Rehat Sejenak

Monday, 10 December 2007

16.09.2005 – Rehat Sejenak…

Sudah saatnya saya rehat, setelah hampir enam bulan lamanya tidak cuti. Sudah saatnya saya berhenti sejenak *) untuk melepas lelah, walaupun selama seminggu ini pekerjaan sudah tidak ada lagi di meja saya. Sudah saatnya saya menghirup nafas kelegaan setelah selama berminggu-minggu lamanya dihujani putusan pengadilan pajak yang kesemuanya itu dimenangkan oleh Wajib Pajak.
Maka tiada yang dapat saya ucapkan kepada kawan selain permohonan maaf jika selama ini ada kata dan perbuatan yang sengaja atau tidak sengaja telah menggores hati dengan rasa sakit. Telah membuat hari-hari kawan semakin bertambah ‘manyun’ dan menggelap laksana awan mendung di puncak sana. Dan telah membuat banyak mata tidak segera terpejam saat malam telah larut kerana–sekali lagi–ada hati yang tergores. Itu pun jika…
Maka, sudilah saya untuk menjura seribu kali untuk permintaan maaf tiada terkira. Kiranya saya berharap dengan rehat itu, saya mendapatkan kembali semangat untuk bekerja (beramal), bekerja (beramal), dan bekerja (beramal). Mendapatkan kembali semangat untuk menulis, menulis, dan menulis lagi serta berbagi, berbagi, dan berbagi apa saja kepada kawan. Bukan kesedihan dan lara (karena itu cukup buat saya saja) yang terbagi, tapi kegembiraan, kebahagiaan, dan suka ria.
Seperti apa yang disunnahkah oleh Rasulullah, untuk selalu berwasiat jika seorang muslim melakukan perjalanan, maka saya pun berwasiat untuk diri saya sendiri khususnya dan kepada kawan semua: “Yuk, kita sama-sama melakukan kebaikan, sedikit apa pun kebaikan itu. Karena kebaikan selalu membersihkan, mencerahkan, dan membuat bening di hati.” Terpenting pula, semuanya karena Allah Ta’ala.
Terakhir, izinkan saya berkata-kata:

Jikalau kebahagiaan itu bisa dibeli
maka aku akan membelinya dengan gunungan harta,
tapi banyaknya harta
tak mampu aku membeli kebahagiaan itu,
kerana kebahagiaan bukanlah kebahagiaan jasmani semata
tapi kebahagiaan batin pun menjadi suatu kemestian.
maka keseimbangan arruh, al’aql, aljasad menjadi sebuah kunci
tuk meraih kebahagiaan hakiki.

Wassalaamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

dedaunan di ranting cemara
untuk rehat sejenak di antara 19 hingga 26 September 2005
15:47 16 September 2005

*) mengutip judul buku terbaru Bayu Gawtama

Entry Filed under: Poem, Sejumput Rintih. Tags: , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed






Palestine Blogs - The Gazette



KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Telah Dikunjungi

 

December 2007
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Categories

Arsip

Blogger

Blogroll

Situs-situs Khusus

Ikhwan & Akhwat Tarbiyah

Best Friends

Downloads

Recent Posts

Recent Comments

deset on Konsultasi Pajak
Ocha on TIPS MEMILIH WADAH PLASTIK YAN…
buJaNG on KATA-KATA ATAU UCAPAN DALAM KA…
dEe_aNa on BANK SOAL UJIAN NASIONAL …
riza on Who I am?
AIRA on SPT Tahunan Pajak Penghasilan …

Top Clicks

Top Posts

Feeds

Meta

Spam Blocked