yang menunggu adzan
Thursday, 23 October 2008
yang menunggu adzan
indah sekali adzan ashar itu terdengar
hingga meluluhlantakkan
hasrat dirinya yang jumawa
terjun ke langit
lalu ia rindu pada shalatnya
indah sekali rakaat ashar itu didirikan
hingga membasahi sajadah
menghitung titik-titik gelap di hati
satu persatu
lalu ia rindu pada sang Penciptanya
berharap ia segera menemui-Nya
tapi ia sadar bahwasanya
ada asa banyak jiwa
yang disandarkan padanya
tapi ia rindu pada adzan itu
rindu pada asharnya
rindu pada getarannya
lalu bagaimana?
karena ia tahu
semakin banyak waktu yang menjauhinya
semakin jauhlah ia mengulang keindahan itu
semakin jauh
semakin
ia cuma menunggu sahaja pada akhirnya
menunggu adzan
menunggu ashar
menunggu
aku?
hanya bisa iri padanya
***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
15:52
Entry Filed under: Poem. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed








1.
bluethunderheart | Sunday, 26 October 2008 at 7:55 pm
hebat!
aku suka dng tulisan ini
salam hangat selalu