DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT

DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT

(Dimuat di Situs Kitsda)

 

Apresiasi perlu disematkan kepada semua pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang naskahnya terpilih dalam buku Berkah, Berbagi Kisah & Harapan, Perjalanan Modernisasi Direktorat Jenderal Pajak. Karena tak semua mampu untuk mengungkapkan apa yang ada dalam kepala dan menuangkannya dalam bentuk tulisan tentang apa yang setidaknya menjadi cita-cita bersama kita semua yakni menjadi pegawai DJP yang mempunyai integritas, profesionalitas, inovasi, dan mampu bekerja sama.

Pertanyaannya adalah apakah cukup sampai di situ? Seharusnya para penulis buku itu akan mampu berteriak tidak dengan lantang. Ya, karena capaian itu adalah baru capaian yang seharusnya disikapi dengan biasa saja. Tak perlu euforia karena terbuai dengan ucapan selamat bertubi-tubi.

Sejatinya dua hal yang akan menumpulkan pena dan mematikan sebuah kreativitas dalam kepenulisan adalah mabuk pujian dan cepat berpuas diri. Selayaknya pujian adalah obat atau multivitamin yang apabila diminum secara overdosis bukannya menyembuhkan tapi sebaliknya, bahkan ia akan menjadi racun.

Terjebak dalam pujian hanya akan membuat punggung terbungkuk-bungkuk ke tanah karena beban yang berat agar bisa menulis sebuah tulisan yang minimal sama dengan yang sudah diberikan penghargaan tersebut. Padahal tak selamanya penulis mampu dalam keadaan prima serta menghasilkan sebuah karya yang bagus. Pada akhirnya, karena terbebani ia tidak menulis dengan hati tapi menulis sesuai apa kata orang. Sejak saat itu matilah sebuah kreativitas.

Lalu bagaimana dengan berpuas diri? Sama saja. Kalau itu yang dilakukan cukuplah kita menjadi kutu anjing yang seharusnya dalam keadaan normal mampu untuk meloncat setinggi 2 meter tapi karena ia dimasukkan ke dalam kotak korek api selama dua pekan maka ia cuma akan bisa meloncat setinggi kotak korek api saja. Sungguh akan ada potensi luar biasa yang tercerabut dan lenyap. Mengerikan.

Maka momen Berkah bukan momen narsis sambil mematut-matut diri di cermin. Tapi titik awal agar mampu menulis lebih baik lagi, kontinyu, dan mencerahkan. Bagaimana caranya? Tiada hari tanpa pengamatan, mencerna dan menuliskannya dengan menggunakan otak kanan—otak yang menyukai kebebasan dan tidak suka yang berbau urut dan tata tertib—dan biarkan ia mengalir apa adanya, lalu menyuntingnya dengan menggunakan otak kiri. Selanjutnya terserah kita.

Publikasi pun menjadi titik penting lainnya. Karena siapa yang akan tercerahkan kalau apa yang Anda tulis tidak diketahui dan bukan untuk siapa-siapa? Koran, majalah, blog, forum diskusi internet, facebook bisa jadi tempat yang tepat untuk itu. Bahkan situs Kepegawaian DJP selayaknya pula menyediakan tautan terbuka untuk menyalurkan kreatifitas kepenulisan ini.

Berhenti? Lagi-lagi tidak! Selesai suatu urusan maka kerjalanlah urusan yang lain. Menulislah lagi. Jangan berhenti. Setelah itu tawadhu’lah, berrendahhatilah, karena di luar masih banyak penulis-penulis yang lebih hebat dan lebih jago. Pun, ada kredo nan elok dan tak akan pernah mati: di atas langit masih ada langit.

Ayuk, tetap Semangat menulis.

