Archive for December 12th, 2007

SANG MUTAAKHIR

Anak itu memandang dengan tatapan kosong ke dalam kelas dari balik pintu. Dari wajahnya tergurat kesedihan dan bekas airmata yang tertahan di pipinya. Ya, sedih karena ia terlambat dan tidak diperbolehkan untuk mengikuti tes masuk Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Hikmah, padahal terlihat bahwa Ibu Penguji baru saja membagi-bagikan kertas soal ujian dan belum memulai memberikan waktu kepada anak-anak untuk mengerjakan soalnya.
Sang ayah menghampiri sang anak, “Sudahlah mas, nanti tunggu saja dulu yah. Mas boleh kok ikut ujian masuk, tapi nanti yah setelah semuanya selesai. Sesudah ujian tertulis ini nanti ada permainan yang akan dinilai, Mas bisa ikut gabung, dan sesudah permainan itu, baru Mas ikutan ujian susulan.”
Sang ayah dan ibu dari anak itu memang terlambat datang dari jadwal yang sudah ditentukan, yakni pukul delapan tepat. Dikarenakan ketidakjelasan informasi dari pihak pengelola, sampai pada hari H ada saja yang menjadi penyebab keterlambatan tersebut, mulai dari si Dedek yang rewel, mengatur belanjaan yang harus dimasak untuk para tukang di rumahnya, hingga urusan bahan bangunan yang harus segera diperoleh. Jadilah pukul 08.30 pagi sang ayah berangkat dengan mobil butut tahun 91-an yang ia pun harus berjalan berlambat-lambat ria karena ia belum mahir mengendarai roda empat.

Continue Reading Add comment Wednesday, 12 December 2007

ISTANBUL: TAHTA ISLAM

Istanbul [Konstatinopel], 1922
Jabatan sultan pada Kekhalifahan Utsmani dihapus oleh Majelis Agung dibawah kepemimpinan Mustafa Kamal.

Istanbul [Konstantinopel], 29 Oktober 1923
Mustafa Kamal memproklamasikan Republik Turki dan menetapkan jabatan khalifah hanya sebagai pimpinan keagamaan.

Istanbul [Konstantinopel], 03 Maret 1924
Jabatan khalifah dihapus. Abdul Majid II, khalifah terakhir dinasti Utsmani diusir dari istananya dan diperintahkan untuk meninggalkan Turki.

***
Sudah 82 tahun lamanya umat Islam tidak merasakan manis dan pahitnya kekhalifahan. Semua telunjuk diarahkan pada khalifah yang ke-37 (dari dinasti Utsmani ini yakni: Sultan Abdul Hamid II, yang memerintah Kekhalifahan Turki sejak 1876 sampai 1909.
Para sejarawan sepakat bahwa dialah Sultan Turki yang terkenal, paling lama berkuasa, dan masa pemerintahannya berada dipersimpangan jalan. (Syalabi.:1988) Dialah yang berusaha untuk mengadakan perbaikan Turki yang sudah dijuluki sebagai The Sick Man of Europe (orang sakit dari Eropa) namun usahanya ituberakhir sia-sia.

