya yang jaraknya hanya sepemandangan mata terlihat tulisan besar-besar: TAMBAL BAN di atas potongan papan triplek lapuk, dengan kompresor warna jingga terlihat menyolok dan ban-ban luar yang bergelantungan.

Continue Reading Add comment Tuesday, 11 December 2007

Next Posts






Palestine Blogs - The Gazette



KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Telah Dikunjungi

 

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

Arsip

Blogger

Blogroll

Situs-situs Khusus

Ikhwan & Akhwat Tarbiyah

Best Friends

Downloads

Recent Posts

Recent Comments

deset on Konsultasi Pajak
Ocha on TIPS MEMILIH WADAH PLASTIK YAN…
buJaNG on KATA-KATA ATAU UCAPAN DALAM KA…
dEe_aNa on BANK SOAL UJIAN NASIONAL …
riza on Who I am?
AIRA on SPT Tahunan Pajak Penghasilan …

Top Clicks

Top Posts

Feeds

Meta

Spam Blocked