Guru Kehidupan

Wednesday, 5 December 2007

28.6.2005 – Guru Kehidupan Dan Sebuah Kenangan

Kepada sahabat istriku:
azimah rahayu
Tadi malam saya sempat membaca emailmu, tentang seorang guru ‘kehidupan’. Saya sempat tanyakan pada Istriku, sebagai salah satu mantan muridnya, “apa istimewanya seseorang sepertinya…” Dia menjawab, “ia adalah orang yang bisa menjaga hatinya.” Deg….jawaban itu menohok jantung pemikiranku. Sampai aku terdiam sesaat.
Hingga aku berpikir, hati adalah kemudi dari sebuah kapal besar bernama kehidupan kita masing-masing. Bila kita salah membelokkannya maka yang kita dapat adalah orientasi yang hilang arah. Maka terpujilah orang yang bisa menjaganya. Yang bisa menjaga hati dari segala apa yang akan membuatnya kelabu bahkan hitam mengelam, layaklah ia adalah orang yang berusaha untuk meraih cinta pada Sang Maha Pemilik Cinta.
Wuih…ironi sekali dengan apa yang kumiliki di hati ini. Bahkan aku tak sanggup menengok dan mengira seberapa kelamkah hati ini terkotori bayang-bayang semu duniawi. HIngga bait-bait doa di lima waktunya pun malu-malu aku haturkan:
Ya muqollibal qulub, tsabit qolbi ‘ala tho’aatik, tsabit qolbi ‘ala syari’atik, tsabit qolbi ‘ala da’watik.
Wahai Yang Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada ketaatan kepadamu, tetapkanlah hatiku pada syari’atmu, tetapkanlah hatiku pada dakwahmu.
Sungguh, ceritamu membawaku kembali kepada penyadaran.
Emailmu lagi, tentang sebuah ‘kenangan’, pun merayuku untuk merajut ulang memori. Bahkan apa yang aku akan ceritakan untukmu selama sepekan dalam pengelanaan ke Jurangmangu, sudah semuanya kau tulis. Dari hamparan dhuha, melihat sosok-sosok mengalunkan ayat-Nya, sampai pada kata deja vu itu, sudah kau tulis di sana. Ya sudah, itu cukup untuk mengobati rasa rinduku.
Namun ternyata pagi ini rindu itu belum tuntas sampai aku angkat telepon menanyakan kabar pada ‘guru kehidupanku’ di Makasar sana. Empat tahun sudah ia keluar dari BPKP, dan bergabung di sebuah grup perusahaan besar milik putera daerah.
“Guru dan Kenangan”-mu cukup indah kubaca dan menjadi file yang akan disimpan di rak-rak memoriku. Tenang saja kapasitas sejuta gigabyte-ku masih dapat menampung file-file itu. Insya Allah, takkan terlupa.
‘abdurrahman (sebaik-baik nama)
dedaunan di ranting cemara, 28 Juni 2005, 11.05 WIB

Entry Filed under: Sejumput Rintih. Tags: , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed






Palestine Blogs - The Gazette



KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Telah Dikunjungi

 

December 2007
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Categories

Arsip

Blogger

Blogroll

Situs-situs Khusus

Ikhwan & Akhwat Tarbiyah

Best Friends

Downloads

Recent Posts

Recent Comments

deset on Konsultasi Pajak
Ocha on TIPS MEMILIH WADAH PLASTIK YAN…
buJaNG on KATA-KATA ATAU UCAPAN DALAM KA…
dEe_aNa on BANK SOAL UJIAN NASIONAL …
riza on Who I am?
AIRA on SPT Tahunan Pajak Penghasilan …

Top Clicks

Top Posts

Feeds

Meta

Spam Blocked