Continue Reading 2 comments Wednesday, 12 December 2007

DEINDIVIDUASI BIKERS MOGE

Dua pekan terakhir dunia milis dan media elektronik tanah air diwarnai dengan berita seputar tingkah laku menyebalkan dari para pengendara motor gede )Moge) berkelir Harley Davidson (HD). Ini diawali dari imel yang dikirim oleh Sarie Fabriane yang disebar melalui milis dan mengungkapkan kejengkelannya sebagai korban tingkah laku urakan gerombolan tersebut.
Seperti yang diungkap oleh tabloid Otomotif (edisi 43:XV), sebagian isi imel itu adalah sebagai berikut: “…masih sulit akal saya untuk menolerir aksi gagahan mereka yang mentang-mentang itu. Pikiran kotor saya hanya sempat mengira, mereka hanyalah kumpulan begundal-begundal impoten yang mencari kompensasi dengan mengangkangi moge. Sehingga tercapailah ilusi kegagahan diri!!…”
Dari situlah Otomotif berusaha menjawab pertanyaan apakah benar bahwa perilaku kasar yang ditunjukkan itu adalah kompensasi untuk menutupi kekurangan dan kelemahan diri?
Seorang pengajar Psikologi Sosial Universitas Indonesia bernama Cicilia Yeti Prawasti MSi, berhasil dimintai pendapat tentang ini oleh tabloid mingguan ini. Beberapa pendapatnya tentang kelakuan bikers moger tersebut adalah dapat dirangkum sebagai berikut:
Bahwa Tidak semua kompensasi itu bernilai negatif, tetap ada kompensasi bernilai positif. Kompensasi negatif bisa saja terjadi namun dengan prosentase kecil berupa aktualisasi diri yakni keinginan untuk mengatasi inferioritas atau perasaan diri seseorang.
Sedangkan perilaku arogan dalam kasus ini hendaknya ditinjau dari sisi psikologi social bukan ditinjau dari sisi kompensasi. Secara psikologi sosial, dalam kelompok telah terjadi deindividuasi. Yakni indentitas diri seseorang berkurang, melebur, dan digantikan dengan identitas kelompok.
Cicilia melanjutkan: ”Di dalam kelompok seseorang cenderung tidak ada yang memperhatikan secara individual. Sehingga ia berani melakukan hal-hal yang belum tentu dia berani lakukan saat sendiri. Apalagi dengan menggunakan pakaian dan motor gede, perasaannya menjadi berubah.” Kesimpulannya adalah perilaku kasar tidak semata-mata berarti kompensasi seseorang untuk menutupi kelemahannya. Demikian Otomotif.

Continue Reading 2 comments Wednesday, 12 December 2007

Saat Kau Tolak Cintaku

27.02.2006 – Saat Kau Tolak Cintaku

matamu itu nduk…
:bening
gigimu itu nduk…
:putih
kulitmu itu nduk…
:kuning
wajahmu itu nduk…
:pesona indo
sentuhanmu itu nduk…
:lembut
panggilanmu itu nduk…
:syahdu
gurauanmu itu nduk…
:manja
jalanmu itu nduk…
:indah
belaianmu itu nduk…
:gak nahan
wah, wah, wah,
tak ada ruginya membawamu nduk
tapi saat kukatakan cinta padamu
kenapa kau melukaiku
dan kau menjerit berteriak
sorry: aku menginjak buntutmu
cepat sembunyikan cakarmu
cepat tutup mulutmu,
malu atuh, masa secantikmu ada taring
nduk, nduk…
ah,
kau cuma bisa berkata:
meong…
meong…

dedaunan di ranting cemara
10:08 27 Pebruari 2006

Add comment Wednesday, 12 December 2007

Cintanya Tak Semurni Bensinku

Berbeda dengan debat yang dilakukan di alam nyata, debat di dunia maya membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menyelesaikan suatu tema diskusi. Karena di sana komunikasi yang terjadi antara penyampai dan penerima informasi tergantung dari kualitas jejaring masing-masing peserta diskusi juga perlu digarisbawahi bahwa dalam komunikasi tersebut tidak disertai dengan bahasa tubuh.

Maka terbentanglah jurang di antara mereka, sehingga dengan adanya gap itu kesalahpahaman seringkali terjadi bahkan berujung dengan caci maki, walaupun sudah dibantu dengan visualisasi bahasa tubuh (wajah) melalui ikon Smiley, yang terkadang ternyata digunakan untuk menutupi maksud hati yang sebenarnya.

Maka saya yang merasa jago debat, pandai bersilat tangan (maaf di sini saya tidak memakai lidah karena sama sekali tidak digunakan) dan tidak memakai hati memanfaatkan benar untuk bisa menjatuhkan lawan diskusi, apalagi didukung dengan teman seperjuangan yang satu ide.

Bila perlu celaan dan hinaan harus disampaikan agar benar-benar lawan diskusi dibuat tidak berkutik. Dengan alasan pembenaran bahwa Rasulullah pun seringkali mencela orang-orang jahil. Bahkan tidak hanya lawan diskusi yang perlu dicela, hatta ulama lokal, ulama asal Mesir yang kini tinggal di Doha Qatar dan berkaliber dunia serta telah diakui kapasitas ilmu dan amalnya pun tak luput dari celaan saya hingga sampai pada penyetaraannya sebagai ulama Syaitan. Tak lupa bukunya pun wajib dibakar.

