Provinsi Bogor Raya
Friday, 7 December 2007
Provinsi Bogor Raya (Bogor, Bekasi, Depok, Cianjur, dan Sukabumi)
Malam Ahad, dengan Sony DSC-V1 5 Mega Pixel 4x optical zoom saya diberikan
amanat untuk mendokumentasikan acara silaturahim dan peresmian kantor baru
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bojonggede,
Kabupaten Bogor.
Acara yang berlangsung khidmat ini diadakan dalam rangka untuk menjalin
silaturahim dan ukhuwah dengan masyarakat sekitar karena sebagai pendatang
baru di RT 01 RW 01 Desa Pabuaran-tempat kantor ini berada-sudah selayaknya
memperkenalkan diri. Acara ini juga dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah Kabupaten Bogor dari fraksi PKS yakni Ir Arif Munandar.
Diawali dengan pembacaan tilawah oleh mantan ketua DPC yang lama yakni
Ustadz Mahfudz, sambutan Ketua DPC dan Ketua RT 01 sebagai wakil dari
masyakarakat sekitar, acara ini kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan
pemaparan kinerja anggota DPRD dari Fraksi PKS.
Ustadz Arif mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Bojonggede yang telah
memercayakan suaranya kepada PKS sehingga mendapatkan 7 kursi dewan yang
dulunya di tahun 1999 hanya mendapatkan dua kursi. Sebesar 50% lebih suara
di Daerah Pemilihan VI disumbangkan oleh Kecamatan Bojonggede yakni kurang
lebih 28.000 suara.
Dan dengan tujuh suara tersebut turut memengaruhi jalannya perpolitikan dan
pemerintahan Kabupaten Bogor. Salah satu contohnya adalah ketika 4 fraksi
lainnya setuju untuk mengesahkan program pembangunan jalan di salah satu
daerah di wilayah Kabupaten Bogor namun Fraksi PKS tidak menyetujuinya dan
meminta penundaan pengesahan karena adanya dugaan mark-up, maka Ketua DPRD
tidak mau mengambil resiko berhadapan dengan Fraksi PKS dan menyetujui untuk
menunda pengesahan tersebut. Padahal secara itung-itungan matematis kalau
diadakan voting sudah tentu Fraksi PKS akan kalah karena sebagai pemenang
kedua setelah Partai Golkar, PKS hanya mendapat 16% kursi Dewan.
Dari Ustadz Arif juga diperoleh informasi tentang adanya keinginan pemekaran
wilayah di Kabupaten Bogor, yakni dengan adanya wacana dibentuknya Kabupaten
Bogor Barat dan Bogor Timur, karena Kabupaten Bogor sudah terlalu banyak
kecamatan di dalamnya yakni sekitar 40 kecamatan. Keinginan tersebut
diharapkan terealisir sebelum tahun 2008, karena di tahun tersebut akan
diadakan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten dan Provinsi.
Kemudian yang berkembang di masyarakat Jawa Barat adalah adanya keinginan
pemekaran wilayah dan pembentukan provinsi Bogor Raya yang meliputi daerah
Bogor itu sendiri, Bekasi, Depok, Cianjur, dan Sukabumi. Namun ini baru
sebatas wacana. Bagi PKS semua ini tidak masalah, malah diharapkan kalau
memang terjadi pemekaran-pemekaran tersebut akan membuat para kader akan
lebih berkonsentrasi di wilayah dakwahnya masing-masing.
Pada akhir pembicaraannya beliau mengharapkan agar masyarakat Bogor
khususnya masyarakat Bojonggede agar senantiasa mendukung perjuangan dakwah
dan tetap mendoakan para wakil rakyat agar tetap amanah dalam memegang
kepercayaan yang amat besar ini. Tepat pada pukul 21.00 Waktu Indonesia
Bagian Bogor, acara tersebut ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadz
Faisal.
****
Dalam perjalanan pulang saya sempat berpikir tentang wacana pembentukan
propinsi Bogor Raya tersebut. Saya membayangkan wilayah Jawa Barat akan
kembali ke masa-masa lampau yang terbagi ke dalam wilayah-wilayah kerajaan
dan kesultanan, seperti Kerajaan Hindu Pakuan dan Padjajaran, Kesultanan
Banten, dan Kesultanan Cirebon.
