Archive for December 7th, 2007
Semakin Menghijau
Sore semakin membulat dengan cahaya yang semakin pudar terangnya, namun ada yang terpenuhi dahaga padanya.Ya, setelah berkutat lagi dengan html editor amatiran seperti frontpage, akhirnya kembali saya dapat sesuatu berharga yakni filosofi pewarnaan font dan pergantian halaman. Template yang dulunya tiada Last and Next Page, kini sudah tampil dengan manisnya, juga filosofi tentang jumlah halaman.
Continue Reading Add comment Friday, 7 December 2007
Sepenggalah Suluh Untuk Kawan
Pagi ini masih saja aku menjadi bagian dari kemalangan yang menimpa ruh ruh kebaikan manusia di dunia. Sampai saat kubaca paragraf-paragraf indah tentang sebuah cinta dan kerinduan. Dan sampai detik itu pula aku tersadar waktu akan meninggalkan dhuha. Seperti dhuha-dhuha lama di Lido, Cibatok, Cilember atau di sudut kamar kost sempit kita dulu.
Semuanya penuh cinta, kawan, penuh hamasah, penuh ruhul jadid yang menggelora di dada yang dekat dengan mushaf di saku. Semuanya penuh robithoh, penuh qiyamullail, penuh shaum di setiap senin dan kamis. Semuanya penuh dengan peluh dan telapak kaki yang menebal karena susuri jalan-jalan sempit di antara sela-sela perkampungan padat rumah-rumah kost, atau karena tiada yang rindang di sepanjang jalan menuju masjid tercinta.
Itu semua karena kita masih tersadar betapa jalan dakwah begitu terjal dan sepi jauh dari keramaian yang akan membuat kita lupa dan terserang virus riya. Sering kali kita beristighfar sadari setiap kelalaian, sadari niat yang melenceng dari relnya semula.
Continue Reading Add comment Friday, 7 December 2007
Kia Tak Selalu Berakhir Dengan Mat
I. semuanya pasti akan begitu
kuketuk pintu
tok…tok…tok…
sekali, dua, tiga
pelan dan meritmis
sepi
tak terjawab
dari sebuah pintu
bertulis:
kamar mayat
II. Kia tak…
Bila Tuhan menyuruhmu, Israfil
pastikan sangkakalamu telah mengkilap
dan nyaring bunyinya
karena ia cuma dua kali meraung
saat manusia selalu berkata:
kia tak selalu berakhir dengan mat
saat manusia akan selalu berkata:
dimana aku berada sekarang ini
Add comment Friday, 7 December 2007
Aku Cinta Pelangimu
….adalah pelangi yang membuat dunia semakin indah
….adalah matahari yang membuat dunia semakin nyata
….adalah malam yang membuat dunia semakin sunyi
….adalah manusia yang membuat dunia menjadi realita
:dan
….adalah kata yang membuat manusia menjadi bernas
dan masih kutemukan sejumput keindahan di balik panasnya gurun kata,
menyejukkan bagai oase
bagai wadi al-Ghuraib di barat.
masih, masih, dan masih kutemukan di sini…
: dedaunan di ranting cemara
di puncak tertinggi
Add comment Friday, 7 December 2007
Tadi Malam
tadi malam
senandung hujan sempat berbisik padaku
: lupakan saja ia dan biarkan ia tertidur
tuk memilih mimpinya sendiri
anggap saja ia adalah calon bidadari surgamu
(itupun kalau kau tak rasakan pedihnya neraka)
tadi malam
ritmis gerimis sempat berbisik padaku
: lupakan saja ia dan biarkan ia tersungkur dalam sujud panjangnya
tuk memilin untaian do’anya sendiri menjadi selendang pembuka pintu langit
anggap saja ia adalah satu paragraf dalam satu bab di buku kehidupanmu
tadi malam
harum tanah sempat berbisik padaku
: persiapkan saja bekalmu
tuk menuju terminal terakhir itu
raih cita-cita tertinggimu
rengkuh syahid tanpa cintanya
biarkan mewangi misik menjadi tanda persaksian itu
tadi malam
guruh guntur menggemparkan mega mendung
dengan kilat putihnya pula
sadarkan aku bahwa aku masih menjejakkan kaki
di tanah ini
jauh dari detik-detik pertaruhan nyawa
sempatkah aku ke sana?
sedang aku masih di sini
aku berteriak
aku tak mau jadi Ka’ab bin Malik (sang tertinggal)
tadi malam
semua yang berbisik serempak berteriak
: pergi sana…!!!!!
lupakan saja ia……..!!!!!!