Continue Reading Add comment Wednesday, 12 December 2007

Antara Umar dan Khalid

Saya tertarik dengan apa yang diungkapkan Saudari saya ini pada tulisannya yang berjudul ”Ketika Saya Berkuasa”. Tepatnya pada paragraf sebagai berikut:

Khalid ketika menjadi gubernur Armenia terpeleset lebih banyak menggunakan uang demi kekuasaannya daripada untuk rakyatnya. Yang akhirnya membuat Umar bin Khattab gregetan sehingga menarik kembali Khalid ke Madinah.

Tapi..itu bukan berarti Umar menghinakan Khalid..tapi beliau menyelamatkan Khalid dari ketergelinciran godaan dunia. Buktinya ketika Khalid meninggal..Umar menangis dan mengatakan penyesalannya tidak sempat mengembalikan kedudukan Khalid di tempat yang semestinya.

Kalimat ”terpeleset lebih banyak menggunakan uang demi kekuasaannya daripada untuk rakyatnya” mengguncang kotak memori saya. Dan betulkah pada saat itu beliau sudah menjadi gubernur Armenia? Dari buku yang pernah saya baca sahabat yang berjuluk Pedang Allah ini tidak demikian kiranya. Sehingga dengan kepenasaran ini kembali saya bongkar-bongkar buku sejarah lama.

Dari beberapa referensi tersebut, hanya satu yang benar-benar detil menceritakan tentang pemecatan panglima Khalid bin Walid oleh Khalifah Umar bin Khaththab ra yakni di buku yang ditulis oleh Muhammad Husin Haekal yang berjudul Umar bin Khattab: Sebuah Telaah Mendalam tentang Pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya Masa Itu (penerbit Litera AntarNusa, 2002).

Continue Reading 1 comment Wednesday, 12 December 2007

Merekalah Penggoda Syahwatku

Tidak terasa sudah hampir enam bulan lamanya saya hidup tanpa handphone (HP) di tangan, tanpa deringnya yang mengganggu sepanjang perjalanan pulang, tanpa rasa panik yang melanda jika HP tidak ada di saku celana, tanpa debar jantung saat ada panggilan dari kantor dan Wajib Pajak, dan tanpa-tanpa lainnya. Saya merasa nyaman, itu saja.

Walaupun kadangkala ada saja saat di mana saya benar-benar membutuhkannya. Untuk hal yang demikian terpaksa HP Qaulan Sadiida saya pinjam barang satu sampai tiga hari, itu pun cuma sekali saja waktu saya pergi melancong ke Palangkaraya. Selebihnya saya benar-benar belum (untuk tidak mengatakan TIDAK) membutuhkannya.

Nah, kenyamanan yang saya rasakan itu sepertinya mulai terusik sejak sepekan ini. Pertama, saya teringat bahwa salah satu alasan kenapa saya tidak memakai HP adalah nomor HP lama yang telah saya cabut masih bisa saya pakai kembali sebelum enam bulan lewat sejak dilaporkan hilang. Jadi karena belum genap enam bulan itulah yang memperlama keinginan saya untuk tidak memakai HP.

Satu pekan ke depan adalah batas waktu bagi saya untuk kembali mengaktifkan nomor itu. Jika tidak maka nomor itu bisa dipakai kembali dengan mengeluarkan ongkos cukup besar dibandingkan dengan mendaftar sebagai user baru, karena dianggap sebagai nomor pesanan.

Continue Reading 1 comment Wednesday, 12 December 2007

Prajurit di atas Kuda Trengginas

Peluang menyebarkan kebaikan selalu ada kapan saja, di mana saja, dan bisa dilakukan oleh siapa saja yang menginginkan dirinya menjadi prajurit-prajurit kebenaran demi tegaknya panji-panji Islam dimuka bumi ini. Mereka hanya meyakini bahwa Allah lah tujuannya, Muhammad teladannya, Alqur’an hukumnya, Jihad jalannya, syahid cita-cita tertingginya.

