Archive for February, 2008
SEKOLAH GRATIS (BENERAN) BUAT ANAK YATIM
Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Ikhwatifillah, jikalau Antum semua punya kenalan atau tetangga yang mempunyai anak yatim atau dhu’afa dan orang tuanya tidak mampu untuk menyekolahkannya maka saya tawarkan kepada antum semua agar mereka bisa SEKOLAH GRATIS dan mampu untuk menghafal Al qur’an. Sekali lagi tanpa dipungut biaya sama sekali. Juga berijazah SMP Terbuka nantinya.
Walaupun si anak yatim ini tidak bisa baca Al-qur’an tidaklah mengapa untuk masuk ke dalam pesantren tersebut, yang penting dan dibutuhkan sekali adalah KESUNGGUHAN MEREKA SAHAJA.
Sekolah Gratis ini diadakan oleh Pesantren Yatim & Dhu’afa Baitul Qur’an yang dikelola oleh Dr. Mushlih Abdul Karim Pimpinan Islamic Center Baitul Qur’an dan beralamatkan di:
Continue Reading 14 comments Friday, 29 February 2008
Pemandian Kata-kata
*pemandian kata-kata
ajaklah aku untuk menusuk subuh ini dengan kata-kata
biar tiada terasa pelukan dinginnya
bagiku saat itu citra ayumu
adalah suatu
mimpi
riza almanfaluthi
09.00 29 Februari 2008
Lantai 3 Kalibata
Add comment Friday, 29 February 2008
JIKA KOMITMEN ANDA LURUS
Ikhwatifillah di era keterbukaan seperti ini, di saat para ikhwah memikirkan bagaimana wasilah dakwah ini memenangkan kebenaran melalui kekuasaan maka saya jumpai beberapa hal yang kurang berkenan dalam hati saya sehingga membuat saya berpikir kembali tentang adanya pertolongan Allah. Bagaimana mungkin pertolongan Allah akan datang jika kita tidak memenuhi syarat-syaratnya. Lalu pertolongan itu hanya menjadi sekadar utopia.
Adzan berkumandang syura jalan terus. Syura yang terkadang diselingi dengan ghibah, dan tanpa ruh. Syura yang sampai dini hari tetapi sholat malam terlewatkan dan di kala shubuh menjelang menjadi orang-orang yang terlelap di balik selimut yang menghangatkan tubuh.
Kemalasan dalam mengikuti syura, kehilangan orientasi dalam berdakwah sehingga tidak mengerti mengapa kita dulu yakin dengan dakwah lalu sekarang tidak? Lalu menggugat peran Anda dalam dakwah yang sekadar prajurit –yang menurut Anda adalah jongos murabbi dari perbedaan kasta antara sebutan kader khas dan selainnya. Lalu mana ekspresinya…? Ekspresi Anda dalam berkomitmen terhadap dakwah ini.
Bolehlah Anda semua syura sampai jam tiga pagi tetapi Anda tetap harus menjadi prajurit-prajurit yang tetap mengisi waktu malam-malamnya dengan satu dua rakaat qiyamullail. Dan Anda tetap sebagai prajurit yang paling awal datang di masjid terdekat rumah Anda, yang berdiri di shaf terdepan lalu mengumandangkan adzan shubuh yang menggetarkan hati. Lalu Anda tetap sebagai prajurit profesional yang berangkat di pagi buta untuk melasanakan pekerjaan kantor Anda. Dan Anda tetap menjadi teladan bagi teman-teman Anda di kantor. Jika tidak? Raguilah komitmen Anda!
Continue Reading 3 comments Tuesday, 26 February 2008
PAGAR GAIB ANTISIREP
PAGAR GAIB ANTISIREP
Pencuri itu cuma menyisakan uang seratus ribu di dompet teman saya, Taufik. Sekitar satu juta lebih simpanannya digondol maling yang menyantroni rumahnya di tengah malam. Masuk dari pintu samping yang cuma digerendel dengan selot kayu lalu sempat-sempatnya maling itu di tengah aksinya makan tape yang tersedia di meja makan. Kemudian masuk kamar pribadinya dan mengacak-acak isi lemarinya.