Daerah Banten dengan Pandeglang, Lebak, Tangerang, dan Serang. Daerah Bogor
dengan Bekasi, Depok, Cianjur, Sukabumi, dan Bogor sendiri. Daerah Cirebon
dengan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Daerah Bandung dengan
Bandung, Subang, Purwakarta, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.
Dulu mereka dipimpin oleh raja-raja dan sultan-sultan besar, kini mereka
akan dipimpin oleh kepala-kepala daerah yang juga adalah raja-raja kecil di
wilayahnya masing-masing.
Itu tidak mengapa, asalkan para pemimpin tersebut mampu menebus mahalnya
biaya pemekaran dan pemilihan langsung kepala daerah itu dengan pengabdian
setulus-tulusnya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat, bukan
kemajuan perutnya sendiri.
Sayangnya hasil foto amatir terlihat kurang bagus karena pencahayaannya
tidak maksimal. Dan sayangnya pula di pc saya tidak ada program burning,
sehingga janji untuk memberikan hasil jepretan ini kedalam keping cakram
pada besok pagi sepertinya tidak dapat terlaksana.
Malam pun semakin larut.
dedaunan di ranting cemara
di antara malam yang menggigit
30 Juli 2005
Entry Filed under: Sejumput Rintih. Tags: Bogor, Story.
7 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed








1.
Arief Munandar | Wednesday, 7 May 2008 at 6:39 am
Terima kasih atas liputan beritanya. Minta izin mengcopy paste ke Blog saya : ariefmu.multiply.com.
2.
dirantingcemara | Wednesday, 7 May 2008 at 7:53 am
Silakan ustadz…
3.
indragiri | Tuesday, 27 May 2008 at 3:50 am
di indonesia terdapat kota-kota besar yang penduduknya terlalu banyak seperti surabaya, medan, bandung, bekasi, dan depok. Menurut saya kalau kota-kota ini dibiarkan bergabung dengan salah satu provinsi, alokasi pembangunan habis untuk wilayah ini saja sementara wilayah-wilayah ini sangat berkaitan dengan kabupaten tetangganya seperti kota bekasi dengan kabupaten bekasi. Medan dengan kabupaten Deli Serdang dan Langkat. Kenapa tidak dibuat wacana baru “Provinsi Metro”?
4.
daishz | Thursday, 28 August 2008 at 6:02 pm
Pemekaran wilayah untuk kepentingan rakyatkah? saya rasa tidak, bukan dan tidak mungkin.
Semuanya hanya omong kosong orang0orang yang tak kebagian jatah jabatan, atau ingin menjadi pejabat, atau mempunyai kepentingan untuk diri dan golongannya sendiri, dengan mengatas namakan rakyat.
Kalo anda tidak percaya, silakan lakukan survey kepada masyarakat, maka jawaban yang diperoleh adalah:
“RAKYAT MAH TIDAK BUTUH WILAYAH BARU, BUPATI/WALIKOTA/GUBERNUR BARU. YANG RAKYAT BUTUHKAN ADALAH SEMBAKO MURAH, PENDIDIKAN MURAH,
BBM MURAH DAN GAMPANG DIDAPAT”, itulah keinginan rakyat kecil.
Pemekaran wilayah hanya pemborosan uang rakyat dibuang percuma. Hasilnya nol besar, rakyat tetap miskin dan makin melarat. Daerah2 yang baru hampir semuanya tergantung pada dana perimbangan pusat, sehingga hanya akan menjadi beban negara.