………….aku terbangun.
Tanggal 12 Desember 2003
kepada kawan yang memesan untaian kata ‘tuk dibacakan pada sang-nya
Add comment Friday, 7 December 2007
Kau adalah Ia
1. suatu saat aku sempat menggombal padamu:
kau adalah ia
yang menggores putihnya kertas
menjadi bait-bait terindah di ujung lidah
kau adalah ia
yang memahat kerasnya karang
menjadi relief-relief magis di setiap rabaan
kau adalah ia
yang melukis birunya langit
menjadi mozaik awan di setiap pandangan
kau adalah ia
yang mengukir liatnya jati
menjadi kepingan-kepingan terhalus di ujung jari
lalu…
di setiap goresan
di setiap pahatan
di setiap lukisan
di setiap ukiran itu,
aku siapanya ia
2. tapi dua tahun enam bulan tujuh hari sudah, baru sempat kau jawab gombalku itu:
kau adalah ia
yang padanya kucoba labuhkan cinta
kau adalah ia
yang dengannya lahir dua pasang mata
tapi kau memang bukan IA
yang memiliki labuhan cinta sejati
yang tak pernah melukai
***
dedaunan di ranting cemara
di antara kelindan para putera Jayengrana: Subrangti dan Menak Subrangta
5:51 30 Juli 2005
Add comment Friday, 7 December 2007
Buat yang mau Selingkuh: Jangan Pernah
jangan pernah
jangan pernah sekalipun engkau sembunyikan kebusukan itu…
jangan pernah sekalipun engkau sembunyikan kebusukan itu
jangan pernah sekalipun engkau sembunyikan kebusukan
jangan pernah sekalipun engkau sembunyikan
jangan pernah sekalipun engkau
jangan pernah sekalipun
jangan pernah
jangan
bahkan sebelumnya
jangan
jangan pernah
jangan pernah sekalipun
jangan pernah sekalipun engkau
jangan pernah sekalipun engkau berbuat
jangan pernah sekalipun engkau berbuat kebusukan
jangan pernah sekalipun engkau berbuat kebusukan…
karena
suatu saat
semuanya akan
mencium kebusukan itu
dedaunan di ranting cemara
di saat kebusukan itu tercium sudah
sesaat setelah membaca puisi penulis novel IMPERIA: Akmal N Basral
20:10 29 Juli 2005
2 comments Friday, 7 December 2007
Provinsi Bogor Raya
Malam Ahad, dengan Sony DSC-V1 5 Mega Pixel 4x optical zoom saya diberikan
amanat untuk mendokumentasikan acara silaturahim dan peresmian kantor baru
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bojonggede,
Kabupaten Bogor.
Acara yang berlangsung khidmat ini diadakan dalam rangka untuk menjalin
silaturahim dan ukhuwah dengan masyarakat sekitar karena sebagai pendatang
baru di RT 01 RW 01 Desa Pabuaran-tempat kantor ini berada-sudah selayaknya
memperkenalkan diri. Acara ini juga dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah Kabupaten Bogor dari fraksi PKS yakni Ir Arif Munandar.
Diawali dengan pembacaan tilawah oleh mantan ketua DPC yang lama yakni
Ustadz Mahfudz, sambutan Ketua DPC dan Ketua RT 01 sebagai wakil dari
masyakarakat sekitar, acara ini kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan
pemaparan kinerja anggota DPRD dari Fraksi PKS.
Continue Reading 7 comments Friday, 7 December 2007
Dua Hari Tanpa Listrik
Terbukti sudah betapa manusia di zaman moderen ini sangat menggantungkan roda kehidupannya pada teknologi agar tetap bisa berputar. Maka apa yang terjadi ketika listrik “byar pet” dan benar-benar padam selama dua hari di KPP PMA Tiga?
Ruangan gelap dan tidak ada kegiatan yang dapat dilakukan, sampai-sampai Wajib Pajak terheran-heran dan langsung bertanya kepada saya, “Pak, KPP PMA Tiga pindah yah?”
Bagaimana mau mengerjakan sesuatu sedangkan semuanya ada di dalam komputer yang tidak bisa dihidupkan itu, merekam, menjawab konfirmasi, memasukkan kasus ke dalam case management, melayani Wajib Pajak melalui email dan lain sebagainya. Semua itu tidak dapat dilakukan tanpa ada benda yang di tahun 1967 bentuknya seperti dua lemari besar.
Continue Reading Add comment Friday, 7 December 2007







