Archive for December 10th, 2007
DEMOKRASI BERMUKA DUA
Dunia kini telah melihat secara nyata betapa harga dari sebuah demokrasi di bayar mahal dengan kehancuran peradaban dan hilangnya ribuan nyawa akibat perang yang dipaksakan Amerika Serikat (AS) kepada Irak sebagai suatu bangsa dan pemerintahan yang sah.
Dunia pun menjadi mafhum bahwa AS yang mengklaim diri sebagai bangsa dan negeri kampiun demokrasi dan HAM ternyata memaknai sebuah demokrasi sebagai kedok belaka dari wajah buruk berupa kepentingan nasionalnya. Ralph L Boyce—mantan duta besar AS untuk Indonesia—pun mengakui perang ini semata-mata berdasarkan national interest Amerika (Sabili X/2003). Hatta mengingkari makna demokrasi itu dengan tetap mengabaikan PBB sebagai pemegang otoritas dan suara terbanyak masyarakat dunia sampai tetap memaksakan bentuk ekstrim dari ademokrasi berupa kekerasan (perang) sebagai jalan keluar. Padahal Henry B Mayo dan Robert A Dahl selalu menyatakan bahwa nilai demokrasi yang asasi dan asali adalah meminimalisir penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan segala sesuatu (Moch Eksan, 2003).
Dengan demokrasi yang dilandaskan pada kepentingan nasionalnya dan dipaksakan kepada Irak sebagai bagian dari masyarakat dunia yang berdaulat, maka AS—yang menurut Collin Powell juga disebut sebagai old-democration—pun memunculkan suatu ambigu, yakni AS tetap menginginkan proses demokrasi diterapkan dengan baik di Irak tetapi di lain sisi AS membiarkan sistem monarki dan otokrasi berjalan dengan semestinya di sebagian negara di Timur Tengah, serta membiarkan kekejaman yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
Continue Reading 1 comment Monday, 10 December 2007
Dua Perempuan dengan Puisi
Suatu saat Azimah Rahayu dan Qoulan Syadiida menyempatkan diri untuk memberikan kesempatan kepada saya menikmati puisi-puisi mereka.
Azimah Rahayu yang genap berusia tiga puluh tahun senin kemarin, mengirim Pupus:
PUPUS
Rindu ini ternyata masih jua belum menemukan muara,
Cinta ini ternyata masih harus meneruskan kembara,
Sampai kapan dan kemana?
:Siapa yang tahu jawabnya?
Continue Reading Add comment Monday, 10 December 2007
Kemana Pajak Penerangan Jalan Kami?
Sabtu pagi, sebagian warga RT 011 RW 017 Komplek Puri Bojong Lestari melakukan kerja bakti. Pada umumnya, kerja bakti adalah sarana warga masyarakat untuk bersilaturahim antarpenghuni komplek, membangun serta memelihara sarana-sarana umum. Namun kerja bakti kali ini termasuk yang tidak biasanya, yakni mencabuti lampu-lampu penerangan yang ada di tiang di sepanjang jalan RT kami. Ada apa gerangan?
Ya, RW kami mendapat surat resmi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menertibkan sendiri sambungan-sambungan liar termasuk lampu-lampu penerangan di sepanjang jalan komplek kami, karena PLN menganggap bahwa pemasangan lampu-lampu penerangan itu adalah ilegal. Apabila tidak ditertibkan segera maka PLN akan terpaksa menertibkannya sendiri dan membawa semua peralatan-peralatan penerangan jalan itu.
Maka bersegeralah kami membereskannya agar lampu-lampu serta aksesorisnya dapat kami amankan. Karena bila tidak, maka peristiwa dua tahun lalu yang menimpa tetangga komplek kami akan terulang. Lampu-lampu hasil patungan dan swadaya masyarakat sendiri diambil paksa oleh PLN.
Continue Reading 1 comment Monday, 10 December 2007
Gempita Takbir
Assalaamu’alaikum wr.wb.
Sisi lain berkata padaku:
Hai kawan:
Ingat tidak Allohuakbar selalu menjadi komando
dalam setiap peperangan?
Kau tidak ingat?