 

 

***

sekadar curahan hati malam mingguan

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

13:12 11 November 2009

 

 

 

3 comments Monday, 16 November 2009

TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR (2)

TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR (2)

===TAHAP KEDUA===

Selesai? Ya, pendaftaran tahap awal sudah selesai. Kita akan melangkah ke pendaftaran tahap kedua. Sebelumnya kita harus ke bank terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor porsi. Tentunya saya pergi keesokan harinya. Apa yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan nomor porsi itu?

Bank Muamalat Indonesia Cabang Bogor mensyaratkan dokumen yang harus dibawa, yakni:

1.
Fotokopi Buku tabungan dengan asli yang akan kita perlihatkan;
2.
SPPH asli untuk Bank;
3.
Fotokopi KTP 1 lembar;
4.
Fotokopi KK.

Saya akui pelayanannya untuk tahun ini bagus. Dibandingkan dengan pelayanan yang didapat oleh teman saya setahun lalu dikarekan petugasnya masih gatek dengan aplikasi SISKOHAT-nya. Alhamdulillah, tak lama kemudian saya sudah mendapatkan nomor porsi yang tertera di formulir Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebanyak empat rangkap itu. Ini berarti uang pendaftaran awal sudah ditransfer ke rekening Menteri Agama. Tentunya petugasnya belum tahu kami berangkat untuk tahun kapan. Ternyata yang tahu dan menentukan keberangkatan itu dari Kandepag Kabupaten Bogor.

Segera setelah dari bank saya pergi ke Kandepag Kabupaten Bogor. Sampai di sana pukul setengah satu siang. Saya sudah mempersiapkan semua dokumen yang harus saya bawa untuk pendaftaran tahap kedua ini. Apa saja? Ini dia:

Continue Reading 2 comments Monday, 26 October 2009

TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR (1)

TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR

===TAHAP AWAL===

Pembaca, saya coba cari di Google dengan kata kunci sebagaimana judul tulisan ini, hasilnya nihil. Saya coba juga membuka laman Departemen Agama Republik Indonesia hasilnya sama. Singgah di laman Kabupaten Bogor sama juga. Apatah lagi Kantor Departemen Agama Kabupaten Bogor juga tak punya laman sama sekali di internet.

Akhirnya saya tahu secara langsung prosedur pendaftaran haji itu dengan melakukannya sendiri berbekal sedikit informasi dari bank tempat saya menabung haji. Saya ingin membagi pengalaman ini kepada pembaca agar ketika ingin mendaftar haji sudah tahu apa yang harus dipersiapkan. Entah persiapan dokumen yang harus dibawa, jumlah biaya yang harus dikeluarkan, dan mental tentunya karena kita akan berhadapan dengan gunung rintangan yang bernama birokrasi.

Semoga ini bermanfaat bagi para pembaca khususnya dari Kabupaten Bogor yang ingin menunaikan haji ke tanah suci. Bisa jadi prosedur pendaftaran haji di setiap daerah berbeda-beda. Saya mendengarnya demikian dari berbagai orang yang sudah pernah mengalaminya. Kata mereka prsoedurnya tidaklah serumit di Kabupaten Bogor. Wallahua’lam bishshowab.

Continue Reading 3 comments Monday, 26 October 2009

IBROHIM DAN MARIA OZAWA

IBROHIM DAN MARIA OZAWA
Belum hilang dari ingatan kita jenazah Ibrohim—salah satu pelaku pengeboman hotel JW Marriot dan Ritz Carlton—ditolak untuk dikuburkan di kampung halamannya oleh berbagai pihak. Begitu pula dengan Urwah, pelaku terorisme yang ditembak mati oleh Densus 88, jenazahnya sempat ditolak untuk dikuburkan di tempat keluarga besarnya berada.
Penolakan itu diiringi pula dengan adanya demo-demo baik yang pro maupun kontra dari berbagai elemen kemasyarakatan yang ada di Solo dan Kudus. Yang menolak menyandarkannya pada argumentasi daerahnya tidak mau disebut-sebut sebagai sarang teroris.
Pada hari-hari ini juga masyarakat kita disibukkan dengan adanya penolakan kedatangan Miyabi atau Maria Ozawa yang dikenal sebagai bintang film porno di Jepang sana. Walaupun kedatangan Miyabi ini bukan untuk main film esek-esek tetapi untuk berperan di film komedi, rencana kedatangannya sudah disambut dengan demo dari berbagai kalangan yang perhatian betul dengan dunia moral dan pendidikan. Terutama dari Majelis Ulama Indonesia dan Front Pembela Islam.