Selain uang, dua telepon genggamnya raib disabet maling. Semua aksinya tanpa sedikitpun diketahui oleh penghuni rumah yang terlelap begitu rupa. Keesokan pagi, Taufik baru mengetahui rumahnya kecolongan dan ada sandal yang ditengarai milik si maling tertinggal di rumahnya.
Malamnya lagi, sekitar pukul setengah tiga pagi, si maling menyantroni rumah tetangga Taufik yang berada persis di depan rumahnya. Benar-benar berani si maling ini. Tapi aksinya sudah diketahui warga saat ia berusaha merusak jendela rumah itu. Diteriaki dan dikejar oleh warga, si maling tetap bisa lolos.
Gagal di malam itu, malam selanjutnya, ia kembali melakukan aksinya. Masih di sekitar dekat rumah Taufik. Kini ia berhasil dengan gemilang, tanpa diketahui oleh pemilik rumah bahkan warga sekitar. Tiga malam berturut-turut maling beraksi di sekitar kampung Taufik. Semuanya mengulang apa yang terjadi di komplek tetangga beberapa bulan sebelumnya. Yang diambil “cuma” uang dan barang-barang yang bisa langsung dijual, telepon genggam misalnya, dan tidak sampai kendaraan seperti motor atau mobil.
Continue Reading 3 comments Wednesday, 20 February 2008
TELAN OBAT ITU, MAKA ANDA BAHAGIA
TELAN OBAT ITU, MAKA ANDA BAHAGIA
Anda stres hari ini? Atau Anda bangun dengan kemarahan masih menggumpal di dada? Masih ada semangat kesumat yang menggelora dan butuh pelampiasan sebagai obatnya? Anda masih bertengkar dengan istri dan anak Anda? Ada kesedihan dan beban hidup yang amat berat yang kiranya sulit untuk dihapuskan segera? Sepertinya semua kesulitan hidup ada pada diri Anda hari ini? Dan Anda tidak bahagia?
Saya ingin berbagi pada Anda obatnya yang Insya Allah akan menghapus semua itu dengan segera, minimal menjadi awal dari runtuhnya bukit ketidakbahagiaan Anda itu. Anda mau tahu? Ya, saya yakin Anda ingin tahu sekali tentang itu.
Saya beritahu Anda sekarang: Berbuat baiklah. Anda mestinya bertanya: “Kapan saya harus melakukan perbuatan baik itu?” Sekarang juga, jangan ditunda-tunda. Anda ketika sakit tentunya ingin menghilangkan rasa sakit itu dengan segera entah dengan meminum obat penghilang rasa sakit, atau antibiotiknya. Kini semua ketidakhbahagian Anda itu adalah rasa sakit yang diderita oleh jiwa Anda. Maka kalau Anda ingin sembuh dari ketidakbahagiaan Anda sekarang, minum obat itu, berbuat baik.
Bukankah berbuat baik itu adalah paradigma memberi? Ya, dan paradigma Anda tentang Anda sakit maka Anda berhak untuk menerima segala pemberian kiranya perlu diubah. Yakinlah Anda tidak akan pernah “take” ketika Anda tidak pernah “give”. Kini perilaku “give” menjadi motor dalam menggerakkan Anda untuk menelan obat yang bermerek berbuat baik itu. Anda akan “take” berupa energi positif penyembuhan ketidakbahagiaan Anda. Kata seorang penulis buku terkenal, memberi itu sama saja artinya dengan memberikan kehidupan bukan saja kepada orang lain melainkan kepada diri Anda sendiri.
Continue Reading 5 comments Wednesday, 6 February 2008
AMATEUR MASSEUR
AMATEUR
MASSEUR
Suasana masjid yang biasa disinggahi saat pulang kerja terlihat sepi ketika saya menyelesaikan sholat maghrib di sana. Ada marbot yang tergeletak tertidur di
bagian belakang, sedangkan di dekat mihrab ada seorang tua yang saya tahu ia adalah imam yang biasa memimpin sholat
berjama'ah di sana. Dari mulutnya terdengar dzikir tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil. Seperti sebuah senandung
yang meritmis ke seantero ruangan masjid.
Continue Reading 2 comments Tuesday, 5 February 2008