Mereka rela berpeluh debu, berkeringat darah, berhias sayatan pedang. Mereka berbaris rapih dengan kuda-kuda trengginas yang siap berlari kencang dengan terengah-engah di padang pertempuran melawan para perintang sejatinya. Karena hakikinya pertempuran itu adalah pertempuran abadi dengan akhir berupa kibaran kebenaran.

Ada seuntai tanya menggelayut dalam benak, ”engkaukah prajurit-prajurit itu?”. Dengan shalat hanya sekadar penunai kewajiban. Dengan dzikir hanya pemanis mulut. Dengan doa kering tanpa ruh. Dengan malam-malam tetap berselimut tebal. Dengan subuh yang telah menjadi peneman mentari.

Continue Reading Add comment Wednesday, 12 December 2007

siapa lagi kalau bukan engkau?

14.02. 2006 – siapa lagi kalau bukan engkau?

jiwaku luruh pada ingatan
bersimbah kenangan menusuk-nusuk
tak sanggup mengurainya dengan pena
yang merintih pada secarik kertas putih kosong
tetap tak terisi dengan berjuta kata merayu

jiwaku luruh pada esok
yang menggenggam hati tiada keindahan
rapuh tanpa harapan
hanya bersandar pada ranting kecil dan dahan cemara
tetap tak peduli dengan halimun yang membekukan

jiwaku luruh pada untaian pemanis lidah
hingga doa perpisahan kudengarkan
“kan kuutuskan salam ingatanku
dalam doa kudusku sepanjang waktu
ya Allah bantulah hambaMu
mencari hidayah daripadaMu” (brothers)

maka siapa lagi kalau
bukan sahabat sejati
yang akan menggenapkan jiwamu
hatimu
bahkan hidupmu

maka siapa lagi kalau
bukan engkau air jernih yang mengalir
dari lembah penuhi danau-danau gelora
hingga memuara pada samudera bahagia
maka siapa lagi kalau bukan engkau?

dedaunan di ranting cemara
20:48 12 Pebruari 2006
malam-malam penuh doa

Add comment Wednesday, 12 December 2007

Gudang Ebook

Dalam suatu perburuan buku di sebuah pameran kurang lebih satu setengah tahun yang lalu, saya mendapatkan buku yang pernah saya idam-idamkan waktu di SMP dulu. Buku ini berjudul Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart (1978) dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh H. Mahbub Djunaidi (1982).
Karena buku itu sudah habis terjual di seluruh toko buku di Jatibarang, tempat saya tinggal, saya akhirnya berusaha mencari di kota Cirebon, hasilnya sama NIHIL. Saya menyerah untuk mencari buku itu.
Baru setelah dua belas tahun kemudian, tanpa sengaja saya menemukannya di pameran buku tersebut. Dengan harga 50 ribu—kalau tidak lupa—saya dapat memiliki buku itu. Dan telah lama buku itu selesai dibaca.
Dalam buku tersebut diurutkan tokoh-tokoh yang paling berpengaruh terhadap jalannya sejarah dunia. Sang pengarang buku menempatkan Nabi Muhammad SAW pada rangking pertama (Coba bandingkan saat Arswendo menempatkannya pada urutan ke tujuh). Dan banyak lagi tokoh-tokoh lainnya, entah itu sang penemu, ilmuwan, filsuf, atheis, diktator, penakhluk dan lain sebagainya.

Continue Reading 1 comment Wednesday, 12 December 2007

Previous Posts






Palestine Blogs - The Gazette



KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Telah Dikunjungi

 

December 2007
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Categories

Arsip

Blogger

Blogroll

Situs-situs Khusus

Ikhwan & Akhwat Tarbiyah

Best Friends

Downloads

Recent Posts

Recent Comments

rara on OBAT MANJUR BUAT AMBEIEN …
Dian on TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTAR…
yuni on OBAT MANJUR BUAT AMBEIEN …
asep on OBAT MANJUR BUAT AMBEIEN …
Akhmad Zainuddin on Istriku: Aku Minta Izin B…
Akhmad Zainuddin on Konsultasi Pajak

Top Clicks

Top Posts

Feeds

Meta

Spam Blocked