Continue Reading Add comment Friday, 16 October 2009

DAPAT DUIT 23 JUTA RUPIAH

DAPAT DUIT 23 JUTA RUPIAH, ALHAMDULILLAH…

 

Ahad itu, saya sedang membersihkan mobil untuk persiapan berangkat ke acara Silaturahim Du’at se- Kabupaten Bogor yang diselenggarakan oleh IKADI (Ikatan Da’I Indonesia). Tiba-tiba datang sepasang suami istri—tetangga saya namun beda RT—meminta bertamu dan berbincang-bincang sejenak karena ada suatu keperluan.

Saya mempersilakan mereka berdua untuk masuk dan duduk di ruang tamu yang cuma dialasi dengan karpet plastik itu. Sang suami itu mulai bicara pada saya, “Pak saya mau menyerahkan uang INI sebagai nadzar kami atas kesembuhan anak kami.” Ia menyodorkan bungkusan plastik putih. Tebal.

“Memang Bapak bernadzar apa?” tanya saya lebih lanjut.

“Anak kami sakit ginjal. Di dalam ginjalnya itu terdapat cairan. Menurut medis anak kami ini harus dioperasi. Kami tidak mau. Lalu kami mencari pengaobatan alternatif yang Insya Allah sesuai syar’I dan Alhamdulillah sembuh. Kami sudah cek kembali ke dokter. Alhamdulillah, kata dokter sudah tidak ada cairannya dan tak perlu dioperasi lagi,” kata sang suami.

Istrinya menyela, “sebelumnya kami bernadzar, kalau anak kami sembuh kami akan berinfak.”

“Nah ini sebagai pemenuhan kewajiban kami. Uang ini untuk masjid Pak. Dua puluh tiga juta,” kata sang suami lagi.

Subhanallah walhamdulillah, mata saya langsung berkaca-kaca. Saya tahan saja airmata yang sepertinya ingin berlarian keluar dari pelupuk mata. Allah telah mengabulkan do’a para jama’ah masjid Al-Ikhwan.

Ya, jama’ah Masjid Al-Ikhwan berencana ingin membuat tangga ke bawah agar tempat wudhu yang berada di lantai atas (ruang utama masjid) bisa dipindahkan ke bawah dekat ruang TPA. Awalnya kami cuma punya uang kurang lebih enam juta rupiah saja. Sedangkan biaya pembangunan yang disodorkan oleh pemborong berkisar 38 juta rupiah, naik dari proposal awalnya yang hanya sebesar 27 juta rupiah.

Dengan berkah bulan ramadhan akhirnya kami bisa mengumpulkan infak sebesar 20 juta rupiah. Dengan modal awal itu kami bisa memulai pembangunan tangga. Pemborongnya yang merupakan langganan kami itu termasuk orang baik.

Ia rela memberikan nafas dan kesempatan kepada jama’ah Masjid Al-Ikhwan untuk mencicil sisanya sebesar dua juta rupiah per bulan selama sembilan bulan. Ia pun tahu kami tidak menunda-nunda dalam pembayarannya. Karena dari pengalaman lalu ketika kami menerapkan metode cicilan ini, kami selalu membayar cicilan lebih dari yang seharusnya kami setor. Dengan hal ini kami bisa lebih cepat dalam melunasi hutang masjid. Prinsip kami kalau ada uang segera bayar hutangnya.

