Archive for September, 2009
ORANG PAJAK DIKASIH THR CUMA RP8.000,00
ORANG PAJAK DIKASIH THR CUMA Rp8000,00
Sabtu, 19 September 2009
Waktu itu jelang maghrib, saya masih di depan televisi untuk melihat saluran mana yang memberitakan mengenai sidang isbat 1 Syawal 1430 H. Dus, cari saluran mana yang cepat dalam mengumandangkan adzan maghribnya. He…he…he…Kalau pembaca membaca tulisan saya terdahulu pada saat-saat itu juga saya sedang lemas-lemasnya karena habis menempuh perjalanan mudik yang panjang—berkisar 526 Km dalam 30 jam tempuh.
Tiba-tiba, saya didatangi Ayyasy—anak kedua saya—sambil menyodorkan kepada saya empat lembaran uang kertas bergambar Pangeran Antasari.
“Apaan nih Nak?” tanya saya. Dia diam saja sambil tersenyum-senyum.
Continue Reading Add comment Monday, 28 September 2009
INDRAMAYU-SEMARANG LANCAR
INDRAMAYU-SEMARANG LANCAR
Malam-malam, bibi saya kaget. Ia menyangka mobil yang masuk ke pekarangan rumahnya adalah mobilnya yang sedang pergi ke Jakarta. Ketika membuka garasi, baru ia “ngeh” kalau yang datang adalah keponakannya. Perjalanan yang begitu panjang sebelumnya seperti enggak terasa karena ada kebahagiaan dalam pertemuan ini. Apatah lagi makan malam berat ditemani dengan sayur dan tahu buatan bibi setelah sekian lama. Nikmat banget.
Karena kepala saya pusing, nyut-nyutan, akhirnya diputuskan untuk berangkat ke Semarangnya besok pagi dini hari. Saya minum obat pasaran kegemaran saya, yang kalau diminum sakit kepalanya langsung hilang. Cukup satu biji saja. Setelah itu tidur.
Continue Reading Add comment Monday, 28 September 2009
JAKARTA – INDRAMAYU 13,5 JAM
JAKARTA – INDRAMAYU 13,5 JAM
Jum’at, 18 September 2009
Dari kilometer 0 tepat pukul 05.56 WIB kami memulai perjalanan mudik ini. Sedari awal kami sudah niatkan bahwa mudik ini buat ibadah. Bukan untuk apa-apa. Jadi perjalanan panjang pun harus diiringi dengan ibadah itu. Maka kami pun bertekad walaupun Islam memberikan keringanan untuk tidak berpuasa bagi para musafir, kami tidak akan memanfaatkan fasilitas itu.
Dengan banyak alasan tentunya. Yang paling utama adalah rasa beratnya mengganti puasa di luar bulan ramadhan. Di saat orang lain tidak berpuasa dan miliu kebaikan tidak sekental di bulan Ramadhan. Alasan lain, kami ingin merasakan kenikmatan yang luar biasa di saat berbuka puasa di tengah perjalanan mudik. Bagaimana dengan nikmatnya nanti akan saya ceritakan kemudian.
Dari rumah sampai tol Cikampek perjalanan kami lancar. Walaupun selalu diberitakan dari radio yang saya pantau bahwa di ujungnya akan terdapat kemacetan yang mengular panjang. Tetapi kami bertekad perjalanan itu jangan sampai dibelokkan dari jalur yang tidak pernah saya lalui, misalnya melalui jalur alternatif Sadang.
Dan betul Allah selalu memudahkannya, ketika kendaraan-kendaraan lain diarahkan ke jalur alternatif, eh…pas untuk kendaraan saya tetap diarahkan ke jalur utama. Dua kali saya mengalaminya. Tetapi resikonya benar-benar berat.
Continue Reading Add comment Monday, 28 September 2009
SHADAQAH YANG TERCEDERAI
SHADAQAH YANG TERCEDERAI
إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا
ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له،
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده
ورسوله
أما بعد
Alhamdulillah, segala puji hanya untuk Allah Rabb semesta ‘alam yang telah mengizinkan kepada kita untuk bermuwajahah, yang telah memperkenankan kita untuk saling mengikatkan tali kasih sayang di antara kita, dan yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Alhamdulillah yang telah memberikan kepada kita nikmat hidayah dan sepercik iman, yang dengan itu pula Allah telah menggerakkan hati dan melangkahkan kaki kita untuk selalu mengerjakan amal kebajikan.
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, qudwah hasanah kita, murabbi umat, panglima besar revolusi kemanusiaan, nabi Muhammad saw, yang akhlaknya adalah alqur’an, yang paling dermawan, yang paling berani, yang memberi bagaikan orang yang tidak pernah takut akan kefakiran, yang rumahnya senantiasa terbuka bagi siapapun yang singgah, yang senantiasa memberi makan orang yang lapar dari makanannya, yang pernah mengatakan kepada kita semua: “aku tidak diutus untuk (melontarkan) kutukan, tetapi sesungguhnya aku diutus sebagai (pembawa) rahmat.” 1)
Rahmat Allah inilah, ya ayyuhal Ikhwah, yang sedang kita rasakan di bulan ramadhan ini, bulan pelipatgandaan amal. Dan dirasakan oleh umat beriman lainnya. Betapa tidak dengan datangnya bulan ramadhan ini, kita yang tidak pernah baca Al-qur’an di luar bulan ramadhan, di bulan suci ini kita kembali kepada al-qur’an untuk membacanya. Kita yang tidak pernah shalat malam di luar bulan ramadhan, di bulan penuh keberkahan ini kita mendirikan malam-malamnya setidaknya melaksanakan shalat tarawih dan witirnya. Kita yang tidak pernah datang ke masjid, berbondong-bondong kita ke masjid di bulan penuh rahmat ini. Dan kita yang dikuasai dengan kebakhilan di luar ramadhan, dengan datangnya ramadhan mubarok ini kebakhilan gantian menjadi budak kita dengan tanda berupa entengnya kita dalam mengeluarkan shadaqah.
Continue Reading 3 comments Thursday, 3 September 2009