Apakah dengan pemekaran wilayah dapat menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat?
selengkapnya dapat dibaca di:
http://daishz.wordpress.com/2008/03/13/pemekaran-daerah-demi-kepentingan-rakyat-atau-pribadi/
5.
urangsunda | Thursday, 28 August 2008 at 6:07 pm
From: urangsunda@yaho… [mailto:urangsunda@yaho...] On Behalf Of Gunawan Yusuf
Sent: Wednesday, June 22, 2005 3:11 PM
To: urangsunda@yaho…
Subject: Re: [Urang Sunda] Propinsi Bogor Raya
Upami ditingal dina potensi mah aya pibahanneun janten propinsi pangmajengna di Indonesia, benten sareng Banten nu misah ti Jabar lantaran etnik, jrrd. Kuring sanajan urang Bogor teu nyatujuan hal ieu, kumargi ditilik tina pangalaman propinsi Banten, kaleresan Sim Kuring linggih di Serang, Banten, lain tambah maju, korupsi we ti mana-mana, malihan mah Gubernur Banten tos janten tersangkana, teu acan ribut rebutan jatah APBD, nepi ka Tangerang rek misahkeun ti Banten lantaran dibere APBD pangsaeutikna, tah balik deui ka Propinsi Bogor, ceuk kuring mah hal ieu urang lenyepaneun heula, kunaon margina ?, apa Pemprov Jabar teu bener ngajalankeun roda pamarentahanna, da ayeuna mah tong boroning Jabar, dalah Bandung oge nu janten ibukotana, kota-na amburadul, puguh macet dimana-mana ?, pangwangunan dimana-mana tapi pangangguran oge loba, kadua nilik tina etnis sunda loba nu mawa karep sorangan, puguh lamun kakara di Jakarta sabulan oge, geus ngomong batawi bae, pangalaman kamari keur pemilihan persiden, aya calon ti urang sunda, eta komentarna ti urang sunda nyalira rupa-rupa ti nyebutkeun sukuisme, neluh sorangan, nepi ka mamawa dalil qur’an jeung hadits nu sakabehna teu satuju urang sunda jadi persiden, ninggang SBY kapilih, lajeng dina kabinet urang sunda teu kapilih kakara wae ribut, padahal mah urang sunda teh potensi pemilihna panggedena di Indonesia, kuring oge salerena mah teu satuju make ngaran propinsi jawa barat, lantaran sacara geografi oge nyalahan, kuduna mah banten nu disebut jawa barat teh, komo deui di jawa barat mah pendudukna urang sunda, sanes jawa, rek ngagentos nami propinsi jadi “tatar sunda” pan urang cirebon parotes, da maranehna mah teu ngarasa jadi urang sunda, padahal jawa oge mboten, nu pang dipikasieun propinsi bogor raya ieu nyaeta bilih identitas sunda-na ical, kumargi ayeuna di bogor nyalira urang sunda tos seueur nu ninggalkeun budayana………..
JANTEN TONG SEUEUR GAYA BADE NGADAMEL PROPINSI ENGGAL SAGALARUPI UPAMI NGAN SAUKUR BADE NYANGSARAKEUN RAKYAT MAH.
Komunitas Urang Sunda –> http://www.Urang-Sunda.or.id
6.
Sunda heubeul | Sunday, 12 October 2008 at 9:05 am
Saya hanya ingin koreksi sedikit supaya tidak terjadi kesalah pemahaman sejarah, soal ingatan anda tentang tatar sunda jaman dulu, setahu saya majalengka itu tidak termasuk ke wilayah cirebon, tapi sumedang larang, lalu subang dan purwakarta juga jaman dulu mah belum ada, subang dan purwakarta itu baru ada setelah karawang di pecah menjadi dua wilayah, itu saja, terima kasih, punten ah…
7.
dirantingcemara | Tuesday, 14 October 2008 at 10:13 am
Teriamkasih kepada Akang Sunda heubeul. Tentang karesidenan Cirebon informasinya bisa akang lihat di http://www.bakorwilcrb.jabarprov.go.id/index.php?mod=manageMenu&idMenuKiri=340&idMenu=358
Wilayah Cirebon adalah Eks-Karesidenan Cirebon yang merupakan bagian paling timur dari wilayah Provinsi Jawa Barat. Secara geografi Wilayah Cirebon atau CIAYUMAJAKUNING (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) merupakan daerah pantai, daerah dataran rendah, daerah perbukitan dan daerah pegunungan.
Plat kendaraan bermotornya sampai seakrang pun masih tetap E. E = eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan (E – YA/YB/YC/YD)
Tentang Sumedang bisa dilihat pada: http://id.wikipedia.org/wiki/Parahyangan
Btw, kepada Akang Sunda matur nuhun atas partisipasinya. Mohon dimaafkan bila ada yang salah.