Dan selama bulan ramadhan yang merupakan bulan penuh keberkahan, rahmat, dan terkabulnya banyak doa itu kami senantiasa memanjatkan do’a agar Allah memberikan kepada kami kepercayaan, kekuatan, dan kemampuan untuk membangun tangga tersebut. Karena selama ini kami hanya mengandalkan pada donator bulanan untuk membiayai operasional masjid. Tidak ada proposal yang dikirim kepada para warga. Kami hanya mengandalkan proposal yang dikirim ke Departemen Agama yang sampai dibuatnya tulisan ini sumbangannya belum juga didapat.

Kami yakin Allah mahakaya. Allah pemilik sejatinya masjid Al-Ikhwan itu. Allah yang akan membangun dan menjaga masjid kami itu. Dan Allah maha mendengar. Maka kami perbanyak do’a di bulan ramadhan apatah lagi di sepuluh hari terakhirnya agar Allah memenuhi segala kebutuhan Masjid Al-Ikhwan itu.

Sungguh Allah mendengar do’a kami. Belum habis bulan syawal 1430 H ini Allah memenuhi kebutuhan kami dengan jumlah yang pas dan mencukupi sehingga kami tidak perlu berhutang. Kami akan membayar dengan kontan. Allah mahabesar.

Dan dengan kedatangan suami istri itu, saya dipertontonkan sebuah bentuk keikhlasan. Sebuah bentuk proteksi dari terciderainya amal kebajikan. Mereka tidak mau dibuatkan kuitansi penerimaan uang, tidak mau ditulis namanya di laporan bulanan, dan tidak mau nama mereka disebut-sebut di pengumuman hari jum’at.

“Cukup hamba Allah saja,” kata mereka.

Untuk semua yang Allah pertunjukkan kepada saya, saya hanya berdoa semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik kepada mereka dari apa yang mereka berikan kepada kami. Infak mereka adalah penjauh malapetaka dan penyembuh segala luka. Dan semoga Allah menyehatkan anak-anak mereka dan menjadikan anak-anak mereka anak-anak yang sholih.

Dan menjadikan kami termasuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa mensyukuri nikmat yang diberikan. Terima kasih ya Allah.

 

Riza Almanfaluthi

Episode Ahad

dedaunan di ranting cemara

09.22 WIB 12 Oktober 2009.

 

 

 

 

2 comments Monday, 12 October 2009

senandung fluet di malam hulucai

senandung fluet di malam hulucai

(dibacakan di Theather Epic Camp Hulucai Bogor 09 Oktober 2009)

 

saat ini kawan, kita memeluk dingin

dengan gemuruh di dada dan hangat di telapak kaki

membayangkan suka cita yang akan kita kunyah

bulat-bulat

sama-sama

lalu ada angin malam menyapa

mengemis

untuk membagi sepotong kue kebahagiaan ini padanya

dan di sana di atas sana

ada purnama mengintip dari tirai hitamnya

malu-malu

di waktu yang sama

di petak negeri ini

anak-anak manusia

anak-anak adam

saudara dari saudaranya saudara saudara saudara dan saudara kita

berlomba dengan kita

sama-sama

dipeluk dingin, disapa malam, diintip purnama

di bawah tenda-tenda pengungsian

merenda duka kerana alam yang cemberut pada mereka

menjadikan ayah ibu tak beranak

suami tak beristri, istri tak bersuami, anak tak beribu tak berayah

janda semakin janda, perawan semakin perawan, dan perjaka semakin perjaka

tapi para duda sembunyikan harap dan tawa dibalik gurat sedih

dan lapar mendera menjadi ritual keseharian kerana bantuan dilahap birokrasi

kuburan massal jadi alas tidur

lalu jumlah korban cukup menjadi angka-angka statistik belaka

kawan…saat ini

kita cukup menonton sambil sesekali turut empati

bahkan memilin doa dan mengetuk pintu-pintu langit

keras-keras

berbasa-basi agar mereka diberikan ketabahan

sambil online-online 24 jam memainkan blackberry,

update status dan celoteh di facebook,

menimang-nimang batangan emas yang terkumpul,

menghitung hari untuk karir yang kinclong,

mengilapkan body kuda besi, mengintai pergerakan saham,

mengumpulkan rupiah demi rupiah dari alfamart, indomart,

kos-kosan yang tersebar di mana-mana,

merenovasi istana

sembari menunggu transferan bank mandiri dari bendahara di awal bulan

ssst…..kemarin malam

ritmis gerimis dan harum tanah negeri ini sempat berbisik padaku:

jangan kau buat ibu pertiwi menangis kembali karena polah serakah kita

lalu tadi malam di citayam senandung hujan sempat berbisik padaku:

nikmat tuhan mana lagi yang engkau mau dustakan

 

 

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

citayam, 07 Oktober 2009 20.00 WIB


 

Add comment Monday, 12 October 2009

SURAT PEMBACA UNTUK PTKA

SURAT PEMBACA UNTUK PTKA

Siang ini saya ingin bercerita. Cerita yang sebetulnya sudah pernah saya ceritakan kepada beberapa kawan sebelumnya. Namun tak apalah untuk saya ceritakan kembali khususnya kepada yang belum tahu saja. Mengapa demikian? Karena ini ada kaitannya dengan dimuatnya surat pembaca saya di halaman situs ini.

Senin tanggal 28 September 2009 itu saya berbincang-bincang dengan kawan saya di atas Kereta Rel LIstrik (KRL) Ekspress Depok-Tanah Abang. Hari itu hari pertama saya masuk kantor setelah liburan lebaran sehingga tentu apa yang kami bicarakan tidak jauh cerita tentang perjalanan mudik kami. Sebelum ngobrol itu, teman saya menaruh tas ranselnya di rak atas KRL di samping tas kecil saya sambil berkata, “Mas, tolong ingatkan saya untuk mengambil tas ini ya kalau mau turun. Soalnya saya sering lupa.”

“Insya Allah,” jawab saya. Tapi permintaannya tidak saya penuhi sampai kami keluar dari KRL itu karena dia tetap ingat dengan tas yang ia taruh.

Besoknya, ternyata bukannya dia yang lupa dengan tasnya tetapi saya sendiri yang lupa. Dan sungguh, baru kali ini saya lupa dengan apa yang saya bawa. Ini sebenarnya juga teguran buat saya untuk tidak mentang-mentang atau sok dengan pengalaman tidak pernah lupa dengan barang bawaan.

Pagi itu, seperti biasa saya berdiri di pintu KRL dengan menaruh tas saya di raknya. Kali ini saya mengobrol dengan teman yang saya kenal. Beliau adalah Kepala Seksi di sebuah kantor pemerintahan di komplek yang sama dengan kantor saya. Asyik betul kami mengobrol hingga sampai juga kami di Stasiun Cawang.

Di stasiun Cawang, saya berpindah peron ke peron yang menuju Bogor untuk menunggu KRL yang mengantarkan kami kembali ke Stasiun Kalibata. Tapi…saya sepertinya mengalami suatu hal yang ganjil. Sepertinya ada yang hilang dari tangan saya yang terbiasa memegang sesuatu. Deg…tas saya mana?!!

Hilang!

Ketinggalan!

Cepat-cepat saya menghubungi petugas porter di Stasiun Cawang—seperti anjuran teman-teman yang lain. Petugas tersebut kemudian mengantarkan saya menuju ruang operator perjalanan kereta api. Dan petugas operator tersebut segera menghubungi petugas di Stasiun Sudirman dan Stasiun Tanah Abang untuk mengambil tas saya yang berada di gerbong kedua dari belakang.

Ciri-ciri tas itu saya beritahukan kepada petugas termasuk mereknya apa dan benda-benda apa saja. Ada telepon genggam, foto-foto jadul waktu pernikahan, ipod nano, dan yang terpenting sekali adalah harddisk eksternal yang berisi dokumen pekerjaan kantor dan ribuan foto berharga.

