dedaunan di ranting cemara

PEKERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI

Posted in Masalah Perpajakan by dirantingcemara on Friday, 25 March 2011

PEKERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI

 

Dua hari ini, saya ditanya tentang kewajiban penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi bagi orang Indonesia yang bekerja di luar negeri dan semata-mata dapat penghasilannya dari luar negeri. Apakah tetap mempunyai kewajiban melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi atau tidak? Untuk menjawab pertanyaan tersebut tentu harus dikembalikan kepada pertanyaan bagaimana perlakuan PPh bagi mereka itu.

Di tahun 2009 tepatnya tanggal 12 Januari 2009 telah dikeluarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-2/PJ/2009 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Bagi Pekerja Indonesia di Luar Negeri. Semua terjawab sudah dengan membaca aturan tersebut.

Dalam aturan itu, yang dimaksud Pekerja Indonesia di Luar Negeri adalah orang pribadi Warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. Pekerja ini merupakan Subjek Pajak Luar Negeri.

Ditegaskan dalam Pasal 3 aturan di atas, penghasilan yang diterima atau diperoleh pekerja itu sehubungan dengan pekerjaannya di luar negeri dan telah dikenai pajak di luar negeri, tidak dikenai PPh di Indonesia.

Nah, jadi sudah jelas bagi para pekerja di luar negeri tidak dikenai PPh di Indonesia asal memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. WNI bekerja di luar negeri;
  2. Lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan;
  3. Memperoleh penghasilan semata-mata dari pekerjaannya di luar negeri;
  4. Telah dikenai pajak di luar negeri;
  5. Tidak dapat penghasilan dari Indonesia.

Kalau sudah memenuhi syarat itu, selain tidak dikenai PPh di Indonesia kewajiban penyampaian SPT Tahunan pun tidak ada.

Nah, berbeda jika syarat nomor lima tidak terpenuhi. Selain mendapatkan penghasilan dari luar negeri ia juga mendapatkan penghasilan dari Indonesia, maka atas penghasilan tersebut dikenai PPh sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan sudah pasti kewajiban penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi harus dilaksanakannya.

Akan elok kalau saya ilustrasikan sebagai berikut:


Seorang dokter gigi asal Jakarta bekerja di rumah sakit terkenal di Malaysia. Ia hanya mendapatkan penghasilan dari rumah sakit itu. Tidak ada penghasilan lain yang diterima dari Indonesia. Ia pun jarang pulang kampung. Namun di tahun 2011, tepatnya di bulan Juni, ia pulang ke Jakarta dan bekerja di salah satu rumah sakit swasta di sana. Bagaimana dengan penghasilan yang diterima dari luar negeri dan dalam negeri tersebut?

Ada dua syarat yang tidak terpenuhi yakni jangka waktu yang kurang dari 183 hari dan penghasilan yang diterima dari Indonesia. Dengan demikian sudah tentu ia punya kewajiban untuk menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi tahun Pajak 2011 dengan menggunakan formulir 1770—untuk tahun pajak 2010 ia tidak berkewajiban. Penghasilan dari luar negeri dan dalam negeri digabung dan dikenakan tarif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pajak yang telah dipotong di luar negeri bisa menjadi pengurang (kredit pajak). Mudah bukan?

Demikian, semoga teman-teman yang bertanya hal ini bisa memahaminya dengan baik. Masih kurang jelas? Ruang diskusi terbuka lebar-lebar.

***

 

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

kita punya hidup masing-masing

10.41 pm 25 Maret 2011

 

Tags: pajak penghasilan, pph, surat pemberitahuan, spt, spt tahunan pph orang pribadi, 1770,1770s, 1770ss, pekerja indonesia luar negeri, PER-2/PJ/2009, djp, direktorat jenderal pajak, Perlakuan Pajak Penghasilan Bagi Pekerja Indonesia di Luar Negeri, dokter gigi, persatuan dokter gigi seluruh indonesia, pdgi, tki, tenaga kerja indonesia, konsultasi perpajakan, konsultasi gratis perpajakan, konsultasi pajak gratis,

 

About these ads

24 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. giffen said, on Monday, 28 March 2011 at 6:36 pm

    Hii, saya boleh tanya tentang hal ini?

    Saya sudah memenuhi syarat 1,2 dan 4, karena saya sudah meninggalkan Indonesia dari tahun 2009 dan hanya transit di Indonesia selama 2 minggu :). sekarang saya bekerja di luar negeri karena itu saya punya beberapa pertanyaan,

    1. Pertanyaan saya untuk 3 dan 5, saya mendapatkan bunga dari investasi saya yang sudah dikenai pph final, apakah itu termasuk dalam penghasilan dari Indonesia?

    2. Kalo bunga tersebut bukan penghasilan dari Indonesia tetapi saya mempunyai NPWP, berarti saya tetap mempunyai kewajiban untuk melaporkan pajak? apakah saya harus mengisi form perubahan data ?

