Archive for December 17th, 2007
AISHWARYA RAI
Kyai tua itu duduk-duduk di depan teras masjid sambil memandang ke ufuk timur yang penuh semburat mentari pagi. Posisi masjid yang lebih tinggi dan berada di atas tebing membuatnya leluasa untuk memandang pesona alam. Halimun masih saja menyelimuti atap-atap rumah penduduk desa di bawah sana. Kicau burung membahana diiringi gemericik air pancuran yang berada di samping masjid itu. Ada geliat para petani menuju sawah dengan cangkul yang tergantung di pundak masing-masing.
Benar-benar deskripsi klasik dari sebuah pemandangan pedesaan bumi pasundan semuanya terukir jelas pagi itu. Pagi yang seperti biasa ia lalui bertahun-tahun ini dengan zikir-zikir Almatsurat usai subuh yang terlontar dari mulutnya dan mulut para santrinya. Setelahnya ia akan sendiri duduk-duduk di teras masjid dengan mushaf berada di pangkuannya. Membiarkan ia dimandikan cahaya. Menghangatkan tubuhnya yang mulai merenta hingga dhuha jelang. Sedangkan para santrinya sekarang mulai mengisi kekosongan pagi itu dengan aktivitas rutinnya.
Tapi ada salah satu santrinya tetap tidak beranjak dari tempat duduknya. Beberapa saat kemudian bahkan ia mendekat pada ajengan yang sangat dihormatinya di pesantren itu. Sang Kyai menoleh pada salah satu santri ”khususnya” ini. Dan selanjutnya cuma dialog ini yang terekam.
Continue Reading 1 comment Monday, 17 December 2007
Add Recent Reader
Add Recent Reader
[Memanjang dari Kiri ke Kanan}
Saya punya recent reader dari mybloglog. Awalnya letaknya ada di sidebar sebelah kiri, satu kolom menurun dari atas ke bawah. Otomatis dengan layout seperti ini, sidebar yang letaknya di bagian bawah postingan, semakin turun ke bawah dan makan tempat. Pengunjung harus memainkan scrollbar untuk melihatnya.
Dan saya melihat recent reader yang dimiliki oleh Kang Agus ini apik dilihat dengan tata letak yang memanjang dari kiri ke kanan dan tentunya tidak memakan tempat. Apalagi username yang terbaca oleh mybloglog tidak tampak. Cukup avatarnya yang terlihat.
Continue Reading 1 comment Monday, 17 December 2007
Add Email Icon Generator
Add Email Icon Generator
Membuat Ikon Pribadi [Khusus Blogger Pemula]
Awalnya saya tertarik tentang bagaimana caranya membuat banner pribadi. Soalnya saya melihat betapa para blogger kayaknya punya banner kecil sebagai identitas pribadinya. Seperti bannernya edittag, fatih syuhud, dan para blogger terkenal lainnya. Caranya bagaimana? Pertanyaan itu yang mengemuka.
Ohya, tiba-tiba saya teringat untuk mencarinya di Google. Saya memasukkan kata kunci: membuat banner pribadi Dan ketemu!!! Ada sebuah situs yang telah membahas ini dengan mudahnya. Yaitu di alamat ini http://sugoistanley.wordpress.com/2007/04/07/bikin-icon-bwat-pribadi/ . Alih-alih mencari cara membuat banner pribadi, eh, ternyata saya menemukan sesuatu yang menarik yaitu Membuat Ikon buat Pribadi.
Arti dari ikon pribadi itu adalah ikon yang menampilkan informasi pribadi ataupun sekadar ajang narsisme di blog ataupun di forum. Itu yang saya dapatkan dari penjelasan di situs tersebut. Ini disediakan melalui aplikasi yang bernama Online Generator. Ini adalah sebuah aplikasi online berbasis web yang dapat menghasilkan (generate) sesuatu, seperti banner, avatar, id-card, CSS, dsb. Di Internet banyak terdapat beberapa online generator yang dapat digunakan secara cuma-cuma (cuma modal akses internet saja). Itu yang saya dapatkan dari penjelasan di situs tersebut.
Continue Reading 2 comments Monday, 17 December 2007
ELANG RETAK: MATI BUKAN MASALAH, HIDUP YANG JADI PERSOALAN
Judul: Elang Retak
Penulis: Gus Ballon
619 Hal. Cetakan I, Juli 2005
Penerbit: Q-Press (Kelompok Penerbit Pustaka Hidayah)
Alamat: Jalan Rereng Adumanis 31, Sukaluyu Bandung 40123 Jawa Barat, Indonesia
Novel ini saya temukan dalam tumpukan buku diskon yang dijual oleh toko buku terkenal di Depok. Sebuah buku cerita tebal yang dibanderol dengan harga cuma lima belas ribu rupiah. Tebal dan murah, dua parameter ini yang membuat saya membelinya setelah beberapa hari sebelumnya saya kosong dari aktivitas membaca.
Saya mungkin terlambat untuk membacanya dan untuk membuat sebuah tulisan tentang novel ini, oleh karena itu saya tidak akan membahas dengan mendalam apa isinya, karena sudah pernah dibahas oleh Alif di forum diskusi ajangkita, Jadi saya menulis apa yang saya rasakan setelah membacanya.
Pertama adalah masalah si penulisnya. Baru kali ini saya tidak melihat sebuah pengenalan pribadi dari seorang penulis novel. Di sana tak ada satu halaman pun sebagai kata pengantar atau biografi kecil dari penulis. Entah Gus Ballon ini adalah nama asli atau nama pena. Sungguh mengundang kepenasaran bagi saya karena novel ini bagus.