Saya sudah pasrah. Tapi rada-rada optimis juga karena tas itu ketinggalan di kereta ekspress AC. Artinya seperti kebanyakan petugas PTKA bilang prosentase ketemunya adalah 80:20. Kalau ketinggalannya di kereta kelas ekonomi, “ikhlaskan saja deh,” kata petugas tersebut.

Karena tidak sabaran untuk menunggu akhirnya, saya putuskan untuk ke kantor terlebih dahulu. Sampai di kantor saya absen dan berniat sholat dhuha. Karena biasanya setelah sholat dhuha selalu ada jalan keluar yang terbaik buat saya. Eh ternyata lain, baru sebatas niat saja Allah sudah mengabarkan kabar gembira kepada saya. Pada saat saya duduk di teras masjid untuk membuka sepatu ada telepon masuk yang ternyata dari petugas stasiun Cawang. Mereka memberitahukan bahwa tas saya sudah diketemukan dan sekarang berada di Stasiun Tanah Abang.

Saya lihat jam yang ada di HP. Kurang lebih 30 menit tas itu sudah ketemu. Saya cabut ke stasiun Cawang untuk bertemu dengan dua petugas yang akan mengantar saya ke stasiun tanah Abang. Sampai di sana saya dengan mudahnya saya dapat mengambil tas saya itu.

Dari pengalaman itu dan terutama kesan pada kecepatan pelayanan yang diberikan petugas PTKA, sebagai balas jasa terhadap apa yang diberikan mereka, saya berkata dalam hati, saya akan mengirimkan surat pembaca agar bisa diketahui oleh banyak orang. Tentunya ini sebuah sikap keberimbangan karena selama ini yang diungkap di surat pembaca mengenai PTKA kebanyakan adalah keluhan dan gugatan atas pelayanan PTKA yang kurang memuaskan pelanggan.

Dan pada hari ini situs detikcom menayangkan surat pembaca tersebut.

 

Jumat, 09/10/2009 11:58 WIB
Terima Kasih dan Salut Atas Layanan PT Kereta Api
Riza Almanfaluthi – suaraPembaca

 

Jakarta – Pada tanggal 29 September 2009 saya naik Kereta Rel Listrik (KRL) Depok Ekspress Jurusan Tanah Abang dari Stasiun Depok Lama. Karena asyik ngobrol dengan teman ketika turun di Stasiun Cawang saya tidak menyadari tas saya tertinggal di KRL.  Baru sadar ketika kereta tersebut sudah berangkat kembali.

Lalu saya melapor ke petugas PT Kereta Api (PT KA) di stasiun tersebut. Dibantu petugas operator yang menghubungi petugas PT KA di stasiun berikutnya akhirnya dalam waktu setengah jam tas saya bisa diketemukan kembali.

Dengan diantar dua petugas dari Stasiun Cawang yaitu Bapak Triyono dan Sugiarto saya pergi ke Stasiun Tanah Abang untuk mengambil tas yang berisi harddisk eksternal dan di dalamnya terdapat dokumen-dokumen penting kantor dan keluarga.

Untuk ini saya ucapkan terima kasih dan salut atas kecepatan pelayanan yang diberikan PT KA kepada para pelanggannya.

Riza Almanfaluthi

http://suarapembaca.detik.com/read/2009/10/09/115833/1218508/283/terima-kasih-dan-salut-atas-layanan-pt-kereta-api

 

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di Ranting Cemara

14:49 10 Oktober 2009

 

 

 

 

http://suarapembaca.detik.com/read/2009/10/09/115833/1218508/283/terima-kasih-dan-salut-atas-layanan-pt-kereta-api

Add comment Friday, 9 October 2009

ALUMNI ATAU ALUMNUS?

ALUMNI ATAU ALUMNUS?