    3. Dari form 1770 lampiran II, ada kolom jenis pajak, apakah harus saya isi pph 24?

    Maaf yah kalau pertanyaannya banyak dan terima kasih atas penjelasannya :)
    masalah perpajakan selalu membingungkan untuk saya dimanapun saya berada hehe

    Salam
    Giffen

  2. Chris said, on Monday, 24 October 2011 at 3:03 am

    Halo Bang Riza,

    Terima kasih atas blog nya yang memberi pencerahan masalah Pajak. Saya mau minta tolong saran untuk kasus sendiri: Saya sudah memiliki NPWP sebelum bekerja diluar negeri dan dalam setahun hanya 30 hari kembali ke Indonesia. Saya juga sudah lapor diri di kedutaan Indonesia disini. Penghasilan yg diterima, saya kirim kembali ke Indonesia untuk keluarga, pertanyaan saya :
    1. Apakah saya tetap perlu melaporkan SPT karena menerima bunga bank atau tidak perlu karena sudah dipotong PPh Final oleh Bank.
    2. Apakah ada tindak lanjut yang perlu saya lakukan kepada KPP dimana saya terdaftar ?

    Terima kasih sebelumnya.

    Salam,
    Chris

    • dirantingcemara said, on Tuesday, 13 December 2011 at 1:56 pm

      Jawaban Pertama: Tidak Perlu Jawaban Kedua: Mengirim surat pemberitahuan kepada KPP tersebut tetapi ini sifatnya tidak wajib. Demikian.

  3. Raymond Adi Irawan said, on Thursday, 15 March 2012 at 7:12 pm

    Bang Riza,

    Terima kasih atas informasinya. Saya boleh tanya tentang kasus saya sbb:
    Saya WNI yang bekerja di luar negeri (Singapura) sejak 10 tahun lalu dan sama sekali tak mempunyai penghasilan dari dalam negeri. Sebelum ini saya tak mempunyai NPWP, namun minggu lalu saya membuat NPWP karena ke depannya saya berniat membeli rumah di Indonesia. Pertanyaan saya sbb:
    1. Apakah saya harus melaporkan SPT sebelum tanggal 31 Maret 2012? Ataukah pelaporan SPT baru dimulai tahun depan? Atau pelaporan SPT tidak wajib sama sekali karena saya tinggal > 183 hari di luar negeri dan menjadi subyek pajak luar negeri?
    2. Seandainya saya punya penghasilan tetap sebagai karyawan di luar negeri dan penghasilan dari uang sewa atas rumah di Indonesia, apakah saya wajib mengisi SPT tahunan? Lalu pada kolom penghasilan luar negeri, apakah harus saya isi nilai penghasilan sebenarnya ataukah nol karena penghasilan ini tidak kena pajak Indonesia dan saya telah membayar pajak di Singapura?

    Terima kasih sebelumnya.
    Ray

    • dirantingcemara said, on Saturday, 24 March 2012 at 8:44 pm

      1. Jika Pak Irawan buat NPWPnya baru saja minggu lalau di tahun 2012, maka lapornya nanti paling lambat tanggal 31 Maret 2013; Itupun dengan syarat jika bapak mendapatkan penghasilan dari Indonesia dan tinggal di Diindonesia selama lebih dari 183 hari lebih. Jika ternyata selama ini tinggal di singapura dan hanya sesekali datang ke Indonesia tidak wajib lapor SPT tahunan.
      2. wajib isi spt tahunan dan isi kolom pengasilan dari luar negeri itu. Itung pajak terutangnya. Lalu setelah didapat, maka dikurangi dengan Pajak yang telah dibayar di luar negeri. jika kredit pajaknya (paak yang telah dibayar di signapura itu) lebih kecil dari pajak terutang maka ada pajak yang kurang dibayar oleh pak Irawan. demikian. semoga dimengerti.

  4. john said, on Saturday, 15 September 2012 at 11:13 pm

    Saya berencana untuk bekerja di luar negeri (mulai cari kerja) mulai bulan depan. Saya tidak memiliki penghasilan di Indonesia sejak awal tahun ini (masih ikut ortu). Saya juga belum memiliki NPWP. Seandainya saya benar-benar bekerja di luar negeri dan karena saya telah tinggal di Indonesia selama lebih dari 183 hari, apakah saya wajib membayar pajak ke dinas pajak untuk tahun 2013?

    • dirantingcemara said, on Sunday, 16 September 2012 at 5:25 am

      Kalau tak punya npwp gak ada kewajiban lapor dan bayar. Sebaiknya bikin npwp, lapor, & bayar pajak. :-) Lain soal jika th 2012 ini Anda sdh punya NPWP lalu Anda sdh 183 hari lebih masih di Indonesia maka semua kewajiban pajaknya muncul. Terutama lapor pajaknya. Bayar pajaknya mah belum tentu. Karena yg lapor pajak belum tentu bayar pajak. Demikian.

  5. Udang said, on Sunday, 24 March 2013 at 9:24 pm

    Saya bingung, bukannya laporan spt itu wajib ya kalo sudah punya NPWP walopun kita kerja diluar (subyek pajak luar negeri) ?