Continue Reading 3 comments Monday, 17 December 2007
6 BULAN UJIAN SEBENARNYA
Setelah diawali dengan sebuah pesimisme tentang bisakah saya lulus untuk mengikuti Basic Training for Beginner V (BATRE V) yang diselenggarakan oleh Forum Lingkar Pena (FLP) Depok, akhirnya 20 April 2007 kemarin, sang Ketua FLP Depok, Koko Nata, memberikan sebuah woro-woro hasil seleksi tersebut dalam sebuah essaynya yang disebarkan melalui milis dan dimuat di blog komunitas penulis akhirat itu, http://flpdepok.multiply.com
Ternyata saya lulus, dan dikelompokkan dengan calon peserta BATRE V yang lainnya, yang belum pernah saya jumpai sebelumnya. Berikut nama-nama peserta Batre V didasarkan keleompoknya–saya tidak tahu atas dasar apa pengelompokkan tersebut.
Continue Reading Add comment Monday, 17 December 2007
LULUSKAH SAYA DI BATRE V?
Saya mendaftarkan diri untuk mengikuti Batre (Basic Writing Training for Beginner) ke-5 yang diadakan oleh komunitas penulis Forum Lingkar Pena Cabang Depok. Syaratnya selain harus menyetorkan uang sebesar Rp39.000,00 untuk biaya pendaftaran juga harus menyerahkan sebuah tulisan dalam bentuk dan jenis apapun untuk dilihat oleh panitia. Saya menyerahkan sebuah essay yang berjudul Martabak Buat Bapak Polisi. Sebuah tulisan yang belum lama dibuat. Dan saya harus mengikuti writing test– gunanya untuk menyeleksi seberapa jauh kemampuan menulis para peserta—pada hari Ahad kemarin (15/4) di Rumah Cahaya markas FLP Depok.
Tetapi karena adanya musibah, yaitu dengan meninggalnya ibunda tercinta saya pada hari Kamis yang lalu dan saya harus pulang, maka saya tidak bisa mengikuti ujian tertulis tersebut. Sempat ada kekhawatiran bahwa saya tidak diperkenakan untuk bergabung dengan FLP Depok pada periode ini tetapi setelah saya sms Ketua FLP Depok, Koko Nata, tentang ketidakhadiran saya tersebut, ia memberikan kesempatan kepada saya untuk tetap mengikuti ujian tersebut. Dan saya mendapatkan email seperti ini:
Continue Reading 1 comment Monday, 17 December 2007
MARTABAK BUAT BAPAK POLISI
Artikel ini menjadi artikel terpilih bersama 29 artikel lainnya oleh Lembaran Kehidupan, sehingga dengan demikian karena hak miliknya telah menjadi milik situs tersebut, maka saya tidak menampilkan isi artikel di blog saya ini. Tapi saya akan tampilkan satu paragraf saja, berikut cv saya yang dikirim ke lomba tersebut.
Continue Reading 1 comment Monday, 17 December 2007
SEKUNTUM MAWAR
Tuesday, April 3, 2007 – SEKUNTUM MAWAR
Melihat signaturenya salah seorang moderator di DSHnet, saya langsung terinspirasi untuk membuat beberapa kata ini:
sekuntum mawar
sekuntum mawar menulis pada hari-hari yang lampau
tegas!
menanyakan kepingan hati yang terpaut
kini entah berada di mana
cuma hasrat sukma menyucikan diri
dalam rintih sepi
membakar amukku pada renjana
renjana cinta bertubi-tubi
ah, sentuhan rindu tak mampu menidurkanku
lelap!
cuma ayat-ayat cinta bertabur pesona
di dalamnya kutemukan sekuntum mawar
menulis hari-harinya penuh kata
:have a nice day
Sekilas Saja
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
15:05 03 04 2007.
Add comment Monday, 17 December 2007
AL-IKHWAN: WAHABI PEMBERONTAK [TERAKHIR]
Pada tulisan terdahulu diuraikan tentang benih-benih timbulnya ketidaksukaan para pemimpin Al-Ikhwan kepada Abdul Aziz maka pada bagian terakhir ini diterangkan tentang upaya Al-Ikhwan melancarkan bughot melawan amirnya, Abdul Aziz bin Abdurrahman.
Pertempuran Sabillah
Al-Ikhwan tidak bisa sesabar Abdul Aziz menunggu dua bulan. Mereka tidak bisa berpikiran tenang dan berpertimbangan matang. Justru kefanatikan yang tidak masuk akallah yang membuat mereka bertentangan dengan Abdul Aziz. Beberapa minggu setelah pertemuan Riyadh, mereka melancarkan serangan bertubi-tubi yang membuat perdamaian takkan mungkin dicapai lagi dan menghilangkan simpati yang selama ini mereka peroleh.
Di bulan Desember 1928 mereka menyerang rombongan pedagang unta Nejd di Jumaymah, dekat perbatasan Irak. Semua dibunuh dan hewan dagangan mereka dirampas. Sekelompok orang Badui di sebelah utara dibantai pula oleh sepasukan Al-Ikhwan. Nyata-nyata bahwa Al-Saud dan Nejd tidak lagi menghadapi suatu perselisihan agama melainkan penghancurkan negara baru Abdul Aziz.
Mereka menolak kewajiban suatu masyarakat, peraturan yang ada, tak mau menetap dan membentuk pemukiman Ikhwan yang tetap. Mereka ingin kembali menjadi bangsa Badui yang bisa mengembara kemana saja. Faisal Al-Dawisy menulis surat kepada Saud Bin Abdul Aziz, ”…Kau telah menjauhkan kami dari agama kami, kau telah menjauhkan kami dari kesenangan duniawi kami.”
Continue Reading 2 comments Monday, 17 December 2007