Bulan syawal adalah saat yang tepat untuk mengadakan acara silaturahim. Contohnya acara temu kangen dengan teman-teman satu almamater. Acara itu dikemas dengan sangat informal dan biasanya diberi label temu alumni. Masalahnya kita seringkali gagap dalam memakai kata yang benar antara dua kata ini alumni atau alumnus.

Sebenarnya dua kata itu baku untuk dipakai kalau pemakaiannya pun tepat sesuai dengan maknanya. Oleh karena itu sebelum kita melangkah lebih jauh tentang pemakaian kata yang benar dari dua kata tersebut kita perlu mengetahui terlebih dahulu maknanya.

Alumni menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring adalah orang-orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi. Sedangkan alumnus menurut kamus yang sama mempunyai pengertian orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi.

Coba, kalau kita cermati maka kita bisa temukan bedanya. Bahwa alumni adalah bentuk jamak dari alumnus. Alumni menunjukkan banyak orang sedangkan alumnus adalah bentuk tunggal yang menunjukkan satu orang saja. Dengan kata lain alumni adalah para alumnus atau kumpulan alumnus.

Continue Reading Add comment Thursday, 8 October 2009

ORANG PAJAK DIKASIH THR CUMA RP8.000,00

ORANG PAJAK DIKASIH THR CUMA Rp8000,00

Sabtu, 19 September 2009

Waktu itu jelang maghrib, saya masih di depan televisi untuk melihat saluran mana yang memberitakan mengenai sidang isbat 1 Syawal 1430 H. Dus, cari saluran mana yang cepat dalam mengumandangkan adzan maghribnya. He…he…he…Kalau pembaca membaca tulisan saya terdahulu pada saat-saat itu juga saya sedang lemas-lemasnya karena habis menempuh perjalanan mudik yang panjang—berkisar 526 Km dalam 30 jam tempuh.

Tiba-tiba, saya didatangi Ayyasy—anak kedua saya—sambil menyodorkan kepada saya empat lembaran uang kertas bergambar Pangeran Antasari.

“Apaan nih Nak?” tanya saya. Dia diam saja sambil tersenyum-senyum.

Continue Reading Add comment Monday, 28 September 2009

INDRAMAYU-SEMARANG LANCAR

INDRAMAYU-SEMARANG LANCAR

Malam-malam, bibi saya kaget. Ia menyangka mobil yang masuk ke pekarangan rumahnya adalah mobilnya yang sedang pergi ke Jakarta. Ketika membuka garasi, baru ia “ngeh” kalau yang datang adalah keponakannya. Perjalanan yang begitu panjang sebelumnya seperti enggak terasa karena ada kebahagiaan dalam pertemuan ini. Apatah lagi makan malam berat ditemani dengan sayur dan tahu buatan bibi setelah sekian lama. Nikmat banget.

Karena kepala saya pusing, nyut-nyutan, akhirnya diputuskan untuk berangkat ke Semarangnya besok pagi dini hari. Saya minum obat pasaran kegemaran saya, yang kalau diminum sakit kepalanya langsung hilang. Cukup satu biji saja. Setelah itu tidur.

Continue Reading Add comment Monday, 28 September 2009

Previous Posts






Palestine Blogs - The Gazette



KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Telah Dikunjungi

 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Categories

Arsip

Blogger

Blogroll

Situs-situs Khusus

Ikhwan & Akhwat Tarbiyah

Best Friends

Downloads

Recent Posts

Recent Comments

fitri on OBAT MANJUR BUAT AMBEIEN …
jikou on OBAT MANJUR BUAT AMBEIEN …
ayah addin on TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTAR…
kimiasmart on TIPS TUTORIAL WORDPRESS: BLOGG…
yusuf on AKU BUKANLAH JUFAT DAN GHULLAT…
ulfa maya intani on BANK SOAL UJIAN NASIONAL …

Top Clicks

Top Posts

Feeds

Meta

Spam Blocked