    • dirantingcemara said, on Sunday, 24 March 2013 at 10:31 pm

      gak usah bingung2. dpt penghasilan diluar negeri gak perlu lapor spt. yg di dalan negeri aja walau dah punya npwp bisa gak lapor spt kalau gak dapet penghasilan sama sekali. demikian.

  6. Bayu said, on Monday, 22 April 2013 at 9:49 am

    Dear pak Riza,
    Bagaimana dengan pelaut yang bekerja diperusahaan asing? Rata-rata kami bekerja diatas kapal 10 bulan, apakah bebas pajak dan tidak ada keharusan melaporkan SPT?
    Terimaksih

  7. axmania said, on Monday, 3 June 2013 at 9:34 am

    Dear pak Riza,

    Informasi yang bagus sekali. Saya ingin tanya, saya programmer, mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai subkontraktor oleh perusahaan di Singapore. Jadi saya bekerjanya dari rumah di Indonesia, tapi sang pemberi kerja adalah perusahaan di SIngapore. Bagaimana urusan perpajakan di Indonesianya yah pak? Sementara untuk penghasilan saya sudah dipotong witholding tax oleh pemerintah Singapore.

    Thanks pak kalau bisa memberi pencerahan :)

    • dirantingcemara said, on Monday, 3 June 2013 at 9:38 am

      Pajak yg telah dipotong oleh perusahaan singapura tersebut.bisa jadi kredit (pengurang) pajak di SPT Tahunan Anda. Syaratnya adalah Anda punya bukti pemotongannya. Lampirkan nanti di SPT Anda. Demikian.

      • axmania said, on Monday, 3 June 2013 at 10:24 am

        Wah terima kasih sekali pak responnya cepat sekali. Thanks atas informasinya yang sangat berguna.

      • dirantingcemara said, on Monday, 3 June 2013 at 10:50 am

        Sama-sama. :-)

  8. susi djamino said, on Monday, 3 June 2013 at 5:56 pm

    bekerja di luar negeri tp ingin membeli asset d indonesia apakah harus mempunyai NPWP agar tidak kena pajak 20%? jika sudah pnya NPWP apakah hrs lapor tahunan sedangkan penghasillannny di luar negeri..terima kasih..

    • dirantingcemara said, on Monday, 3 June 2013 at 8:24 pm

      1. Beli aset seperti apa contohnya hingga tidak kena tarif 20%? Kalau sepengetahuan saya WPLN yg dapet penghasilan dari.Indonesia yg kena tarif 20%. Bukan beli.asetnya. Mungkin saya perlu diberi contoh agar jelas. 2. SPT tidak wajib dilaporkan.

  9. Yudha said, on Monday, 3 June 2013 at 9:42 pm

    Pak Riza,

    Bagaimana kasusnya kalau saya telah bekerja di luar negeri bertahun-tahun (dalam kasus ini, seharusnya tidak perlu NPWP karena saya sudah bayar pajak di negara tempat saya bekerja), lalu saudara saya mau menghibahkan rumah pada saya di Indonesia.
    Menurut notaris, saya perlu punya NPWP untuk proses penghibahan ini.
    Nah, ke depannya bagaimana dengan urusan pajaknya karena nama saya terdaftar sudah di dinas pajak (dengan adanya NPWP) padahal saya masih bekerja di luar negeri?

    • dirantingcemara said, on Monday, 3 June 2013 at 9:46 pm

      Sudah punya NPWP lalu bekerja atau masih berada di luar negeri selama lebih dari 183 hari maka ia takk wajib lapor spt tahunan walaupun sudah punya NPWP demikian. Semoga bermanfaat.

      • Yudha said, on Tuesday, 4 June 2013 at 1:22 am

        Terima kasih untuk penjelasannya pak Riza.

      • dirantingcemara said, on Tuesday, 4 June 2013 at 5:53 am

        Sama-sama.

  10. Harri F said, on Tuesday, 23 July 2013 at 7:36 pm

    halo pak,

    mau tanya mengenai kasus saya. saya bekerja di negara timur tengah tanpa ada potongan pajak penghasilan (free tax). dan saya bekerja disana dengan sistem rotasi 35 hari ON di luar negeri (ditambah 2 hari perjalanan pulang-pergi) dan 35 hari OFF di Indonesia. sebenarnya saya lebih dr 183 hari per 12 bulan di luar negeri.
    1. apakah saya termasuk Subjek Pajak Luar negeri? karena sumber penghasilan saya satu2nya berasal dr perusahaan sy bekerja sekarang.
    2. adakah kewajiban saya untuk melapor SPT?? karena saya mempunyai NPWP sebelum dapat pekerjaan diluar negeri.
    3. bolehkah saya meminta dasar hukum untuk kasus saya diatas.

    terima kasih.

  11. Andi said, on Thursday, 14 November 2013 at 6:00 pm

    pak, makasih informasinya… berguna sekali…. Cuma mau tanya. Saya kan kerja di Saudi Arabia yang tidak memungut pajak penghasilan… berarti No. 4 tidak terpenuhi… Apakah kemudian saya wajib bayar PPH di Indonesia? Kapan saya harus bayar, sedangkan pulang ke Indonesia jarang jarang….

    Terima kasih atas advisenya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: