Archive for December 19th, 2007

SEKEHENDAKMU, UMMI!

Sore itu, dalam perjalanan pulang dari kantor menuju rumah, menyusuri jalan rindang penuh rerimbunan pohon, di jalan setapak Kampus Universitas Indonesia.
“Alhamdulillah, Ummi bersyukur punya suami kayak Abi,” bisiknya meningkahi deru motor.
“Syukurnya kenapa?”tanyaku penasaran. Maklum pembicaraan ini seumur-umur baru terdengar.
“Jangan geer yah…”tegasnya padaku.
“Insya Allah enggak.”
“Syukurnya Abi tidak banyak menuntut macam-macam. Kayak menghalangi Ummi untuk dibina dan membina.”
“Ah masak?”
“Betul kok…”

Continue Reading Add comment Wednesday, 19 December 2007

KARENA SA’D BERDOA

Suatu hari salah seorang sahabat Rasulullah, Sa’d bin Abi Waqqash, berkata pada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, doakan saya agar saya menjadi orang yang senantiasa dikabulkan doanya oleh Allah.” Lalu Rasulullah berkata: “Wahai Sa’d, Perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya.”
Dan Allah mengabulkan doa Rasulullah SAW. Sepeninggal Rasulullah, saat Sa’d menjadi Gubernur Kufah di Irak pada masa pemerintahan Umar bin Khatthab ia diadukan oleh warganya kepada Khalifah yang berada di Madinah. Dengan sebuah pengaduan bahwa ia tidak beres saat menjadi imam sholat mereka.
Sahabat Umar tidak serta merta mempercayai pengaduan itu, karena ia tahu benar tentang kemuliaan akhlak Sa’d. Ia mengutus beberapa sahabat terpercayanya untuk mengecek kebenaran laporan tersebut. Berangkatlah beberapa sahabat dari Madinah menuju Kufah. Sampai di sana mereka langsung bekerja melakukan investigasi dengan mendatangi masjid-masjid yang ada di Kufah.

Continue Reading Add comment Wednesday, 19 December 2007

TIWIKRAMA

TIWIKRAMA

Langit Jakarta meniwikrama sehitam legam
belum selegam kenangan laluku

Riza Almanfaluthi
langit kalibata hitam
16.50 07 september 2007

Add comment Wednesday, 19 December 2007

MUMPUNG DIA DEKAT

Saya ingin jadi orang baik. Saya ingin jadi tetangga yang baik buat tetangga-tetangga saya. Saya ingin agar Allah tidak memberikan beban yang sungguh tidak sanggup saya untuk memikulnya. Saya ingin menjadi bagian dari golongan orang-orang yang senantiasa ikhlas, bisa menjaga lidahnya dari perkataan-perkataan buruk dan menyakitkan.
Saya ingin agar Allah memberikan saya pandangan yang jelas agar tampak kebenaran itu adalah kebenaran dan kebatilan itu adalah kebatilan. Pun saya ingin agar Allah memberikan saya hati yang sensitif terhadap kebenaran, mata yang mudah menangis, dan kekuatan untuk bangun di tengah malam. Meminta pada-Nya, mengadu pada-Nya, untuk menuntaskan segala hajat dan permasalahan dunia dan akhirat saya.

Continue Reading 1 comment Wednesday, 19 December 2007

SEMUANYA BERKAH

Sungguh nikmatnya ukhuwah saya rasakan pada hari-hari ini. Betapa tidak permohonan baju layak pakai dan dana untuk kegiatan bakti sosial (baksos) yang saya edarkan melalui email dan forum diskusi mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa positifnya.
Dering telepon dan email balasan yang masuk banyak menanyakan teknis pengambilan baju layak pakai, bahkan hingga jam-jam terakhir juga masih ada yang menanyakan nomor rekening bank saya untuk bisa mentrasfer dana untuk kegiatan itu.
Dari Denpasar dikirim satu kardus penuh baju layak pakai. KPP LTO, Madya Jakarta Timur, hingga Kantor Pusat adalah tempat-tempat yang saya kunjungi untuk diambil baju layak pakainya. Dari teman-teman satu kantor pun banyak juga yang memberikan barang yang sama pula hingga terkumpul satu troli penuh. Tidak hanya itu dana yang terkumpul baik secara tunai ataupun melalui rekening bank adalah sebanyak Rp1.700.000,00. Dengan dana yang dikumpulkan dari teman-teman panitia yang lain terkumpul total dana empat juta lebih.
Subhanallah jumlah yang sangat luar biasa besarnya bagi saya dan teman-teman panitia. Hingga kami memutuskan untuk menambah paket sembako yang semula 150 paket seperti tahun yang lalu menjadi 200 paket sembako. Terdiri dari beras empat liter, satu kilogram minyak goreng curah, dua bungkus mentega simas, satu kilogram tepung terigu, dan satu kilogram gula pasir. Yang kalau diuangkan maka satu paket sembako itu seharga Rp38.500,00. Sehingga total dana yang harus kami sediakan adalah sebesar kurang lebih delapan juta rupiah.
Dengan dana awal 4 juta itulah kami membeli sembako ke pedagang sembako langganan baksos kami yang sudah tiga tahun ini menjalin kerjasama. Dengan bermodal kepercayaan, pedagang sembako mau menyediakan paket dan sisa uangnya nanti diberikan setelah acara baksos selesai. Kami optimis kekurangan dana yang ada akan bisa ditanggulangi dari hasil penjualan baju layak pakai.

Continue Reading 1 comment Wednesday, 19 December 2007

Baju Layak Pakai Anda Dibutuhkan Mereka

Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan keberkahan kita di bulan ramadhan yang mulia ini. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan sehingga bisa mengoptimalkan ibadah di bulan penuh pahala ini. Semoga kita senantiasa tetap mencintai rasulullah SAW dengan melaksanakan semua sunnah-sunnahnya.
Saudara-saudaraku semua, Insya Allah saya bersama teman-teman di Desa Pabuaran, Bojonggede, Bogor akan mengadakan Bakti Sosial di daerah minus di kampung kami yaitu di daerah PARKO. Di sana banyak sekali saudara-saudara kita yang kekurangan, dan Insya Allah bantuan kita yang sedikit sangat diharapkan sekali oleh mereka.

Continue Reading Add comment Wednesday, 19 December 2007

MEMBERI ATAU…?

Seorang teman selalu berangkat ke kantor lebih pagi daripada yang lainnya. Ia selalu naik motor dari rumah menuju tempat kerjanya. Dan di dalam tasnya selalu tersedia pembalut luka, obat merah, dan beberapa gelas air kemasan. Saat ditanya untuk apa ia membawa semua itu di setiap harinya, ia selalu menjawab, “agar saya bisa menolong orang lain.”
Setiap pagi, ia seringkali menjumpai para pengendara motor yang tergeletak di tepian jalan. Entah karena menabrak atau tertabrak kendaraan lain. Sudah barang tentu pengendara motor tersebut mengiris kesakitan karena luka dalam ataupun luar. Kalaupun tidak ada luka, muka pucat sudah menandakan ia mengalami guncangan adrenalin yang amat hebat.
Semuanya harus ditangani segera. Tapi senyatanya orang-orang yang menolong seringkali hanya memindahkan korban kecelakaan tersebut ke pinggir jalan. Lalu setelah itu panik, bingung, lalu telepon kesana kemari. Bahkan yang lainnya cuma terbengong-bengong. Tidak dipikirkan bahwa korban perlu pertolongan pertama segera. Peran kosong itulah yang diisi oleh teman saya ini. Dengan sigap ia memberikan yang ia bawa itu kepada korban. Peran kecil tapi sungguh membantu.

Continue Reading Add comment Wednesday, 19 December 2007

DUA YANG MEMATIKAN

Menurut kamu, kecemasan apa yang membuatmu tidak bisa tidur? Ada banyak jawaban yang akan kamu berikan kepada saya. Dan akan saya katakan kepada kamu, itulah manusia, tidak lepas dari sebuah rasa yang bernama cemas. Lalu jika kamu bertanya hal yang sama kepada saya, maka saya akan jawab salah satu dari sekian rasa kecemasan saya, “tidak menulis selama beberapa hari.”
Bagi saya, yang patut dicemasi pada diri saya adalah hilangnya kemampuan menulis saya. Karena saya merasa bukan orang yang berbakat menulis. Karena tidak adanya bakat itulah saya berusaha untuk latihan dan latihan menulis terus menerus. Menulis bagi saya adalah sebuah latihan untuk menutupi ketiadaan bakat itu. Menulis adalah proses latihan bagi diri saya. Sebagus apapun tulisan yang saya hasilkan itu adalah proses bagi pembelajaran saya.
Maka bolehlah saya akan cemas ketika sudah berminggu-minggu tiada tulisan yang saya hasilkan. Saya akan merasa bahwa kemampuan yang dianugerahkan Allah kepada saya ini akan hilang selamanya. Dan saya tidak mau. Maka saya harus memaksakan diri untuk menulis. Menulis apa saja. Tak peduli apa yang orang akan bilang saat membaca tulisan saya.
Saya pun senantiasa berpikir mengapa saya tidak produktif dalam menulis. Dan saya akan iri kalau melihat betapa teman-teman saya begitu produktifnya menghasilkan sebuah karya. Saya pikir rasa iri ini tentunya masih dalam lingkup yang bisa ditolerir. Sebuah keirian agar saya bisa menghasilkan karya, bukan sebuah keirian yang ingin agar teman-teman saya tidak bisa menulis lagi. Naif sekali kalau yang terakhir itu yang saya irikan. Sungguh iri itu adalah tanda ketidakmampuan.

Continue Reading Add comment Wednesday, 19 December 2007

MENOLAK SI TITIN

Cerita pendek (cerpen) saya yang berjudul TITIN BARIDIN ditolak oleh Harian Umum Kompas untuk dimuat di kolom sastranya. Suatu hal yang biasa sebenarnya dan sudah dipahami betul bagi saya sebagai penulis pemula. Hal yang paling saya kagumi dari redaktur Kompas adalah profesionalitas mereka. Yaitu pemberitahuan penolakan tersebut kepada si penulis yang tidak memakan waktu lama. Dalam kasus saya cuma dalam waktu dua minggu saya sudah tahu keputusannya.
Pemberitahuan ini jarang sekali dilakukan oleh redaktur harian yang lainnya. Sehingga terkadang penulis harus menunggu berminggu-minggu bahkan sampai tiga bulan untuk mengetahui karyanya dimuat atau tidak. Bahkan sama sekali tidak diberitahu. Walaupun ditolak, sebenarnya pemberitahuan itu penting agar penulis bisa mengirimkannya ke media lainnya dengan cepat tanpa lebih lama menunggu.
Sebagaimana saya mengirimkan cerpen di atas kepada Kompas melalui surat elektronik (email) Kompas memberitahukan penolakan pemuatan itu juga melalui media yang sama. Isinya adalah: “Maaf cerpen Anda tidak sesuai dengan Kompas.”

Continue Reading 2 comments Wednesday, 19 December 2007

Next Posts






Palestine Blogs - The Gazette



KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Telah Dikunjungi

 

December 2007
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Categories

Arsip

Blogger

Blogroll

Situs-situs Khusus

Ikhwan & Akhwat Tarbiyah

Best Friends

Downloads

Recent Posts

Recent Comments

deset on Konsultasi Pajak
Ocha on TIPS MEMILIH WADAH PLASTIK YAN…
buJaNG on KATA-KATA ATAU UCAPAN DALAM KA…
dEe_aNa on BANK SOAL UJIAN NASIONAL …
riza on Who I am?
AIRA on SPT Tahunan Pajak Penghasilan …

Top Clicks

Top Posts

Feeds

Meta

Spam Blocked