Saya sebut satu persatu tapi tidak semua:
Perang Badr
Perang Bani Sulaim
Perang Bani Qainuqa
Perang Sawiq
Perang Dzi Amar
Perang Bahran
Perang Uhud
Perang Bani Nadhir
Perang Nejed
Perang Badr Kedua
Perang Dumatul Jandal
Perang Ahzab
Perang Bani Quraizhah
Perang Bani Lihyan
Perang Bani Mushthaliq
Perang Ghabah
Perang Khaibar
Perang Wadil Qura
Perang Dzatur Riqa’
Perang Mu’tah
Perang Futuh Mekkah
Perang Hunain
Perang Thaif
Perang Tabuk
*****
Di zaman para sahabat:
Perang Membasmi Riddat dan Penolak Bayar Zakat
Perang Yarmuk
Perang Nahawand
Perang Jamal
Perang Shiffin
Perang Karbala
Perang Penakhlukkan Yerusalem
Perang Penaklukkan Konstantinopel
dan lain-lainnya
60 tahun yang lampau jangan lupa
Bung Tomo memekikkan Allohu Akbar di atas Hotel Surabaya
Dan peperangan lainnya selama 14 abad lebih itu.
****
Sisi lain berkata lagi padaku:
Hai kawan:
Allohuakbar pun menjadi urat nadi yang tak bisa dipisahkan dari
tubuh kaum muslim dan tentu bukan sebagian makian.
Allohuakbar pun patut diteriakkan sebagai pengobar semangat kaum muslimin
untuk melawan kebatilan, angkara murka, dan musuh Allah.
Tidak bisa dibayangkan jika saja Allohuakbar diteriakkan di dalam hati saat akan berperang melawan musuh Allah.
Tidak bisa dibayangkan jika saja Allohuakbar tidak diteriakkan dalam masjid sehingga masjid pun riuh dengan tepuk tangan.
Maka Allohuakbar menjadi sebuah keniscayaan yang tak bisa dielakkan lagi dari diri seorang muslim.
Sebagai pengingat manusia itu kecil tiada berarti. Hanya Dia yang Maha Besar. Yang lain kecil. Semuanya kecil.
Sisi lain berkata lagi padaku:
Mau kau teriakkan apa lagi…?
Aku terdiam. Terdiam dengan ‘tenggorokan tersumbat durian’.
Allohua’lam
Wa
dedaunan di ranting cemara
di antara kesungguhan bahwa esok ternyata tanggal satu
di antara eksungguhan bahwa ternyata saya masih menjadi orang gajian
di antara kesungguhan bahwa kematian: ready or not, you will face soon or later
20:17 31 Agustus 2005
Add comment Monday, 10 December 2007
Rangkullah Matahari
rangkullah matahari
membulat di depan mata
di ujung jalan menukik menaik
tanganku mengais-ngais
remah-remah kerinduan
dan puntung-puntung asa
sore esok
ia masih membulat di depan mata
aku tak terkejut
dedaunan di ranting cemara
masih di senja citayam bukan di amsterdam
20:36 28 Agustus 2005
Add comment Monday, 10 December 2007
Purnama di Sudut Jiwa
purnama di sudut jiwa*)
tiada kata- kata lagi…
*) sebuah pesan
dedaunan di ranting cemara
di antara dextral; ciprofloxacin; molacort 0,75; mOlapect;
20:26 28 Agustus 2005
Add comment Monday, 10 December 2007
Pahlawan Pencicil Rumah
satu wage rudolf supratman
satu ki hadjar dewantara
satu tuanku imam bonjol
:kuserahkan kalian
demi cicilan rumah
sampai 15 tahun lagi!
***dedaunan di ranting cemara
di antara sebuah pesan:
segera buka dompet, cari para pahlawan itu
21:03 28 Agustus 2005
Add comment Monday, 10 December 2007
Mengenangmu
mengenangmu adalah
mengurai benang panjang kesedihan
yang senantiasa tersulam
dalam setiap helai nafasku
mengenangmu adalah
mengurai benang panjang kesedihan
yang membuat mata tak mampu terpejam
yang membuat hati tak mampu menghalau resahku
mengenangmu adalah
mengurai benang panjang kesedihan
yang tak sempat aku pintal kembali
tak ada yang tersisa setelah itu
tersapu bayu kesahmu
***dedaunan di ranting cemara setelah rehat
di antara satu bait yang jadi terhapus:
mengenangmu adalah
mengurai benang panjang gombal gambul
yang masih saja kau mau mendengarnya
tak ada yang terlewati satu huruf pun
hingga kau membiru, menge-pink, hingga berdarah-darah
Masya Allah…
Add comment Monday, 10 December 2007
Sekumpulan Bangau
sekumpulan bangau
buat sekumpulan bangau yang terbang bermigrasi
dari utara ke selatan
buat semburat cahya matahari pagi yang menyinari
dari pagi ke sore
buat sekelompok paus pembunuh yang berenang
dari pasifik ke atlantik
buat gumpalan mega yang terkadang menziarahi matahari
buat desiran angin yang bertiup di semua celah kehidupan
sampaikan pesanku kepada seluruh penghuni bumi dan langit
“aku masih mengetuk-ngetuk pintu-Nya”
Add comment Monday, 10 December 2007







